Anda di halaman 1dari 36

Pendahuluan

Persekutuan yang sudah berjalan dengan


perjanjian yang sudah dibuat adakalanya
harus mengalami perubahan
Perubahan dalam persekutuan sudah
menjadi hal biasa, hanya saja perubahan
tersebut mempunyai perlakuan khusus
dalam akuntansinya
Perubahan-perubahan dalam persekutuan
akan mengakibatkan pembubaran
persekutuan tersebut

Lanjutan...
Dari sisi yuridis persekutuan dinyatakan bubar
apabila perjanjian yang telah disepakati untuk
menjalankan usaha bersama-sama (sesuai
dengan karakteristik persekutuan) telah
berakhir.
Masuknya sekutu baru atau pengunduran diri
sekutu lama atau meninggalnya salah satu
sekutu atau adanya sengketa diantara sekutu
baik permintaan anggota sekutu tersebut atau
lewat pengadilan, maka persekutuan tersebut
dinyatakan dibubarkan.

Lanjutan...
Ketika persekutuan secara yuridis
dinyatakan dengan alasan-alasan
diatas, maka perjanjian baru perlu
dibuat lagi untuk kelanjutan usaha
tersebut
Permasalahan yang timbul
sehubungan pembubaran ini adalah
penilaian kembali terhadap aset-aset
persekutuan.

Kondisi-kondisi yang Menyebabkan


Terjadinya Pembubaran
1. Pembubaran karena tindakan sekutu:
a. Tidak tercapainya tujuan atau jangka waktu yang
telah ditentukan berakhir
b. Kesepakatan bersama. Anggota-anggota sekutu
dapat menyetujui secara timbal balik perubahan
setiap saat dalam keanggotaan persekutuan atau
untuk membubarkan persekutuan mereka
c. Pengunduran diri salah seorang anggota sekutu.
Seorang sekutu mempunyai wewenang untuk
mengundurkan diri dari persekutuan. Pengunduran
diri ini akan mengakibatkan pembubaran
persekutuan

2. Pembubaran Karena Keputusan Pengadilan:


a. Ketidakmampuan anggota sekutu untuk memenuhi
kewajibannya terhadap perjanjian persekutuan
b. Perselisihan antar anggota sekutu
c. Operasional perusahaan tidak mungkin lagi untuk
diteruskan, karena perusahaan mengalami
kerugian terus menerus
d. Tindakan anggota sekutu yang mengakibatkan
tidak adanya keserasian dalam usaha yang sedang
berjalan.
e. Atau alasan-alasan lain yang menyebabkan
pengadilan menyatakan persekutuan tersebut
dibubarkan, misalnya kecurangan atau kekeliruan
dalam pembentukan formasi persekutuan

3. Pembubaran menurut Undang-Undang:


a. Meninggalnya salah seorang sekutu
b. Bangkrutnya salah seorang atau lebih
anggota sekutu
c. Kejadian-kejadian tertentu yang dilakukan
oleh salah seorang anggota sekutu yang
membawa nama persekutuan
d. Adanya bencana, perang yang
mengakibatkan persekutuan tidak dapat
diteruskan

Masalah Akuntansi Pembubaran Persekutuan


1.

2.

3.

Masalah masuknya seorang atau lebih anggota sekutu.


Seorang anggota sekutu baru dapat masuk kedalam
persekutuan harus dengan kesepakatan semua anggota
sekutu. Pembentukan sebuah persekutuan yang baru
secara otomatis membubarkan persekutuan yang lama,
oleh karena itu perjanjian persekutuan yang lama harus
dirubah dengan perjanjian yang baru. Hal yang penting
dalam perjanjian yang baru adalah perubahan pembagian
laba-rugi.
Masuknya anggota sekutu baru kedalam persekutuan
yang telah berjalan dapat dilakukan dengan cara
membeli kepemilikan satu atau lebih sekutu lama dengan
persetujuan anggota sekutu lama yang lain atau dengan
cara menginvestasikan uang kas atau asset yang lain
kedalam persekutuan. Untuk itu buku persekutuan harus
ditutup untuk memperbaharui perkiraan modal masingmasing sekutu
Dari uraian diatas, akan membawa dampak:

