Anda di halaman 1dari 6

PEMILIHAN METODE PERBAIKAN TANAH

UNTUK KAWASAN PANTAI


(STUDI KASUS: DI WILAYAH
PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA)
Indra Nurtjahjaningtyas
Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil, PS Teknik Universitas Jember

Abstract
Industrial estate in Surabaya and its suburban is planned to be developed on the coast area because it is im-
possible to expand Industrial estate at the Hinterland. This master plan is constrained by ground soil condi-
tion at that location. Especially, at Harbor site, it is formed from tickly soft-soil-layer. This type of soil will
make a high consolidation if embankment is loaded. This research aims to find a suitable method for soil im-
provement on area. The method used for soil consolidation is preloading with direct loading. This method
was conducted at two phases. Then, Vertical drain system was used to accelerate compaction time. Further-
more, five alternatives of soil consolidation method (i.e. stone columns, geotextile, combination of stone col-
umn and geotextile, micropile and combination of micropile and geotextile) were conducted to avoid sliding.
The research result concludes that the most suitable method for this area is vertical drain, with combination
of geotextile and micropile (alternative 5).

Keywords:
preloading, vertical drain.

PENDAHULUAN perkuatan tanah dengan micropile, dan alternatif 5


Perkembangan industri di Indonesia dewasa ini kombinasi micropile dan geotextile.
mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini Tujuan dari penelitian ini adalah memilih metode
dapat dilihat dari makin bertambahnya kawasan perbaikan tanah yang tepat untuk kawasan pantai di
industri di kota-kota besar maupun kecil. Di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,
Surabaya dan sekitarnya, pengembangan kawasan dengan mempertimbangkan besar dan lama waktu
industri di darat sudah tidak mungkin dilakukan, pemampatan.
oleh karena itu pengembangan lebih diarahkan ke
wilayah pantai, terutama untuk industri ringan Pemampatan pada tanah dasar akan terjadi apabila
sampai sedang yang tidak mempunyai limbah B3. tanah dasar tersebut menerima beban di atasnya.
Pemampatan tersebut disebabkan oleh adanya
Kondisi tanah dasar di daerah pantai, khususnya di deformasi partikel tanah, relokasi partikel,
wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya keluarnya air atau udara dari dalam pori dan sebab-
mempunyai lapisan tanah lunak yang tebal dan sebab lain. Pada umumnya, pemampatan pada tanah
besar pemampatan yang tinggi bila dibebani tanah yang disebabkan oleh pembebanan dapat dibagi
timbunan. Dengan melihat kondisi tanah tersebut dalam tiga kelompok besar, yaitu:
maka dilakukan penelitian untuk memilih metode 1. Pemampatan segera (immediately settlement), Si,
perbaikan tanah yang tepat. yang merupakan akibat dari perubahan elastis
dari butiran tanah tanpa adanya perubahan kadar
Sistem pembebanan yang direncanakan adalah air.
preloading dengan pembebanan langsung yang 2. Pemampatan konsolidasi (consolidation
dilaksanakan dua tahap dan untuk mempercepat settlement), Sc, yaitu pemampatan yang
waktu pemampatan digunakan vertical drain. Untuk disebabkan oleh keluarnya air dari dalam pori-
menghindari sliding yang terjadi pada talud pori tanah.
direncanakan 5 alternatif perkuatan tanah. Alternatif 3. Pemampatan sekunder (secondary settlement),
1 perkuatan tanah dengan stone column, alternatif 2 Ss, merupakan pemampatan yang diakibatkan
perkuatan tanah dengan geotextile, alternatif 3 oleh adanya penyesuaian yang bersifat plastis
kombinasi stone column dan geotextile, alternatif 4 dari butir-butir tanah.

