Anda di halaman 1dari 83

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah Dan Angka Kreditnya Jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan. Sedangkan Tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan professional Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus. Untuk dapat melaksanakan tugas tersebut, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah dinyatakan bahwa Pengawas Sekolah harus memiliki enam dimensi kompetensi yang dipersyaratkan, yaitu: Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Supervisi Akademik, Kompetensi Supervisi Manajerial, Kompetensi Evaluasi Pendidikan, Kompetensi Penelitian dan Pengembangan, Kompetensi Sosial Untuk mencapai keenam kompetensi yang dipersyaratkan bagi Pengawas itulah maka diperlukan berbagai upaya, diantaranya diklat penyiapan calon pengawas Pola Diklat calon pengawas sekolah yang harus dijalani oleh peserta adalah dalam kegiatan tatap muka (in servis-1) selama waktu 70 jam (meliputi mata diklat umum, merupakan modal awal untuk menjalani praktek lapangan on the job learning (OJL) selama kurang lebih 3 bulan atau 200 jam (150 jam di sekolah sendiri dan 50 jam) dilaksanakan di sekolah lain.

3 bulan atau 200 jam (150 jam di sekolah sendiri dan 50 jam) dilaksanakan di sekolah
3 bulan atau 200 jam (150 jam di sekolah sendiri dan 50 jam) dilaksanakan di sekolah

Kegiatan OJL sebagai tindak lanjut dari In servis-1 merupakan implementasi dari materi yang disampaikan master trainer dari LPPKS Surakarta selama kurang lebih 1 minggu mulai dari tanggal 24 Februari sampai dengan 2 Maret 2014 sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi calon pengawas sekolah. Porsi waktu OJL lebih besar karena calon pengawas sekolah/madrasah dituntut untuk belajar langsung di lapangan untuk melaksanakan Rencana Tindak Kepengawasan (RTK) yaitu untuk meningkatkan kompetensi diri calon pengawas sekolah berdasarkan hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) di sekolah sendiri (SMP Negeri 3 Pringkuku), yang terdiri dari kegiatan Sosial, melaksanakan observasi pembelajaran, melaksanakan supervisi akademik, supervisi manajerial di sekolah sendiri. Disamping melaksanakan Rencana Tindak Kepengawasan, juga melaksanakan tugas mandiri yang terdiri dari kegiatan Pengembangan Silabus Mata Pelajaran , Observasi Pembelajaran Guru di Sekolah sendiri dan sekolah lain, Pengembangan Model Penilaian (PKG) di Sekolah sendiri dan sekolah lain, Pengkajian Program Kepengawasan baik Kajian Program Kepengawasan Manajerial maupun Kajian Program Kepengawasan Akademik, Berdasar hasil penilaian Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) penulis sebagai peserta diklat calon pengawas sekolah, kelemahan yang paling menonjol yaitu pada Kompetensi Sosial maka penulis mengangkat tema yang terkait dengan Kompetensi Sosial dengan judul

Mengembangkan kompetensi Sosial (kepramukaan) oleh Guru dan optimalisasi program kepengawasan akademik dan manajerial. .

B. TUJUAN Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan OJL adalah:

1. Melaksanakan dan membuat laporan upaya peningkatan kompetensi Sosial Kepramkaan oleh guru ( berdasarkan hasil AKPK) baik secara mandiri maupun terprogram dan Rencana Tindakan Kepengawasan. (RTK) baik

hasil AKPK) baik secara mandiri maupun terprogram dan Rencana Tindakan Kepengawasan. (RTK) baik OJL CAWAS --
hasil AKPK) baik secara mandiri maupun terprogram dan Rencana Tindakan Kepengawasan. (RTK) baik OJL CAWAS --

Akademik maupun Manajerial beradasarkan hasil AKPK Calon Pengawas (50 JPL)

2. Menyusun perangkat pembelajaran untuk satu mata pelajaran lengkap (30 JP)

3. Menyusun laporan observasi pembelajaran di kelas terhadap 1 orang guru dari sekolah sendiris dan 1 orang guru dari sekolah lain, dalam upaya mencapai standar kompetensi lulusan. Bukti pengarahan/ feedback yang sudah disetujui oleh guru di sekolah sendiri (SMP Negeri 3 Pringkuku ) maupun oleh guru sekolah lain ( SMP Negeri 1 Pringkuku) (30 JP)

4. Mengembangkan model penilaian yang secara umum dapat dipandang lebih baik dari apa yang telah dikembangkan di sekolah, baik yg menyangkut mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaiannya, dalam bentuk Penilaian Kinerja Guru (30 JP)

5. Melaksanakan pengkajian terhadap program kepengawasan di Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan berkenaan dengan Implementasi 8 standar Nasional Pendidikan (SI, SKL, Proses, Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik, Pembiayaan). (50 PL)

6. Menyusun laporan (10 JP)

C. Hasil Yang Diharapkan ( OJL )

1. Terlaksana dan terbuatnya laporan upaya peningkatan kompetensi penelitian dan pengembangan oleh guru (berdasarkan hasil AKPK) baik secara mandiri maupun terprogram dalam bentuk Rencana Tindakan Kepengawasan. (RTK) baik Akademik maupun Manajerial beradasarkan hasil AKPK Calon Pengawas (50 JPL)

2. Tersusunnya perangkat pembelajaran untuk satu mata pelajaran lengkap (30 JP)

3. Tersusunnya laporan observasi pembelajaran di kelas terhadap beberapa guru (minimal 1 org untuk minimal 2 sekolah) dalam upaya mencapai standar kompetensi lulusan. Bukti pengarahan / feedback yang sudah

dalam upaya mencapai standar kompetensi lulusan. Bukti pengarahan / feedback yang sudah OJL CAWAS -- 2014
dalam upaya mencapai standar kompetensi lulusan. Bukti pengarahan / feedback yang sudah OJL CAWAS -- 2014

disetujui guru di sekolah asal calon pengawas dan oleh guru di sekolah magang (ada tandatangan guru bersangkutan) (30 JP)

4. Terkembangkannya model penilaian yang secara umum dapat dipandang lebih baik dari apa yang telah dikembangkan di sekolah, baik yg menyangkut mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaiannya (30 JP)

5. Terlaksananya pengkajian terhadap program kepengawasan di dinas pendidikan berkenaan dengan Implementasi 8 standar Nasional Pendidikan (SI, SKL, Proses, Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik, Pembiayaan). (50 PL)

6. Tersusunnya laporan (10 JP)

Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik, Pembiayaan). (50 PL) 6. Tersusunnya laporan (10 JP) OJL CAWAS -- 2014
Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik, Pembiayaan). (50 PL) 6. Tersusunnya laporan (10 JP) OJL CAWAS -- 2014

BAB II KONDISI NYATA TEMPAT OJL

A. Profil Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan

Dinas Pendidikan merupakan unsur pelaksana bidang pendidikan, dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Kepala Dinas mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan, melaksanakan urusan pendidikan berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah propinsi Jawa Timur. Tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan mengacu pada Peraturan Bupati Pacitan Nomor: 45 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan. Berikut fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan:

1. Fungsi Dinas Pendidikan:

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan; b. Penyelenggaraan urusan pendidikan serta pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya; c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan; d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan

tugas dan fungsinya. 2. Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan berdasarkan Peraturan Bupati Pacitan Nomor : 45 Tahun 2007

tentang Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan terdiri dari:

a. Kepala Dinas;

b. Sekretariat;

c. Bidang Pendidikan TK dan SD;

Pacitan terdiri dari: a. Kepala Dinas; b. Sekretariat; c. Bidang Pendidikan TK dan SD; OJL CAWAS
Pacitan terdiri dari: a. Kepala Dinas; b. Sekretariat; c. Bidang Pendidikan TK dan SD; OJL CAWAS

d.

Bidang Pendidikan SMP dan SM;

e. Bidang Tenaga Pendidikan;

f. Bidang Pendidikan Luar Sekolah;

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

Struktur Organisasi secara garis besar dapat penulis uraikan seperti

gambar 1 di bawah ini. Gambar : 1 STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN

penulis uraikan seperti gambar 1 di bawah ini. Gambar : 1 STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN OJL
penulis uraikan seperti gambar 1 di bawah ini. Gambar : 1 STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN OJL
penulis uraikan seperti gambar 1 di bawah ini. Gambar : 1 STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN OJL

B. Profil Tempat Magang Sekolah Sendiri (SMP NEGERI 3 PRINGKUKU) 1. Gambaran Umum SMP Negeri 3 Pringkuku merupakan sekolah menegah yang berdomisili di desa Candi Kecamatan Pringkuku dengan kondisi Geografi yang berbukit kapur. Input siswa dari sekolah dasar(SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik negeri maupun swasta yang tersebar di desa Dadapan, desa Poko, desa Candi, desa Jlubang, desa Watukarung dan desa Dersono dengan 11 SD dan MI, tingkat sosial ekonomi masyarakat di sekitar SMPN 3 Pringkuku sangat bervariatif menurut tingkat kesejahteraannya. Dari jumlah siswa 325, menurut data sekolah sekitar 85% yang dikategorikan miskin. Sehingga partisipasi masyarakat (donatur) belum maksimal, yang ditandai kontribusi RAPBS dari komite baru sekitar 30%. Faktor Politik dan keamanan di daerah Candi cukup kondusif terhadap penyelenggaraan pendidikan. Hal ini ditandai beberapa kali pelaksanaan pemilu tetap menunjukkan situasi kondusif terhadap penyelenggaraan pendidikan. Manfaat/ sisi positif kemajuan Iptek yang ada dan juga dirasakan masyarakat sekitar sekolah, membuka peluang bagi lembaga pendidikan (SMPN 3 Pringkuku) untuk mempercepat akses informasi berbagai hal terkait dengan dunia pendidikan, sehingga juga dirasakan manfaatnya oleh anak didik. Oleh karena itu penggunaan Iptek perlu dioptimalkan untuk menunjang guru dalam pengembangan bahan ajar agar proses pembelajaran semakin berkualitas. Keadaan gedung yang ada di SMP N. 3 Pringkuku sudah bisa dikatakan lengkap. Siswa SMP N. 3 Pringkuku terdiri dari 320 siswa.

