Anda di halaman 1dari 22

FAKTOR PRODUKSI

TANAH
MODAL
Mutlak ada
TENAGA KERJA
SKILL atau MANAJEMEN
Keempatnya merupakan kesatuan yg multak
diperlukan dan masing2 mem punyai fungsi
yang berbeda serta saling terkait satu
sama lain.

FAKTOR PRODUKSI TANAH


1. Luas Penguasaan Tanah
2. Jenis Tanah
3. Fungsi Tanah dalam Usaha di Bidang Pertanian:
a. Kekuatan dan kemampuan potensial ( kemampuan
tanah untuk menghasilkan tanaman, ternak, dan ikan).
b. Kekuatan dan kemampuan aktual teknis dan ekono
mis
Kekuatan aktual teknis pada sifat fisik, kimia dan
biologis tanah yaitu kesuburan, struktur , tekstur,
topografi dll.
Kekuatan ekonomi tergantung dari kekuatan aktual
tanah tetapi tidak selalu otomatis. (eg. Dieng)

.c.Kapasitas Ekonomis (KE)= ( kemampuan sebidang tanah menyerap


sarana produksi tenaga kerja atau banyaknya tenaga kerja yang
dibutuhkan untuk mengolah sebidang tanah).

Misal:
Sebidang Tanah A = 1 ha memiliki daya atau kapasitas ekonomis
40 HOK ( hari orang kerja/ hari kerja pria), sedangkan tanah lainnya B
dengan luas yang sama memiliki kapasitas ekonomis yang berbeda 30
HOK umpamanya.
Perbedaan ini timbul karena adanya perbedaan jenis tanah sehingga
membutuhkan tenaga dan waktu yang berbeda dalam proses
pengolahannya.
Ternyata kapasitas ekonomis sawah A lebih besar dibanding kapasitas
sawah B , yaitu 40/30 = 1,33. Angka ini tidak berarti banyak kalau tidak
dihubungkan dengan efisiensi ekonomis dan daya saing tanah.

Efisiensi ekonomis (EE) :


Perbandingan hasil yang diperoleh dengan biaya yang
dikeluarkan.
Misal :
Sawah A menghasilkan 4 ton , berarti setiap HOK yang
digunakan diperoleh imbalan jasa 4000/40 = 100kg/padi
Sawah B menghasilkan 2,7 ton, berarti imbalan setiap
HOK jasa tenaga kerja yang dicurahkan 2700/30 = 90 kg
padi.
Efisiensi ekonomis sawah A =100/90 kali sawah B.
OKI daya produksi ekonomis dapat ditentukan

d. Daya Produksi Ekonomis (DPE): Perbandingan antara


kapasitas ekonomis dengan efisiensi ekonomis tanah
tersebut. DPE digunakan untuk pengambilan keputusan
atas pilihan beberapa bidang tanah.

Misal : memilih antara sawah A dan sawah B.


DPE sawah A= KP/EE= 1,33/100 = 0,0033
DPE sawah B = KP/EE= 1/90=0,0111
Perbadingan keduanya = 0,0133 : 0,0111= 1,20.
Pilihan akan jatuh pada penggunaan sawah A karena
mempunyai daya produksi yang lebih tinggi dibanding
sawah B.

Daya saing atau keunggulan bersaing kedua nya?

Keunggulan Bersaing Absolut dan relatif.


Keunggulan Bersaing Absolut = Keunggulan
sebidang tanah dalam memberikan hasil
nyata yang lebih tinggi.
Keunggulan Relatif = Keunggulan sebidang
tanah dalam memberikan hasil relatif yang
lebih tinggi.

Misal :
Sawah A (musim kemarau) menghasilkan padi
senilai Rp4.000.000,00/ha, biaya yang keluar
Rp 2.000.000,00./ha. Keuntungan;
Rp2.000.000,00 rupiah .(setiap Rp1.000.000,00
input menghasilkan output Rp 2.000.000,00
atau untung 100 %.
Sawah B memberikan hasil Rp3.600.000,00
rupiah dengan biaya Rp2.000.000,00 Tingkat
keuntungan 80 % . Jika dibandingkan dengan
sawah A maka Sawah A mempunyai keunggulan
bersaing absolut atas sawah B.

