Anda di halaman 1dari 32

Pertumbuhan dan Perke

mbangan pada Manusia

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA MANUSIA


CIRI-CIRI

PENGERTIAN
PERTUMBUHAN

PERTUMBUHAN

PERKEMBANGAN

PERKEMBANGAN

PERBEDAAN
PERTUMBUHAN
DAN
PERKEMBANGA
N

PADA
MANUSIA
FASE EMBRIONIK
(SEBELUM DILAHIRKAN)
MELALUI TAHAP

TRIMESTER PERTAMA
TRIMESTER KEDUA
TRIMESTER KETIGA

mitosis

FASE PASCA EMBRIONK


(SETELAH DILAHIRKAN)
MELALUI TAHAP

MASA BAYI
MASA ANAK-ANAK
MASAREMAJA
MASA DEWASA
MASA TUA

Pembelaha
n sel

miosis

PERTUMBUHAN
adalah proses pertambahan
ukuran yang tidak dapat kembali
ke asal (irreversibel), yang
meliputi pertambahan volume
dam pertambahan massa. Selain
disebabkan pertambahan ukuran
sel, pertumbuhan juga terjadi
karena pertambahan jumlah sel.

PERKEMBANGAN
adalah proses menuju
tercapainya kedewasaan.
Pada tingkat seluler,
perkembangan dapat
berupa diferensiasi sel-sel
yang baru membelah
membentuk jaringan yang
menyusun organ tertentu.

Pertumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:


Dalam pertumbuhan akan terjadi perubahan ukuran dalani hal
bertambahnya ukuran fisik, seperti berat badan, tinggi badan,
lingkar kepala, lingkar lengan, lingkar dada, dan lain- lain.
Dalam pertumbuhan dapat terjadi perubahan proporsi yang
dapat terlihat pada proporsi fisik atau organ manusia yang muncul
mulai dari masa konsepsi hingga dewasa.
Pada pertumbuhan dan perkembangan terjadi hilangnya ciri-ciri
lama yang ada selama masa pertumbuhan, seperti hilangnya
kelenjar timus, lepasnya gigi susu, atau hilangnya refleks-refleks
tertentu.
Dalam pertumbuhan terdapat ciri baru yang secara perlahan
mengikuti proses kematangan, seperti adanya rambut pada
daerah aksila, pubis, atau dada.

Perkembangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:


Perkembangan selalu melibatkan proses pertumbuhan yang
diikuti dari perubahan fungsi, seperti perkembangan sistem
reproduksi akan diikuti perubahan pada fungsi alat kelamin.
Perkembangan memiliki pola yang konstan dengan hukum
tetap, yaitu perkembangan dapat terjadi dari daerah kepala
menuju ke arah kaudal atau dari bagian proksimal ke bagian
distal.
Perkembangan memiliki tahapan yang berurutan mulai dari
kemampuan melakukan hal yang sederhana menuju kemampuan
melakukan hal yang sempurna.
Perkembangan setiap individu memiliki kecepatan pencapaian
perkembangan yang berbeda.
Perkembangan dapat menentukan pertumbuhan tahap
selanjutnya, di mana tahapan perkembangan harus melewati
tahap demi tahap (Narendra, 2002).

Fase Embrionik (dalam


Kandungan/sebelum Dilahirkan)
Perkembangan
pada manusia
diawali melalui
proses pembuahan.
Proses pembuahan
yaitu pertemuan
antara sel telur
yang berasal dari
perempuan (ibu)
dengan sel sperma
yang berasal dari
pria (ayah).

Fase Embrionik (dalamKandungan/sebelum Dilahirkan)

Inti sel sperma akan bergabung/


melebur dengan inti sel telur dan
terbentuk sebuah sel baru yang
disebut zigot. Zigot ini akan
senantiasa membelah diri menjadi
2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, 32 sel,
dan seterusnya. Zigot yang telah
membelah menjadi banyak sel tadi
akan berkembang menjadi embrio,
kemudian menjadi janin dalam
rahim ibu.
Lamanya waktu janin tumbuh dan
berkambang di dalam rahim ibu,
dari mulai proses pembuahan
hingga kelahiran adalah kurang
lebih 9 bulan.

