Anda di halaman 1dari 6

Kumpulan Materi Kimia dan Karya Ilmiah

Beranda

Rabu, 30 Desember 2009


STRUKTUR ATOM

BAB II
STRUKTUR ATOM
2.1 Perkembangan Teori Atom
Pada abad XV SM, Democritus mengungkapkan bahwa semua materi tersusun dari partikelpartikel yang sangat kecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Partikel ini dia namakan atomos
yang berarti tak dapat dibagi.
Teori atom Dalton menandai dimulainya era modern dibidang ilmu kimia. Dugaan tentang sifatsifat alamiah materi menjadi dasar bagi teorinya, yang dapat diringkas sebagai berikut :
1. Unsur-unsur tersusun dari partikel-partikel yang sangat kecil, yang dinamakan atom. Semua
atom dari unsur tertentu adalah identik, baik ukuran, massa dan sifat kimianya. Atom-atom suatu
unsur berbeda dari atom-atom semua unsur yang lain.
2. Senyawa tersusun dari atom-atom yang lebih dari satu unsur. Dalam beberapa senyawa
perbandingan jumlah atom dari unsur-unsur yang ada merupakan bilangan bulat atau pecahan
sederhana.
3. Reaksi kimia meliputi hanya menyangkut pemisahan, penggabungan dan penataan kembali
atom-atom, bukanlah hasil penciptaan atau penghancuran atom-atom.
Konsep atom dalton jauh lebih lengkap dan spesifik dibandingkan deskripsi Democritus.
Hipotesis pertama menyatakan bahwa atom-atom yang berbeda akan menyusun unsur yang
berbeda. Dalton tidak berusaha menjelaskan struktur atau komposisi dari atom, karena dia tidak
dapat membayangkan atom itu seperti apa. Tetapi dia dapat menyatakan bahwa perbedaan sifat
diantara unsur-unsur akibat perbedaan atom-atom penyusun unsur tersebut. Hipotesis kedua
menyatakan bahwa untuk membentuk suatu senyawa tertentu diperlukan jenis atom dan jumlah
atom yang tepat. Hipotesis terakhir merupakan pernyataan lain dari hukum kekekalan massa
yang menyatakan bahwa materi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan. Karena materi tersusun
dari atom-atom yang tidak berubah dalam suatu reaksi kimia, maka massa materi tersebut adalah
tetap.
Berdasarkan teori atom Dalton, kita dapat mendefinisikan atom sebagai satuan dasar dari suatu

