Anda di halaman 1dari 5

BAB III

METODOLOGI IMPLEMENTASI

III.1 Metodologi ASAP


Metodologi implementasi Accelerated SAP (ASAP) adalah alat terbaru yang diperkenalkan oleh SAP
dalam mengimplementasikan sistem SAP dengan cepat di dalam suatu organisasi. ASAP adalah
pendekatan implementasi terstruktur dan dapat membantu perusahaan mencapai implementasi lebih cepat
dengan user acceptance yang lebih cepat, pemetaan yang baik, dan dokumentasi efisien di berbagai
tahapan.
Fase-fase kunci dalam metodologi ASAP antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.

Project preparation
Business blueprint
Realization
Final preparation
Go live and support

Dengan mempromosikan best-of-business practices untuk implementasi, SAP menyingkirkan langkahlangkah yang memakan waktu dan menjemukan dari pencatatan kebutuhan dan analisa seperti yang
disebutkan di atas.
Diluncurkan tahun 1996, ASAP merupakan proses implementasi cepat dari SAP dan
metodologi optimisasi berkesinambungan. ASAP terdiri dari metodologi yang
disebut Roadmap yang terhubung dengan alat konfigurasi seperti IMG di dalam
sistem R/3.ASAP secara spesifik didesain untuk usaha kecil menengah yang
melakukan implementasi dalam jadwal yang ketat. Karena ASAP merepresentasikan
akumulasi pengetahuan dari proyek yang lampau, ASAP dapat dipandang untuk
menggunakan semua informasi tersebut untuk mempercepat proses implementasi
itu sendiri.
ASAP terdiri dari sejumlah besar checklist, spreadsheet, kuesioner, jawaban,
template dokumen, rekomendasi, dan lain sebagainya. ASAP juga menyediakan
halaman untuk isu penting, termasuk di dalamnya buku panduan, alat belajar, dan
akseletor dalam masalah teknikal yang berhubungan dengan infrastruktur SAP,
instalasi, dan operasi. ASAP mendukung keseluruhan daur hidup instalasi SAP, tidak

terbatas pada fase implementasi saja. ASAP juga menyediakan dukungan pada
perbaikan yang sedang berjalan maupun usaha saat upgrade sistem SAP.
ASAP mengintergrasikan tiga komponen berikut ini yang bekerja sama untuk
mendukung kecepatan dan efisiensi implementasi dari sistem R/3:
1. ASAP Roadmap
Langkah demi langkah metodologi untuk sebuah kesuksesan implementasi proyek SAP.
2. ASAP tools
Meliputi tools manajemen proyek, kuesioner untuk konsultas proses bisnis, dan sejumlah buku
panduan dan checklist.
3. Layanan R/3, dukungan, dan pelatihan
Termasuk semua konsultasi, pelatihan, dan layanan dukungan seperti Go Live check, remote
upgrade, dsb.
Karakteristik metodologi ASAP antara lain:
1. ASAP adalah metodologi yang sudah terbukti, telah digunakan dengan sukses di ratusan proyek,
yang dimulai di Amerika, dan kemudian di seluruh penjuru dunia.
2. ASAP merupakan metodologi yang komprehensif dan mulus dengan integrasi dengan berbagai
fase di dalam proyek.
3. ASAP melewatkan fase yang banyak bermasalah yang ditemukan di metodologi tradisional,
langsung menuju dokumentasi dan analisis dari proses bisnis.
4. ASAP mendukung tiga peran yang berbeda untuk memastikan perhatian penuh kepada semua
aspek dari proyek, konsultasi aplikasi, dan implementasi teknikal.Masukkan dari fase business
blueprint digunakan sebagai input langsung untuk konfigurasi di fase realisasi.
III.1.1 Fase ASAP
1. Project Preparation
Fase project preparation berhubungan dengan pengaturan organisasi proyek, termasuk tim, peran, dan
tanggung jawab. Pada fase ini, tujuan dan sasaran dari implementasi diputuskan. Strategi dan konsep
perencanaan proyek disiapkan. Infrastruktur proyek,termasuk perangkat keras dan isu jaringan,
ditentukan dan difinalisasi. Ukuran dan benchmarking dari gambaran instalasi dilakukan dan akuisisi
dari sistem SAP diinisialisasi. Proyek mulai dengan resmi dengan meeting yang dihadiri oleh anggota
dari eksekutif dan komite utama, anggota tim proyek, dan konsultan SAP.
2. Business Blueprint Fase
business blueprint sebagian besar berhubungan dengan dokumentasi dan finalisaisi dari kebutuhan.
Anggota tim dan konsultan mengadakan wawancara dan workshop di area yang berbeda untuk

