Anda di halaman 1dari 22

BAGIAN ILMU BEDAH

REFERAT

FAKULTAS KEDOKTERAN

MEI 2015

UNIVERSITAS HASANUDDIN

KARSINOMA SEL BASAL

OLEH
KIKI RIZKI AMELIA
C 111 10 803
SUPERVISOR

Prof.dr.Chairuddin Rasjad Ph,D

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


BAGIAN ILMU BEDH
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2015

BAB I
PENDAHULUAN
Tumor kulit adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh
berubahnya sifat-sifat penyusun sel kulit yang normal menjadi ganas, dimana selsel akan terus membelah menjadi bentuk yang abnormal secara tidak terkontrol
akibat kerusakan DNA. Tumor kulit relative lebih sering ditemukan di Amerika
Serikat dengan lebih jutaan kasus setiap tahun. Insidens tumor kulit bervariasi
secara geografis dan mencapai angka tertinggi didaerah daerah tinggi dan terik.
Kanker kulit lebih sering timbul pada orang yang berkulit terang dibandingkan
yang berkulit gelap, meskipun penyakit ini tidak mengenal ras. 1,2,6
Tumor ganas kulit merupakan hal yang lazim terjadi dibeberapa Negara,
dan dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat. Tumor ganas biasanya
memperlihatkan suatu pola struktur yang tidak teratur. Sel-selnya sering
menunjukkan struktur yang tidak normal. Lesi-lesi pada tumor ganas juga
memperlihatkan pertumbuhan infiltrative dengan invasi dan dekstruksi jaringan di
sekitarnya. Metastasis yang terjadi dapat melalui pembuluh darah ataupun
pembuluh limfe.14
Tumor kulit yang ganas dikalsifikasikan menjadi 3 tipe yaitu ; Karsinoma
Sel Basal, Karsinoma Sel squamosal dan Melanoma Maligna.
1. Karsinoma Sel Basal (Basalioma) adalah tipe kanker kulit terbanyak,
bersifat lokal invasif, jarang bermetastasis namun tetap memiliki peluang
untuk menjadi maligna karena dapat merusak dan menghancurkan jaringan
sekitar.Karsinoma Sel Basal muncul akibat radiasi sinar ultraviolet,
biasanya di bagian wajah.Karsinoma Sel Basal jarang menyebabkan
kematian serta mudah diterapi dengan pembedahan maupun radiasi .11
2. Karsinoma Sel Skuamosa adalah tipe kedua terbanyak setelah Karsinoma
Sel Basal, berasal dari sel skuamosa pada lapisan epidermis kulit.3
Karsinoma Sel Skuamosa bermetastasis lebih sering dari Karsinoma Sel
basal, namun angka metastasisnya
telinga,

tidak terlalu tinggi

bibir, dan pasien imunosupresi.11

kecuali pada

3. Melanoma Maligna adalah tumor yang berasal dari melanosit, merupakan


salah satu tumor yang paling ganas pada tubuh dengan resiko metastasis
yang tinggi.3 Melanoma Maligna dapat dibagi menjadi empat yaitu :
Superficial Spreading Melanoma (SSM), Nodular Melanoma (NM),
Lentigo Malignant Melanoma, dan Acral Lentiginous Melanoma (ALM)
Pada refarat ini penulis menjelaskan salah satu dari tumor ganas pada kulit
yaitu Karsinoma Sel Basal.
Karsinoma
kulit.Karsinoma

