Anda di halaman 1dari 1

CONTOH PRAKTIK DEMOKRASI DI SEKOLAH

Salah satu contoh demokrasi di sekolah adalah pemilihan ketua OSIS. Sietiap acara pastinya
memerlukan persaiapan atau susunan acara, begitu juga dalam pemilihan ketua OSIS. Berikut adalah
langkah-langkah persiapan atau susunan pemilihan ketua OSIS.

Persiapan :
Langkah pertama panitia harus menentukan siapa saja kandidat ketua serta wakil
ketua OSIS yang akandi pilih oleh semua warga sekolah.
Setelah itu, semua materi atau barang-barang yang diperlukan harus ada sebelum
acara dilaksanakan
Hari, tanggal, serta waktu penyelenggaraanpun harus ditentukan agar semua pemilih
dapat mempersiapkan dirinya.
Satu hari atau beberapa hari sebelum pelaksanaan, semua barang atau materi harus
ada pada tempat diselenggarakannya pemilihan ketua serta wakil ketua OSIS tersebut
Dan yang paling penting adalah kesiapan dari masing-masing kandidat serta panitia
untuk mengikuti acara demokrasi (pemilihan ketua OSIS) tersebut.

Pelaksanaan :
Pada hari pelaksanaan, sang komando atau penanggung jawab harus memberi tugas
kepada seluruh panitia untuk mengecek atau mengontrol apakah semua keadaan atau
kondisi sudah siap ataukah belum. Hal ini ditujukan untuk mengurangi kesalahan atau
kesibukan yang dilakukan.
Setelah itu, harus ada beberapa kata sambutan dari pihak-pihak yang bersangkutan.
Pelaksanaan pemilihan harus berlangsung LUBER ( Langsung Umum Bebas Rahasia ).
Hal ini dilakukan untuk melatih para siswa dalam menjalankan salah satu asas dalam
demokrasi.
Pemberian kartu suara. Pada pemberian kartu suara harus dilakukan dengan cepat agar
dapat mengurangi sekaligus menhindari panjang antrean.
Pencoblosan. Di bagian bilik suara diperlukan panitia yang pengamanannya sangat ketat
agar dapat melarang atau menghindari kecurangan dalam pemilihan kandidat ketua dan
wakil ketua OSIS tersebut.
Memasukan kartu suara. Di bagian kotak suara sangat diperlukan panitia yang sangat teliti
agar dapat memastikan bahwa semua pemilih mengumpulkan atau memasukan kertas
suara kedalam kotak suara.
Pencelupan atau penandaan jari. Dan di bagian penandaan jari tangan juga memerlukan
panitia yang sangat jeli agar semua pemilih yang sudah memilih dapat tertandai. Hal ini
bertujuan untuk menghindari kelicikan si pemilih dalam jumlah memilihnya.

Penutupan :
Dalam penutupan pasti adalah langkah akhir. Yaitu penghitungan suara. Dalam
penghitungan suara semua warga sekolah harus hadir, karena semua suara harus
mendapat persetujuan atau kata sah dari siswa, guru, maupun waga sekolah lainnya.
Jika semua suara telah terhitung, maka pemenangnya adalah kandidat yang memperoleh
suara paling banyak. Jika semua telah selesai, hal yang paling akhir adalah
penyampaian kata-kata yang berisi ucapan syukur atas kelancaran acara dan penutupan
dari penanggung jawab acara pemilihan ketua OSIS tersebut.