2. Profil Sekolah:

1. Nama Sekolah

:

SMP Negeri 3 Pringkuku

2. No. Statistik Sekolah / NPSN

:

20510955

3. Tipe Sekolah

:

A/A1/A2/B/B1/B2/C/C1/C2

Statistik Sekolah / NPSN : 20510955 3. Tipe Sekolah : A/A1/A2/B/B1/B2/C/C1/C2 OJL CAWAS -- 2014 Page
Statistik Sekolah / NPSN : 20510955 3. Tipe Sekolah : A/A1/A2/B/B1/B2/C/C1/C2 OJL CAWAS -- 2014 Page

4. Alamat Sekolah

: Jln. Dadapan-Watukarung Km 05, Desa

Candi

:

(Kecamatan) Pringkuku

:

(Kabupaten/Kota) Pacitan

:

(Propinsi) Jawa Timur

5. Telepon/HP/Fax

6. -

: 0357-5101391

Jarak Sekolah Ke Dinas Kabupaten/Kota : 15 Km

- Transportasi yang digunakan menuju sekolah Siswa/Guru : Jalan

Kaki/ Sepeda Motor/angkutan

7. Status Sekolah

8. Nilai Akreditasi Sekolah

:

Negeri/Swasta (coret yang tidak perlu)

: Amat Baik

Skor

= 87,55

9. Kepemilikan Tanah

:

Pemerintah

a. Status Tanah

:

Pemerintah

b. Luas Tanah

:

5460 m 2

10.Rekening Rutin Atas Nama Sekolah

a. Nomor

:

0067-01-030694-50-4

b. Atas Nama

:

SMPN 3 Pringkuku

c. Nama Bank dan Cabang

:

BRI, Cabang Pacitan

11. Data Peserta Didik Baru 3 tahun terakhir :

Th.

l Pendaftar

Kelas VII

Kelas VIII

Kelas IX

Jumlah s. VII + VIII + IX)

Pelajar

Cln Siswa

 

mlah

 

mlah

 

mlah

   

an

Baru)

l Siswa

Romb

l Siswa

Romb

Siswa

Romb

Siswa

ombel

el

el

el

011/2012

106

106

4

102

4

99

4

307

12

012/2013

109

109

4

104

4

100

4

313

12

013/2014

103

103

4

111

4

110

4

324

12

2. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah

a. Visi

BERIMAN DAN BERTAKWA, BERJIWA MANDIRI, DAN UNGGUL DALAM PRESTASI

b. Misi

a. Visi “ BERIMAN DAN BERTAKWA, BERJIWA MANDIRI, DAN UNGGUL DALAM PRESTASI ” b. Misi OJL
a. Visi “ BERIMAN DAN BERTAKWA, BERJIWA MANDIRI, DAN UNGGUL DALAM PRESTASI ” b. Misi OJL

1) Melaksanakan ajaran agama, dengan mengintensifkan kehidupan beragama di sekolah dan di masyarakat. 2) Mentaati norma dan kedisiplinan yang berlaku di sekolah, serta menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan di masyarakat. 3) Mengembangkan kurikulum sekolah, sesuai dengan potensi, karakteristik, dan sosiall budaya masyarakat. 4) Melaksakan proses pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang, didukung oleh sumber daya pendidik yang kompetitif. 5) Melaksanakan penilaian otentik, dengan pengembangan prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. 6) Meningkatkan tingkat kelulusan, dengan lulusan yang cerdas, kreatif, kompetitif, serta berakhlaq mulia. 7) Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik, dengan didukung oleh sarana prasarana yang memadai dan bakat minat siswa, agar bisa mencapai hasil yang optimal. 8) Mewujudkan penggalangan biaya pendidikan dari peran serta masyarakat yang memadai dan legal.

c.Tujuan Sekolah :

1) Mengembangkan kurikulum yang dilengkapi dengan perangkat pembelajaran (pemetaan, standar kompetensi dan kompetensi dasar, silabus, prota, promes, RPP) semua mata pelajaran serta mengembangkan kurikulum muatan lokal dan standar sistem penilaian. 2) Mengembangkan strategi pembelajaran kooperatif diantaranya pembelajaran model CTL, Pakem, kooperatif learning dan pembelajaran berbasis masalah dengan mengoptimalkan media pembelajaran.

kooperatif learning dan pembelajaran berbasis masalah dengan mengoptimalkan media pembelajaran. OJL CAWAS -- 2014 Page 9
kooperatif learning dan pembelajaran berbasis masalah dengan mengoptimalkan media pembelajaran. OJL CAWAS -- 2014 Page 9

3) Mencapai standar ketuntasan belajar untuk semua mata pelajaran. 4) Memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas. 5) Menanamkan sikap sesuai dengan kepribadian yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. 6) Memenuhi kebutuhan sarana prasarana kegiatan pembelajaran (Lab. IPA, Lab. Komputer, Perpustakaan,LCD, media pembelajaran matematika, bahasa Inggris, IPA dan pembangunan ruang Lab. Bahasa) dan fasilitas penunjang lain. 7) Melaksanakan manajemen berbasis sekolah dan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah secara demokratis, akuntabilitas dan terbuka 8) Membekali lulusan dengan kecakapan hidup sesuai bakat dan minat siswa. 9) Mengoptimalkan pelaksanaan program remidi dan pengayaan. 10)Menggalang pembiayaan pendidikan secara adil, demokratis dan memanfaatkan secara terencana serta dipertanggungjawabkan secara jujur, transparan memenuhi akutabilitas

C. Profil Tempat Magang Sekolah Lain (SMP N 1 PRINGKUKU) 1. Gambaran Umum SMP Negeri 1 Pringkuku berada di desa Ngadirejan yang merupakan pusat pemerintahan kecamatan Pringkuku,

1. Nama Sekolah

:

UPT SMPN 1 PRINGKUKU

2. No. Statistik Sekolah

:

201051206041

 

3. Tipe Sekolah

:

A

4. Alamat Sekolah

:

DESA NGADIREJAN

:

(Kecamatan) PRINGKUKU

:

(Kabupaten/Kota) PACITAN

:

(Propinsi) JAWA TIMUR

5. Telepon/HP/Fax

:

(0357) 511128 Fax. (0357) 511543

6. Status Sekolah

:

Negeri

7. Nilai Akreditasi Sekolah

:

A

Skor

= 94

8. Luas Lahan, dan jumlah rombel

: 18 Rombel

Akreditasi Sekolah : A Skor = 94 8. Luas Lahan, dan jumlah rombel : 18 Rombel
Akreditasi Sekolah : A Skor = 94 8. Luas Lahan, dan jumlah rombel : 18 Rombel

Luas Lahan

:

26.605

m2

jumlah ruang pada lantai 1

: 18

jumlah ruang pada lantai 2

:

jumlah ruang pada lantai 3

:

Jumlah Rombel

: 18

Nilai Akreditasi Sekolah

:

A

9. Prosentase ruang kelas yang sudah berbasis IT :

10. Data Siswa 4 (empat tahun terakhir):

Lantai =
Lantai =

Th. Pelajaran

l Pendaftar n Siswa Baru)

Kelas VII

Kelas VIII

Kelas IX

Jumlah (Kls. VII + VIII + IX)

 

mlah

 

mlah

 

mlah

   
 

ml Siswa

Rombel

ml Siswa

Rombel

ml Siswa

Rombel

Siswa

Rombel

2010/2011

161

161

6

162

6

161

6

484

18

2011/2012

164

164

6

161

6

163

6

488

18

2012/2013

165

165

6

162

6

156

6

482

18

2013/2014

132

132

6

167

6

161

6

460

18

2. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah

a. Visi :

“ BERPRESTASI, BERBUDI PEKERTI DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

YANG BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA”

b.

Misi .

1.

Mewujudkan prestasi siswa dalam bidang akademik dan non akademik

2.

Meningkatkan udaya baca dan tulis

3.

Meningkatkan pembelajaran berbasis TI

4.