sel

Sel

Basal
Basal

merupakan
adalah

salah

kanker

satu

kulit

jenis

yang

dari

tumor

paling

umum

didiagnosa.Tingkat kejadian dari karsinoma sel basal meningkat secara signifikan


antara tahun 1992 dan 2010. Insiden dari karsinoma sel basal menunjukkan
peningkatan diseluruh dunia seperti di Eropa,Australia dan Amerika Serikat.3,4
Karsinoma sel basal (KSB) merupakan tumor kulit yang paling sering
ditemukan dan biasanya tidak bermetastasis, berkembang lambat,infasif dan
mengadakan dekstruksi local. Karsinoma sel basal jumlahnya lebih dari 50 % dan
karsinoma sel skuamosa lebih dari 20 % dari semua kanker kulit, sisanya adalah
melanoma maligna,metastasis kulit yang bersifat sekunder,limfoma dan berbagai
lesi yang tidak umum lainnya. Karsinoma Sel Basal disebut juga : Basal Cell
Carsinoma, Rodent Ulcer,J acobs Ulcer,Rodent Carsinoma,Basal Cell Cancer,
Basalioma dan Epithekioma Basocellulare.5
Aspek terpenting dari KSB adalah bahwa tumor kulit ini terdiri dari sel
tumor epithelial dan elemen stroma. Komponen epithelial berasal dari sel
primitive selubung akar rambut sementara komponen stroma menyerupai lapisan
papilaris dermis dan terdiri kolagen,fibroblast dan substansia dasar yang sebagian
besar berupa berbagai jenis glukosa aminoglikans (GAGs). Kedua komponen ini
saling ketergantungan sehingga tidak bias berkembang tanpa komponen
yang lainnya. Hubungan ketergantungan ini sifatnya unik, hal inilah yang dapat
menjelaskan

mengapa

KSB

sangat

jarang

bermetastase

dan

mengapa

pertumbuhan KSB pada kultur sel dan jaringan sulit terjadi. Hal ini dikarenakan
bolus metastase yang besar dengan komponen sel dan stroma didalamnyasulit
memasuki system limfatik ataupun system vaskuler.Dan inilah yang membedakan

antara KSB dengan melanoma maligna dan karsinoma sel skuamosa yang
keduanya sering mengadakan metastasis.5

BAB II
PEMBAHASAN
A. ANATOMI KULIT
Pembagian kulit secara garis besar tersusun atas tiga lapisan utama
yaitu (Gambar 1):

1. Lapisan epidermis atau kutikel.


2. Lapisan dermis (korium, kutis vera, true skin).
3. Lapisan subkutis (hipodermis).
Tidak ada garis tegas yang memisahkan dermis dan subkutis, subkutis
ditandai dengan adanya jarngan ikat longgar dan adanya sel dan jaringan
lemak.
1. Lapisan epidermis terdiri atas : stratum korneum, stratum lusidum,
stratum granulosum, stratum spinosum, dan stratum basale.
2. Lapisan dermis adalah lapisan di bawah epidermis yang jauh lebih tebal
daripada epidermis.1 Lapisan ini terdiri atas lapisan elastik dan fibrosa

padat dengan elemen-elemen selular dan folikel rambut.1 Secara garis


besar dibagi menjadi dua bagian yakni : Pars retikulare yaitu bagian yang
menonjol ke epidermis, berisi ujung serabut saraf dan pembuluh darah.1
Pars retikulare yaitu bagian di bawahnya yang menonjol ke arah subkutan,
bagian ini terdiri atas serabut-serabut penunjang misalnya serabut kolagen,
elastik, dan retikulin.
3. Lapisan subkutis adalah kelanjutan dermis, terdiri atas jaringa ikat longgar
berisi sel-sel lemak di dalamnya.6
B. DEFINISI
Karsinoma Sel Basal adalah neoplasma kulit yang sering dijumpai,
biasanya terjadi pada individu yang berkulit terang di daerah kulit yang
terpajang sinar matahari dengan usia lebih dari 40 tahun. Kelainan ini sering
terjadi pada wajah. Karsinoma sel basal multiple kadang timbul pada usia
muda sebagai bagian gangguan yang diwariskan secara dominan autosomal
yang lesi kulitnya terjadi bersamaan dengan kelainan tulang, system saraf, dan
mata (sindrom epitel sel basal nevoid)7
C. EPIDEMIOLOGI
Karsinoma sel basal (KSB) merupakan neoplasma sel epitel, tumbuh
membesar perlahan, bersifat destruktif dan sangat jarang bermeta-stasis.
Kanker kulit ini merupakan jenis yang terbanyak. Lelaki lebih sering terkena
daripada permpuan, dengan perbandingan yang lebih besar pada laki-laki
yaiyu 3 ; 2.
Rata-rata usia yang berisiko terkena KBS kurang dari 60 tahun dan
jarang sebelum usia 40 tahun. Karsinoma sel basal umumnya ditemukan pada
orang yang berkulit terang, jarang pada yang berkulit hitam. Karsinoma sel
basal juga dapat timbul pada kondisi tertentu, misalnya sindroma nevus sel
basal, Sepertiga dari KBS bermanifestasi pada kepala, leher dengan
bentuk nodul yang ulcerasi. Insidens karsinoma sel basal berbanding
lurus dengan usia penderita dan berbanding terbalik dengan jumlah pigmen