unsur yang terlibat dalam penggabungan kimia. Dalton membayangkan bahwa atom sangat kecil
dan tidak dapat dibagi lagi. Namun sederetan penyelidikan yang dimulai tahun 1850
menunjukkan bahwa atom secara nyata memiliki struktur dalam, mereka tersusun dari partikelpartikel yang sangat kecil yang disebut partikel subatomik yaitu elektron, proton dan neutron.
Penemuan elektron terjadi setelah ditemukannya tabung sinar katoda yang merupakan cikal
bakal tabung televisi sekarang. Gambar 2.1 menunjukkan skema tabung sinar katoda. Partikel
bermuatan negatif atau elektron yang dipancarkan dari katoda ditarik ke plat yang bermuatan
positif atau anoda. Sebuah lobang pada anoda mengizinkan elektron untuk melewatinya. Berkas
elektron yang terbentuk (awalnya disebut sinar katoda) menumbuk permukaan sebelah dalam
tabung. Permukaan dilapisi dengan bahan-bahan yang berfluoresensi seperti zeng sulfida
sehingga berfluoresensi kuat atau memancarkan sinar, diamati bila permukaan ditembak dengan
elektron.
Dalam beberapa percobaan dua plat yang bermuatan listrik dan sebuah magnet ditambahkan
pada tabung sinar katoda. Apabila medan magnet on (hidup) dan medan listrik off (mati), sinar
katoda menghantam titik A. Apabila hanya medan listrik yang on (hidup), sinar katoda
menghantam titik C. Apabila medan listrik dan medan magnet off atau keduanya on, dan
kekuatannya setimbang maka pengaruh mereka saling meniadakan, sehingga sinar katoda
menghantam titik B. Semua prilaku ini adalah konsisten dengan kenyataan bahwa elektron
memiliki muatanm negatif.
J. J. Thomsons memakai tabung sinar katoda dan pengetahuannya tentang pengaruh gaya listrik
dan magnet pada partikel-partikel bermuatan negatif, memperoleh perbandingan (ratio) muatan
listrik dengan massa untuk sebuah elektron sebesar -1,76 x 108 C/g.
R. A. Millikan dengan metode tetes minyak-nya menemukan muatan sebuah elektron sebesar
-1,60 x 10-19 C. Dari data Thomsons dan Millikan kita dapat menghitung massa sebuah
elektron :
Sampai tahun 1900-an dua gambaran tentang atom telah menjadi jelas. Mereka mengandung
elektron dan mereka netral (muatannya). Karena atom bersifat netral, maka setiap atom harus
mengandung muatan negatif dan positif dalam jumlah yang sama. Pada saat ini (1900-an) salah
satu model atom yang dapat diterima adalah model atom J. J. Thomsons. Menurutnya suatu atom
dapat dibayangkan sebagai suatu bola yang bermuatan positif secara seragam, artinya seluruh
bola bermuatan positif dimana elektron menempel padanya (dianalogikan seperti buah
semangka, dimana dagingnya adalah muatan positif dan biji semangka sebagai elektron yang
bermuatan negatif).
Pada tahun 1910 Ernest Rutherford dan kawan-kawan memutuskan untuk memakai partikel alfa
(a) untuk membuktikan struktur atom. Mereka melangsungkan serangkaian percobaan dimana
kertas emas yang sangat tipis atau logam yang lain dipakai sebagai target bagi partikel alfa yang
dipancarkan dari sumber radioaktif.
Mereka mengamati bahwa sebagaian besar partikel-partikel menembus kertas dan hanya sedikit
dipantulkan. Mereka juga mencatat bahwa partikel alfa akan dihamburkan (atau dipantulkan)
dengan sudut yang besar, saat tertentu partikel alfa juga dipantulkan kembali ke arah datangnya
partikel. Bila model atom sesuai dengan model atom Thomsons, dimana muatan positif terdifusi