Mewujudkan budaya disiplin, jujur, santun, tanggung jawab bagi seluruh warga sekolah

5.

Menyelenggarakan kegiatan keagamaan

6.

Mewujudkan budaya bersi, rindang, aman, sehat, indah pada lingkungan sekolah sehingga kondusif untuk belajar.

7.

Memanfaatkan lingkungan untuk sumbe balajar

8.

Menanamkan kepada seluruh warga sekolahtentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan

8. Menanamkan kepada seluruh warga sekolahtentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan OJL CAWAS -- 2014 Page 11
8. Menanamkan kepada seluruh warga sekolahtentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan OJL CAWAS -- 2014 Page 11

9. Menunjukkan sikap peduli untuk mencegah pencemaaran lingkungan atau kerusakan lingkungan

INDIKATOR

1. Terwujudnya Pengembangan Kurikulum SMPN 1 Pringkuku dan Kurikulum 2013

2. Terwujudnya peningkatan prestasisiswa dalam bidang akademik dan

non akademik

3. Terwujudnya pembelajaran yang berbasis TI

4. Terwujunya pendidikan yang berkarakter pada seluruh komponen warga sekolah

5. Terwujudnya pelakasanaan kegiatan-kegiatan keagamaan

6. Terwujudna pengembangan budaya bersih, rindang, aman, sehat, indah pada lingkungan sekolah.

7. Terwujudnya kepedulian dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar

8. Terwujudnya kepedulian terhadap upaya kelestarian lingkungan

9. Terwujudnya kepedulian terhadap upayauntuk mengatasi pencemaran atau kerusakan lingkungan.

MOTTO KAWRUHING PUJANGGA AMBUKA BUDI “Menurut Arti Kata Merupakan Lambang angka tahun berdiri sekolah yaitu tahun 1984” Menurut makna kata : ilmu pengetahuan akan dapat membuka hati dan pikiran untuk mencapai kebahagiaan

TUJUAN Dalam kurun waktu 5 tahun sekolah mempunyai tujuan yang ingin dicapai anatara lain:

1. Mencapai prestasi di bidang akademik dan non akademik

yang ingin dicapai anatara lain: 1. Mencapai prestasi di bidang akademik dan non akademik OJL CAWAS
yang ingin dicapai anatara lain: 1. Mencapai prestasi di bidang akademik dan non akademik OJL CAWAS

2.

Terwujudnya inovasi kegiatan pembelajaran yang berbasis TI

3. Menerapkan budi pekerti luhur pada kehiduan sehari-hari baik di ingkungan sekolah atau di masyarakat

4. Menimpletaikan nilai-nilai IMTAQ dalam kehidupan sehari-hari

5. Mengembangkan udaya bersih,rindang, aman, sehat dan indah pada lingkungan sekolah

6. Menerapkan kepedulian kelestarian alam dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar

7. Mengembangkan upaya mengatasi pencemaran dan atau kerusakan lingkungan

8. Tercapainya sekolah yang bersih, hijau dan nyaman untuk belajar.

D. Permasalahan Dilapangan. Untuk memujudkan profsionalisme guru, perlu adanya pembinaan secara terus menerus melalui pendidikan dan latihan, seminar, workshop atau melanjutkan pendidikan ke lebih tinggi. Sedangkan kinerja guru dapat ditingkatkan melalui kedisiplinan, mengajar tepat waktu, pemberian motivasi, pemberian reward dan pemberian bimbingan melalui supervisi yang terpogram dengan baik. Pada tahun ajaran 2013-2014 khususnya hasil pembelajaran ditemukan masih banyaknya tenaga pendidik yang hanya mementingkan aspek kognitif (pengetahuan) sedang aspek afektif dan psikmotor masih kurang diperhatikan, untuk itulah penulis menganalisa tentang pentingnya aspek psikomotor pada kegiatan Kompetensi Sosial Kepramukaan dan optimalisasi program kepengawasan akademik dan manajerial, karena pada tahun ajaran 2013-2014 adanya guru sering dihadapkan dengan berbagai persoalan baik yang menyangkut strategi, metode pembelajaran, Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), aspek penilaian.

metode pembelajaran, Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), aspek penilaian. OJL CAWAS -- 2014 Page 13
metode pembelajaran, Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), aspek penilaian. OJL CAWAS -- 2014 Page 13
OJL CAWAS -- 2014 Page 14
OJL CAWAS -- 2014 Page 14

BAB III RENCANA TINDAK KEPENGAWASAN

A. Tema/Judul RTK

Mengacu dari hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK), menunjukkan bahwa Kompetensi Sosial memperoleh hasil yang paling rendah yaitu 67, dan sebagai upaya peningkatan kompetensi diri, khususnya dibidang supervisi akademik dan Supervisi Manajerial, maka penulis mengambil tema “Mengembangkan kompetensi Sosial (kepramukaan) oleh Guru dan optimalisasi program kepengawasan akademik dan manajerial.sebagai Rencana Tindakan Kepengawasan (RTK) pada saat On The Job Learning (OJL) selama kurang lebih 3 bulan yang pelaksanaannya berada di dua sekolah, yaitu sekolah sendiri (SMP Negeri 3 Pringkuku) dan di sekolah yang lain (SMP Negeri 3 Pringkuku) dimulai pada tanggal 3 Maret 2014 sampai dengan 23 Mei 2014. 1. Evaluasi Diri Calon Pengawas (AKPK Calon Pengawas Sekolah) Hasil pemetaan Calon Pengawas Sekolah berdasarkan Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) calon pengawas sekolah menunjukkan bahwa Kompetensi penulis adalah sebagai berikut :

Kompetensi Kepribadian (76), Supervisi Manajerial (83), Supervisi Akademik (88), Evaluasi Pendidikan (77), Litbang (73) dan Kompetensi Sosial (67). Data Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) seperti di bawah ini:

 

1

100 50 0
100
50
0
 

6

2

 

Kode 

Jumlah  1 100 50 0   6 2   Kode 5 3 4 konteks (SMPN Pringkuku)

5

3

4

konteks

(SMPN

Pringkuku)

2. Evaluasi Diri Sekolah / analisis

3

Kompetensi

Kode

Jumlah

Kepribadian

1

76

Supervisi Manajerial

2

83

Supervisi Akademik

3

88

Evaluasi Pendidikan

4

77

Litbang

5

73

Sosial

6

67

3 88 Evaluasi Pendidikan 4 77 Litbang 5 73 Sosial 6 67 OJL CAWAS -- 2014
3 88 Evaluasi Pendidikan 4 77 Litbang 5 73 Sosial 6 67 OJL CAWAS -- 2014

a. Análisis Kondisi

1)

Analisis Lingkungan Strategi

2)

Dengan semakin kondusifnya kondisi ekonomi,keamanan , kemajuan IPTEK akan semakin mendukung penyelenggaraan pendidikan di SMPN.3 Pringkuku, dalam 4 tahun mendatang. Hal ini di dukung pula oleh disetujuinya UUSPN NO 20 tahun 2003 tentang anggaran pendidikan sebesar 20 % dari APBN oleh mahkamah konstitusi. Disamping itu juga didukung Undang-Undang Pendidikan NO 20 tahun 2004 tentang SISDIKNAS dan diperjelas dengan PP No 19 tahun 2005 tentang SNP dan Permendiknas No 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan. SMP 3 Pringkuku terletak disebelah selatan Kabupaten Pacitan, dengan variabel input siswa bervariasi baik ekonomi orang tua, lingkungan yang mudah dijangkau sampai yang sangat sulit dijangkau. Menurut konsep pemerataan pendidikan perlu memikirkan strategi ini agar terjadi peningkatan mutu sehingga pemerataan terpenuhi tetapi mutu tetap terjaga. Analisis Lingkungan Saat Ini. Kondisi pendidikan Indonesia pada saat ini banyak mengalami kemajuan dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terhadap bidang pendidikan cukup tinggi, baik dalam hal upaya pemerataan memperoleh pendidikan, peningkatan sarana prasarana pendidikan, peningkatan kwalitas guru, dsb. Namun mutu pendidikan (sekolah) secara umum masih rendah. Hal itu bisa dilihat dari batas standar lulus yang masih rendah, tingginya angka putus sekolah, serta kompetensi lulusan yang kurang baik. Di sisi lain, pendidikan dituntut untuk senantiasa mengikuti dinamika yang terjadi dalam kehidupan sosial, ekonomi, informasi dan

senantiasa mengikuti dinamika yang terjadi dalam kehidupan sosial, ekonomi, informasi dan OJL CAWAS -- 2014 Page
senantiasa mengikuti dinamika yang terjadi dalam kehidupan sosial, ekonomi, informasi dan OJL CAWAS -- 2014 Page