melanin pada epidermis.5


D. ETIOLOGI
Sampai saat ini masih belum diketahui pasti penyebabnya.Dari
beberapa penelitian menyatakan bahwa faktor predisposisi yang memegang
perana penting perkembangan karsinoma sel basal. Factor predisposisi yang
diduga sebagai penyebab yaitu :
a. Faktor Internal : Umur,Ras,genetic dan jenis kelamin
b. Faktor eksternal : radiasi ultraviolet (UV B 290 320 nm), radiasi
ionisasi,bahan-bahan karsiogenik misalnya : arsen,inorganic,zat-zat
kimia,hidrokarbon polisiklik,trauma mekanis kulit misalnya : bekas
vaksin,bekas luka bakar, iritasi kronis dll.8
E. PATOMEKANISME
KBS dari epidermis dan adneksa (folikel rambut dan kelenjar keringat)
terjadi dengan didahului regenerasi dari kolagen yang sering dijumpai pada
orang yang sedikit pigmennya dan sering mendapat paparan sinar matahari
sehingga nutrisi pada epidermis terganggu. Melanin berfungsi sebagai
penyerap energi yang mana energy yang diserap akan menghilang dalam
bentuk panas. Jika energy masih terlalu besar dapat merusak sel dan
mematikan sel atau mengalami mutasi untuk selanjutnya menadi sel tumor.9,17
Beberapa penelitian mengatakan terjadinya KSB merupakan gabungan
pengaruh sianr matahari, tipe kulit , warna kulit dan faktor predisposisi lainya.
Peningkatan radiasi sinar ultraviolet dapat menginduksi terjadinya keganasan
kulit pada manusia melalui efek imunologi dan efek karsinogenik.
Transformasi sel menjadi ganas akibat radiasi sinar ultraviolet diperkirakan
berhubungan dengan terjadinya perubahan pada DNA yaitu terbentuknya
photoproduct yang disebut dimer pirimidin yang diduga berperan dalam
pembentukan

tumor.

Reaksi

sinar

ultraviolet

menyebabkan

efek

terhadap proses karsiogenik pada kulit antara lain induksi timbulnya menjadi
sel kanker dan menghambat prevensi dari sistem imun dengan menginduksi
limfosit T yang spesifik untuk tumor tertentu.17

Dianggap berasal dari sel-sel pluripotensial (sel yang dapat berubah


menjadi sel-sel lain) yang ada pada stratum basalis epidermis atau lapisan
folikular. Sel ini diproduksi sepanjang hidup kita dan membentuk kelenjar
sebasea dan kelenjar apokrin. Tumor tumbuh dari epidermis dan muncul di
bagian luar selubung akar rambut, khususnya dan stem sel folikel rambut,
tepat dibawah duktus gladula sebasea dan kelenjar apokrin.tumor tumbuh dari
epidermis dan muncul di bagian luar selubung akar rambut,khususnya dan
stem sel folikel ambut,tepat di bawah duktus glandula sebasea.sinar UV
menginduksi mutasi pada gen supresor tumor p53 yang terletak pada
kromosom 17p.sebagai tambahan,mutasi gen sepresor tumor pada pita 9q22
yang menyebabkan sindrom nevoid KSB,suatu keadaan autosomal dominan di
tandai dengan timbulnya KSB secara dini. 5
F. GEJALA KLINIS
Karsinoma sel basal memiliki banyak gejala klinis. Beberapa bentuk
klinis dari karsinoma sela basala ialah ; nodular, ulserasi, berpigmen,
superfisial, sclerosing, kistik,fibroepithelioma, dan sindrom nevus sel basal
(Gorlin Golzt Syndrome).11
Bentuk klinis yang banyak ditemukan ialah12
1. Bentuk Nodulus (termasuk ulkus rodens)
Bentuk ini paling sering ditemukan pada tahap permulaan sangat
sulit ditentukan malah dapat berwarna seperti kulit normal atau
menyerupai kutil. Gambaran klinis yang khas berupa gambaran keganasan
dini seperti : tidak berambut, berwarna coklat/hitam, tidak berkilat (keruh).
Bila sudah berdiameter kurang lebih 0,5 cm sering ditemukan pada bagian
pinggir berbentuk papular, meninggi, anular,, di bagian tengah cekung
yang dapat berkembang menjadi ulkus (ulcus rodent) kadang-kadang
ditemukan

telangiektasis.