MEDIA TEKNIK SIPIL/Juli 2005/65


Perumusan yang dipakai dalam perhitungan dalam batas-batas toleransi yang tidak
pemampatan konsolidasi akibat adanya beban mengakibatkan kerusakan jalan.
terbagi rata berdasarkan sejarah pembebanannya b) Adanya pekerjaan vertical drain harus didukung
adalah: dengan data penyelidikan dan informasi tanah
Cc σ '+ ∆σ dasar yang lengkap dan detail agar besar dan
Sc = H log o ..............................[1] lama waktu penurunan jalan yang akan terjadi
1+ e σo'
dapat diantisipasi dengan benar dan tepat.
Untuk tanah yang terkonsolidasi secara normal, c) Adanya pekerjaan vertical drain harus
Untuk tanah yang terkonsolidasi lebih, apabila merupakan satu kesatuan dengan pekerjaan
σo’+∆σ < σc’, maka: timbunan/embankment jalan sehubungan dengan
Cs σ '+ ∆σ terbatasnya kemampuan daya dukung tanah
Sc = H log o ..................................[2]
1+ e σo' dasar lunak dalam menerima beban timbunan
(embankment) jalan dan beban tambahan
Apabila σo’ + ∆σ > σc’ , maka:
(surchage) sebagai prabeban lalu lintas.
Cs σ ' Cc σ '+ ∆σ d) Adanya pekerjaan vertical drain harus
Sc = H log c + H log o ..[3]
1+ e σ o ' 1+ e σc' direncanakan sedemikian rupa sehingga
dimana: ekonomis dengan hasil guna yang sebesar-
H = tebal lapisan tanah yang mengalami besarnya. Dalam hal ini harus dilakukan
pemampatan beberapa perbandingan hasil perencanaan
E = angka pori tanah sebelum dibebani pekerjaan vertical drain meliputi pola, jarak dan
σo’ = tegangan efektif overburden panjang pemasangan vertical drain serta tinggi
σc’ = tegangan prakonsolidasi efektif beban tambahan (surchange). Pola pemasangan
∆σ = penambahan tekanan akibat beban luar vertical drain ada 2 cara, yaitu pola segitiga dan
Cc = indeks kompresi pola bujursangkar seperti ditunjukkan pada
Cs = indeks mengembang Gambar 1.

Metoda preloading (pemberian beban awal) meru-


pakan salah satu metoda perbaikan tanah lembek
yang umum dipakai di Indonesia dan sangat cocok
digunakan untuk pembangunan jalan dan beban pre-
loading tersedia. Dengan cara preloading, tanah
dasar yang lembek akan termampatkan sebelum
konstruksi yang direncanakan didirikan. Hal ini a.pola bujursangkar b. pola segitiga
menyebabkan daya dukung lapisan tanah dasar yang Gambar 1. Pola pemasangan vertical drain.
lembek meningkat dan pemampatan yang terjadi
pada saat konstruksi didirikan menjadi lebih kecil Tabel 1. Hubungan Waktu Penurunan Tanah dan
atau hilang sama sekali. Jarak Pemasangan Vertical Drain.
Waktu Penurunan Tanah Dasar
Sebagai konsep dasar preloading adalah Jarak Titik
s/d Uh = 90%
Pemasangan
menentukan besar beban yang harus diberikan Pola Segi Tiga Pola Bujur Sangkar
untuk menghilangkan pemampatan yang 0,80 Meter 4 Minggu 4 Minggu
diperkirakan akan terjadi akibat beban rencana. 1,00 Meter 8 Minggu 8 Minggu
Dalam hal ini perencanaan beban preloading 1,20 Meter 10 Minggu 12 Minggu
dibatasi oleh daya dukung tanah dasar. 1,50 Meter 16 Minggu 20 Minggu
2,00 Meter 32 Minggu 36 Minggu
Tv.H 2
t= ……………………………[4]
Cv Dari Tabel 1 dapat diketahui bahwa semakin rapat
jarak pemasangan vertical drain maka akan se-
Dalam merencanakan suatu pekerjaan vertical drain
makin cepat pula waktu penurunan tanah dan untuk
pada umumnya digunakan pendekatan-pendekatan
pemasangan vertical drain dengan pola segi tiga
sebagai berikut :
semakin renggang jarak pemasangannya semakin
a) Adanya pekerjaan vertical drain harus mampu
relatif lebih cepat dari pada pola pemasangan bujur
menanggulangi keterbatasan waktu pelaksanaan
sangkar. Tetapi harus diingat bahwa pada pemba-
kontruksi suatu proyek pembangunan jalan dan
hasan sebelumnya telah diketahui bahwa semakin
mampu memperkecil tingkat penurunan
rapat pemasangan vertical drain mengakibatkan
permukaan jalan setelah pembangunan jalan
volume yang diperlukan semakin besar. Untuk itu
selesai pada tingkat penurunan yang masih
sebagai bagian dalam kegiatan pengendalian biaya