3)

teknologi. Untuk itu pemerintah menetapkan standar nasional minimal yang harus dipenuhi oleh penyelenggara pendidikan/sekolah. Kondisi sosial masyarakat di sekitar SMPN 3 Pringkuku sangat bervariatif menurut tingkat kesejahteraannya. Dari jumlah siswa 324, menurut data sekolah sekitar 80% yang dikategorikan miskin. Akan tetapi partisipasi masyarakat belum maksimal ditandai kontribusi RAKS dari komite baru sekitar 30%. Faktor Politik dan keamanan di daerah Candi masih kondusif terhadap penyelenggaraan pendidikan. Hal ini ditandai beberapa kali pelaksanaan pemilu tetap menunjukkan situasi kondusif terhadap penyelenggaraan pendidikan. Manfaat/ sisi positif kemajuan Iptek yang ada dan juga dirasakan masyarakat sekitar sekolah, membuka peluang bagi lembaga pendidikan (SMPN 3 Pringkuku) untuk mempercepat akses informasi

berbagai hal terkait dengan dunia pendidikan, sehingga juga dirasakan manfaatnya oleh anak didik. Oleh karena itu penggunaan Iptek perlu dioptimalkan untuk menunjang guru dalam pengembangan bahan ajar agar proses pembelajaran semakin berkualitas. Analisis Lingkungan Masa yang akan Datang

a) Identifikasi Tantangan Nyata 4 Tahun ke depan Secara garis besar tedapat kesenjangan antara aspek sekolah Menurut PP 19/2005 dan Kondisi Sekarang Yaitu :

STANDAR

IDEAL

RATING

KESEN-

(SNP)

HASIL

JANG

EDS

AN

STANDAR ISI

2,00

1,79

0,21

STANDAR PROSES

2,00

1,29

0, 71

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

2,00

1,98

0,02

STANDAR PTK

2,00

1,88

0,12

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN 2,00 1,98 0,02 STANDAR PTK 2,00 1,88 0,12 OJL CAWAS -- 2014 Page
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN 2,00 1,98 0,02 STANDAR PTK 2,00 1,88 0,12 OJL CAWAS -- 2014 Page

STANDAR

SARANA

DAN

2,00

1,56

0,44

PRASARANA

STANDAR PENGELOLAAN

 

2,00

1,42

0,58

STANDAR PEMBIAYAAN

 

2,00

1,80

0,20

STANDAR PENILAIAN

 

2,00

1,47

0,53

RATA-RATA

2,00

1,64

0,35

4)

Profil dan Rekomendasi Sesuai dengan kesenjangan yang ada dan berdasarkan pada evaluasi diri sekolah, maka telah ditentukan program dan kegiatan untuk menghilangkan/meminimalisir kesenjangan yang ada, secara ringkas dapat penulis uraikan sebagai berikut (terlampir):

Standar

 

Program

 

Kegiatan

STANDAR

Peningkatan sikap percaya diri pada siswa

Ekstra kurikuler

KOMPET

ENSI

meningkatkan

jumlah

siswa

yang

Peningkatan kunjungan siswa ke perpustakaan, mengoptimalkan

mampu

belajar

secara

mandiri

LULUSA

N

menggunakan

berbagai

sumber

belajar

pemanfaatan

lingkungan

 

sekolah,

pendirian

warnet

sekolah

Tingkat kelulusan 100%

 

Tambahan

pelajaran,

tryout,

 

pengadaan

soal-soal,

bimbingan

belajar,paket

mandiri

Mengenal pemanfaatan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab

Mengadakan perkemahan Pramuka, Jumbara PMR, Outbound, Gerakan penanaman pohon, Unit Warung Kejujuran

Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar dan aman

Pemaksimalan program 7-K, Penilaian mingguan kebersihan, Classmeeting, O2SN/FLSN, Ekstra , Jumat sehat dan bersih

Penguasaan pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi

Konseling belajar,

Bimbingan

Belajar,

ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi Konseling belajar, Bimbingan Belajar, OJL CAWAS -- 2014 Page 18
ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi Konseling belajar, Bimbingan Belajar, OJL CAWAS -- 2014 Page 18
 

Berkomunikasi

baik

lisan

maupun

Ekstra Debat Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, Pengiriman Duta Kesehatan dan Duta Wisata, Lomba Pidato, Pelatihan Protokol, Dai remaja, Lomba sinopsis, lomba baca puisi

tulisan secara efektif dan santun

Melaksanakan

ajaran

agama

dan

Pembiasaan shalat jamaah dhuhur, shalat Jumat, dan Ekstra Kerohanian Islam, Maulid Nabi Muhammad, Isro' Mi'roj, Pondok Ramadhan, Tarawih dan Tadarus, Nuzulul Quran, Idhul Adha, Ekstra Baca Tulis Quran,

akhlak mulia

 

Mempertahankan kepemilikan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik setelah belajar akhlak mulia sesuai ajaran agama yang dianutnya

Melaksanakan Pembiasaan shalat jamaah dhuhur, shalat Jumat, dan Ekstra Kerohanian Islam, Maulid Nabi Muhammad, Isro' Mi'roj, Pondok Ramadhan, Tarawih dan Tadarus, Nuzulul Quran, Idhul Adha, Ekstra Baca Tulis Quran,

Penambahan jumlah siswa yang mentaati aturan sekolah dan norma social

Penegakan Tata Tertib sekolah

Memberikan pengalaman belajar iptek secara efektif.

Ekstra KIR, Lomba Kompetensi Siswa, Lomba Karya Tulis, Lomba Mading

Mengenali

dan

menganalisis

gejala

MOS, Bakti sosial

 

alam dan sosial.

   

Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.

Ekstra

Tari,

Musik,

Teater,

OSN,O2SN, FLSN, Hadrah

Mengembangkan dan memelihara kebugaran jasmani serta pola hidup sehat

Ekstra Bola Voli,UKS, Gerakan Jumat sehat, Lomba Duta Kesehatan,

Merawat tubuh serta lingkungan, mengenal berbagai penyakit dan cara pencegahannya serta menjauhi narkoba

Penyuluhan Narkoba, miras dan Rokok, Penyuluhan Remaja, Duta Kesehatan

STANDAR

merevisi cakupan Muatan Kurikulum dalam Pemenuhan Standar Isi

Workshop

pengembangan

ISI

kurikulum

 

Merevisi materi ajar sesuai dengan SKL (membentuk karakter, mengembangkan kreatifitas, mengembangkan kemampuan komunikatif, mengembangkan budaya dan kemampuan belajar)

Workshop

pengembangan

bahan ajar

 

Meningkatkan materi ajar yang relevan dengan kebutuhan

workshop

penyusunan

materi

ajar

materi ajar yang relevan dengan kebutuhan workshop penyusunan materi ajar OJL CAWAS -- 2014 Page 19
materi ajar yang relevan dengan kebutuhan workshop penyusunan materi ajar OJL CAWAS -- 2014 Page 19
 

Menyusun

pedoman

pelaksanaan

Workshop

penyusunan

kegiatan bidang kurikulum

 

kurikulum

Menyesuaikan

jam

belajar

sesuai

tambahan jam pelajaran

 

dengan SNP

 

STANDAR

Meningkatkan kepemilikan RPP untuk setiap mata pelajaran

workshop penyusunan RPP

PROSES

Mempertahankan

pemenuhan

workshop metode pembelajaran, pembuatan media pembelajaran/alat peraga

persyaratan

proses

pelaksanaan

pembelajaran

 

Meningkatkan

pelaksanaan

workshop

pembuatan

pembelajaran bermutu di sekolah

administrasi pembelajaran

Meningkatkan

PBM

dan

Penerapan pendidikan karakter disekolah

mengembangkan kemampuan berkomunikasi efektif dan santun

Memberikan kesempatan kepada warga sekolah, untuk mudah mengakses informasi dalam PBM.

Pembuatan

web

site

sekolah,

Blog,E-mail,

 

Twiter/facebook, Mengikuti

 

program

komunitas

provider

Meningkatkan budaya dan lingkungan sekolah kondusuf untuk pembelajaran

Pembiasaan diri berperilaku disiplin, jujur dan tanggap (Tiga pilar karakter)

Meningkatkan

Interaksi

guru-siswa

Seminar, bimbingan intensif

mendukung efektifitas PBM

 

Meningkatkan suasana akademik di sekolah mendukung pembelajaran (kondusif)

Menyusun

jadwal

pelajaran,

pengadaan buku pelajaran

Meningkatkan

pelaksanaan

Supervisi

kelas,

penilaian

pemantauan, pengawasan, dan Evaluasi (persiapan, proses, penilaian)

portofolio

 

Meningkatkan program tindak lanjut

 

Pelatihan

guru,

Pembuatan

 

PTK, Workshop

 

STANDAR

Meningkatkan penilaian yang dilakukan secara holistik dan berkesinambungan untuk efisiensi PBM

workshop penyusunan program penilaian

PENILAI

AN

 

Meningkatkan kesesuaian instrumen penilaian dengan kompetensi dan proses pembelajaran yang di ukur

workshop penyusunan program penilaian

Meningkatkan Evaluasi yang dilakukan berdasarkan penjaminan mutu

workshop penjaminan mutu

Meningkatkan jumlah Guru yang menganalisis hasil penilaian utk perbaikan PBM

Pelatihan, kegiatan MGMP

Melakukan

penilaian

dengan

evaluasi/penilaian,

melakukan

menerapkan aspek

keadilan,

analisis

transparansi dan akuntabilitas

 