Perkembangan janin selama di


dalam rahim dibagi dalam tiga
tahapan. Lamanya waktu pada
setiap tahapan adalah tiga bulan :
Tiga bulan pertama
1. Trimester
embrio berkembang
Pertama
menjadi janin yang
panjangnya kurang lebih
5,5 cm. Janin sudah
berbentuk seperti
manusia walaupun
ukuran kepalanya sangat
besar. Di akhir tiga bulan
pertama ini janin juga
sudah mulai dapat
menggerakkan tangan
dan kakinya.

Pada tiga bulan kedua,


janin sudah semakin
berkembang dan
panjangnya sudah
mencapai kurang lebih
19 cm. Tangan dan
kakinya telah
berkembang bahkan
jari-jari tangan dan kaki
sudah mulai terbentuk,
muka tumbuh
memanjang. Pada tiga
bulan kedua ini detak
jantung janin juga
sudah mulai bisa
dideteksi. Gerakan janin
juga mulai aktif.

2. Trimester
Kedua

Di tiga bulan ketiga terjadi


pertumbuhan ukuran janin
sangat cepat. Ukuran tubuh
3. Trimester Ketiga
sudah proporsional seperti
bayi. Karena ukuran
tubuhnya semakin besar,
janin tidak terlalu leluasa
bergerak di dalam rahim.
Menjelang kelahiran bayi
pada umumnya sudah
mencapai panjang sekitar
50 cm. Berikutnya janin
akan lahir ke dunia dan
disebutlah dengan sebutan
bayi.

Bagaimana Janin Memperoleh


Makanan?
Janin menerima semua zat
hara dan oksigen dari
pasokan darah ibunya.
Tetapi, darah janin itu tak
pernah langsung
bercampur dengan darah
ibunya. Janin membuat
darah sendiri dan
berhubungan dengan darah
ibunya melalui plasenta.

Plasenta menghubungkan dinding rahim ibu dengan tali


pusar bayi. Melalui plasenta inilah ibu dan janin
mempertukarkan zat hara/makanan, gas-gas dan sisa
buangan.

Fase Pasca Embrionik /Masa Setelah


kelahiran....

1. Masa Balita
Pernahkah kamu memerhatikan seorang bayi? Pada saat
dilahirkan, seorang bayi sesungguhnya telah memiliki organ dan
sistem organ sebagaimana orang dewasa, namun organ-organ
tersebut belum matang. Misalnya, bayi mempunyai kaki namun
belum bisa berjalan dan mempunyai tangan namun belum dapat
memegang dengan baik. Seiring dengan bertambahnya usia,
organ-organ pada bayi juga akan berkembang.
Pada usia 1 atau 2 tahun, bayi akan mulai
belajar berjalan dan mengendalikan
fungsi anggota tubuh lainnya seperti
tangan, kepala, mulut.Organ- organ
tersebut akan semakin matang pada saat
usia anak-anak.

2. Anak-anak

Masa anak-anak, yaitu usia 5


hingga 12 tahun. Dalam periode ini,
pertumbuhan fisik mulai meningkat
baik tinggi badan maupun berat
badan disertai perkembangan
koordinasi otot-otot dan
kemampuan mental.
Beberapa anak dapat membaca
angka-angka dan huruf-huruf
tertentu.

2. Anak-anak

Di atas usia ini, anak telah berkembang dalam


kemampuan berbicara, menulis, membaca, dan
beralasan. Pada usia yang sama, anak telah matang
emosinya dan belajar bagaimana bergaul dengan orang
lain.
Pada saat usia masuk sekolah (sekitar usia 5 tahun),
perkembangan organ anak biasanya sudah cukup
matang, kecuali organ reproduksi.