Pembelian Sebagian/Seluruh Hak


Penyertaan Anggota Sekutu Lama
Apabila seseorang membeli sebagian atau seluruh
hak penyertaan sekutu lama, maka bagian hak
sekutu lama tersebut dikurangi sebesar bagian
yang dibeli oleh sekutu baru
Dalam hal ini terjadi mutasi atau pemindahan
kepemilikan hak dari sekutu lama ke sekutu baru.
Sedangkan pembayaran antara pihak pembeli
kepada pihak penjual merupakan transaksi pribadi
pemilik dan tidak perlu dicatat oleh perusahaan
karena transaksi tersebut hanya merupakan
perubahan struktur modal yang ada
dipersekutuan.

Contoh 1
CV. Cahaya yang anggota adalah Eka dan
Indra sepakat untuk membagi laba-rugi
dengan perbandingan 2:3. Adapun modal
masing-masing anggota adalah Eka Rp.
10.000.000 dan Indra Rp. 15.000.000.
Kemudian Helmi sepakat bergabung, dalam
persekutuan dengan cara membeli 50% hak
penyertaan Indra dengan harga Rp. 8.000.000
yang juga telah disetujui oleh Eka. Jurnal
untuk mencatat masuknya sdr Helmi tersebut
adalah sebagai berikut:

Lanjutan...
Modal Indra
Rp. 7.500.000
Modal Helmi
Rp. 7.500.000
(mencatat pembelian 50% modal Indra oleh Helmi)

Setelah masuknya Helmi, maka srtuktur modal


persekutuan yang baru menjadi sbb:
Modal Eka
Rp. 10.000.000
Modal Indra Rp. 7.500.000
Modal Helmi Rp. 7.500.000

Kesimpulan:
Bahwa masuknya sekutu baru
melalui pembelian hak
penyertaan anggota lama tidak
mempengaruhi kekayaan
persekutuan, akan tetapi hanya
terjadi perubahan kepemilikan
saja.

Penyertaan (investasi) Sekutu Baru


Kedalam Persekutuan
Anggota sekutu baru dapat menjadi
anggota persekutuan yang sudah
berjalan dengan cara menyetorkan
(menginvestasikan) kekayaannya
kedalam persekutuan. Dengan
investasi tersebut maka anggota
lama akan mengakui bagian hak
penyertaan sekutu baru sesuai
dengan kesepakatan bersama.

Beberapa Kemungkinan Pencatatan Modal


(Investasi) Anggota Sekutu Baru Kedalam
Persekutuan

a. Modal anggota sekutu baru dicatat sebesar


nilai riilnya
b. Modal anggota sekutu baru dicatat lebih
besar dari riilnya
c. Modal anggota sekutu baru dicatat lebih
kecil dari riilnya
d. Modal anggota sekutu baru dicatat setelah
pembentukan goodwiil kepada anggota
lama

Contoh 2
CV. Purnama yang anggotaanggotanya Ana dan Anik masingmasing dengan komposisi modalnya
Rp. 20.000.000 dan Rp. 30.000.000
dan pembagian laba-ruginya dengan
perbandingan 2 (40%) : 3 (60%).
Dalam periode tertentu Makri masuk
kedalam persekutuan dengan
menginvestasikan uang kas sebesar
Rp. 25.000.000

Penyelesaian:
a. Modal Anggota Sekutu Baru Dicatat
Sebesar Riilnya. Dari contoh sebelumnya,
apabila investasi Makri diakui sebesar
setorannya, maka jurnal yang dibuat
adalah:
Kas
Rp. 25.000.000
Modal Makri Rp. 25.000.000
Pembagian laba-ruginya akan menjadi
kesepakatan para anggota sekutu.

