Anda di halaman 1dari 3

1

Sejarah
dan
pengertian
adanya
Hukum
pajak
Sejarah adanya pajak bermula dari adanya kebutuhan akan suatu pemerintah atau
Negara.nDalam pengertian Negara, sesuatu yang memerintah dan mengatur serta menguasai
masyarakat adalah Negara. Adapun unsur-unsur Negara diantaranya adanya daerah atau wilayah,
rakyat, pemerintah dan kedaulatan. Dalam bahasa latin Negara biasa disebut letat, Staat atau
State
Suatu Negara diperlukan untuk menghadapi musuh atau mengatasi permasalahan bersama pada
suatu masyarakat sehingga timbullah suatu perjanjian masyarakat atau Le contract social yang
mana masyarakat harus mau menyerahkan sebagian haknya untuk kepentingan bersama dan
salah
satunya
adalah
pajak.
Rakyat sebagai unsur suatu Negara harus tunduk dan patuh terhadap pemerintah, hal ini
diungkapkan oleh Rousseau yang menjelaskan mengapa masyarakat harus patuh kepada
pemerintah. Penjelasan ini biasa disebut dengan Le Contract Social atau perjanjian
masyarakat.
Sedangkan fungsi sebenarnya dari Negara diantaranya adalah :

Negara sebagai penengah atau mediasi atau stabilisator di dalam masyarakat agar tidak
adanya bentrokan di dalam masyarakat, serta menetapkan peraturan agar dapat mencapai
tujuan bersama.

Negara sebagai pengatur masyarakat sehingga dapat mementingkan keseluruhan


masyarakat dalam hal ini untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.

Negara sebagai penjaga atau bodyguard masyarakat dari serangan dari luar maupun dari
dalam masyarakat sendiri dalam hal ini adalah kedaulatan Negara, oleh sebab itu suatu
Negara harus dilengkapi dengan alat pertahanan.

Negara harus menegakan keadilan di dalam masyarakat yaitu melalui badan pengadilan

Dalam menjalankan fungsinya suatu Negara memerlukan sumber daya baik itu berupa
dana, tenaga masyarakat maupun sumber daya alam yang diperoleh dari suatu wilayah.
Sumber daya yang didapat suatu Negara terdiri dari kekayaan alam, laba perusahaan,
royalty, retribusi kontribusi, bea , cukai denda dan yang terakhir adalah pajak.

Pajak sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala semenjak adanya pemerintahan atau Negara
diantaranya :

pada tahun 1638-1715 di perancis yang saat itu diperintah raja Lodwijk XIV yang
menganut sistem absolut monarchi

pada tahun 509-27 SM jaman romawi biasa disebut censor atau questor.

Di Mesir saat pembangunan piramida, ada pungutan baik uang, harta benda maupun
tenaga

Pada abad ke XIV di spanyol, yaitu pajak penjualan yang disebut Alcabala

Di Indonesia sudah lama dilakukan pungutan berupa uang, upeti bahkan tenaga
kerja/natura kemudian bertambah lagi pada tahun 1602(VOC), tahun 1830 sampai tahun
1870 (kultur steel), oleh Raffles dan Ladrent pada tahun 1813 berupa pajak rumah

Di Indonesia sudah ada sejak tahun 1311 oleh kerajaan majapahit yang saat itu di rajai
oleh Kertarajasa Jayawardhana (berdasar adanya prasasti pembebasan pajak warga desa
adan-adan karena jasa kepada raja.)

Di inggris terdapat Tax dan import contribution di perancis disebut droit, di jerman ada
Steuer, abagade, gebuhr, Tributo, Gravamen, di spanyol terdapat tasa, di belanda terdapat
belasting.

Pengertian Hukum pajak menurut para ahli :


1. Menurut Prof. Dr Adriani pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan)
yang terhutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan dengan tidak
mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya untuk
membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubungan dengan tugas negara untuk
menyelenggarakan pemerintahan.
2. Menurut Rochmat Soemitro, pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan
undang-undang dengan tidak mendapat jasa timbal yang langsung dapat ditunjukkan dan
digunakan untuk membiayai pengeluaran umum.
3. Menurut Dr Soeparman Soemahamidjaja, pajak adalah iuran wajib berupa uang atau
barang, yang menutup biaya produksi barang-barang dan jasa-jasa kolektif dalam
mencapai kesejahteraan umum.

MATERI KULIAH HUKUM PAJAK


Ciri-ciri dari suatu pajak :

Jika datangnya dana berasal dari masyarakat dapat disebut sebagai suatu iuran

Jika menurut pemerintah maka bisa disebut sebagai suatu pungutan

Pajak dipungut berdasar undang-undang yang mengatur Hukum pajak

Pajak dapat dipaksakan oleh pemerintah. Kekuasaan ini dapat terlihat dengan adanya
ketentuan sanksi administratif maupun pidana

Masyarakat pembayar pajak tidak memperoleh kontra prestasi

Pajak untuk
pemerintahan

membiayai

pengeluaran

umum

pemerintah

dalam

menjalankan

Ada dua alasan atau landasan untuk melakukan pungutan pajak oleh fiscus atau pemerintah :
1. Benefit principle, bahwa fiskus berwenang memungut pajak karena penduduk menerima
manfaat dari adanya negara.
2. Ability to pay principle, bahwa fiskus dalam memungut pajak harus memperhatikan
kemampuan penduduk