3. Masa remaja atau


Pubertas
Masa puberitasas
adalah masa saat
organ-organ reproduksi
mencapai
kematangannya. Masa
pubertas bisanya
dimulai saat berusia 8
hingga 10 tahun dan
berakhir lebih kurang di
usia 15 hingga 16
tahun.Pada masa inilah
kamu berada sekarang.

3. Masa remaja atau


Pubertas

Apakah kamu pernah memerhatikan


perubahan fisik yang terjadi padamu
saat ini?
Perubahan fisik yang
terjadi merupakan
tanda kematangan
organ-organ reproduksi.
Pada umumnya, organ
reproduksi anak
perempuan lebih cepat
matang dibandingkan
organ reproduksi anak
laki-laki.

Remaja...........
Beberapa tanda matangnya organ reproduksi pada anak
perempuan adalah tumbuhnya rambut di daerah kemaluan,
membesarnya buah dada, dan terjadi menstruasi. Adapun
pada anak laki-laki, tampak dari membesarnya jakun
(sehingga suara menjadi besar), tumbuhnya rambut di
wajah, otot-otot membesar, dan mimpi yang diiringi
dengan keluarnya sperma (mimpi basah).
Penyebab munculnya pubertas adalah karena kerja hormon
estrogen yang dihasilkan ovarium (pada perempuan) dan
testosteron yang dihasilkan testis (pada anak laki-laki).
Akibatnya, organ-organ reproduksi berfungsi dan tubuhmu
mengalami perubahan. Salah satu ciri pubertas pada anak
perempuan adalah menstruasi.

Ciri-ciri pubertas secara fisik


dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Ciri kelamin primer
Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel
kelamin. Organ kelamin mulai berfungsi.
Laki-laki mulai menghasilkan sperma di dalam
testis, ditandai dengan pertama kali mengalami
mimpi basah yaitu proses keluarnya
sperma atau air mani.
Perempuan mulai menghasilkan sel telur di
dalam indung telur (ovarium), ditandai dengan
mengalami menstruasi yang pertama kali
.

b. Ciri kelamin sekunder pada


remaja laki-laki
1.
2.

3.
4.

5.

6.
7.

8.

Pubertas ditandai dengan ciri-ciri


kelamin sekunder sebagai berikut:
Mulai tumbuh jakun.
Perubahan suara menjadi lebih besar
dan berat.
Tumbuh kumis atau jenggot.
Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak,
dan sekitar organ kelamin.
Mulai tampak otot-otot yang
berkembang lebih besar dan menonjol.
Bahu melebar melebihi bagian pinggul.
Perubahan jaringan kulit menjadi lebih
kasar dan pori-pori tampak membesar.
Kadang-kadang diikuti dengan
munculnya jerawat di daerah muka.

b. Ciri kelamin sekunder pada


remaja perempuanPubertas juga ditandai

dengan ciri kelamin


sekunder sebagai
berikut:
1. Membesarnya
payudara dan puting
susu mulai timbul.
2. Pinggul melebar.
3. Tumbuh rambut di
ketiak dan sekitar
organ kelamin.
4. Suara lebih nyaring.
5. Kadang-kadang diikuti
munculnya jerawat di
daerah muka.

Ciri-ciri Pubertas Secara Psikis


a. Mencari identitas diri
Dalam usaha mencari identitas diri,
remaja sering menentang kemapanan
karena dirasa membelenggu
kebebasannya. Meskipun cara
berpikirnya belum dewasa namun
remaja tidak mau dikatakan sebagai
anak-anak. Remaja sering melakukan
hal coba-coba karena rasa ingin tahu
yang sangat besar.
b. Mulai tertarik kepada lawan jenis
Masa remaja adalah masa persiapan menuju
dewasa. Wajar bila remaja mempunyai
ketertarikan dengan lawan jenis. Namun
demikian pernikahan pada usia remaja
belum diperbolehkan karena secara mental
belum siap. Kehamilan pada usia remaja
dapat berpengaruh negatif baik pada diri
maupun bayi yang dikandungnya.