66/ MEDIA TEKNIK SIPIL/Juli 2005


pengerjaan vertical drain pada pembangunan jalan Dalam penelitian ini langkah-langkah yang akan
diatas tanah dasar lunak maka penentuan jarak dilakukan adalah sebagai berikut :
pemasangan vertikal ini merupakan faktor yang 1. Menentukan parameter tanah yang akan
sangat penting. digunakan dengan menggunakan cara statistik
dari hasil penyelidikan tanah di lapangan dan
Stone Column laboratorium.
Pemasangan stone column adalah salah satu metoda 2. Menghitung besar dan lama waktu pemampatan
perbaikan tanah yang relatif baru. Fungsi utama 3. Menghitung sistem penimbunan bertahap
pemasangan stone column adalah untuk dengan pembebanan awal (preloading).
meningkatkan daya dukung tanah yang lembek 4. Perhitungan vertical drain
sehingga tanah lembek tersebut dapat menerima 5. Menghitung perkuatan tanah dengan alternatif 1
beban yang lebih besar dan settlement yang terjadi sampai dengan 5.
akan berkurang. Stone column merupakan kolom- − Alternatif 1, dengan stone column
kolom vertikal dari kerikil, semacam tiang-tiang − Alternatif 2, dengan geotextile,
pancang tetapi dari bahan-bahan lepas yang − Alternatif 3 kombinasi stone column dan geo-
dipadatkan. Kerikil tersebut merupakan kerikil lepas textile,
yang tidak diikat oleh bahan pengikat semen atau
− Alternatif 4 perkuatan tanah dengan
yang lainnya.
micropile, dan
− Alternatif 5 kombinasi micropile dan geotex-
Micropile (Cerucuk Beton)
tile.
Penggunaan micropile di bawah timbunan bertujuan
6. Menganalisa hasil perhitungan perkuatan tanah.
untuk meningkatkan tegangan geser tanah. Apabila
7. Memilih perkuatan tanah yang tepat, dan paling
tegangan geser tanah meningkat, maka daya dukung
mudah pemasangannya di lapangan.
tanah disekitarnya juga akan meningkat. Menurut
Cassagrande (1932), tiang yang dimasukkan ke HASIL DAN PEMBAHASAN
dalam tanah akan memadatkan tanah di sekitarnya Data Tanah
sampai pada jarak dua kali diameternya. Data tanah yang dipakai dalam perhitungan di sini
Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan adalah data tanah yang didapatkan dari
bahwa apabila jarak pemasangan tiang diambil penyelidikan tanah di lapangan dan di laboratorium.
empat kali diameter tiang, maka semua tanah Penyelidikan tanah di lapangan meliputi test boring
diantara tiang tersebut akan memadat. dengan pengambilan contoh tanah tidak terganggu
(undisturb sample) dan Standard Penetration Test
Geotextile (SPT), sedangkan test laboratorium meliputi test
Untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar di indeks properties, atterberg limit, konsolidasi,
bawah timbunan dapat digunakan perkuatan tanah triaxial, dan lain-lain.
dengan menggunakan geotextile. Untuk
perencanaan stabilitas dari timbunan di atas tanah Penyelidikan Tanah di Lapangan
lunak yang diperkuat dengan geotextile, ada 2 Penyelidikan tanah di lapangan berupa test boring
kondisi yang harus ditinjau, yaitu : yang disertai dengan pengambilan contoh tanah ti-
− Internal Stability, dan dak terganggu (undisturb sample) dan Standard
− Overall Stability Penetration Test (SPT). Dari hasil boring dapat
diketahui jenis tanah secara makro. Kondisi lapisan
Internal Stability adalah perhitungan kestabilan
tanah lunak pada lokasi penelitian adalah setebal ±
embankment agar tidak terjadi kelongsoran pada
bagian tubuh embankment itu sendiri. Overall 20 m di darat dan ± 40 m di perairan.
stability adalah kestabilan embankment bila ditinjau
terhadap keruntuhan menurut bidang gelincirnya. Penyelidikan Tanah di Laboratorium
Penyelidikan tanah di laboratorium dilakukan untuk
mendapatkan parameter-parameter tanah, antara
METODE lain : liquid limit, plastic limit, kadar air, berat
Lokasi penelitian merupakan suatu teluk yang volume, angka pori, kohesi, sudut geser, koefisien
berada di antara pelabuhan Tanjung Perak dan Kali konsolidasi, dan lain-lain.
Lamong, oleh karena itu lokasi penelitian biasa
disebut dengan Lamong Bay. Kondisi tanah di Untuk setiap jenis parameter, sebelum dihitung
lokasi tersebut sebagian besar terdiri dari endapan dengan menggunakan Distribusi Gauss, terlebih
lumpur yang sebagian akan mengering jika air laut dulu parameter tanah diplot dengan
surut. menggambarkan grafik kedalaman vs parameter
yang ditinjau Kemudian dimodelkan lapisan-lapisan