Pada

perabaan

terasa

keras

dan

berbatas tegas.Dapat melekat di dasarnya bila telah berkembang lebih


lanjut.Dengan trauma ringan atau bila krustanya diangkat mudah terjadi
perdarahan.

Gambar 2 : Bentuk nodular

Gambar 3 : Bentuk Ulkus Rodens


2.

Bentuk Kistik
Bentuk ini agak jarang ditemukan.Permukaannya licin, menonjol
dipermukaan kulit berupa nodus atau nodulus.Pada perabaan keras, dan mudah
digerakkan dari dasarnya.Telangiektasis dapat ditemukan pada tepi tumor.

Gambar 4 : Bentuk Kistik pada Karsinoma Sel Basal

3.

Bentuk superfisial

Gambar 5: Bentuk Superfisial

Bentuk ini menyerupai penyakit Bowen, lupus eritmatosus, psoriasis atau


dermatomikosis ditemukan di badan serta umumnya multiple. Biasanya terdapat
factor-faktor etiologi berupa factor Arsen atau sindrom nevoid basal sel
karsinoma. Ukurannya dapat berupa plakat dengan denga eritema, skuamasi halus
dengan pinggir yang agak keras seperti kawat dan agak meninggi.Warnanya dapat
hitam berbintik-bintik atau homogeny yang kadang-kadang menyerupai
melanoma maligna.
4.

Bentuk morfea/ sclerosing


Secara klinis menyerupai morfea akan tetapi ditemukan tandatanda tanda berupa kelainan yang datar, berbatas tegas tumbuhnya
lambat berwarna kekuningan, pada perabaan pinggirnya keras.

Gambar 6 : bentuk Sclerosing / Morfea


G. PENENTUAN STADIUM
Untuk KSB seperti halnya pada karsinoma sel skumosa dan karsinoma
kulit lainnya. Penentuan stadium tumor berdadarkan klasifikasi menurut UICC
masih dapat digunakan akan tetapi, secara klinis tidak berguna karena untuk
penentuan T (besarnya tumor primer) sukar dilakukan dan untuk N (keadaan
kelenjar getah bening regional) dan M (ada atau tidaknya metastasis) secara
praktis tidak ada , jadi untuk menentukan stadium tumor di pakai :5

1. Ukuran atau diameter horizontal tumor


2. Lokasi tumor
3. Tipe KSB
4. Penyebaran histologik ke jaringan yang lebih dalam
(diameter ventrikel)
5. Batas keamanan terapi
6. Batas reaksi operasi mikroskopis
H. DIAGNOSIS BANDING
1.

Penyakit Bowen
Penyakit Bowen merupakan suatu Karsinoma sel Squamosa yang
terbatas pada epidermis, dan sering didapatkan pada usia lanjut. Perubahan
invasive dapat terjadi tapi jarang. 16
Gambaran Klinis biasanya berupa sebuah bercak merah yang soliter
dan berskuama dikulit, meskipun dapat juga timbul pada beberapa tempat
sekaligus. Penyakit Bowen merupakan penyakit yang asimtomatik.
Predileksinya; pada bagian kulit yang terpapar sinar matahari tetapi dapat
juga timbul pada tempat-tempat yang tidak terpapar misalnya tubuh.16

Gambar 7 : Bentuk Penyakit Bowen

2.

Veruka Vulgaris
Veruka ialah hyperplasia epidermis disebabkan oleh Human
Papilloma Virus tipe tertentu. Veruka Vulgaris merupak bentuk yang
paling sering ditemuai pada anak-anak, tetapi juga pada orang dewasa
dan orang tua.12,14
Tempat predileksi utamanya adalah ekstremitas bagian ekstensor.
Walaupun demikian penyebarannya dapat ke bagian lain tubuh termasuk
mukosa mulut dan hidung. Pada anak, lesinya timbul multiple dan cepat
meluas, karena autoinokulasi atau garukan (Fenomena Kobner), sedang
pada orang dewasa lesi jarang didapatkan dalam jumlah banyak12,14.
Pada keadaan awal, ukuranya biasanya hanya sebesar pentol jarum
denga permukaan halus dan mengkilat. Dalam waktu beberapa minggu
atau bulan kian membesar dan permukaannya menjadi kasar., berwarna
abu-abu, kecoklatan atau kehitaman. Kadang-kadang beberapa lesi
bergabung satu sama lain menimbulkan plak verukosa.12,14

Gambar 8 : A.veruka vulgaris pada wajah, B. veruka


Vulgaris pada tangan

3.