Salah satu ciri pubertas pada anak perempuan


adalah menstruasi. Apakah menstruasi itu?
Pada saat perempuan yang telah mengalami pematangan
organ reproduksi, ovarium akan secara ritun
mengeluarkan sel telur. Pengeluaran sel telur pada
umumnya terjadi sekitar empat minggu (28 hari) sekali.
Dalam proses ini dinding rahim juga mengalami
penebalan sebagai persiapan jika sel telur dibuahi
Oleh sebab itu, jika dalam akhir siklus tersebut tidak
terjadi pembuahan, sel-sel dinding rahim akan menciut,
lalu mati dan akhirnya meluruh. Proses peluruhan dinding
rahim ini akan keluar bersama darah, lendir, dan cairan
yang berasal dari dinding rahim tersebut dikenal dengan
menstruasi. Pendarahan menstruasi berlangsungselama i
sampai 8 hari.

4. Masa Dewasa (early


adhulthood)
Masa dewasa awal ialah fase
perkembangan saat seorang
remaja mulai memasuki usia
dewasa, yakni usia 21-40 tahun
Setelah melewati masa remaja,
akan memasuki masa dewasa
sebagai tahapan selanjutnya dari
perkembangan manusia. Pada
masa ini pertumbuhan tubuhmu
mencapai ukuran maksimal. Tinggi
badan akan terhenti pada usia
sekitar dua puluh tahunan.
Selama masa dewasa, pemahaman emosional akan terus
berkembang, berpotensi untuk terus belajar,
mengembangkan diri dalam hal keterampilan, dan
aktualisasi diri, bekerja, membina hubungan sosial, dan
terus berprestasi.

5. setengah baya(middle age)


Masa setengah baya adalah
masa yang berlangsung antara
usia 40 sampai 60 tahun.
Di saat usia 40 tahun
seseorang mengalami
pubertas kedua karena mereka
senang lagi bersolek, suka
bersikap dan berbuat
emosional/mudah marah dan
bahkan jatuh cinta lagi.

6. Masa Tua(old age)

Segala potensi pada masa dewasa akan


mengalami kemunduran ketika memasuki masa
tua.
Ini terjadi pada usia sekitar 60 65 tahun. Tubuh
semakin renta, wajah dan tangan mulai keriput,
kesehatan menurun, kecerdasan menurun,
bahkan pada usia lanjut orang mudah lupa dan
membutuhkan banyak istirahat, sehingga lebih
banyak menghabiskan waktunya untuk
beristirahat. Pada masa ini aktivitasnya menurun
dan mulai sulit melakukan kegiatan sehari-hari,

Pembelahan mitosis

Proses Mitosis

Sel yang membelah secara mitosis akan


menghasilkan dua sel anak yang masingmasingmemiliki sifat dan jumlah kromosom yang
sama dengan induknya. Pada makhluk hidup bersel
banyak mitosis merupakan mekanisme
memperbanyak sel/pertumbuhan, sedangkan pada
organisme bersel satu mitosis merupakan cara
bereproduksi. Pembelahan mitosis berlangsung
secara bertahap melalui beberapa fase yaitu profase,
metafase, anafase, telofase, dan interfase.

Pembelahan meiosis

Penjelasan Pembelahan Meiosis (Pembelahan Reduksi)


- Meiosis atau pembelahan reduksi adalah pembelahan
sel yang menghasilkan sel anakan dengan jumlah
kromosom setengah jumlah kromosom sel induk.

Pembelahan meiosis sangat penting bagi organisme


yang berkembang biak secara seksual, yaitu dalam
proses pembentukan gamet (gametogenesis).
Pembelahan meiosis berlangsung dalam dua tahap
pembelahan, yaitu meiosis I dan meiosis II. Pada
meiosis I terjadi reduksi (pengurangan) jumlah
kromosom, sedangkan pada meiosis II terjadi proses
sama dengan pembelahan mitosis.