b. Modal Anggota Sekutu Baru Dicatat Lebih Besar dari


Riilnya. Dari contoh sebelumnya apabila investasi Makri
diakui sebesar 40% dari total modal persekutuan yang baru,
maka modal Makri yang dicatat dalam persekutuan dapat
dihitung sbb:
Jumlah modal persekutuan yang baru adalah sebesar
Rp. 75.000.000
Hak modal Makri yang diakui oleh persekutuan adalah
sebesar:
40% x Rp. 75.000.000
= Rp. 30.000.000
Setoran riil Makri
= Rp. (25.000.000)
Kelebihan modal diatas setoran = Rp
5.000.000
Berdasarkan perhitungan tersebut ternyata modal Makri
dicatat oleh persekutuan lebih tinggi dari modal riilnya.
Kelebihan pencatatan modal tersebut dapat
diperlakukan sebagai bonus ataupun goodwill
kepada sekutu baru.

1. Dianggap sebagai Bonus


Apabila kelebihannya dianggap sebagai bonus, maka
modal sekutu lama akan berkurang sebesar kelebihan
tersebut. Kelebihan tersebut akan ditanggung oleh
sekutu lama sesuai dengan pembagian laba-rugi.

Untuk Ana : 2/5 x Rp. 5.000.000= Rp. 2.000.000


Untuk Anik : 3/5 x Rp. 5.000.000= Rp. 3.000.000
Jurnal yang dibuat sehubungan dengan pemberian bonus:
Kas
Rp. 25.000.000
Modal Ana
Rp. 2.000.000
Modal Anik
Rp. 3.000.000
Modal Makri
Rp. 30.000.000

2. Dianggap sebagai Goodwill


Apabila kelebihannya dianggap sebagai
goodwill, maka modal sekutu lama tidak
berubah. Akan tetapi dibentuk rekening
tersendiri yaitu rekening Goodwill
Jurnal yang disusun sehubungan dengan
pemberian goodwil kepada sekutu baru adalah:
Kas
Rp. 25.000.000
Goodwill
Rp. 5.000.000
Modal Makri
Rp. 30.000.000

c. Modal Anggota Sekutu Baru Dicatat Lebih Kecil dari Riilnya


Dari contoh sebelumnya, apabila investasinya Makri diakui
sebesar 30% dari total modal persekutuan yang baru, maka modal
Makri yang dicatat dalam persekutuan dapat dihitung sbb:
Jumlah modal persekutuan yang baru adalah sebesar Rp. 75.000.000
Hak modal Makri yang diakui oleh persekutuan adalah sebesar:
30% x Rp. 75.000.000
= Rp. 22.500.000
Setoran riil dari Makri
= Rp. 25.000.000
Kelebihan setoran diatas modal = Rp. 2.500.000
Berdasarkan perhitungan tersebut diatas, ternyata setoran modal
Makri dicatat oleh persekutuan lebih kecil dari modal riilnya.
Kekurangan pencatatan modal tersebut dapat diperlakukan
sebagai bonus ataupun goodwill kepada sekutu lama.

a. Dianggap sebagai Bonus


Apabila kekurangan pencatatan setoran modal
tersebut dianggap sebagai bonus untuk sekutu
lama, maka modal sekutu baru akan berkurang
sebesar kekurangan pencatatan tersebut.
Untuk Ana : 2/5xRp.2.500.000=Rp.1.000.000
Untuk Anik : 3/5xRp.2.500.000=Rp.1.500.000
Jurnal untuk pemberian bonus:
Kas Rp. 2.500.000
Modal Ana
Rp. 1.000.000
Modal Anik
Rp. 1.500.000