Misal dalam kasus yang sama dan musim yg sama, bila


kedua sawah tersebut ditanami dg tanaman tembakau.
Sawah A memberikan hasil tembakau senilai
Rp5.000.000,00 /ha dengan biaya Rp 2 juta, berarti tingkat
keuntungan sebesar Rp 150 %.
Sawah B memberikan hasil senilai Rp4.000.000,00.
dengan biaya Rp1.500.000,0 atau keuntungan 167 %, maka
secara absolut sawah A memiliki daya bersaing absolut atas
sawab B, secara relatif sawah B mempunyai kemampuan
bersaing ekonomis relatif atas sawah a. setiap rupiah yang
ditanamkan akan menghasilkan Rp1,50 pada sawah a dan
Rp1,67 pada sawah B.
Kedaan ini menyebabkan pola tanam yang berbeda. Pd
musim kemarau sawah A lebih baik untuk padi sementara
sawah B untuk Tembakau -- pilihan komoditas

e. Penggunaan tanah :
Jumlah hasil total yang diperoleh dari
pengusahaan sebidang tanah (dalam sa tu
wilayah) dalam setahun. Tinggi ren dahnya
produktivitas tanah tergantung pada beberapa
faktor, diantaranya je nis tanah ( keadaan fisik,
kimia, topo grafi dll), penggunaan tanah (sawah,
tegalan, dan pekarangan), harga hasil yang
diusahakan.

r2 2

e. Nilai Sosial Ekonomis dari tanah.


Kaslan (1983): Nilai ekonomis dari tanah komersial berkaitan dengan bunga.
Misal : Nilai bunga tanah pertahun adalah Rp 1.000.000,00 sementara bunga modal
10 % per tahun maka tinggi nilai ekonomis tanah tersebut : 100/10x
Rp1.000.000,00 per ha.
Rumus Taylor dalam bentuk :
V = a/r
V = harga tanah;
a = penghasilan
r = bunga kredit umum.
V= a/r+i/ 2
r
i = kenaikan bunga tanah atau kenaikan penghasilan tiap tahun ,
penggunaan rumus ini disebabkan bunga tanah ti dak tetap dan cenderung
meningkat setiap tahunnya.
Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga Tanah :Kemam puan tanah,
penggunaan TK kel, ternak, pengairan, letak tanah, keadaan terdesak,
pandangan masyarakat ataustatus sosial

1. Penggunaan lahan:
Lingkungan pengairan ( Lahan sawah, lahan kering, lahan pasang surut,
lahan tadah hujan dst)
2. Elevasi dan topografi (ketinggian)

a. lahan dataran tinggi (> 700 mdpl):

- lahan kering dataran tinggi (tan kopi, kayumanis, kentang, cabai,


tomat, padi gogo, jagung, ubijalar dst).

- lahan basah dataran tinggi (padi dan palawija)

b. lahan dataran rendah (<700 mdpl) :

- lahan kering dataran rendah ( lahan sawah dataran rendah, lahan


sawah tadah hujan, lahan pesisir, lahan rawa, dan lahan pasang surut)
untuk tanaman padi, jagung, kede lai, kacangtanah, ubikayu, ubijalar dst,
dikenal dengan tega lan.

c. lahan kering dataran rendah (perkebunan atau kebun: durian, kelapa


sawit, kakao,karet, dst)

d. lahan dataran sedang (400-700m dpl)(sawah, tegalan)

Sumber Kepemilikan Tanah


Tanah Milik
Tanah Sewa
Tanah sakap
Tanah pemberian negara
Tanah waris
Tanah wakaf

Fregmentasi Tanah dan


Konsolidasi Tanah
Pemencaran atau fregmentasi dan peme cahan
(division) lahan pertanian merupa kan suatu
masalah di dalam usahatani atau tanah milik satu
keluarga itu terpen car-pencar.
Penyebab: Perkawinan, sistem waris, Sis tem jual
beli tanah, faktor lain (pemerin tah).
Konsolidasi Tanah: Menyatukan tanah yg letaknya
terpencar-pencar atau dg pengga bungan beberapa
petak tanah menjadi sa tu bagian yg besar. (Efisiensi
usahatani), Indonesia baru sampai pada konsolidasi
manajemen pada kelompok tani.