MEDIA TEKNIK SIPIL/Juli 2005/67


tanah yang mewakili seluruh profil tanah hasil preloading yang harus diberikan pada saat
boring berdasarkan parameter-parameter yang pembebanan agar dalam waktu tertentu dapat
hampir sama pada tiap-tiap lapisan tersebut. menghilangkan pemampatan yang terjadi akibat
beban rencana. Ringkasan hasil perhitungan
Setelah dihitung berdasarkan perhitungan statistik, diberikan pada Tabel 4.
maka didapatkan parameter-parameter tanah terpilih
yang hasilnya ditabulasikan pada Tabel 2. Tabel 4. Tinggi timbunan total.
Titik 1 2 3 4 5
Tabel 2. Parameter Tanah terpilih. Tinggi
Timbunan 5.5 m 9m 12 m 14 m 16 m
Kedalaman Parameter Tanah
(m) γ Gs eo LL IP Wc(%) Cu
Total
(t/m3) (t/m2)
0–5 1.44 2.63 2.85 110 66 111 0.6
5 – 10 1.45 2.63 2.69 99 63 103 0.7
Perhitungan besar dan Lama Waktu
10 – 15 1.45 2.63 2.60 99 63 99 0.9 Pemampatan akibat Preloading dengan Vertical
15 – 20 1.47 2.63 2.49 102 66 95 1.0 Drain
20 – 25 1.47 2.63 2.39 101 64 91 1.3
25 – 30 1.49 2.63 2.29 101 64 87 1.6 Perhitungan besar dan Lama Waktu Pemampatan
30 - 40 1.54 2.63 2.16 104 67 78 2.2 akibat Preloading dengan Vertical Drain dihitung
berdasarkan tahapan pembebanan seperti diberikan
Perhitungan Besar Pemampatan Akibat Beban pada Gambar 2.
Timbunan Rencana
Besarnya pemampatan yang terjadi di lokasi
penelitian dihitung berdasarkan masing-masing
tinggi timbunan yang direncanakan. Untuk
mendapatkan tinggi elevasi yang sama, yaitu +2.00
m dari muka air laut tertinggi, maka tinggi
timbunan yang direncanakan tidak sama mengingat
muka tanah asli mempunyai kemiringan ke arah
laut. Hasil perhitungan pemampatan untuk masing-
masing tinggi timbunan rencana diberikan pada
Tabel 3. Gambar 2. Tahapan pembebanan.

Tabel 3. Hasil Perhitungan Pemampatan. Hasil perhitungan besar dan lama waktu
Tinggi Timbunan 2 5 8 10 12 pemampatan akibat dari tahapan pembebanan
Rencana (m) diberikan pada Tabel 5.
Besar Pemam- 2.18 3.44 4.01 4.29 4.45
patan (m)
Tabel 5. Hasil perhitungan besar dan lama waktu
Perhitungan Preloading dengan Vertical Drain pemampatan akibat dari tahapan
Metode perbaikan tanah yang dipakai dalam pembebanan.
Besar pemampatan

penelitian ini adalah metode preloading yang Tahap 1 Tahap 2 Total


dikombinasi dengan vertical drain. Sistem
dihilangkan (m)

