Anda di halaman 1dari 80

TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS LANCANG
KUNING
2014/2015

PROFILE
M. AZANI
UNIVERSITAS ISLAM
NEGERI
SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
Mhd_azani@yahoo.com

KONTRAK KULIAH
1

KRITERIA KEBENARAN

KOHERENSI
P

KORESPONDENSI
S

PENGERTIAN

CIRI CIRI KARYA ILMIAH 1

CIRI CIRI KARYA ILMIAH 2

CIRI CIRI KARYA ILMIAH 3

SYARAT SYARAT
1

SIFAT BAHASA BAKU


Adanya

SYARAT BAHASA BAKU


KETATABAHASAAN

Bahasa itu harus


memberikan kejelasan
dan kepastian makna
Perlu dihindari
penggunaan kata-kata
yang bermakna ambigu
Perlu
dihindari
penggunaan kalimat yang
bermakna ambivalensi

KESELARASAN ETIKA

Harus
memperhatikan
penggunaan
kata-kata yang
proporsional
dengan
menjunjung
tinggi nilai etis

SISTEM TATA KATA

Pola Umumnya terdiri


atas:
a. V : A n a k, I b u
b. V K: A r t i
c. K V : R a k i t
d. K V K : P i n t u

KKV
: P r a j a, I n f r a
KKVK
: B l o k, P r a k t is
VKK
: E k s, O n s
KVKK
: T e k s, P e r s
KKVKK : Kom pleks
KKKV
: StrategI
KKKVK : Struktur

Sistem

Awalan

Awalan pada mulanya terdiri atas : me,


ber, di, ter, pe, per, ke dan se.
Perkembangan berikutnya terdiri atas:
Tak
: Taksadar
Purba : Purbakala
S w a : Swadaya, Swalayan
D w I : Dwibahasa
Antar : Antarprovinsi
Pra
: Prasejarah
T u n a : Tunanetra

Akhiran
Terdiri atas : an,
i, kan, man,
wan, wati
Perkembangan
terdiri atas :
a. Isme :
Animisme,
Komunisme
b. Isasi :
Sosialisasi
c. Is :
Nasionalis

KATA ASING

PENYERAPAN PENYERAPAN
YANG SALAH YANG BENAR

Practical,
practisch

Praktek

Praktik

Persentage
Description
Kuitantie
Quality
Formeel,
formal

Prosentase
Diskripsi
Kwitansi
Kwalitas
Formil

Persentase
Deskripsi
Kuitansi
Kualitas
Formal

Rationeel,
rational

Rasionil

Rasional

PENULISAN UNSUR SERAPAN


KATA ASING

PENYERAPAN PENYERAPAN
YANG SALAH YANG BENAR

Risk

Resiko

Risiko

System

Sistim

Sistem

effective

Efektip

Efektif

Technique,
Techniek
Method

Tehnik,
Tehnologi
Metoda

Teknik,
Teknologi
Metode

Charisma

Harisma

Karisma

Frequency

Frekwensi

Frekuensi

KATA ASING

Ideal, ideaal

PENYERAPAN PENYERAPAN
YANG SALAH YANG BENAR

Idial

Management Managemen
Coordination
Mass media

Kordinasi

Ideal
Manajemen
Koordinasi

Mass media Media massa

Ambulance

Ambulan

Ambulans

Hypotesis

Hipotesa

Hipotesis

Analysis

Analisa

analisis

KATA ASING

PENYERAPAN PENYERAPAN
YANG SALAH YANG BENAR

Activity,
activiteit
Presidential

Aktip, aktifitas

Aktivitas

Presidentil

Presidensial

Apotheek

Apotik

Apotek

November

Nopember

November

Activity,
activiteit

Aktip, aktifitas

Aktivitas

PENGGUNAAN KATA

KATA ATAU FRASE YANG DIIKUTI KOMA JIKA DIGUNAKAN


DI AWAL KALIMAT

Agaknya, .

Berkaitan dengan itu,

Akan tetapi,

Dalam hal ini,

Akhirnya, ...
Akibatnya,

Dalam hubungan ini,

Dalam konteks ini,

Biarpun begitu,

Dengan kata lain,

Biarpun demikian,

Di samping itu,

Di satu pihak, ..

Meskipun begitu,

Di pihak lain,

Meskipun demikian,

Jadi,

Namun,

Jika demikian,

Oleh karena itu,

Kalau begitu,

Oleh sebab itu,

Kalau tidak salah,

Pada dasarnya,

Kecuali itu,

Pada hakikatnya,

Lagi pula,

Pada prinsipnya,

Di satu pihak, ..