STANDAR

Memenuhi jumlah guru

 

Mutasi dari sekolah lain

 

PTK

 

Memiliki

guru

yang

kualifikasi

&

Pelatihan/diklat pengembangan

sertifikat sesuai SNP

profesi

dan

kompetensi

 

guru

pengembangan sertifikat sesuai SNP profesi dan kompetensi   guru OJL CAWAS -- 2014 Page 20
pengembangan sertifikat sesuai SNP profesi dan kompetensi   guru OJL CAWAS -- 2014 Page 20
 

Memiliki guru mengajar sesuai bidang studinya

Pelatihan/Diklat alih fungsi

Meningkatkan jumlah guru yang bekerja secara efektif dan efisien dalam melaksanakan pembelajaran yang bermutu

MGMP, pelatihan

 

Meningkatkan

kualitas

guru

secara

Sertifikasi guru, pelatihan

profesional dalam bidangnya

Meningkatkan kedisiplinan guru dalam mengajar

Pengisian

daftar

hadir,

pembinaan

dari

Kepala

 

Sekolah

Meningkatkkan

kualitas

guru

yang

Pelatihan, workshop, pemberian motivasi

dapat dijadikan teladan oleh siswa

Meningkatan kompetensi PTK dalam rangka memenuhi kebutuhan sekolah

Pelatihan, workshop

 

Memenuhi

Jumlah

tenaga

Mutasi dari sekolah lain

kependidikan

mencukupi

kebutuhan

Peningkatan

kompetansi

Kepala

Diklat,

MKKS,

Rapat

Sekolah

Koordinasi, Bintek

Meningkatkan kepemimpinan sekolah dan mampu menerapkan cirri-ciri kepemimpinan yang efektif.

Pelatihan

kepemimpinan

sekolah

Meningkatkan jumlah tenaga kependidikan yang bekerja secara efektif dan efisien dalam melaksanakan pembelajaran yang bermutu

workshop kependidikan, diklat, peningkatan pendidikan

Meningkatkan

jumlah

tenaga

Pelatihan, workshop, seminar

pendidikan profesional dalam

bidangnya

Meningkatan kompetensi PTK yang dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan sekolah

Pelatihan, workshop

 

STANDAR

Memiliki rumusan visi dan misi yang dipahami oleh semua komponen sekolah

Sosialisasi

PENGEL

OLAAN

Memiliki dokumen perencanaan yang berkualitas, mencakup peningkatan PBM, tenaga kependidikan, dan sarpras; yang dijalankan secara konsisten

Membuat dokumen, workshop, pembimbingan

Melibatkan semua komponen sekolah dalam pelaksanaan program sekolah yang dimuat dalam perencanaan

membuat

program

kerja,

sosialisasi,

menyusun

jadual

Meningkatkan

pelaksanaan

Membuat program kerja, RKS, RKAS

perencanaan evaluasi sekolah berdasarkan capaian indikator

Meningkatkan

pelaksanaan

Membuat program kerja, RKS, RKAS

perencanaan evaluasi sekolah berdasarkan capaian indikator

program kerja, RKS, RKAS perencanaan evaluasi sekolah berdasarkan capaian indikator OJL CAWAS -- 2014 Page 21
program kerja, RKS, RKAS perencanaan evaluasi sekolah berdasarkan capaian indikator OJL CAWAS -- 2014 Page 21
 

Meningkatkan dan melaksanakan pengelolaan sekolah secara efektif dan efisien untuk peningkatan mutu sekolah

Membuat program kerja, RKS, RKAS, Rencana Anggaran

Meningkatkan

kontribusi

komite

Rapat Koordinasi dengan komite, menyusun program kerja bersama

terhadap

peningkatan

mutu

sekolah

STANDAR

 

kebutuhan,

SARANA

Memenuhi rasio ruangan memadai

Identifikasi mengatur ruang

 

DAN

Meningkatkan

sarana

dan

prasarana

Pengadaan sarana prasarana

PRASAR

yang cukup dan sesuai

ANA

Meningkatkan sarana dan prasarana digunakan secara efisien dan efektif untuk pelaksanaan PBM yang berkualitas

Penyediaan media pembelajaran

Meningkatkan

perawatan

sarana

Mengoptimalkan

tenaga,

prasarana secara teratur

pengaturan

tenaga

 

kebersihan

STANDAR

Mengikutsertakan partisipasi masyarakat dalam rapat penetapan besaran pembiyaan yang harus ditanggung oleh Orang tua murid

Rapat pleno komite Dalam menentukan rencana anggaran dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi orang tua siswa

PEMBIA

YAAN

Melaksanakan Pembiayaan untuk PTK, sarpras, dan pengelolaan dilakukan secara proporsional

Pemberian

Honorarium

PTT,

GTT,

pengadaan

sarana

prasarana

Meningkatkan pembiayaan yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk meningkatkan mutu sekolah dan PBM yang berkualitas

Pengguaan

dana

BOS

sesuai

dengan atuan yang ada

Melakukan penggunaan dan pelaporan pendanaan dilakukan secara akuntabel

pelatihan

penyusunan

laporan

keuangan

3. Rencana Tindak Kepangawasan Berdasarkan kondisi riil yang ada di sekolah, rekomendasi berdasarkan EDS, program kerja yang ada di sekolah serta hasil dari AKPK, maka penulis merumuskan Rencana Tindak Kepengawasan , dapat di uraikan secara ringkas sebagai berikut:

NO

TUJUAN

PROGRAM

 

SKENARIO LANGKAH- LANGKAH KEGIATAN

WAKTU

KEGIATAN

OJL

 

1

Peningkatan

kemamp

Membimbing

guru

dalam menyusun

1.

guru mengidentifikasi masalah dalam pelatihan pramuka

Membantu

dalam

Minggu

ke-2

uan

program

kerja

s.d.

pengem

kegiatan

2.

Membimbing

guru

dalam

mingg

bangan

kepramukaan .

mengisi instrumen kepramukaan

observasi

u ke

4

kompete

bulan

nsi

3.

Membimbing

guru

dalam

Maret

u ke 4 kompete bulan nsi 3. Membimbing guru dalam Maret OJL CAWAS -- 2014 Page
u ke 4 kompete bulan nsi 3. Membimbing guru dalam Maret OJL CAWAS -- 2014 Page
 

sosial

   

menyusun rencana kegiatan

2014

kepramu

kepramukaan

kaan

4.

Melaksanakan monitoring dan evaluasi dalam penyusunan program kegiatan sosial

kepramukaan

2

Optimali-

1. Pengawasan/moni toring standar isi, SKL, Standar Proses, Standar Penilaian

1.

Sosialisasi program kepengawasan Akademik di sekolah Induk

minggu ke-

sasi

4

program

bulan

kepenga

2.

Penyusunan program dan instrumen supervisi

Maret

-wasan

2014

akademi

 

3.

Pelaksanaan supervisi Akademik

s.d.

k

di

di

sekolah Induk

Mingg

sekolah

4.

Penyusunan program tindak

u ke-1

Induk

 

lanjut

bulan

5.

Pelaksanaan program tindak

April

 

lanjut

2014

6.

Evaluasi program pengawasan Akademik di sekolah binaan

3

Optimalisasi

1. Pengawasan/

1.

Sosialisasi program kepengawa- san manajerial di sekolah Induk

Minggu

program

monitoring

bidang

ke-2

kepenga

manajerial

di

se-

2.

Penyusunan program dan instrumen supervisi

bulan

wasan

kolah binaan:

April

manajeri

a. standar pendidik

3.

Pelaksanaan supervisi manajerial

2014

al

di

dan

tenaga

di

sekolah Induk

sekolah

kependidikan,

 

4.

Penyusunan program tindak

Induk

b. sarana

standar

 

lanjut

prasarana

5.

Pelaksanaan program tindak

c. standar

 

lanjut

pengelolaan,

 

6.

Evaluasi program pengawasan

d. standar

manajerial di sekolah Induk

pembiayaan

   

B. Kerangka Pemikiran 1. Deskripsi hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK)

Berdasarkan kesimpulan hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian menunjukkan hasil sebagai berikut : kompetensi kepribadian (76), Supervisi manajerial (83), Supervisi Akademik (88), Evaluasi Pendidikan (77), Litbang (73), dan Sosial (67). Dari kompetensi tersebut di atas yang menunjukkan nilai paling rendah sesuai hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian(AKPK) ada pada kompetensi Sosial dengan nilai 67.

Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian(AKPK) ada pada kompetensi Sosial dengan nilai 67. OJL CAWAS -- 2014 Page
Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian(AKPK) ada pada kompetensi Sosial dengan nilai 67. OJL CAWAS -- 2014 Page

Oleh karena itu penulis memilih mengembangkan kompetensi sosial

(kepramukaan) oleh guru dan optimalisasi program kepengawasan akademik dan manajerial sebagai fokus Rencana Tindak Kepengawasan (RTK). 2. Dimensi kompetensi yang harus dimiliki oleh pengawas sekolah pada Kompetensi Sosial (kepramukaan), Supervisi Manajerial dan Supervisi akademik

1. Dimensi kompetensi Sosial.

a. Mampu bekerja sama dalam tim

b. Mampu berkomunikasi dan menjaga lingkungan serta memiliki kepedulian sosial.

c. Menentukan masalah kepengawasan yang akan diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas.

d. Menyusun rencana tindakan kegiatan sosial kepramukaan.

e. Melaksanakan tindakan kegiatan sosial kepramukaan.

f. Mengolah dan menganalisis data hasil pengamatan tindakan kegiatan sosial kepramukaan

g. Melakukan tindakan kegiatan sosial kepramukaan.

h. Menyusun instrumen kegiatan sosial kepramukaan

i. Memberikan bimbingan kepada guru/pembina pramuka untuk melaksanakan tindakan kegiatan sosial kepramukaan di sekolah.

2. Dimensi Kompetensi Supervisi Manajerial

a. Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah .

b. Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi,misi, tujuan dan program pendidikan di sekolah .

c. Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah .

d. Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah.

pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah. OJL CAWAS -- 2014 Page 24
pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah. OJL CAWAS -- 2014 Page 24

e. Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah .

f. Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah .

g. Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah .

h. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasil-hasilnya.

3. Dimensi Kompetensi Supervisi Akademik

a. Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah .

b. Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah

c. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.

d. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui mata-mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan

e. Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan .

f. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas, laboratorium, dan atau di

guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas, laboratorium, dan atau di OJL CAWAS -- 2014 Page
guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas, laboratorium, dan atau di OJL CAWAS -- 2014 Page

lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah . g. Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah . h. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah .

3. Penyusunan RTK Pada tahap ini penulis menyusun Rencana Tindakan Kepengawasan yang meliputi : (1) tujuan ; (2) indikator keberhasilan ; (3) program kegiatan On teh Job Learning, (4) sumber daya ; (5) metode pengumpulan data : (kegiatan refleksi). Rencana Tindakan Kepemimpinan yang telah disusun selanjutnya dikonsultasikan dan dimintakan persetujuan kepada koordinator kegiatan On the Job Learning yaitu pejabat LPPKS. Untuk lebih lengkapnya RTK yang penulis susun. (lampiran)

4. Rencana Tindakan Kepengawasan yang telah dikonsultasikan dan

disetujui oleh koordinator OJL selanjutnya dikomunikasikan kepada pihak-pihak terkait diantaranya Pengawas SMP/SM Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Kepala SMPN. 1 Pringkuku (sekolah magang) dan Guru dan TU di SMPN. 3 Pringkuku (sekolah sendiri) .

5. Secara garis besar Rencana Tindakan Kepengawasan yang dilakukan penulis bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sosial kepramukaan, optimalisasi program kepengawasan Akademik dan Manajerial.

6. Pelaksanaan Kegiatan tindak kepengawasan terkait dengan peningkatan kompetensi Sosial Kepramukaan oleh Guru dan Optimalisasi Program Kepengawasan akademik dan Manajerial, dilakukan penulis mengacu

Guru dan Optimalisasi Program Kepengawasan akademik dan Manajerial, dilakukan penulis mengacu OJL CAWAS -- 2014 Page
Guru dan Optimalisasi Program Kepengawasan akademik dan Manajerial, dilakukan penulis mengacu OJL CAWAS -- 2014 Page

pada perencanaan yang telah disusun, dikonsultasikan, dan disetujui oleh koordinator OJL (on the job learning).

7.

Monev Seluruh kegiatan On the Job Learning yang dilaksanakan selalu dalam monitoring dan evaluasi pengawas. Berdasarkan hasil evaluasi pengawas dapat dijelaskan bahwa penulis berhasil meningkatkan kompetensi yang diharapkan.

8.

Refleksi

9.

Pelaksanaan seluruh kegiatan On the Job Learning dapat berjalan dengan baik dan selalu mendapatkan monitoring dan evaluasi (pendampingan oleh pengawas sekolah) dijelaskan bahwa hasil kegiatan upaya peningkatan kompetensi calon kepala sekolah dapat dicapai dengan baik. Hasil Berdasarkan langkah-langkah dalam pelaksanaan On The Job Learning (OJL), khususnya rencana tindak kepengawasan terkait peningkatan kompetensi Sosial, Optimalisasi Program Kepengawasan Akademik dan Manajerial, hasil yang dicapai adalah:

a. Meningkatnya kepedulian sosial melalui program pramuka pada Pangkalan Gugus Depan SMPN. 3 Pringkuku (02-073/02-074).

b. Meningkatnya ketrampilan dalam melakukan penyusunan program

kepengawasan akademik dan manajerial Secara garis besar Rencana Tindakan Kepengawasan yang dilakukan penulis bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Sosial serta optimalisasi program kepengawasan akademik dan manajerial. Sesuai dengan rencana tindakan maka penulis menggunakan rencana tindakan Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (action), monitoring dan evaluasi serta refleksi (reflection).

C. Implementasi RTK di Sekolah Sendiri

1. Peningkatan Kompetensi Sosial Kepramukaan

. C. Implementasi RTK di Sekolah Sendiri 1. Peningkatan Kompetensi Sosial Kepramukaan OJL CAWAS -- 2014
. C. Implementasi RTK di Sekolah Sendiri 1. Peningkatan Kompetensi Sosial Kepramukaan OJL CAWAS -- 2014

a.

Rancangan Tindakan Kepengawasan (RTK 1)

Sebelum melaksanakan kegiatan, penulis membuat rancangan kegiatan kepramukaan sebagai berikut:

1)

Menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan

2)

Mengidentifiikasi masalah dalam kegiatan pramuka

3)

Mengelompokkan masalah dan Merumuskan Masalah

4)

Melakukan diskusi langkah-langkah penyusunan Program Kerja

5) Secara individual menyusun Program Kerja dibimbing oleh calon pengawas

a. Pelaksanaan kegiatan (RTK 1) 1) Pada tahap ini penulis mengadakan pertemuan koordinasi dengan 3 orang guru sebagai pembina pramuka yaitu, 1. Sdr. Arif Triatmoko, S.Pd sebagai ketua pembina Pramuka. 2. Sdr. Mamik Hardiyono, S.Pd. sebagai urusan Kesiswaan dan 3. Sdr. Drs.Suyadi, pembina Pramuka. Menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan Sosial Kepramukaan sebagai salah satu kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh penulis pada saat OJL. Dan karena keterbatasan waktu serta banyaknya kegiatan akademik maka untuk peninkatan kompetensi Sosial Kepramukaan hanya sampai Program Kerja, sedang pelaksanaan Program Kerja Kepramukaan bidang Sosial akan dilaksanakan pada saat PERSAMI pada kegiatan akhir semester genap. 2) Langkah ke dua penulis mendiskusikan dan meng observasi pada pembina pramuka serta urusan kesiswaan tentang kegiatan kepramukaan, dengan menyusun instrumen (terlampir ), dari kegiatan pengisian instrumen ternyata secara administrasi kegiatan kepramukaan di Gudep 02-073/02-074 belum optimal.

ternyata secara administrasi kegiatan kepramukaan di Gudep 02-073/02-074 belum optimal. OJL CAWAS -- 2014 Page 28
ternyata secara administrasi kegiatan kepramukaan di Gudep 02-073/02-074 belum optimal. OJL CAWAS -- 2014 Page 28

3) Selanjutnya penulis menyusun lembar kegiatan untuk mengetahui kegiatan mana yang bermanfaat bagi masyarakat secara langsung. (telampir) 4) Selanjutnya penulis menyusun program kerja dan penanggung jawab program (terlampir). 5) Langkah berikutnya penulis membuat kesimpulan bahwa kegiatan bakti sosial kepramukaan ternyata langsung bersentuhan dengan masyarakat dan dapat membantu meringankan beban masyarakat.

b. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan (RTK 1) 1) Pada tahap ini penulis mempersiapkan Instrumen Pengamatan Program Kerja Gudep, (terlampir). 2) Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi, penulis berdiskusi dengan pembina gudep untuk membahas bagian yang kurang dan perlu diperbaiki,

c. Melaksanakan refleksi Berdasar hasil pengamatan, monitoring dan evaluasi kegiatan Program Kerja Sosial Kepramukaan ada kemajuan walaupun belum sesuai dengan harapan .

d. Rancangan Tindakan Kepengawasan (RTK 2) 1) Mengidentifiikasi aspek-aspek yang masih perlu penyempurnaan berdasarkan hasil refleksi 2) Membimbing pembina, kesiswaan dalam menyempurnakan program kegiatan Pramuka Pangkalan gudep 02-073/02-074 3) Melaksanakan pengamatan dan penilaian terhadap program kerja kegiatan pramuka bidang sosial gudep 02-073/02-074

e. Pelaksanaan kegiatan (RTK 2) 1) Pada tahap ini penulis mengadakan koordinasi untuk mengidentifiikasi aspek-aspek yang masih perlu penyempurnaan berdasarkan hasil refleksi 2) Membimbing pembina Pramuka, Urusan kesiswaan dalam pelaksanaan program kerja gudep 02-073/02-074.

pembina Pramuka, Urusan kesiswaan dalam pelaksanaan program kerja gudep 02-073/02-074. OJL CAWAS -- 2014 Page 29
pembina Pramuka, Urusan kesiswaan dalam pelaksanaan program kerja gudep 02-073/02-074. OJL CAWAS -- 2014 Page 29

f. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan (RTK 2) 1) Pada tahap ini penulis mempersiapkan Instrumen Pengamatan Program Kerja Gudep, (terlampir). 2) Berdasarkan hasil evaluasi, dapat disimpulkan adanya kenaikan / keberhasilan pada program kerja pramuka

g. Melaksanakan refleksi (RTK 2) Berdasar hasil monitoring dan evaluasi kegiatan penyusunan proposal penelitian tindakan kelas pada RTK 2 ini sudah diperoleh hasil sesuai dengan harapan, sehingga tidak perlu dilaksanakan RTK selanjutnya. (terlampir).