Keratosis Seboroik
Keratosis seboroik adalah tumor jinak yang sering dijumpai pada orang
tua berupa tumor kecil atau makula hitam yang menonjol diatas permukaan
kulit. Keratosis seboroik adalah tumor jinak yang berasal dari proliferasi
epidermal, sering dijumpai pada orang tua dan biasanya asimtomatik.
Penyebab pasti dari keratosis seboroik belum diketahui. Ada pendapat yang
mengatakan bahwa faktor keturunan memegang peranan penting. Beberapa
kasus menurun melalui autosomal dominan.13,15
Keratosis seboroik sering multiple, diameter jarang lebih dari 3 cm,
berbatas tegas sedikit meninggi, warna kecoklatan,permukaan seperti beludru
sampai verukos,konsistensi lunak. Diagnosis, berdasarkan gejala klinis dengan
kaca pembesar ditemukan tanda khas berupa sutura-sutura halus pada
permukaannya. Bisa juga dilakukan pemeriksaan histopatologi.15
Keratosis seboroik tampak sebagai lesi berupa papul atau plak yang
agak menonjol, namun juga dapat terlihat menempel pada permukaan kulit.
Lesi biasanya memiliki pigmen berwarna coklat atau hitam kebiruan. Bentuk
bulat sampai oval,ukuran dari miliar sampai lenticular.2

Gambar 9 : Keratosis Seboroik

I.

DIAGNOSIS
Diagnosis

karsinoma sel basal dapat diperoleh

.pemeriksaan fisik (eufloresensi),pemeriksaan

melalui

anamnesis

dermoskopi

dan

pemeriksaan
histopatologi.6
a. Anamnesis
Di tanyakan adalah apakah sering terpapar sinar matahari dalam
waktu yang cukup lama secara terus menerus ? apakah ada riwayat kulit
terbakar yang terulang akibat paparan sinar matahari,apakan menderita
penyakit yang mengakibatkan supresi dalam imunitas seperti HIV ?
apakah pernah terpapar bahan arsenic dan polucyclic hydrocarbons ?
apakah pernah terpapar bahan baubara dan prosuk-produk industry yang
mengandung batubara ? apakah pasien merokok ?
b. Pemeriksaan fisik
Pada pemeriksaan fisik akan di dapatkan kelainan- kelaina sesuai
dengan tipe-tipe karsinoma sel basal sebagai berikut : Nodular basalioma
aksan di dapatkan efloresensi berupa nodul menyerupai kutil.tidak
berambut ,berwarna coklat arau hitam,tidak mengkilat (keruh).Morphoeic
Basal Cell Carsinoma akan di dapatkan efloresensi menyerupai morfea
akan tetapi di temukan tanda-tanda berupa kelainan yang datar,berbatas
tegas,tumbuhnya lambat,berwarna kekuningan dan pada perabaan tepinya
keras.Pigmented basal cell carcinoma akan didapatkan efloresensi berupa
nodul berwarna

coklat

,biru,atau

keabuan

dan

kenampakannya

mirip melanoma.6
c. Pemeriksaan dermoskopi
Seperti hannya karsinoma sel basal,hal yang di perhatikan adalah
ABCDE (asymmetry,irregular,multiple colors, diameter) bila hal tersebut
di dapatkan pada lesi yang di periksa kemungkinan lesi tersebut bersifat
ganas (karsinoma)
d. Pemeriksaan penunjang
Dilakukan pemeriksaan histopatologi dengan melakukan biopsy

jaringan kulit yang dicurigai mengandung sel-sel kanker tersebut (skin


biopsy).dari pemeriksaan ini dapat ditemukan :

Karsinoma sel basal nodular : Nukleus oval besar,hiperkromatik


dan sitoplasma sedikit.bentuk sel seragam dan bila ada gambaran
mitotic biasanya sedikit.bentu padat biasanya bergabung dengan
pola berbentuk palisade dan stroma yang berkurang selama fiksasi
dan pewarnaan.5

Karsinoma sel basal adenoid : terdapat lobulus di daerah pseudo


glandular. Ada juga tumor lobulus bergenerasi secara sentral
membentuk ruangan pseudokistik yang berisi musin dan dapat
dijumpai di KSB jenis nodulokistik.5

Pada KSB berpigmen yang mengandung melanosit, melanosit ini


terdiri dari sitoplasma granula melanin dan dendrit.5

Karsinoma sel basal superfisial penampakannya seperti semaksemak sel basaloid yang berlekatan dengan epidermis.sarangsarang berbagai ukuran sering terlihat di dermis. 5

Karsinoma sel basal morfea dan bentuk infiltrasi ,pola sarang


pertumbuhan tidak melingkar tapu membentuk untaian.bentuk
morfea tertanam dalam stroma fibrous yang padat dalam bentuk
untaian.5.

J. PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan KSB bertujuan untuk mendapatkan kesembuhan dengan
hasil kosmetik yang baik serta fungsional yang maksimal.dapat menentukan cara
penatalaksanaan KSB,banyak hal yang harus di perhatikan baik dari factor
tumornya maupun pasinnya.faktor tumor yang perlu di perhatikan adalah tipe
tumor ,ukuran ,lokasi,sifat pertumbuhan dan apakah tumor primer atau
rekurens, sedangkan

pasien

yang

perlu

di

pertimbangkan

usia,riwayat penyakit lain ,factor psikologis dan riwayat pengobatan. 9

adalah

Terapi pada KBS dapat bersifat preventatif dan kuratif


Preventatif
Oleh karena sinar matahari predisposes utama untuk terjadi kanker kulit
maka perlu diketahui perlindungan kulit terhadap sinar matahari, terutama bagi
orang-orang yang sering melakukan aktifitas diluar rumah dengan cara memakai
subscreens (tabir surya) seama terpajan sianr matahari. Penggunaan tabir surya
untuk kegiatan diluar rumah diperlukan tabir surya dengan SPM yang lebih tinggi
(>15-30).8,17
Adanya hubungan antara terbentuknya berbagai radikal bebas antara lain
akibat sinar UV pada beberapa jenis tumor kulit, telah banyak dilaporkan.
Pemakaian antioksidan dapat berfungsi untuk menetralkan kerusakan atau
mempertahankan fungsi dari serangan radikal bebas. Telah banyak bukti bahwa
terpaparnya jaringan dengan radikal bebas dapat mengakibatkan berbagai gejala
klinis atau penyakit yang cukup serius. 8
Akibat reaksi oksidatif radikal bebas di DNA menimbulkan mutasi yang
akhirnya

menyebabkan

kanker.

Diantara

antioksidan

tersebut

adalah

betakaroten,vitamin E dan vitamin C.8,17


Kuratif
Terapi pada kanker kulit terdiri dari terapi pembedahab dan non
pembedahan. Terapi pembedahan terdiri dari pembedahan dengan eksisi,
pembedahan dengan menggunakan tehnik Mohs Micrographic surgery (MMS),
Curettage and cautery, dan cryosurgery. 6,11
1. Bedah eksisi
Pada teknik ini ,tumor di eksisi beserta dengan jaringan normal di sekitarnya
dengan batas yang telah di tentukan sebelumnya untuk memastikan seluruh sel
kanker sudah terbuang.
2. Kuretasi dan elektrodesikasi
Di lakukan pada tingkat dini cara yang terbaik dengan cara cutting dan
koagulasi di bantu dengan curettage.jika hendak mengambil specimen
jaringan untuk pemeriksaan histopatologikdilakukan dengan elektro section

(pure cutting).terlebih dahulu di berikan marker 3-5 mm di luar tumor.


3. Pembedahan dengan tehnik Mohs Micrographic Surgery (MMS)
Pada teknik ini,tumor di eksisi beserta dengan jaringan normal di sekitarnya
dengan batas yang telah di tentukan sebelumnya.
4. Curettage and cautery
Merupakan metode tradisional dalam terapi pembedahan kanker kulit,metode
ini merupakan metode kedua terbanyak yang dilakukan setelah metode eksisi.
5. Bedah Beku (Cryosurgery)
Metode ini menggunakan cairan nitrogen dalam temperatur 50 hingga 60 o
untuk menghancurkan cel kanker keberhasilan teknik ini tergantung dari
seleksi jaringan dan kemampuan operator.
6. Radiasi
Radiasi ini menggunakan sinar X-ray dengan energi tinggi untuk membunuh
sel kanker.dikatakan bahwa radiasi bukanlah untuk menyembuhkan kanker,
melainkan sebagai terapi