Meskipun begitu,

Di pihak lain,

Meskipun demikian,

Jadi,

Namun,

Jika demikian,

Oleh karena itu,

Kalau begitu,

Oleh sebab itu,

Kalau tidak salah,

Pada dasarnya,

Kecuali itu,

Pada hakikatnya,

Lagi pula,

Pada prinsipnya,

KATA-KATA PENGHUBUNG INTRAKALIMAT YANG DIDAHULUI KOMA

, padahal
, sedangkan
, seperti
, tetapi
, yaitu
, yakni

KATA-KATA PENGHUBUNG
INTRAKALIMAT YANG TIDAK
DIDAHULUI KOMA

bahwa
karena
maka
sehingga

KATA-KATA YANG TIDAK DIIKUTI TITIK


DUA

.. adalah

ialah
yaitu
yakni

PENULISAN GABUNGAN KATA


beri tahu, memberi tahu, beri
tahukan,
memberitahukan,
pemberitahuan
garis bawah, garis bawahi,
menggarisbawahi,
digarisbawahi
kerja sama, bekerja sama
lipat ganda, berlipat ganda,
lipat
gandakan,
melipatgandakan,
dilipatgandakan

PENULISAN REDUPLIKASI GABUNGAN


KATA
kereta api, diulang menjadi keretakereta api, bukan kereta api-kereta
api
orang tua, diulang menjadi orangorang tua, bukan orang tua-orang
tua
rumah sakit, diulang menjadi
rumah-rumah sakit, bukan rumah
sakit-rumah sakit
surat kabar, diulang menjadi suratsurat kabar, bukan surat kabar-surat
kabar

TATA KALIMAT

PENGGUNAAN
BEBERAPA
KATA
Kata nama dalam bahasa Indonesia tidak
mengenal DALAM
bentukKALIMAT
khusus
untuk
membedakan pengertian:
a. Maskulin atau feminim : Hakim,
Dosen, Pahlawan
b. Tunggal atau jamak : Jaksa,
Pengacara, Polisi

2. Kata kerja dalam bahasa Indonesia baku


tidak mengenal bentuk khusus untuk
menyatakan
perbedaan
waktu
berlangsungnya. Seperti yang terdapat
dalam bahasa Inggris yang mengenal past
tense, present tense, dan future tense.
Contoh : Hakim sedang memutuskan
perkara
Hakim akan memutuskan
perkara
Hakim telah memutuskan
perkara

3.

4.

Kata keadaan dalam bahasa Indonesia


baku tidak mengenal bentuk khusus
untuk mennyatakan pengertian positive
adjective, comparative adjective dan
superlative adjective, seperti yang
terdapat dalam bahasa asing
Contoh : Hukumanmu berat.
Hukuman dia lebih berat.
Sebenarnya hukuman saya
yang paling berat.
Dalam bahasa Indonesia baku tidak
terdapat kata tugas untuk menyatakan
hubungan pemilik terhadap suatu
benda.
Contoh :
Tuan punya usul sudah
diterima.
Maksud dari hakim sudah
cukup jelas.
Maksudnya hakim sudah cukup
jelas.

Turutan frase (gabungan dua kata atau


lebih nonpredikat) dalam kalimat bahasa
Indonesia selama ikatan turutan frasenya
tidak
bergeser
walaupun
letaknya
dipindah-pindahkan tidak mempengaruhi
maksud yang diungkapkannya.
Contoh : Menurut cerita ibu hakim sakit.
Ibu hakim sakit menurut
cerita.
6.
Hubungan unsur predikat aktif dengan
unsur objek penderitanya sangat erat
(inplisit), tidak dapat bergeser
atau
dimutasikan
Contoh : Pengacara membela tersangka.
()
Pengacara tersangka membela
(X)
5.

7.

Hubungan unsur predikat dengan


objek pelaku sangat erat tidak dapat
digeser atau dimutasikan.
Contoh : Akan kita pertahankan hak
kita mati-matian. ( )
Kita akan mempertahankan hak kita
mati-matian. (X)
8.
Unsur kata tugas "oleh" dapat
digunakan dalam kalimat pasif.
Contoh : Ketiga tertuduh dalam kasus
pemerkosaan telah dibebaskan oleh
Pengadilan.

Adakalanya kata tugas itu


bersifat fakultatif (pilihan)
dan adakalanyafungsionil.
Bersifat fakultatif apabila
unsur predikatnya terdiri
dari kata kerja berawalan
di.
Contoh : Dipanggil (oleh)
jaksa.

