Anda di halaman 1dari 2

BAB III

TEORI KINETIK GAS

3.1 Gas Ideal


Gas Ideal adalah gas yang tumbukan antar

atom-atom atau

tumbukan antar molekulnya berlangsung secara

elastik

sempurna dan gaya interaksi antar-partikelnya

sangat

sehingga dapat diabaikan. Gas ideal juga dapat


sebagai gas teoritis yang terdiri dari partikel-

Gambar 3.1 : Partikel gas bergerak


secara acak

kecil

diartikan
partikel

titik

yang bergerak secara acak dan tidak saling berinteraksi.


Pada kondisi normal seperti temperatur dan tekanan standar, kebanyakan gas nyata
berperilaku seperti gas ideal. Banyak gas seperti nitrogen, oksigen, hidrogen, gas mulia dan karbon
dioksida dapat diperlakukan seperti gas ideal dengan perbedaan yang masih dapat ditolerir. Secara
umum, gas berperilaku seperti gas ideal pada temperatur tinggi dan tekanan rendah, karena kerja
yang melawan gaya intermolekuler menjadi jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan energi
kinetik partikel, dan ukuran molekul juga menjadi jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan
ruangan kosong antar molekul.
Model gas ideal tak dapat dipakai pada suhu rendah atau tekanan tinggi, karena gaya
intermolekuler dan ukuran molekuler menjadi penting. Model gas ideal juga tak dapat dipakai pada
gas-gas berat seperti refrigeran atau gas dengan gaya intermolekuler kuat, seperti uap air. Pada
beberapa titik ketika suhu rendah dan tekanan tinggi, gas nyata akan menjalani fase transisi menjadi
liquid atau solid. Model gas ideal tidak dapat menjelaskan atau memperbolehkan fase transisi. Hal
ini dapat dijelaskan dengan persamaan keadaan yang lebih kompleks.

Sifat-Sifat Gas Ideal:


1. Gas terdiri atas partikel-partikel yang disebut molekul dengan jumlah yang sangat banyak.
2. Bergerak secara acak
3. Tersebar merata dalam ruang yang sempit
4. Jarak antara partikel gas jauh lebih besar daripada ukuran partikel
5. Ukuran partikel gas dapat diabaikan.
6. Tidak terdapat gaya antar partikel kecuali jika terjadi tumbukan

7. Tumbukan antarmolekul dan tumbukan molekul dengan dinding wadah bersifat lenting
sempurna.
8. Hukum-hukum Newton tentang gerak berlaku.
Setiap benda bergerak tentunya memiliki energy kinetic, begitu juga gas yang memiliki
energy kinetic gas.

3.2 Konsep Mol dan Massa Molekul


Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom
dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen)

(paling

sedikit

dalam

susunan

dari

seluruh

tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil


Masa Molukul Relatif : jumlah massa atom relatif
atom penyusun suatu molekul dalam 1 mol zat.
Contoh:
Massa Molekul dari NH4Cl

= Ar N + 4(Ar H) + Ar Cl
= 14 + 4 (1) + 35,5
= 53,5 gram/mol

Satu mol : sejumlah partikel yang terkandung didalam suatu zat yang jumlahnya sama dengan
banyaknya atom yang terdapat didalam 12 gram C-12
Menghitung banyaknya mol zat (n):

Gambar 3.2 : molekul air