Faktor Produksi Modal


Modal :
- Harta kekayaan seseorang, harta berupa uang tabung an, tanah,
rumah, mobil dan lainnya yang dimiliki.
- Setiap hasil atau produk atau kekayaan yang digunakan untuk
memproduksi hasil selanjutnya.
- Uang yang tidak dibelanjakan, disimpan untuk kemudian
diinvestasikan

Modal terbagi 2:
Modal Tetap: Barang-barang yang digunakan dalam pro ses produksi
yang dapat digunakan beberapa kali, meski pun akhirnya barangbarang modal ini habis juga, tetapi tidak sama sekali habis untuk hasil.
(mesin, gedung, dll), menghitungnya melalui penyusutan nilai.
Modal Bergerak : barang barang yang digunakan dalam proses
produksi yang hanya digunakan sekali pakai atau habis dipakai dalam
psoses produksi. Dihitung dengan bi aya riil.

1. Proses Pembentukan Modal:


Produksi
Penabungan dari produksi
Pemakaian benda tabungan un tuk
produksi selanjutnya.
2. Kredit dalam Pertanian.

Faktor Produksi Tenaga Kerja


Tenaga Kerja : Alat kekuatan fisik dan otak manusia ,
yang tidak dapat dipisahkan dari manusia dan
ditujukan pada usaha produk si.
Tenaga Kerja ternak atau traktor bukan ter masuk
faktor tenaga kerja, tetapi terma suk modal yang
menggantikan tenaga ker ja
Tenaga Kerja dalam keluarga dan luar kelu arga,
T.K. laki-laki, perempuan, anak-anak.
Tenaga Kerja pada pertanian sempit dsbt sebagai
tenaga kerja dan sebagai manajer

- Tng Kerja Dalam Keluarga (TKDK)


Tng Kerja Kepala Keluarga di tambah
isteri & anak Petani
- Tng Luar Keluarga (TKLK)
Tng yg dibayar

Faktor Pendukung Dalam


Ekonomi Pertanian
1. Kebijaksanaan Harga
- Panen Raya
- Situasi Paceklik
- Operasi Bufferstock/penyediaan dana dg Bulog dan Impor
- Masalah (penetapan harga dasar, waktu mengu mumkan
harga dasar, efektivitas kebijaksanaan harga, penyuluhan
harga dasar dan teknologi pas ca panen.)
2. Kebijaksanaan Bukan Harga

- Penyuluhan Pertanian

- Kegiatan Gotong Royong dan Pembangunan Pertanian

MANAJEMEN
Proses Perencanaan, Pengor
ganisasian, Pengarahan & Peng
awasan usaha-usaha para angg ota
organisasi & penggunaan sumber daya
organisasi lainnya agar mencapai
tujuan organisa si yg telah ditetapkan

FAKTOR PROD PENGELO


LAAN/MANAJEMEN
Adl kemampuan petani bertin dak sbg
pengelola atau manajer dari usahanya
Hrs pandai mengorganisir peng
gunaan faktor produksi yg dikua sai
sebaik mungkin

Untuk memperoleh produksi se cara


maksimal
Krn produktivitas msg2 faktor produksi
& produktivitas usaha tani mrpk tolok
keberhasilan pengelolaan

EMPLOYED PERSON (orang yg bekerja)


Adl orang yg melalukan pekerjaan unt
mengsilkan brg/jasa dg tujuan memperoleh
penghasilan
UNEMPLOYMENT (Pengangguran)
Adl mereka yg tdk bekerja & sedang mencari
pekerjaan menurut referensi waktu ttt