secara seragam, maka seharusnya partikel alfa kebanyakan dipantulkan atau sedikit yang
menembus target. Sehingga hasil percobaan Rutherford dan kawan-kawan bertentangan dengan
model atom yang diusulkan oleh Thomsons.
Rutherford kemudian mampu menerangkan hasil eksperimennya, tetapi meninggalkan model
atom Thomsons dengan mengusulkan model atom baru. Menurut Rutherford bagian terbesar dari
atom haruslah ruang kosong. Ini menjelaskan mengapa kebanyakan dari partikel alfa menembus
kertas emas dengan sedikit atau tidak ada yang dipantulkan. Muatan positif dari suatu atom,
menurut Rutherford semuanya terpusat pada suatu inti atom yang dia sebut nucleus. Bilamana
partikel alfa datang mendekati inti, dia akan mengalami gaya tolak yang besar, sehingga terjadi
pemantulan pada sudut yang besar. Jika partikel alfa tepat mengarah pusat inti, maka dia
dipantulkan dengan gaya yang besar tepat ke arah datangnya partikel. Partikel yang bermuatan
positif dalam inti disebut proton yang mempunyai massa 1,67252 x 10-24 g.
Meskipun Rutherford dan kawan-kawan berhasil dalam menerangkan struktur atom, salah satu
masalah utama tetap tidak terpecahkan. Telah diketahui bahwa hidrogen merupakan atom paling
sederhana yang hanya mengandung satu proton dan juga diketahui atom helium mengandung dua
proton. Oleh karena itu, perbandingan massa atom helium dengan atom hidrogenn seharusnya 2 :
1 (karena elektron massanya sangat kecil, sehingga diabaikan). Kenyataannya rationya 4 : 1.
Sebelumnya Rutherford telah mendalilkan harus ada jenis partikel subatomik yang lain dalam
inti atom. Pembuktian terhadap hipotesis ini diberikan oleh James Cadwick tahun 1932. Disaat
Cadwick menembaki kertas tipis berilium dengan partikel alfa, radiasi yang berenergi sangat
tinggi yang agak mirip dengan sinar gamma (g) dipancarkan oleh logam. Percobaan selanjutnya
menunjukkan bahwa sinar secara nyata terdiri dari partikel-partikel netral yang mempunyai
massa sedikit lebih besar dari proton. Cadwick menamai partikel ini neutrons. Masalah
perbandingan massa sekarang dapat diterangkan. Dalam inti helium terdapat dua proton dan dua
neutron dan dalam inti hidrogen hanya terdapat satu proton tanpa ada neutron, sehingga ratio
massanya menjadi 4 : 1.
2. Dari Fisika Klasik sampai Teori Kuantum
Usaha-usaha Fisikawan abad ke-19 untuk memahami atom-atom dan molekul-molekul
menemukan keberhasilan dengan beberapa batasan. Dengan menganggap molekul-molekul
berprilaku seperti bola kecil, mampu meramalkan dan menerangkan beberapa fenomena
makroskopik, seperti desakan tekanan oleh suatu gas. Namun model yang sama tidak dapat
menerangkan stabilitas molekul yaitu dia tidak dapat menerangkan gaya-gaya yang mengikat
atom-atom bersama-sama. Membutuhkan waktu yang lama untuk merealisasikannya, dan
membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk menerimanya, bahwa sifat atom-atom dan
molekul-molekul tidak dibangun oleh hukum yang sama yang bekerja begitu baik bagi objekobjek yang lebih besar.
Semuanya dimulai tahun 1900 oleh Fisikawan muda Jerman yang bernama Max Plank. Pada saat
menganalisa data radiasi yang dipancarkan oleh zat-zat padat yang dipanaskan pada berbagai
temperatur. Plank menemukan bahwa atom-atom dan molekul-molekul memancarkan energi
hanya dalam kelipatan bilangan bulat dari kuantitas yang telah dirumuskan secara pasti.
Fisikawan selalu beranggapan bahwa energi adalah berkesinambungan, yang mana berarti
sejumlah energi dapat dilepaskan dalam suatu proses radiasi. Namun, kerja Plank menunjukkan
bahwa energi dapat dilepaskan hanya dalam jumlah tertentu yang pasti, yang disebut kuanta
dan teorinya disebut Teori Kuantum.
Untuk memahami teori kuantum Plank, pertama-tama kita harus mengetahui sesuatu tentang sifat

alamiah dari radiasi, yang mana adalah pemancaran (emission) dan perambatan (transmission)
energi melalui ruang dalam bentuk gelombang-gelombang.