adjuvant

setelah

pembedahan

untuk

mencegahrekurensi dari sel kanker atau mencegah metastasis


7. Kemoterapi
Kemoterapi adalah metode dengan menggunakan obat-obat untuk
membunuh sel kanker khusus tipe melanoma maligna.
K. PROGNOSIS
Pengobatan

pada

KSB

primer

biasanya

memberikan

angka

kesembuhan sekitar 95% sedangkan pada KSB rekuren sekitar 92%. Di


jumpai angka kekambuhan 5 tahun pada metode kuretase elektrodesikasi ;
bedah eksisi ; radioterapi ; bedah beku mikrografi mohs masing-masing
sebesar 7,7% ;10.1% ; 8,7% ;7,5% ; 1%.
Pengobatan pada Karsinoma sel basal rekuren adalah lebih sulit dari
pada karsinoma sel basal primer.dan angka kekambuhan setelah dilakukan
prosedur yang kedua adalah lebih tinggi.pengonbatan pilihan pada pasien ini
adalah bedah mikrografik mohs yang memberi angka kekambuhan 5 tahun
sebesar 5,6% sedangkan bila dilakukan dengan cara lain sebesar 19,9%.14

BAB III
KESIMPULAN
Karsinoma Sel Basal adalah tumor kulit ganas yang berasal sel- sel basal
epidermis, berkembang lambat dan tidak/jarang bermetastase, sering dijumpai
pada orang kulit putih. Laki laki lebih sering terkena daripada perempuan.
Faktor predisposisi dan matahari sangat berperan dalam perkembangan KBS.
Diagnosa ditegakkan dari gejala klinis dan pemeriksaan histopatologi.
Penatalaksanaan KSB dapat dilakukan dengan pembedahan dan tanpa
pembedahan

DAFTAR PUSTAKA
1. J.corwint Elizabeth : Buku ajar patofisiologi corwin
2. Fith Patrick TB et al , Dermatology in general medicine 7 th edition , MC
Graw-hill 2001,hal 1036
3. Pilgrim W,hayes R,Hanson DW,2hang B,Boudreau B,Leong fellner s,skin
cancer Basal Cell Carsinoma,Squamous Cell Carsinoma and Maligna
.J.Cotari Med Sur 2014.320.31
4. N.R . Telfer .G.B.Colver,C.A.Morton Guildelines for the management of
Basal Cell Carsinoma : the British journal of Dermatology.2008nhal 158
(7).37-48
5. Amiruddin.Muh Dali .Tumor dan Bedah Kulit bagian ilmu penyakit kulit
dan kelamin .fak.Unhas 2003
6. Hendaria putri Made , Asmarajaya AAGN,Maliawas Sri Kanker Kulit
Bagian ISMF lmu Bedah FK.Undayana
7. Chadrasona ,Parakrama .Taylor Dive K Ringkasan Patology anatomi EGC
8. Putra Budi Iman Karsinoma Sel Basal Departemen Ilmu Kesehatan Kulit
dan kelamin Fak.Kedokteran USU.2008
9. Dr. Donna Patologi,Sp.KK karsinoma Sel Basal Departemen Ilmu
Kesehatan Kulit dan kelamin Fak.Kedokteran USU.2008
10. Emmy S Sjamsoe,DKK Penyakit kulit yang umum di Indonesia PT
Medical Multimedia Indonesia.
11. Buljan Marija,Dkk Variations in Clinical Presentation of basal cell
carcinoma Univ.Dept of dermatology and Verology,sestre milosdnice
university hospital:2008
12. Djuanda, Prof.DR.Adhi, dkk, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 5.
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2009
13. Siregar R.S, Editor. Penyakit Jamur dalam Atlas Berwarna Saripati Penyakit
Kulit 2th Ed. EGC : Jakarta : 2004.
14. Harahap, M. 2000. Ilmu Penyakit Kulit. Penerbit Hipokrates. Jakarta

15. Balin,

K.A.,

2009.

Seborrheic

Keratosis.

Diakses

dari http://emedicine.medscape.com/article/1059477-overview
16. Graham- Brown.Robin, Burns Tony, Lecture Notes Dermatologi edisi 8
British Medical Assiciation.
17.

Maharani P Karina, Penyakit Bowen, Karsinoma Sel Squamosa,Karsinoma


Sel Basal diakses dari https://www.scribd.com/doc/55009787/LTM-TumorKulit pada tanggal 20 oktober 2014.