(bu-

pembebanan yang dilakukan adalah sistim


Waktu (bl)

Waktu (bl)
yang harus

Htimb (m)

Htimb (m)

Htimb (m)

pembebanan langsung yang pelaksanaannya dibagi


Sc (m)

Sc (m)

Sc (m)
Waktu
Titik

menjadi dua tahap. Tahap satu yang bertujuan untuk


lan)

menyiapkan lantai kerja yang digunakan untuk 1 2.18 0 0 1 5 2.18 5.5 5 2.18 6.5
pemasangan vertical drain, sedangkan tahap kedua 2 3.44 3 0 1 6 3.44 4 9 3.44 5
adalah tahap pembebanan untuk penambahan 3 4.01 6 0 1 6 4.01 3.5 12 4.01 4.5
4 4.30 8 0 1 6 4.30 4 14 4.30 5
elevasi dan surcharging. 5 4.45 10 0 1 6 4.45 5 16 4.45 6

Penentuan vertical drain yang akan dipasang di


lokasi penelitian telah dicoba dengan pola segitiga, Perhitungan Stabilitas Embankment
lebar 10 cm, dan bebrapa variasi jarak, yaitu 1m, Pada perhitungan stabilitas embankment
1,5m, dan 2m, serta variasi koefisien konsolidasi dipergunakan bantuan program komputer STABLE.
arah horisontal, yaitu Ch=Cv dan Ch=2Cv. Dari hasil perhitungan STABLE didapatkan kondisi
bidang gelincir yang paling kritis dengan SF
Perhitungan Tinggi Timbunan Total terkecil dan bidang gelincir terdalam. Hasil
Tinggi timbunan total adalah tinggi timbunan akibat perhitungan stabilitas embankment diberikan pada
beban rencana, beban surcharge, dan beban Tabel 6.

68/ MEDIA TEKNIK SIPIL/Juli 2005


Tabel 6. Perhitungan stabilitas embankment. laut, sedangkan untuk beban timbunan di atasnya
TITIK Htimb (m) SF diterima oleh geotextile. Ringkasan hasil
1 5.5 0.45 perhitungan diberikan pada Tabel 10.
2 9 0.42
3 12 0.41
4 14 0.40 Tabel 10. Ringkasan hasil perhitungan.
5 16 0.42 Jumlah Geo-
TITIK Jumlah SC textile (lem- SF
Perkuatan Tanah dengan Stone Column bar)
1 5 4 1.33
Stone column direncanakan dengan panjang 15 m 2 12 6 1.35
sampai dengan 25 m. Pola pemasangan segitiga 3 17 6 1.25
dengan jarak 1.50 m. Hasil perhitungan diberikan 4 17 6 1.30
pada Tabel 7. 5 17 6 1.27

Tabel 7. Hasil Perhitungan Perkuatan Tanah den- Perkuatan Tanah dengan Micropile
gan Stone Column. Micropile yang diperlukan untuk lokasi penelitian
Jumlah Stone Col-
dengan dimensi 20/20 dan panjang 25 meter, oleh
TITIK SF karena itu digunakan sambungan antara 3 tiang
umn
1 10 1.26 dengan panjang per segmennya 9 m. Ringkasan
2 17 1.22 hasil perhitungan diberikan pada Tabel 11.
3 25 1.20
4 25 1.29
5 25 1.32 Tabel 11. Ringkasan hasil perhitungan.
TITIK Jumlah Micropile SF
Salah satu fungsi stone column adalah mengurangi 1 35 1.22
2 85 1.22
besarnya pemampatan. Besarnya pemampatan yang 3 110 1.21
terjadi untuk titik-titik yang ditinjau diberikan pada 4 135 1.21
Tabel 8. 5 160 1.22