meyakinkan kebutuhan dari berbagai proses bisnis. Fungsionalitas yang disediakan R/3
didemonstrasikan menggunakan IDES dan didukung melalui kuesioner dan diagram proses dari R/3
Business Engineer. Semua kekeurangan dalam mengalamatkan kebutuhan fungsional diidentifikasi,
selanjutnya solusi yang sesuai diekspolrasi dan dirancang. Hasil akhir dari fase ini adalah dokumen
business blueprint, yang menjabarkan secara rinci tentang apa yang akan diproses, termasuk
representasi gambar maupun tertulis mengenai struktur perusahaan dan proses bisnisnya. Setelah
dokumen ini disetujui, blueprint tersebut menjadi dasar fase-fase setelahnya.
3. Realization
Tujuan dari realisasi adalah untuk mengkonfigurasi Baseline System berdasarkan dokumen Business
Blueprint. Untuk melakukan hal tersebut, proses bisnis dibagi menjadi siklus yang saling terkait
dengan prosses bisnis lainnya. Sistem didokumnetasikan menggunakan ahli bisnis R/3. Baseline
sistem yang disiapkan disini adalah dasar dari sistem yang diproduksi. Tim SAP melakukan pelatihan
level 3 dimana sistem dipresentasikan ke suatu kelompok power user yang juga melakukan pelatihan
yang dibtuhkan di dalam area operasi mereka. Baseline system tersebut diperbaiki melalui validasi
yang dilakukan oleh power user. Tim yang menangani masalah teknis membangun sistem
administrasi, serta merencakan antar muka dan transfer data.
4. Final Preparation
Fase persiapan akhir di tujukan untuk mempersiapkan sistem dan perusahaan dalam
mengimplementasikan SAP. Hal tersebut berkaitan dengan semua aktivitas dari fase fase yangtelah di
lakukan sebelumnya. Setiap pengeceualian dan situasi yang belum di selesaikan di fokuskan dan di
lakukan penyelesaian. Pengguna mahir di bawah pengawasan dari anggota tim SAP melakukan enduser training. Konversi dan antarmuka program di cek, pengujian voloume data, pengujian stress
(batas maksimum) di lakukan dan user acceptace test di lakukan. Fase ini di ikuti dengan migrasi data
ke system yang baru.
5. Go Live and Support
Fase go live and support berfokus pada masalah menempatkan sistem SAP ke dalam tahap produksi.
PAda saat ini di jalankan pengecekan pasca go live. Pengecekan tersebut meliputi penanganan
masalah operasional sehari- hari, termasuk masalah dan is berkaitan dengan keamanan dari pemakai
akhir. SAP juga di perhatikan untuk kemungkinan optimalisasi setiap fungsi yang ada di dalamnya.
Fase ini juga meliputi verifikasi, memastikan pemrosesan harian, mingguan, bulanan, perempat
tahunan, dan tahunan berjalan dengan benar. Pada akhirnya, manfaat bisnis dari system dengan benar.

Pada akhirnya, manfaat bisnis dari system yang baru di ukur untuk memonitor pengembalian modal
(ROI) dari proyek tersebut, yang memungkinkan pengulangan lebih jauh dari siklus implementasi
untuk meningkatkan proses bisnis.
Implementasi SAP bukan merupakan investasi yang murah. Pada prakteknya, banyak perusahaan yang
berhasil mengimplementasikan SAP dan mendapatkan banyak keuntungan. Namun juga tidak sedikit
yang gagal mengimplementasikannya sehingga SAP membuat kondisi bisnis mereka menurun.
Keberhasilan dan kegagalan implementasi SAP sangat bergantung pada proses perencanaan,
implementasi dan pengawasan terhadap sistem. Semakin maksimal proses-proses tersebut dilakukan,
semakin kecil kemungkinan untuk gagal. ASAP Methodology merupakan best practice yang dibuat oleh
SAP sendiri sehingga sangat disarankan untuk diterapkan.
III.1.2 Alasan Pemilihan Metode
General

Integrasi tinggi dan cross functional


software dengan integrasi tinggi antar

fungsi.
Real Time, data update dilakukan online
dan real time.

Business

Menggabungkan fungsi secara luas, yang


memungkinkan untuk menjalankan bisnis

secara lengkap.
Dapat mendukung perusahaan dengan

cabang cabang yang terpisah geografis.


Berlaku internasional disebabkan oleh
kemampuannya dalam 14 bahasa dan
mmapu dikustomisasi menjadi software
mata uang,tax laws, accounting, prosedur,
peraturan import/export.

Technical

Portable

sepanjang

database,

system

operasi dan front-ends.


Redundancy data minimum, konsistensi
data maksimum, keamanan data tinggi

dan struktur data.


Paket yang komplek dengan implikasi
teknik yang mencangku[ pengembangan
software, administrator,database ,jaringan

Other Feature

dan pengendalian produksi.


Mudah menggunakan GUI (Graphical
User Interface)