Anda di halaman 1dari 4

Tabel 1.

Hasil Pengamatan perontokan dengan dua cara berbeda


Cara Manual
Mesin Perontok
Berat hasil
tuaian (kg)
Berat bulir padi
hasil
perontokan
(kg)
Berat bulir isi
(kg)
Berat bulir
hampa (kg)
% bulir isi dari
hasil tuaian
% bulir isi dari
hasil
perontokan
% bulir hampa
dari hasil
perontokan
% Bobot sebelum penyimpanan
Cara Manual
Perlakuan

Mesin Perontok

Tanpa
Perlakuan
Penjemuran
Pengovenan
Penambahan
air

% Bobot pada 1 HSP


Perlakuan

Cara Manual

Mesin Perontok

Cara Manual

Mesin Perontok

Tanpa
Perlakuan
Penjemuran
Pengovenan
Penambahan
air

% bobot pada 3
HSP
Perlakuan
Tanpa
Perlakuan
Penjemuran
Pengovenan

Penambahan
air

% Bobot pada 6 HSP


Perlakuan

Cara Manual

Mesin Perontok

Cara Manual

Mesin Perontok

Cara Manual

Mesin Perontok

Tanpa
Perlakuan
Penjemuran
Pengovenan
Penambahan
air

% Bobot pada 13 HSP


Perlakuan
Tanpa
Perlakuan
Penjemuran
Pengovenan
Penambahan
air

% Bobot pada 14 HSP


Perlakuan
Tanpa
Perlakuan
Penjemuran
Pengovenan
Penambahan
air

Perubahan fisik gabah pada 14 HSP


Cara Manual
Perlakuan

Mesin Perontok

Tanpa
Perlakuan
Penjemuran
Pengovenan
Penambahan
air

Kerusakan biologis gabah pada 14 HSP


Cara Manual
Perlakuan

Mesin Perontok

Tanpa
Perlakuan
Penjemuran
Pengovenan
Penambahan
air

Kartu Hasil Pemeriksaan Kualitas Beras


Medium
N
o.

Komponen
Kualitas

Persyaratan
Kualitatif
Hama dan
1 Penyakit
Bau
2 Apek/Asing
3

Bahan Kimia

4 Dedek & Katul


Persyaratan
Kuantitatif
1

Kadar Air

Derajat Sosoh

3 Butir Patah
4 Butir Menir
Kesimpulan

Hasil
Anal
isa

Nilai
Stan
dar
Beba
s
Norm
al
Beba
s
Bersi
h
14,0
%
95,0
%
20,0
%
2,0 %

MS/T
MS

N
o.

Komponen
Kualitas

Persyaratan
Kualitatif
Hama dan
1 Penyakit
Bau
2 Apek/Asing
3

Bahan Kimia

4 Dedek & Katul


Persyaratan
Kuantitatif
1

Kadar Air

Derajat Sosoh

3 Butir Patah
4 Butir Menir
Kesimpulan

Hasil
Anal
isa

Nilai
Stan
dar

MS/T
MS

Beba
s
Norm
al
Beba
s
Bersi
h
14,0
%
95,0
%
20,0
%
2,0 %

PRAKTIKUM 2
Teori dasar :
Beras merupakan bagian terpenting dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Bagi bangsa Indonesia, beras adalah kehidupan. Beras bukan hanya sebagai
sumber makanan pokok bagi sebagian besar penduduk (> 90%), juga berkaitan erat

dengan segala aspek kehidupan (BALITPA 2004) untuk itu kualitas beras perlu
diperhatikan. Selain memperhatikan masa tanam dan proses pengubahan dari padi
menjadi beras, penyimpanan beras juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Hal
inilah yang harus digaris bawahi oleh lembaga yang khususnya mengurusi tentang
penyimpanan beras demi hal penyaluran beras di Indonesia.
Salah satu lembaga penting dalam kebutuhan pokok pangan di Indonesia adalah
BULOG (Badan Urusan Logistik). Lembaga ini merupakan lembaga yang berfungsi
sebagai sarana penunjang dalam pemerataan pangan di Indonesia.
Memperhatikan kualitas beras sebelum disalurkan merupakan hal yang sangat
penting untuk dilakukan oleh BULOG. Kualitas beras sendiri dipengaruhi oleh
perawatan yang dilakukan oleh beras tersebut. Perawatan yang dimaksud disini
terdiri dari internal dan eksternal. Perawatan internal dapat dilakukan dengan cara
melakukan penyosohan yang bersih agar bekatul pada beras bisa hilang secara
sempurna. Sedangkan perawatan ekternal dapat dilakukan dengan cara mengemas
dan memilih tempat penyimpanan yang tepat. Tempat penyimpanan harus bersih
(bebas dari kotoran, hama gudang dan lain-lain) dan tidak lembap.
Sumber:
BALITPA Balai Penelitian Padi. 2004. Inovasi Teknologi untuk Peningkatan Produksi
Padi dan Kesejahteraan Petani. Balai Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi.
Badan Litbang Pertanian.