2. Optimalisasi Program Kepengawasan Akademik

a. Rancangan Tindakan Kepengawasan (RTK 1)

1)

Penyusunan Program Kepengawasan

2)

Sosialisasi dan koordinasi program kepengawasan akademik

3)

Penyusunan instrumen supervisi

4)

Pelaksanaan supervisi akademik

5)

Penyusunan program tindak lanjut

6)

Pelaksanaan program tindak lanjut

7)

Evaluasi program pengawasan akademik.

b. Pelaksanaan kegiatan (RTK 1) 1) Pada tahap ini penulis mengadakan koordinasi dengan urusan

kurikulum dan guru untuk menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan optimalisasi program kepengawasan Akademik, dan menyepakati waktu untuk melaksanakan diskusi/Fokus Group Discusion (FGD). Kegiatan ini penulis laksakanan di ruang Kepala Sekolah pada tanggal 10 Maret 2014 Penulis menyiapkan instrumen superrvisi akademik, yang terdiri dari instrumen pemantauan Standar Isi (terdiri dari aspek kepemilikan dokumen, muatan dokumen KTSP), Standar Proses (terdiri dari aspek Perangkat Pembelajaran, Proses Pembelajaran), Standar

2)

Standar Proses (terdiri dari aspek Perangkat Pembelajaran, Proses Pembelajaran), Standar 2) OJL CAWAS -- 2014 Page
Standar Proses (terdiri dari aspek Perangkat Pembelajaran, Proses Pembelajaran), Standar 2) OJL CAWAS -- 2014 Page

Kompetensi Lulusan (terdiri dari aspek dokumen Pencapaian target akademis, pencapaian prestasi non akademis, dokumen kelulusan dan catatan kepribadian) dan Standar Penilaian (terdiri dari aspek Perangkat Penilalian, Pelaksanaan Penilaian dan Hasil Penilaian. Instrumen pemantauan yang telah tersusun diserahkan kepada urusan kurikulum dan guru untuk dipahami dan disiapkan dokumem/bukti fisik yang harus dipenuhi 3) Penulis melaksanakan pemantauan terhadap lingkungan yang mendukung, diantaranya situasi dan kondisi lingkungan yang mendukung untuk proses pembelajaran, kondisi ruang, kebersihan, keindahan kelas, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya. 4) selanjutnya melakukan observasi, diskusi (FGD) dengan urusan kurikulum dan 1 guru, wawancara Pendidik, Tenaga kependidikan dan siswa . disamping itu penulis juga melakukan studi dokumen, untuk mengetahui ketersediaan dokumen yang terkait dengan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, dan standar penilaian. Kegiatan ini penulis lakukan pada tanggal 11 Maret 2014. 5) Pada tahap ini penulis mengisi instrumen pemantauan Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan dan standar penilaian,sesuai dengan hasil pemantauan terhadap lingkungan yang mendukung, wawancara dengan urusan kurikulum, siswa, pendidik, tenaga kependidikan, observasi terhadap dokumen pendukung dan bukti lain yang mendukung, selanjutnya menghitung nilai. 6) Setelah kegiatan pemantauan selesai, penulis berdiskusi dengan urusan kurikulum dan 1 guru untuk membahas aspek, indikator dan sub indikator mana yang perlu ditingkatkan. (Instrumen pemantauan terlampir). Berdasarkan hasil skoring, yang perlu ditingkatkan karena memperoleh skor 2 ada pada standar proses pada aspek Proses Pembelajaran pada indikator Guru menyediakan jadwal untuk konsulltasi mata pelajaran dan ada penasehat akademik yang mendeteksi peserta didik, selain itu terdapat skor 0 pada standar

ada penasehat akademik yang mendeteksi peserta didik, selain itu terdapat skor 0 pada standar OJL CAWAS
ada penasehat akademik yang mendeteksi peserta didik, selain itu terdapat skor 0 pada standar OJL CAWAS

sarpras adalah pada aspek Ruang OSIS, Indikator Ruang, sub indikator Kelengkapan/perabot. Pada Standar Penggelolaan yang memperoleh skor 0 adalah pada aspek Pelaksanaan Rencana Kerja Budaya, Indikator Menjual buku pelajaran, seragam,pakaian atau peralatan sekolah, memunggut biaya dalam memberikan les, memunggut biaya baik langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan aturan memperoleh nilai 0 (nol) karena memang sekolah tidak mempunyai atau tidak melakukannya (terlampir)

7) Berdasarkan hasil Pemantauan Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Penilaian, maka diperoleh informasi-informasi untuk menentukan tindak lanjut, diantaranya :

a)

Perlu dibuat rancangan tindakan sebagai tindak lanjut dari Pemamtauan 8 standar Pendidikan dalam bentuk program kepengawasan Akademik,

b)

Melengkapi ketuntasan dengan rencana pencapaian ketuntasan ideal

c)

Penyusunan Kalender Pendidikan sesuai dengan kegiatan sekolah

d)

Pengembangan bahan ajar dalam bentuk cetakan (modul, hand out, LKS)

e)

Pengembangan bahan ajar dalam bentuk Audio, visual dan Audio Visual,

f)

Menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran

g) Menugaskan guru sebagai penasehat akademik yang dapat

mendeteksi potensi peserta didik.

h) Menyediakan Dokumen data kelulusan maupun dokumen data alumni

i) Dari beberapa kekurangan-kekurangan tersebut, penulis menentukan program “FGD Guru Menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran

penulis menentukan program “FGD Guru Menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran OJL CAWAS -- 2014 Page
penulis menentukan program “FGD Guru Menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran OJL CAWAS -- 2014 Page

8) Pelaksanaan FGD Guru Menyediakan jadwal untuk konsultasi mata

pelajaran, dilaksanakan di SMPN. 3 Pringkuku, di ruang

kurikulum/BK, pada hari Rabu tanggal. 2 April tahun 2014 . dengan

2 guru yakni sdr. Supriyadi, S.Pd,M.Pd dan sdr. Mamik

Hardiyono,S.Pd.

c. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan (RTK 1)

Dari kegiatan FGD disusun jadwal untuk konsultasi mata pelajaran bagi

siswa.

JADWAL KONSULTASI MATA PELAJARAN Dilakukan pada saat istirahat dan atau waktu luang pada jam kerja

No

Mata pelajaran

Waktu

Penanggung jawab

Skor

1

Pendidikan

Senin,

Markum, S.PdI

3

Agama

Jum’at

Islam

2

PKn

Selasa,

Kun Wahananti,

2

Rabu

S.Sos

3

Matematika

Senin,

Budi Prajetno, STP

4

Selasa,

Mamik Hardiyono,

Rabu,

S.Pd

Jum’at

4

Pendidikan

Senin,

Drs.M.Rizal

3

Jasmani

Selasa,

Abadi,MM

Kamis,

Sigit Wahyono,S.Pd

Sabtu

Teguh Nurcahyo,

S.Pd

5

Bahasa Inggris

Selasa,

Supriyadi,S.Pd,M.Pd

2

Kamis,

Bakti Ekawati,S.Pd

5 Bahasa Inggris Selasa, Supriyadi,S.Pd,M.Pd 2 Kamis, Bakti Ekawati,S.Pd OJL CAWAS -- 2014 Page 33
5 Bahasa Inggris Selasa, Supriyadi,S.Pd,M.Pd 2 Kamis, Bakti Ekawati,S.Pd OJL CAWAS -- 2014 Page 33
   

Jum’at

     

6

Bahasa

Rabu,

Sri Noerhayati,S.Pd Gatot Lumban B, S.Pd

4

Indonesia

Kamis,

Sabtu

7

I P A

Selasa,

Wahyu Jatmiko, S.Pd Siswati, S.Pd

3

Kamis

8

I P S

Rabu, Sabtu

Hadi S Atmodjo, S.Pd Agus Setyo udi, S.Pd Budiono, S.Pd

3

9

T I K

Rabu, Kamis

Rum Ariafendi,S.Pd Endang Ekowati, S.Pd Verry Ratnaningtyas,S. Pd

3

10

Muatan Lokal

Kamis,

Endang Sujalmi, S.Pd Arif Triatmoko, S.Pd

1

Sabtu

d.

