Anda di halaman 1dari 8

STRUKTUR KOMPOSIT

STRUKTUR KOMPOSIT
Komponen komposit didefinisikan sebagai suatu elemen yang terdiri dari dua jenis bahan atau
lebih membentuk suatu elemen tunggal untuk memikul beban yang bekerja.
Komponen komposit dapat berupa profil tunggal (rolled) atau profil susun (builtup) baik yang
diisi dengan beton (infilled concrete), dibalut dengan beton bertulang (encased by reinforced
concrete) maupun dihubungkan dengan pelat beton bertulang.
Sistem struktur komposit terbentuk dengan adanya interaksi antara komponen-komponen
struktur baja dan beton yang masing-masing karakteristik dasar materialnya dimanfaatkan secara
optimal.
Karakteristik penting yang dimiliki oleh struktur baja:
1. Kekuatan tarik yang tinggi
2. Modulus elastisitas yang tinggi
3. Daktilitas yang tinggi
Karakteristi penting yang dimiliki oleh struktur beton:
1. Sifat ketahanan yang baik terhadap api
2. Mudah dibentuk
3. Murah
Elemen-elemen struktur komposit:
1. Kolom komposit
2. Balok komposit
3. Pelat komposit
Prinsip-prinsip dasar perencanaan:
1. Distribusi tegangan plastis pada daerah momen positif balok
a.
Tegangan pada balok
(tekan) distribusi merata
b.
Tegangan pada baja = fy (tarik atau tekan) distribusi merata
2. Distribusi tegangan plastis pada daerah momen negatif balok
a. Tegangan pada balok = 0 (tarik)
b. Tegangan pada tulangan beton = fyr (tarik)
c. Tegangan pada tulangan beton = fy (tekan atau tarik) distribusi merata
3. Distribusi tegangan elastik distribusi linier
a. Tegangan maksimum pada beton
(tekan)
b. Tegangan maksimum pada baja = fy (tekan atau tarik)
I. Perencanaan Balok Komposit
Ada dua tipe balok komposit, yaitu:
1. Balok komposit dengan penghubung geser
2. Balok baja yang diberi selubung beton
Aksi komposit terbentuk dengan adanya transfer geser antara pelat beton dan balok baja yang
dapat terjadi melalui:
1. Mekanisme interlocking antara penghubung geser mekanis dan pelat beton
2. Mekanisme lekatan dan friksi di sepanjang permukaan atas profil baja yang terkekang di
dalam beton dan mekanisme tahanan geser pada bidang antara pelat beton dan selubung
beton di sekitar profil baja.

Gambar 1.1 Balok komposit


Dari Gambar 1.1 dapat dilihat bahwa interaksi antara pelat beton dan balok baja melalui shear
stud (steel connector). Shear stud ini dilaskan pada sayap atas gelagar pada jarak tertentu
sepanjang gelagar. Fungsi dari shear stud ini untuk menghalangi slip relative antara pelat beton
dan permukaan atas gelagar. Pada kondisi ini steel connector menahan beban geser yang ada
pada interface antara pelat beton dan permukaan atas gelagar. Oleh karena itu steel connector ini
disebut shear stud. Selanjutnya semua gaya yang bekerja pada struktur akan dipikul bersamasama melalui composite steel concrete action.
Balok Komposit dengan Shear connector
Dalam merencanakan balok komposit, harus memperhatikan atau dikaitkan dengan metoda
pelaksanaan di lapangan. Ada dua metoda pelaksanaan balok komposit, yaitu:
1. Memakai penyanggah (shored construction)
2. Tanpa memakai penyanggah (unshored construction)
Konstruksi dengan Penyanggah
Dalam sistem konstruksi ini, diperlukan penyanggah sementara untuk membantu gelagar
menyanggah beton yang dicor. Untuk jenis konstruksi ini, balok komposit menyanggah semua
beban seperti beban mati struktur dan beban-beban yang bekerja pada permukaan pelat lantai.
Konstruksi tanpa Penyanggah
Dalam sistem konstruksi ini, tidak diperlukan penyanggah sementara. Beton yang baru dicor,
sepenuhnya dipikul oleh gelagar. Setelah beton mencapai kekuatan yang disyaratkan (0,75 f c),
gelagar akan menahan beban-beban yang bekerja pada permukaan pelat lantai. Pada keadaan ini,
gelagar direncanakan menahan semua beban terfaktor yang bekerja sebelum beton mencapai
perawatan yang sempurna.

