Anda di halaman 1dari 4

Packet Tracer

Packet tracer adalah software simulasi jaringan (Network Simulation) buatan cisco yang
di gunakan untuk membuat sebuah topologi ataupun layout jaringan sebelum membuat
jaringan yang "sebenarnya". Packet tracer dirancang sedemikian rupa sehingga
simulasi yang dibuat oleh pengguna software ini serupa dengan kenyataannya. Selain
packet tracer ada pula software simulasi jaringan lainnya seperti Boson, NetSim, Router
Sim Netrowk Visualizer, dan lain-lain.
Packet tracer adalah salah satu software untuk membuat simulasi jaringan. Sebelum
membuat sebuah layout jaringan mari kita kenali software packet tracer terlebih dahulu.
Langkah awal mulai dengan : klik Start => Programs => Packet tracer

1. Menubar dan toolbar.


2. Logical, dimana kita akan membuat sebuah simulasi jaringan pada tab bagian
ini.
3. Physical, untuk membuat layout atau bentuk dimana setiap periferal diletakkan
dengan baik dan rapi. Pada tab ini rekan-rekan bisa membuat sebuah kota,
gedung dan ruangan.
4. New Cluster, untuk mengelompokkan beberapa periferal menjadi 1 jaringan.
5. Move Object, untuk memindahkan periferal ke cluster yang berbeda.
6. Set Tiled Background, berfungsi untuk mengubah background pada stage.
7. Viewport, untuk melihat keseluruhan jaringan yang telah dibuat.
8. Tools packet tracer yang digunakan untuk mem-Blok, mengeser stage,
Menyisipkan catatan atau keterangan, menghapus periferal, zooming, untuk
mengetest jaringan.
9. Stage untuk menaruh setiap periferal yang dibutuhkan, disini rekan-rekan bisa
menaruh semua periferal yang diinginkan tergantung dari layout jaringan sepeti
apa yang dimaksud.
10. Network periferal, semua kebutuhan alat-alat jaringan terdapat pada bagian ini.
Mulai dari router, switch, hub, wireless, server, printer, PC, koneksi yang akan
dibuat, dan lain-lain.
11. Sub Network periferal, pada bagian ini rekan-rekan bisa memilih devices sesuai
yang diinginkan.
12. Untuk membuat sebuah skenario.

13. Status, Keterangan jika kita ingin mengtest suatu PC ke PC, apakah failed atau
succesful.
14. Realtime, dimana kita bisa meng-edit, copy, paste, delete layout jaringan yang
sedang kita buat.
15. Simulation, tab ini adalah proses untuk simulasi jaringan. Jadi, ketika rekanrekan memilih tab ini proses simulasi akan segera dimulai.

VLAN
VLAN disebut juga virtual LAN. Switch pada umumnya digunakan untuk menghubungkan 1
segmen jaringan. Akan tetapi, dengan konsep VLAN, switch dapat terdiri dari beberapa blok
jaringan dalam 1 segmen jaringan. Setiap blok jaringan yang ada disebut dengan VLAN. Switch
yang mempunyai kemampuan tersebut adalah switch khusus yaitu switch manageable. Karena
berbeda blok dalam jaringan, maka diperlukan router untuk menghubungkan antar blok jaringan
tersebut.
Keuntungan menggunakan VLAN adalah membagi broadcast domain pada sebuah switch
(biasanya 1 switch memiliki 1 broadcast domain). Selain itu, dengan 1 switch kita dapat
memiliki lebih dari 1 blok jaringan.
Pada praktek kali ini akan dijelaskan bagaiman membuat VLAN pada switch CISCO dengan
memakai simulasi CISCO yaitu Packet Tracer.
kita akan membuat 3 vlan yaitu :
1. vlan 2 engineering (3 host)
2. vlan 3 marketing (3 host)
3. vlan 4 sales (3 host)
Gambarlah jaringan komputer
dengan sebuah switch dan 9 host
membentuk topologi star memakai
packet tracert (seperti gambar
disamping)
Set alamat ip pada setiap host mulai
dari 192.168.1.1/24-192.168.1.9/24 lakukan uji koneksi dan catatlah apakah semua host dapat
saling terkoneksi ?
Lakukan seting pada switch dengan CLI sebagai berikut :
1. Switch>en able
2. Switch#conf t singkatan dari(configuration terminal)
3. Switch#vlan database
4. Switch(vlan)#vlan 2 name Engineering
5. Switch(vlan)#vlan 3 name Marketing
6. Switch(vlan)#vlan 4 name Sales
Langkah 3-6 dapat juga diganti dengan cara sebagai berikut :
3. Switch(config)#vlan 2 (membuat VLAN dengan id 2)
4. Switch(config-vlan)#name Engineering (memberi nama vlan 2 Engineering)

5. Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 3 (membuat VLAN dengan id 3)
6. Switch(config-vlan)#name Marketing (memberi nama vlan 3 Marketing)
7. Switch(config-vlan)#exit
8. Switch(config)#vlan 4 (membuat VLAN dengan id 4)
9. Switch(config-vlan)#name Sales (memberi nama vlan 4 Sales)
10. Switch(config-vlan)#exit
Selanjutnya setting untuk memasukkan nomor-nomor port pada switch
yang menjadi anggota vlan :
11. Switch(config)#interface fa0/1 (mendaftar int fa0/1 sbg vlan 2)
12. Switch(config-if)#switchport mode access
13. Switch(config-if)#switchport access vlan 2
14. Switch(config-if)#exit
Ulangi langkah 11-14 untuk nomor port switch (nomor interface)
lain yang akan dijadikan anggota vlan 2
15. Switch(config)#interface fa0/5 (mendaftar int fa0/5 sbg vlan 3)
16. Switch(config-if)#switchport mode access
17. Switch(config-if)#switchport access vlan 3
18. Switch(config-if)#exit
Ulangi langkah 15-18 untuk nomor port switch (nomor interface)
lain yang akan dijadikan anggota vlan 3
19. Switch(config)#interface fa0/10 (mendaftar int fa0/10 sbg vlan 4)
20. Switch(config-if)#switchport mode access
21. Switch(config-if)#switchport access vlan 4
22. Switch(config-if)#exit
Ulangi langkah 19-22 untuk nomor port switch (nomor interface)
lain yang akan dijadikan anggota vlan 4
Untuk melihat daftar vlan lakukan setting berikut :
23. Switch(config)#exit
24. Switch#show vlan
Lakukan tes koneksi terhadap setiap host yang ada sekarang ?
Kesimpulan apa yang dapat anda peroleh dari praktek vlan ini ?
Tugas
1. Cobalah dari vlan diatas tambahkan 1 Wifi 4 host (WLAN). VLAN untuk wifi diberi id
vlan 5 dengan nama User.
2. Buatlah jaringan dengan vlan sama persis dengan di atas tetapi dengan alamat ip
yang berbeda. Sehingga terdapat 2 jaringan yang ber vlan 2, 3, 4, 5. Hubungkan
antara 2 switch pada kedua jaringan tersebut sehingga antar vlan yang sama dapat
berkomunikasi.