2. Dianggap sebagai Goodwill


Apabila kekurangan pencatatan setoran modal tersebut dianggap sebagai
goodwill untuk sekutu lama, maka modal sekutu lama akan bertambah
sebesar goodwill yang dibentuk. Akan tetapi modal sekutu baru tidak
berkurang. Maka perhitungannya adalah:
100/30 x Rp. 25.000.000 = Rp. 83.333.000
Modal persekutuan riil
= Rp. 75.000.000
Goodwill
Rp. 8.333.000
Goodwill sebesar Rp. 8.333.000 dibagikan kepada sekutu lama dengan
perhitungan:
Untuk Ana : 40%xRp.8.333.000=Rp.3.333.200
Untuk Anik : 60%xRp.8.33.000=Rp.4.999.800
Jurnal untuk pemberian bonus adalah:
Kas Rp. 25.000.000
Goodwill Rp.8.333.000
Modal Ana
Rp. 3.333.200
Modal Anik
Rp. 4.999.800
Modal Makri
Rp. 25.000.000

Pengunduran Diri atau Meninggalnya


Anggota Sekutu
Apabila ada salah satu atau lebih anggota sekutu yang
mengundurkan diri atau meninggal dunia, maka anggota sekutu
tersebut akan menyelesaikan keuangannya atau investasinya yang
masih tertanam dalam persekutuan, atau kalau meninggal dunia
berarti wakil dari anggota keluarga sekutu yang meniggal dunia yang
menyelesaikannya.
Sekutu yang mengundurkan diri atau wakil sekutu yang meniggal
dunia akan mendapatkan hak kepemilikannya sebesar yang tercatat
didalam modal persekutuan. Sama halnya masuknya sekutu baru
pembukuan persekutuan juga harus ditutup pada saat terjadinya
pengunduran diri anggota sekutu atau meniggalnya anggota sekutu.
Jika pengunduran diri tidak bertepatan dengan tutup buku, maka
saldo modal dari sekutu yang mengundurkan diri atau meninggal tadi
perlu dilakukan sebagai kewajiban
Bunga (pengembalian lain) yang muncul dari hutang tersebut sampai
masa tindakan akhir dianggap sebagai biaya dari persekutuan yang
berjalan

Lanjutan...
Dalam mencatat penyelesaian akhir, akuntansi
tergantung pada apakah sekutu yang
mengundurkan diri menerima jumlah yang sama
dengan saldo akhir modalnya atau dalam jumlah
yang lebih besar atau lebih kecil dari pada modal
akhirnya
Jika sekutu yang mengundurkan diri atau meninggal
menerima sesuai dengan jumlah saldo modal
akhirnya, ayat jurnal yang diperlukan adalah:
Modal

(sekutu yang mengundurkan diri/ meninggal) XXX

Kas
xxx

Lanjutan...
Bila penyelesaian dengan sekutu yang mengundurkan diri atau yang
meninggal lebih besar atau lebih kecil dari saldo modal akhirnya,
cara penilaian kembali dengan membentuk rekening goodwill atau
tanpa dilakukan penilaian kembali dengan memberikan bonus
Pengembalian yang sesuai dengan saldo modalnya, lebih besar atau
lebih kecil dari saldo modalnya ini dipengaruhi oleh kondisi
perusahaan pada saat pengunduran diri atau meniggalnya anggota
tersebut
Apabila pengembalian yang sesuai dengan saldo modalnya berarti
kondisi persekutuan stabil atau penilaian terhadap aset-aset
persekutuan sudah sesuai dengan nilai wajarnya/pasar.
Akan tetapi apabila kondisi ekonomi persekutuan kurang baik atau
penilaian terhadap aset-aset persekutuan terlalu tinggi dari nilai
wajarnya, maka pengembaliannya bisa lebih rendah dari modal
riilnya, begitu juga sebaliknya apabila kondisi ekonomi persekutuan
baik dan penilaian terhadap aset-aset persekutuan terlalu kecil, maka
pengembaliannya bisa lebih besar dari saldo modal riilnya.

Contoh 3
Persekutuan CV. PURNAMA yang anggota-anggotanya terdiri
dari Manis, Manja dan Group membagi laba rugi dengan
perbandingan 3 : 3 : 4. pada tanggal 1 Mei 2000 para anggota
persekutuan telah menyepakati sdri Manis keluar dari
keanggotaan persekutuan. Pada awal tahun 2000 diketahui
komposisi modal amsing-masing anggota adalah sbbb:
Modal Manis
Rp. 20.000.000
Modal Manja
Rp. 25.000.000
Modal Group
Rp. 30.000.000
Diketahui juga sampai dengan tanggal 1 Mei 2000 keuntungan
yang diperoleh persekutuan sebesar Rp. 10.000.000.
berdasarkan contoh diatas, maka penyelesaiannya untuk
berbagai macam cara pengembalian modal kepada sekutu
yang mengundurkan diri atau meninggal adalah sbb:

1.

