Anda di halaman 1dari 5

SISTEM POLITIK INTERNASIONAL

Oleh:

Boriss Utama (1202045078)


Farah Astrinika Winadya (1202045070)
Teddy Prasetyo (1202045087)
Riky Pinandra (1202045091)
Evander G. (12020450 )

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK


UNIVERSITAS MULAWARMAN
2015

Sistem Politik Internasional


Pengertian atau konsep sistem politik internasional itu sendiri pernah dikatakan
Joseph Frakel sebagai suatu koleksi unit politik independen yang berinteraksi dengan
beberapa keteraturan. Sedangkan pandangan yang dikemukakan oleh K. J. Holisti
merumuskan sistem politik internasional sebagai any collection of independent political
entities tribes, city-states, nations or empires which interact with considerable frequences and
according to regularized processes. Tokoh lain yaitu Stanley Hoffman pernah mengatakan
bahwa sistem politik internasional diartikan adalah adanya pola-pola tersebut ditentukan
dalam struktur dunia itu sendiri.
Sistem (politik) internasional juga dapat dipandang dari analisis etimologinya yakni
dengan cara pemisahan kata-kata sistem dan internasional. Disini pengertian sistem dianggap
sebagai sesuatu yang memiliki sejumlah elemen yang bekerja dalam satu kompleksitas.
Sedangkan istilah internasional, ditempatkan sebagai suatu klaim atas pandangan yang
membedakan antara pengertian internasional dan konsep interstates atau dengan konsep
intergovernmental yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan-kegiatan, misalnya
peperangan, diplomasi, perdagangan internasional dan kegiatan lain yang berskala
internasional.
Dengan demikian, sistem politik internasional terdiri dari sejumlah aktor baik yang
bersifat Intergovernmental Organizations (IGOs), Non-Governmental Organizations (NGOs),
dan aktor lainnya yang aktif dalam fora-fora internasional. Negara yang menjadi aktor utama
dalam sistem internasional. Dalam kedudukan seperti itu, banyak analisis yang meninjau
konsep negara itu dari berbagai perspektif, baik itu dari segi hukum internasional maupun
dari segi filsafatnya.
Dalam sistem politik internasional yang dijadikan sebagai konsep pemikiran yakni
sebagai suatu sistem yang memiliki beberapa aktor IGOs dan NGOs. Aktor-aktor ini
terkonsolidasi ke dalam bentuk kerjasama dalam wujud organisasi internasional yang
menarik untuk dikaji dalam konteks sistem politik internasional. Negara jika diletakkan
kedudukannya dalam sistem politik internasional dipersonifikasikan sebagai pribadi (aktor)
yang tentunya memiliki kepentingan nasional yang harus dicapai sebagaimana yang
dirumuskan di dalam kebijaksanaan politik luar negerinya.

Secara umum, objek yang menjadi kajian politik internasional juga merupakan kajian
politik luar negeri, dimana keduanya menitik beratkan pada penjelasan mengenai
kepentingan, tindakan serta unsur power. Suatu analisis mengenai tindakan terhadap
lingkungan eksternal serta berbagai kondisi domestik yang menopang formulasi tindakan
merupakan kajian politik luar negeri, dan akan menjadi kajian politik internasional apabila
tindakan tersebut dipandang sebagai salah satu pola tindakan suatu Negara serta reaksi atau
respon oleh negara lain.
SISTEM POLITIK INTERNASIONAL
Negara A
Respons

Negara B
Tujuan

Tindakan

Tindakan

Tujuan

Respons

Dalam interaksi antar negara terdapat hubungan pengaruh dan respons. Pengaruh
dapat langsung ditunjukan pada sasaran tetapi dapat juga merupakan limpahan dari suatu
tindakan tertentu. Apapun alasannya, Negara yang menjadi sasaran pengaruh yang langsung
maupun tidak langsung, harus menentukan sikap melalui respons, manifestasi dalam
hubungan dengan Negara lain untuk mempengaruhi atau memaksa pemerintah Negara
lainnya agar menerima keinginan politiknya.
Kemudian, dalam interaksi antar Negara, interaksi dilakukan didasarkan pada
kepentingan nasional masing-masing Negara, baik kepentingan yang inputnya berasal dari
dalam ataupun dari luar Negara yang bersangkutan. Untuk memperjuangkan tujuan dan
kepentingan nasional, Negara tidak dapat melepaskan diri dari kebijakannya baik yang
ditunjukannya keluar Negara tersebut (politik luar negeri) maupun ke dalam Negara (politik
dalam negeri). Kepentingan nasional adalah tujuan utama dan merupakan awal sekaligus
akhir perjuangan suatu bangsa. Kepentingan nasional dasar dibagi empat jenis, yaitu:
ideologi, ekonomi, keamanan, dan prestise.
Politik luar negeri dan politik internasional yang wajib diperhatikan adalah politik
bangsa-bangsa yang berpengaruh. Bukan semua bangsa. Dan politik negara-negara yang
berpengaruh bukan semua negara. Terutama negara yang memiliki hubungan dengan bangsa
ataupun negaranya, atau akidah yang dijadikan sebagai landasan negaranya. Karena itu,