Bersifat fungsionil apabila:


(1). Unsur predikatnya berawalan ter.
Contoh : Terbeli olehnya barang
curian.
(2). Unsur predikat diceraikan oleh kata
tugas dari unsur objek pelaku.
Contoh : Disidangkan kembali oleh
Pengadilan.
(3). Unsur objek pelaku mendahului
predikat.
Contoh : Oleh pemerintah hal itu
telah diklarifikasikan.

kalimat bahasa Indonesia selalu


dapat
dikembalikan
dalam
sistem hukum diterangkan dan
menerangkan, terutama pada
struktur:
a. Kata nama benda dan kata
keadaan.
Contoh : Hukum pidana, tanah
ulayat.
b. Kata nama benda dan kata
ganti nama
Contoh : Dosen saya, Presiden
kami
c. Kata nama benda dan kata
petunjuk
Contoh
:
Pengacara
itu,

Sembilan Jenis Kesalahan Umum


Bahasa Indonesia yang
Berkembang di Masyarakat

1 Kata depan yang dilesapkan


Contoh

2 Kata sedangkan dan sehingga mengawali kalimat, padahal fungsinya adalah kata hubung.

3 Kalimat diawali dengan kata dengan tanpa subjek.

Dengan kondisi tersebut

4 Frase kerja digunakan tidak pada tempatnya.

CONTOH 1

5 Kata kerja transitif diikuti kata depan sebagai penyerta.

6 Kata di mana digunakan tidak untuk bertanya.

Sedikit sekali jalan di London

7 Gabungan adalah merupakan sebagai frase kerja, seharusnya salah satu saja.

Pancasila

8 Kata saling mendahului kata kerja dengan imbuhan ber-an atau di

Anak

9 Kalimat menjadi landung oleh penggunaan kata lewah.

PARAGRAF
S

PARAGRAF

Hubungan

Hubungan Pertentangan

Hubungan

Hubungan

Kata Ganti

Paragraf

undang-undang republik indonesia


nomor 14 tahun 1992 tentang lalu
Pasal
13
lintas dan
angkutan
jalan
1. setiap kendaraan bermotor
kereta
gandengan
kereta
tempelan
dan
kendaraan
khusus yang dioperasikan
dijalan wajib diuji.
2.
pengujian
sebagaimana
dimaksud, didalam ayat 1
pasal ini meliputi uji tipe
dan/atau uji berkala.
3. kendaraan yang dinyatakan
lulus
uji
sebagaimana
dimaksud didalam ayat 2
pasal ini diberikan tanda

pasal 14
1. Setiap kendaraan bermotor
yang dioperasikan dijalan wajib
didaftarkan.
2.
Sebagai
tanda
bukti
pendaftaran
diberikan
bukti
pendaftaran
kendaraan
bermotor.
Pasal 15
1. Agar kendaraan bermotor
tetap
memenuhi
persyaratan
teknis dan laik jalan, dapat
diselenggrakan bengkel umum
kendaraan bermotor.

undang-undang republik indonesia nomor


44 tahun 2008
tentang pornograf

Pasal 38
Setiap orang yang mengajak
membujuk
memanfaatkan
membiarkan
menyalahgunakan
kekuasaan atau memaksa anak
dalam menggunakan produk atau
jasa
pornograf
sebagaimana
dimaksud dalam pasal duabelas
dipidana dengan pidana penjara
paling singkat 6 (enam) bulan dan
paling lama 6 (enam) tahun
dan/atau pidana denda paling
sedikit Rp. 250.000.000,- (dua
ratus lima puluh juta rupiah) dan
paling banyak Rp. 3.000.000.000,(tiga miliar rupiah).

Cara penulisan buku di dalam


footnote

Cara penulisan artikel:


Rosanna Langer, The

Cara penulisan surat kabar danWebsite

Kompas, Tanggal 26 September

Penulisan Daftar pustaka

FORMAT MAKALAH
3 Daftar
5
4
8
Latar Belakang
Tujuan
Rumusan
Pustaka
Penulisan
masalah

Fungsi Footnote
1

JUDUL
1

Contoh
1

LATAR BELAKANG MASALAH

Teori: Pendapat, pandangan, temuan kajian yang buku, jurnal

Fakta:
Asumsi:
Kesenjangan:
Janji
penulis
Peristiwa
Prediksi
(pada
Teori
yang
atas
PARAGRAF
dan
peristiwa
berlangsung
praktikTERAKHIR
berbeda

RUMUSAN MASALAH

TUJUAN PENULISAN

PEMBAHASAN
1

KESIMPULAN
1

DAFTAR PUSTAKA