Sekutu yang Mengundurkan Diri/Meninggal


Memperoleh Hak Sebesar Saldo Modalnya

Apabila ada anggota persekutuan yang keluar


atau meninggal dunia memperoleh haknya
sebesar saldo modalnya, maka terlebih dahulu
harus dihitung saldo modal akhir anggota
tersebut setelah disesuaikan dengan laba atau
rugi sampai dengan saat anggota tersebut keluar.
Berdasarkan data diatas, maka jurnal yang
disusun sehubungan pengunduran diri Manis,
adalah:
Modal Manis
Rp. 23.000.000
Kas/Hutang
Rp. 23.000.000
(Rp. 20.000.000 + 3/10xRp.10.000.000)

2.

Sekutu yang Mengundurkan Diri atau Meninggal Dunia


Memperoleh Hak Lebih Besar dari pada Saldo Modalnya.

Apabila anggota persekutuan yang


mengundurkan diri atau meninggal
dunia diberikan haknya lebih besar
daripada saldo modal akhirnya, maka
ada 2 kemungkinan perlakuan
akuntansinya, yaitu:

a. Kelebihan Tersebut Diakui Sebagai Bonus


Dengan menggunakan contoh 3, apabila keluarnya Manis dari
persekutuan mendapat pengembalian uang kas sebesar Rp.
25.000.000 dan kelebihan pembayarannya diakui sebagai bonus
untuk sekutu yang keluar, maka perhitungannya adalah:
Hak yang diberikan
Rp. 25.000.000
Saldo modal riil
Rp. 23.000.000
Bonus
Rp. 2.000.000
Bonus sebesar Rp. 2.000.000 akan ditanggung oleh sekutu yang
ditinggalkan dengan rasio pembagian 3:4 dengan perhitungan
sbb:
Untuk Manja 3/7xRp.2.000.000 = Rp. 857.000
Untuk Group 4/7xRp.2.000.000 = Rp. 1.143.000
Sehingga jurnal yang dibuat adalah:
Modal Manis Rp. 23.000.000
Modal Manja Rp.
857.000
Modal Group Rp. 1.143.000
Kas/ Hutang
25.000.000

b. Kelebihan Tersebut Diakui


Sebagai Goodwill
Dengan contoh 3, apabila keluarnya
Manis dari persekutuan mendapat
pengembalian uang kas sebesar Rp.
25.000.000, dan kelebihan
pembayarannya diakui sebagai
goodwill, maka catatan akuntansinya
adalah:
Modal Manis
Rp. 23.000.000
Goodwill
Rp. 2.000.000
Kas/Hutang
Rp.

Lanjutan...
Jurnal diatas untuk pembentukan goodwill bagi sekutu yang
keluar, akan tetapi apabila goodwill yang dibentuk untuk
semua anggota sekutu, maka perhitungannya adalah:
Kelebihan Rp. 2.000.000 adalah sebesar 30% dari
keseluruhan goodwill yang dibentuk (lihat perbandingan laba
rugi 3:3:4), sehingga total goodwill yang dibentuk adalah:
100/30xRp. 2.000.000=Rp. 6.667.000 (pembulatan)
Goodwill sebesar Rp. 6.667.000 tersebut akan dibagikan
kepada semua anggota sekutu sbb:
Untuk Manis 3/10xRp.6.667.000=Rp.2.000.000
Untuk Manja 3/10xRp.6.667.000=Rp.2.000.000
Untuk Group 4/10xRp.6.667.000=Rp.2.667.000

Lanjutan...
Sehingga jurnalnya:
1. Jurnal pembentukan goodwill
Goodwill Rp.6.667.000
Modal Manis Rp. 2.000.000
Modal Manja Rp. 2.000.000
Modal Group Rp. 2.667.000
2. Jurnal keluarnya anggota sekutu
Modal Manis Rp. 25.000.000
Kas/Hutang
Rp.25.000.000

3.