Tabel 8. Besar pemampatan tanah Dasar yang Perkuatan Tanah dengan Kombinasi Micropile
Diperkuat dengan Stone Column. dan Geotextile
Titik yang ditinjau Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4 Titik 5 Perhitungan perkuatan tanah dengan kombinasi
Besar pemam- antara micropile dan geotextile pada prinsipnya
0.71 1.53 2.12 2.51 3.01
patan (m)
sama dengan perhitungan kombinasi antara stone
Perkuatan Tanah dengan Geotextile column dan geotextile. Ringkasan hasil perhitungan
Di lokasi penelitian, perkuatan tanah dengan geo- diberikan pada Tabel 12.
textile kurang memenuhi syarat keamanan mengin-
gat terlalu jeleknya kondisi tanah dasar dan harus Tabel 12. Ringkasan hasil perhitungan.
Jumlah Mi- Jumlah Geotex-
menerima beban timbunan yang besar. Bukti bahwa TITIK SF
cropile tile (lembar)
kurang memenuhi syarat keamanan adalah geotex- 1 0 6 1.38
tile sudah dipasang sampai dengan –0.50 m di- 2 56 4 1.21
bawah elevasi yang diinginkan, tetapi angka kea- 3 86 4 1.20
4 122 4 1.20
manan yang terjadi masih kurang dari angka kea- 5 134 4 1.20
manan yang disyaratkan yaitu 1,5. Ringkasan hasil
perhitungan diberikan pada Tabel 9.
SIMPULAN
Tabel 9. Ringkasan hasil perhitungan perkuatan Dari perhitungan yang telah dilakukan, dapat
tanah dengan geotextile. disimpulkan sebagai berikut :
TITIK SF
1 1.5
− Dari hasil perhitungan perbaikan dengan stone
2 1.1 column, didapatkan bahwa diperlukan 25 stone
3 0.8 column per meter panjang dengan panjang tiang
4 0.8 15 - 25 meter untuk masing-masing titik yang
5 0.7
ditinjau.
− Dari hasil perhitungan perkuatan dengan
Perkuatan Tanah dengan Kombinasi Stone Col- geotextile didapatkan bahwa geotextile tidak
umn dan Geotextile memenuhi syarat keamanan untuk lokasi studi.
Stone column direncanakan untuk mampu manahan − Dari hasil perhitungan perbaikan dengan
beban timbunan setinggi sampai dengan muka air kombinasi stone column dan geotextile,

MEDIA TEKNIK SIPIL/Juli 2005/69


diperlukan 17 buah stone column dan 6 lembar
geotextile. REFERENSI
− Sedangkan dari hasil perhitungan perkuatan Das, Braja M, Diterjemahkan oleh Noor Endah &
dengan micropile, menunjukkan bahwa untuk Indrasurya BM,1984. ”Mekanika Tanah :
menahan gaya geser yang akan terjadi Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis Jilid 1
diperlukan sampai 160 buah tiang dengan dan 2.”
panjang 25 meter dan diletakkan pada ujung- Koerner, Robert M., PhD. PE, 1984. “Designing
ujung lereng. with Geosynthetics”, second edition.
− Dari hasil perhitungan perbaikan dengan Mochtar, Indrasurya B., 1992. ”Rekayasa
kombinasi micropile dan geotextile, didapatkan Penanggulangan Masalah Pembangunan pada
bahwa kebutuhan geotextile 4 lembar dan 134 Tanah-tanah yang sulit”, Jurusan Teknik
buah micropile. Sipil.
US Department of Transportation Federal Highway
Dari hasil ringkasan di atas terlihat bahwa untuk Administration, vol 1, December 1983. “De-
memilih metoda perbaikan tanah yang akan dipakai, signing and Construction of Stone Column.”
dengan mempertimbangkan kemudahan pelak- US Department of Transportation Federal Highway
sanaan di lapangan, maka alternatif 5, yaitu kombi- Administration, vol 1, December 1986. “En-
nasi antara micropile dan geotextile yang tepat un- gineering Guidelines Prevabricated Vertical
tuk lokasi Pelabuhan Tanjung Perak. Untuk Drains.”
pemilihan yang lebih teliti maka perlu meninjau Wang, Chu kia and Charles G. Salmon, Diterje-
beberapa faktor lagi yaitu kebutuhan material dan mahkan oleh Binsar Hariadja,1985. “Disain
analisa harga materialnya. Untuk itu diperlukan Beton Bertulang “
penelitian lanjutan.

70/ MEDIA TEKNIK SIPIL/Juli 2005