politik luar negeri dan politik internasional hanya bisa diartikan sebagai politik bangsabangsa dan negara-negara yang berpengaruh. Terutama yang berpengaruh terhadap bangsa
dan negaranya. Baik pengaruh tersebut dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Bentuk-bentuk Interaksi
Bentuk-bentuk interaksi dapat dibedakan berdasarkan banyaknya pihak yang
melakukan interaksi, intensitas interaksi, serta pola interaksi yang terbentuk. Dalam
hubungan internasional, interaksi yang terjadi antar aktor dapat dikenali karena intensitas
keberulangannya (recurrent) sehingga membentuk suatu pola tertentu. Secara umum bentuk
reaksi dari suatu negara terhadap negara lain dapat berupa akomodasi , mengabaikan,
berpura-pura informasi/pesn dari Negara lain belum diterima, menawar dan menolak aksi dari
negara lain.
Negara

jika

diletakkan

kedudukannya

dalam

sistem

politik

internasional

dipersonifikasikan sebagai pribadi (aktor) yang tentunya memiliki kepentingan nasional yang
harus dicapai sebagaimana yang dirumuskan di dalam kebijaksanaan politik luar negerinya.
Politik internasional dan politik luar negeri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari
politik. Dilihat dari segi politik itu sendiri. Karena itu, politik tersebut hanya berupa
pemikiran untuk mengurusi kepentingan-kepentingan bangsanya, serta pemikiran-pemikiran
yang mengurusi kepentingan-kepentingan bangsa dan negara-negara lain. Hubungan politik
internasional, politik luar negeri dengan politik tersebut adalah hubungan antara satu bagian
dengan keseluruhan. Bahkan bagian penting yang membentuknya.
Elemen dunia yang satu sama lain saling terkait adalah elemen yang memiliki skala
regional, multinasional, dan bahkan global yang tergabung dalam Organisasi Dunia. Elemenelemen tersebut antara lain:
a. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Perserikatan Bangsa-Bangsa atau biasa disingkat PBB (bahasa Inggris: United
Nations atau disingkat UN) adalah sebuah organisasi internasional yang anggotanya
hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam
hukum internasional, keamanan internasional, pengembangan ekonomi, perlindungan
sosial, hak asasi dan pencapaian perdamaian dunia. Organisasi ini memiliki enam
organ utama : Majelis Umum (majelis musyawarah utama), Dewan Keamanan (untuk
memutuskan resolusi tertentu untuk perdamaian dan keamanan), Dewan Ekonomi dan

Sosial (untuk membantu dalam mempromosikan kerjasama ekonomi, sosial


internasional dan pembangunan), Sekretariat (untuk menyediakan studi, informasi dan
fasilitas yang diperlukan oleh PBB) , Mahkamah Internasional (organ peradilan
primer), dan Dewan Perwalian (mengatur pemerintah daerah-daerah yang
ditempatkan di bawah pengawasan PBB melalui persetujuan-persetujuan perwalian
individual).
b. ASEAN (Association of Southeast Asian Nations)
Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di
Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia,
Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negaranegara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Prinsip
utama Asean adalah Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas
wilayah nasional, dan identitas nasional setiap Negara, Hak untuk setiap negara untuk
memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi
pihak luar, Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota,
Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai, Menolak penggunaan
kekuatan yang mematikan dan Kerjasama efektif antara anggota.

Referensi
Sitepu, Anthonius. P , Studi Hubungan Internasional, (Medan: Graha Ilmu, 2011)
Juwono Sudarsono. Politik internasional: kerangka analisa
Coplin, William. D, dan Marsedes Marbun, Pengantar Politik Internasional,
(Bandung: Sinar Baru, 1992)