Bilamana disyaratkan distribusi teganagn elastis, maka dalam analisis penampang harus
menggunakan superposisi. Pada tahap I, gelagar menahan semua beban tetap terfaktor sebelum
beton mencapai perawatan yang sempurna. Pada tahap II, balok komposit menahan beban-beban
tarfaktor yang bekerja setelah beton mencapai perawatan yang sempurna.
Bila digunakan distribusi tegangan plastis, beban uji harus menunjukkan bahwa beban terfaktor
dapat diasumsikan ditahan oleh balok komposit untuk unshored construction.

Gambar 1.2 Lebar efektif balok


Lebar efektif pelat beton (beff):
1.
2.
3.

untuk balok tepi

Kekuatan lentur balok komposit dengan penghubung geser


1. Kekuatan lentur positif
a. Untuk penampang berbadan kompak

, kekuatan lentur positif dapat dihitung

dengan menggunakan distribusi tegangan plastis


b. Untuk penampang berbadan tidak kompak

, kekuatan lentur positif dapat

dihitung dengan menggunakan distribusi tegangan elastik dengan memperhitungkan


pengaruh tumpuan sederhana. Pada kondisi ini, kekuatan lentur batas penampang
ditentukan oleh terjadinya leleh pertama
2. Kekuatan lentur negatif

a. Kekuatan lentur negatif dapat dihitung dengan mengabaikan aksi komposit. Jadi kekuatan
lentur negatif penampang komposit sama dengan kekuatan lentur negatif penampang baja
saja
.
b. Sebagai alternatif, untuk balok dengan penampang kompak dan tidak langsing, kekuatan
lentur negatif dapat dihitung menggunakan distribusi tegangan plastis dengan
mempertimbangkan pengaruh tulangan baja di sepanjang lebar efektif pelat
beton
.
Kekuatan lentur balok baja yang berselubung beton
1. Kekuatan lentur balok baja yang berselubung beton dapat ditentukan berdasarkan superposisi
tegangan elastik pada baja dan beton yang memperhitungkan pengaruh adanya tumpuan
sementara
.
2. Sebagai alternatif, kekuatan lentur balok baja yang berselubung beton dapat ditentukan
berdasarkan distribusi tegangan plastis pada penampang baja saja
.
Kekuatan struktur selama pelaksanaan
Untuk struktur tanpa perancah, penampang baja harus memiliki kekuatan yang cukup untuk
memikul semua pembebanan yang ada selama pelaksanaan yaitu selama
.
Kekuatan geser rencana
Kuat geser rencana balok komposit,
penampang baja saja.
Contoh: untuk

Penghubung geser mekanik

ditentukan berdasarkan kuat geser badan


dan

Gambar 1.3 Tipe-tipe penghubung geser


Syarat-syarat penghubung geser:
1. Selimut beton lateral
mm, kecuali yang dipasang pada dek baja
2. Diameter stud
3. Spasi longitudinal stud
4. Spasi lateral stud

5. Panjang stud
6. Spasi longitudinal penghubung geser
1. Kekuatan penghubung geser stud
di mana:
untuk dek baja gelombang
untuk pelat beton biasa
Faktor reduksi rs digunakan untuk memperhitungkan pengaruh pelemahan penghubung geser
stud akibat adanya rongga pada dek baja gelombang.

Gambar 1.4 Penghubung geser stud


2. Kekuatan penghubung geser kanal gilas

Gambar 1.5 Penghubung geser kanal gilas


Jumlah penghubung geser yang dibutuhkan sepanjang daerah tertentu dihitung sebagai
berikut:

dimana:
Vh = gaya geser horisontal total pada bidang kontak antara balok baja dan
pelat beton yang harus ditransfer oleh penghubung geser.

Gambar 1.6 Contoh penghubung geser


Gaya geser horisontal total, Vh
1. Pada daerah momen positif
Gaya geser horisontal total pada daerah antara momen nol dan momen positif maksimum
adalah nilai terkecil dari:
a.
b.
c.
2. Pada daerah momen negatif
Gaya geser horisontal total pada daerah antara momen nol dan momen negatif maksimum
adalah nilai terkecil dari:
a.
b.
Pada balok komposit penuh, gaya geser horisontal total ditentukan oleh kapasitas tekan beton
atau kapasitas tarik baja. Pada balok komposit parsial, gaya geser horisontal total ditentukan oleh
kapasitas penghubung geser
.

Gambar 1.7 Perilaku balok komposit penuh dan parsial