Anda di halaman 1dari 2

Larangan-Larangan Riba dalam Al-Quran

riba merupakan permasalahan yang pelik dan sering terjadi pada masyarakat, hal ini disebabkan
perbuatan riba sangat erat kaitannya dengan transaksi-transaksi dibidang perekonomian
(muamalah) yang sering dilakukan oleh manusia dalam aktivitasnya sehari-hari. Pada dasarnya
transaksi riba dapat terjadi dari transaksi hutang piutang, namun bentuk dari sumber tersebut bisa
berupa pinjaman atau jual beli dan lain sebagainya.
riba mengandung unsur eksploitasi yang dampaknya merugikan orang lain. riba tidak hanya
dianggap sebagai sesuatu yang tidak bermoral akan tetapi merupakan sesuatu yang menghambat
aktifitas perekonomian masyarakat, sehingga orang kaya akan semakin kaya sedangkan orang
miskin akan semakin miskin dan tertindas.4
Manusia merupakan makhluk yang "rakus", mempunyai hawa nafsu yang bergejolak dan selalu
merasa kekurangan sesuai dengan watak dan karakteristiknya, tidak pernah merasa puas,
sehingga transaksi-transaksi yang halal susah didapatkan karena disebabkan keuntungannya yang
sangat minim, maka harampun jadi (riba).
1. Allah SWT. berfirman :
"Dan apa saja yang kamu berikan melaui sistem riba dengan harapan akan menambah
harta manusia, maka sesungguhnya harta itu tidak akan berkah di sisi Allah. Sedangkan apa
saja zakat yang kamu bayarkan untuk mengharapkan ridho Allah maka sesungguhnya harta
itulah yang akan bertambah secara berlipat ganda.(Q.S Ar Rum : 39)

2. Allah SWT berfirman :


Maka disebabkan kedholiman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas mereka
(memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan
karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka
makan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena
mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk
orang-orang yang kafir diantara mereka itu siksa yang pedih.(Q.S An Nisa: 160-161)

3. Allah SWT. berfirman :


Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu memakan harta riba yang berlipat ganda.(Q.S Ali
Imran: 130)

4. Allah SWT. berfirman :


Orang-orang yang mengambil dan menggunakan harta riba, mereka tidak akan mampu
berdiri dengan tegak kecuali seperti berdirinya orang yang dipukul oleh syaithan sehingga hilang
kesadarannya (gila). Keadaan tersebut disebabkan karena mereka berpendapat bahwa
Sesungguhnya jual beli itu tidak lain sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual
beli dan mengharamkan riba. Barang siapa yang hatinya menjadi lembut dan ingin berbuat baik
karena telah mendapat peringatan dari Tuhannya kemudian dia mau berhenti (dari
memanfaatkan harta riba), maka Allah akan memaafkan dan memberi toleransi terhadap
dosanya yang lalu-sebelum turunnya ayat larangan ini- dan urusannya dikembalikan kepada
Allah. Namun barang siapa yang kembali memakan riba, maka mereka adalah termasuk
penghuni neraka yang kekal di dalamnya. (275)
Allah akan mengurangi harta riba serta menghilangkan keberkahannya dan Allah akan
menambahkan dan menumbuhkembangkan harta shadaqah serta melipatgandakan pahalanya
di masa depan. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang sangat keras dan ingkar hatinya lagi
terus menerus berbuat dosa. (276)
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, mendirikan
shalat dan membayar zakat, mereka berhak mendapat ganjaran dari sisi Tuhannya dan mereka
tidak akan mengalami ketakutan ataupun tertimpa kesedihan. (277)
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah riba yang
masih tersisa jika kamu sekalian beriman. (278)

Maka apabila mereka tidak mau melakukannya, yakinkan kepada mereka akan
peperangan dengan Allah dan Rasul-Nya. Namun bila kamu sekalian mau bertaubat, maka bagi
kalian pokok harta kalian semula. Dengan demikian, kalian tidak melakukan kedhaliman dan
tidak pula didhalimi. (279)
Dan apabila ada orang yang mengalami kesulitan, maka tunggu dan tangguhkanlah
hingga ia dalam kemudahan. Sedangkan jika kalian menyedekahkannya, maka itu lebih baik jika
kalian mau mengerti. (280)
Dan takutlah akan hari di mana pada hari itu kalian dikembalikan kepada Allah,
kemudian akan dipenuhi bagi setiap jiwa dari setiap perbuatannya dan kalian sama sekali tidak
akan didhalimi. (281)(Q.S Al Baqarah: 275-281)

f. Larangan-Larangan Riba dalam Hadits


1 Dari Ubadah katanyasaya mendengar Rosulullah saw melarang jual beli (hutang) emas
dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, syair dengan syair, kurma
dengan kurma, garam dengan garam, ditukar dengan ukuran yang sama dan seimbang. Barang
siapa yang menambahkan atau meminta tambahan maka sungguh dia telah melakukan riba
(tambahan yang diharamkan).
2
Apabila benda-benda tersebut berbeda (dalam jenis tetapi satu dalam illat), maka
jualah sesuka hatimu secara serah terima (kontan dan seketika)
3 Diriwayatkan Imam Muslim dari Muaamar bin abdullah dari Nabi Saw: bahwasanya
Beliau melarang menjual makanan kecuali sama ukurannya. Maka setiap apa yang menempati
tempatnya keenam jenis ini di qiaskan kepadanya dan di ambil hukumnya.

4 Rasulullah SAW. bersabda: barang siapa yang menghutangi maka janganlah

mengambil hadiah (manfaat), dan Abu Hanifah ra. Tidak duduk dibawah atap rumah orang yang
dihutangi dan Abu Hanifah ra. Berkata: semua piutang yang menarik keuntungan adalah riba.

5
Rasulullah melaknat orang yang makan (mengambil dan menggunakan) riba, calo
(makelar) nya, sekretarisnya dan dua orang saksinya. Rasulullah bersabda : Mereka semua
sama saja(HR. Bukhari Muslim)

6
Rasulullah saw bersabda emas dilunasi dengan emas itu riba kecuali apabila
seimbang, gandum dengan gandum juga riba kecuali apabila seimbang, kurma dengan kurma itu
riba kecuali apabila seimbang dan syair (canthel) dengan syair itu riba kecuali apabila
seimbang. (H.R. Bukhari)

7
Rasulullah saw bersabda ketahuilah sesungguhnya setiap riba yang berlaku pada masa
jahiliyah adalah dilarang bagi kalian cukuplah harta pokoknya saja. Janganlah kalian berbuat
dhalim dan terdhalimi. (H.R. Baihaqi)

Rasulullah saw bersabda Riba jahiliyah itu dilarang dan riba yang pertama kali dilarang
adalah riba Abbas Bin Abdul Muthalib. Dan sesungguhnya semua riba itu dilarang. (H.R.
Baihaqi)