Sekutu yang Mengundurkan Diri/Meninggal Dunia


Memperoleh Hak Lebih Kecil Daripada Saldo Modalnya

Apabila anggota persekutuan yang


mengundurkan diri/meniggal dunia
diberikan haknya lebih kecil daripada
saldo modal akhirnya, maka ada 2
kemungkinan perlakuan
akuntansinya, yaitu:

a. Pengurangan Hak Diakui Sebagai Bonus Sekutu yang


Melanjutkan

Dengan menggunakan contoh 3, apabila keluarnya Manis dari


persekutuan mendapat pengembalian uang kas sebesar Rp.
20.000.000, dan kekurangan pembarannya diakui sebagai bonus
untuk sekutu yang melanjutkan, maka perhitungannya adalah:
Hak yang diberikan
Rp. 20.000.000
Saldo modal riil
Rp. 23.000.000
Bonus
Rp. 3.000.000
Bonus untuk sekutu yang ditinggalkan sebesar Rp. 3.000.000
akan mengurangi pengembalian modal sekutu yang keluar.
Sehingga modal sekutu yang melanjutkan akan bertambah
sebesar bonus untuknya.
Untuk Manja 3/7xRp.3.000.000=Rp.1.286.000
Untuk Group 4/7xRp.3.000.000=Rp.1.714.000
Sehingga jurnal yang dibuat adalah:
Modal Manis Rp. 23.000.000
Modal Manja
Rp. 1.286.000
Modal Group
Rp. 1.714.000
Kas/Hutang
Rp. 20.000.000

b. Pengurangan Hak dengan


Mengurangi Rekening Goodwill
Apabila dalam persekutuan tersebut sudah ada rekening goodwill,
maka apabila pengembalian uang kas (asset) kepada sekutu yang
mengundurkan diri/meninggal dunia lebih kecil daripada haknya,
maka dapat mengurangi rekening goodwill tersebut baik khusus
sekutu yang keluar ataupun untuk semua anggota sekutu
Dengan menggunakan contoh 3, apabila keluarnya Manis dari
persekutuan mendapat pengembalian uang kas sebesar Rp.
20.000.000, dan pengurangan hak tersebut diakui sebgai goodwill,
maka catatan akuntansinya adalah:
Modal Manis Rp. 23.000.000
Goodwill
Rp. 3.000.000
Kas/ Hutang
Rp. 20.000.000
Jurnal tersebut untuk pengapusan goodwil bagi sekutu yang
keluar, akan tetapi apabila goodwill yang dihapus untuk semua
anggota sekutu, maka perhitungannya adalah:

Lanjutan...
Pengurangan Rp. 3.000.000 adalah sebesar 30%
dari keseluruhan goodwill yang dihapus (lihat
perbandingan laba rugi 3:3:4), sehingga total
goodwill yang dihapus 100/30xRp.3.000.000=Rp.
10.000.000
Penghapusan goodwill sebesar Rp. 10.000.000
tersebut akan dibagikan kepada semua anggota
sekutu sbb:
Untuk Manis 3/10xRp.10.000.000=Rp.3.000.000
Untuk Manja 3/10xRp.10.000.000=Rp.3.000.000
Untuk Group 4/10xRp.10.000.000=Rp.4.000.000

Lanjutan...
Sehingga jurnalnya adalah:
1. Jurnal penghapusan goodwill
Modal Manis
Rp. 3.000.000
Modal Manja
Rp. 3.000.000
Modal Group
Rp. 4.000.000
Goodwill
Rp. 10.000.000
2. Jurnal keluarnya anggota sekutu
Modal Manis
Rp. 20.000.000
Kas/ Hutang
Rp. 20.000.000