2.1 Sifat-sifat Gelombang


Gelombang dapat dipikirkan sebagai suatu gangguan vibrasi saat energi ditransmisikan.
Kecepatan suatu gelombang bergantung pada jenis gelombang dan sifat alamiah medium dimana
gelombang merambat. Sifat-sifat dasar suatu gelombang meliputi :
Panjang gelombang (l), yaitu jarak antara dua puncak atau lembah berturut-turut dalam suatu
gelombang.
Frekwensi (n), suatu gelombang adalah jumlah gelombang yang melewati suatu titik tertentu
dalam satu detik.
Amplitudo (A) adalah jarak vertikal dari garis tengah suatu gelombang sampai puncak atau
lembah.
Sifat penting suatu gelombang yang merambat pada ruang adalah kecepatannya (v). Kecepatan
pada suatu gelombang bergantung pada jumlah putaran dari gelombang yang merambat pada
suatu titik tertentu per detik (frekwensi) dan panjang gelombangnya.
V=nxl
2.2 Radiasi Elektromagnetik
Radiasi adalah emisi dan transmisi dari energi melalui ruang dalam bentuk gelombang. Ada
beberapa jenis gelombang, yaitu gelombang air, gelombang suara, dan gelombang sinar. Tahun
1873 James Maxwell menunjukkan secara teoritis bahwa sinar tampak terdiri dari gelombang
elektromagnetik. Menurut teori Maxwell suatu gelombang elektromagnetik mempunyai
komponen medan listrik dan medan magnet. Kedua komponen ini mempunyai panjang
gelombang dan frekwensi yang sama, sehingga kecepatannya pun sama, tetapi arah rambatan
mereka saling tegak lurus satu dengan yang lainnya.
Gambar
Kegunaan dari teori Maxwell yaitu dia memberikan suatu penjelasan matematik dari prilaku
umum suatu sinar. Utamanya teori Maxwell secara tepat menggambarkan berapa energi dalam
bentuk radiasi yang dapat disebar melalui ruang sebagai medan listrik dan medan magnet yang
bervibrasi. Kita sekarang mengetahui bahwa sinar berprilaku seperti radiasi elektromagnetik,
yang mana adalah emisi energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik.
Keistimewaan untuk semua gelombang elektromagnetik adalah kecepatannya menjalar atau
merambat sebesar 3,00 x 108 m/s atau 186.000 mil per detik, yang mana adalah kecepatan sinar
di ruang hampa. Walaupun kecepatan berbeda dari satu medium ke medium lain variasinya
cukup kecil, sehingga mengizinkan kita memakai kecepatan ini dalam semua perhitungan.
Berdasarkan perjanjian kita memakai simbol c untuk kecepatan sinar.
2.3 Teori Kuantu Planks
Apabila zat padat dipanaskan, mereka memancarkan radiasi dengan kisaran panjang dgelombang
yang sangat luas. Nyala yang berwarna merah pudar dari suatu pemanas listrik dan sinar yang

putih terang dari bola lampu tungsten adalah contoh dari radiasi yang dipancarkan apabila zat
padat dipanaskan pada temperatur yang berbeda.
Fisika klasik telah menganggap bahwa atom-atom dan molekul-molekul dapat memancarkan
(menyerap) jumlah energi radiasi yang berubah-ubah. Plank mengatakan bahwa atom-atom dan
molekul-molekul dapat menyerap (memancarkan) energi hanya dalam kuantitas yang diskrit.
Plank memberi nama kuantum untuk kuantitas terkecil dari energi yang dapat dipancarkan
(diserap) dalam bentuk radiasi elektromagnetik. Energi (E) yang dipancarkan sebanding dengan
frekwensi radiasinya.
E~n
Konstanta perbandingan untuk hubungan ini disimbolkan dengan h, yang sekarang disebut
konstanta Planks :
E = hn
dimana h mempunyai nilai 6,63 x 10-34 J.s
Menurut teori kuantum Plank energi selalu dipancarkan dalam kelipatan hn. Untuk contoh hn,
2hn, 3 hn, ..., tetapi tidak pernah 1,67 hn atau 4,98 hn.
Isotop, Isobar dan Isoton
Isotop = atom-atom yang memiliki nomor atom sama, tetapi nomor massanya berbeda.
Contoh :
Isobar = atom-atom yang memiliki nomor massa sama, tetapi nomor atomnya berbeda.
Contoh : dan
dan
Isoton = atom-atom yang memiliki jumlah neutron sama, tetapi jumlah protonnya berbeda.
Contoh : dan
dan
Konfigurasi Elektron dan Elektron Valensi
Konfigurasi elektron = penyusunan elektron dalam suatu atom berdasarkan tingkat-tingkat
energinya.
Ada dua cara penyusunan konfigurasi elektron, yaitu cara per kulit (K, L, M, N) dan cara per
subkulit (s, p, d, f)
1. Cara per kulit
Konfigurasi elektron per kulit didasarkan pada jumlah elektron maksimum yang dapat mengisi
setiap kulit.
S e maksimum per kulit = 2n2
2 (jika elektron yang tersedia 2)
Kulit K
1 (hanya untuk H)
8 (jika elektron yang tersedia 8)
Kulit L
Jumlah elektron sisa (jika elektron yang tersedia <> 18)
Kulit M 8 (jika ; 8 elektron <> 32)

18 (jika ; 18 elektron < l =" 0," m =" -l," s =" +" n =" 4," l =" 0," m =" 0," s =" +" n =" 3" l
=" 1" m =" -1," s =" +" n =" 3" l =" 2" m =" -2," s =" +">