Melaksanakan refleksi. Sesuai dengan hasil monitoring dan evaluasi aspek yang perlu di

perbaiki adalah aspek kesanggupan guru dalam meluangkan /menyediakan waktunya untuk konsultasi mata pelajaran. (terlampir)

e.

Rancangan Tindakan Kepengawasan (RTK 2)

 

1)

2) Membuat program Tindak Lanjut “Menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran”.

Menentukan prioritas tindak lanjut dari hasil pemantauan

untuk konsultasi mata pelajaran”. Menentukan prioritas tindak lanjut dari hasil pemantauan OJL CAWAS -- 2014 Page
untuk konsultasi mata pelajaran”. Menentukan prioritas tindak lanjut dari hasil pemantauan OJL CAWAS -- 2014 Page

f.

Pelaksanaan kegiatan (RTK 2)

1)

Menentukan prioritas tindak lanjut dari hasil pemantauan

Berdasarkan hasil pemantauan, aspek yang masih perlu pembinaan

adalah belum ada jadwal, tidak ada waktu. (terlampir).

2)

Penugasan kepada guru untuk merevisi membuat jadwal (terlampir).

g. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan (RTK 2)

Dari kegiatan FGD disusun jadwal untuk konsultasi mata pelajaran bagi

siswa.

JADWAL KONSULTASI MATA PELAJARAN Dilakukan pada saat istirahat dan atau waktu luang pada jam kerja

No

Mata pelajaran

Waktu

Penanggung jawab

Skor

1

Pend Agama

Senin,

Markum, S.PdI

4

Islam

Jum’at

2

PKn

Selasa,

Kun Wahananti,

3

Rabu

S.Sos

3

Matematika

Senin,

Budi Prajetno, STP

4

Selasa,

Mamik Hardiyono,

Rabu,

S.Pd

Jum’at

4

Pendidikan

Senin,

Drs.M.Rizal

4

Jasmani

Selasa,

Abadi,MM

Kamis,

Sigit Wahyono,S.Pd

Sabtu

Teguh Nurcahyo,

S.Pd

5

Bahasa Inggris

Selasa,

Supriyadi,S.Pd,M.Pd

4

Kamis,

Bakti Ekawati,S.Pd

Jum’at

6

Bahasa

Rabu,

Sri Noerhayati,S.Pd

4

Indonesia

Kamis,

Gatot Lumban B,

Sabtu

S.Pd

7

I P A

Selasa,

Wahyu Jatmiko,

4

Kamis, Gatot Lumban B, Sabtu S.Pd 7 I P A Selasa, Wahyu Jatmiko, 4 OJL CAWAS
Kamis, Gatot Lumban B, Sabtu S.Pd 7 I P A Selasa, Wahyu Jatmiko, 4 OJL CAWAS
 

Kamis

S.Pd

 

Siswati, S.Pd

8 I P S

Rabu, Sabtu

Hadi S Atmodjo, S.Pd Agus Setyo udi, S.Pd Budiono, S.Pd

4

9 T I K

Rabu, Kamis

Rum Ariafendi,S.Pd Endang Ekowati, S.Pd Verry Ratnaningtyas,S. Pd

4

10 Muatan Lokal

Kamis,

Endang Sujalmi, S.Pd Arif Triatmoko, S.Pd

3

Sabtu

h. Melaksanakan refleksi (RTK 2) Berdasar hasil monitoring dan evaluasi antara sebelum dilakukan FGD dengan setelah FGD ada peningkatan pada “penyediaan waktu/jadwal untuk konsultasi mata pelajaran” sebesar 58% .

3. Optimalisasi Program Kepengawasan Manajerial Optimalisasi program kepengawasan manajerial penulis laksanakan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi serta refleksi. Rancangan Tindakan Kepengawasan (RTK 1)

1)

Penyusunan Program Kepengawasan

2)

Sosialisasi dan koordinasi program kepengawasan Manajerial

3)

Penyusunan instrumen supervisi

4)

Pelaksanaan supervisi Manajerial

5)

Penyusunan program tindak lanjut

6)

Pelaksanaan program tindak lanjut

5) Penyusunan program tindak lanjut 6) Pelaksanaan program tindak lanjut OJL CAWAS -- 2014 Page 36
5) Penyusunan program tindak lanjut 6) Pelaksanaan program tindak lanjut OJL CAWAS -- 2014 Page 36

7) Evaluasi program pengawasan Manajerial.

a. Pelaksanaan kegiatan (RTK 1) 1) Pada tahap ini penulis mengadakan koordinasi dengan urusan kurikulum (Sdr. Arif Triatmoko) dan 1 orang guru (sdr Supriyadi, S.Pd,M.Pd. , Kasubag TU (sdr. Mudjiono) dan bendahara BOS SMPN. 3 Pringkuku. (sdr. Wiyanto), Menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan optimalisasi program kepengawasan Manajerial, dan menyepakati waktu untuk melaksanakan diskusi/Fokus Group Discusion (FGD) 2) Penulis menyiapkan instrumen supervisi Manjerial, yang terdiri dari instrumen pemantauan Standar Pendidik Tenaga Kependidikan, Standar Sarana Prasarana, Standar Pengelolaan dan Standar Pembiayaan 3) Penulis melaksanakan pemantauan terhadap lingkungan yang mendukung, diantaranya situasi dan kondisi lingkungan yang mendukung untuk proses pembelajaran, kondisi ruang, kebersihan, keindahan kelas, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya. 4) selanjutnya melakukan observasi dan wawancara dengan waksasek, Pendidik, Tenaga kependidikan dan siswa . disamping itu juga melakukan studi dokumen, untuk mengetahui ketersediaan dokumen yang terkait dengan standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, standar Sarana dan Prasarana , standar Pengelolaan, dan standar pembiayaan 5) Pada tahap ini penulis mengisi instrumen pemantauan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan dan standar Pembiayaan, sesuai dengan hasil pemantauan terhadap lingkungan yang mendukung, wawancara dengan urusan kurikulum, guru, siswa, dan tenaga kependidikan, observasi terhadap dokumen pendukung dan bukti lain yang mendukung, selanjutnya menghitung nilai.

terhadap dokumen pendukung dan bukti lain yang mendukung, selanjutnya menghitung nilai. OJL CAWAS -- 2014 Page
terhadap dokumen pendukung dan bukti lain yang mendukung, selanjutnya menghitung nilai. OJL CAWAS -- 2014 Page

BAB IV TUGAS MANDIRI

A. Pengembangan Silabus Mata Pelajaran, RPP, Bahan Ajar dan Instrumen Penilaian

1. Pengembangan Silabus Silabus adalah rencana guru dalam mengembangkan proses pembelajaran untuk satu mata pelajaran. Dalam suatu silabus terdapat berbagai komponen yang harus dikembangkan oleh guru. Komponen-

komponen tersebut beragam sesuai dengan persepsi guru mengenai apa yang harus ada tetapi paling tidak komponen untuk suatu silabus adalah sebagai berikut :

a. Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar

b. Standar Kompetensi Lulusan

c. Tujuan

d. Proses Pembelajaran

e. Persyaratan untuk Pembelajaran

f. Assesment hasil Belajar

g. Pokok bahasan dan kaitannya dengan SK, KD, SKL.

Penyusunan Silabus mata pelajaran ini penulis laksanakan pada minggu ke-1 dan ke-2 bulan Maret 2014. Silabus Mata Pelajaran, RPP, Bahan Ajar dan Instrumen Penilaian yang penulis kembangkan pada OJL ini adalah Silabus mata pelajaran Permainan bola kecil untuk siswa kelas VII semester 2. Standar Kompetensi yang penulis pilih adalah “Mempraktekan berbagai tehnik dasar permainan dan olahraga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya”, Kompetensi Dasar: Mempraktekkan tehnik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola kecil lanjutan dengan baik serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersdia berbagi tempat dan peralatan. (silabus, terlampir)

diri, keberanian, menghargai lawan, bersdia berbagi tempat dan peralatan. (silabus, terlampir) OJL CAWAS -- 2014 Page
diri, keberanian, menghargai lawan, bersdia berbagi tempat dan peralatan. (silabus, terlampir) OJL CAWAS -- 2014 Page

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajan (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar. RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru wajib menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,

menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta

didik.

RPP memuat identitas mata pelajaran Standart Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator pencapaian, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan, atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. (RPP, terlampir)

3. Bahan Ajar

a. Pengertian Bahan ajar adalah segala bentuk bahan ajar yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis. Guru harus memiliki atau menggunakan bahan ajar sesuai dengan Kurikulum, Karakteristik, Tuntutan pemecahan masalah, Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan Ajar

b. Tujuan penyusunan Bahan Ajar 1) Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni bahan

sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni bahan OJL CAWAS -- 2014 Page
sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni bahan OJL CAWAS -- 2014 Page

ajar yang sesuai dengan karakteristik dan seting atau lingkungan sosial peserta didik. 2) Membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh.

c. Prinsip Pengembangan Bahan Ajar Bahan ajar disusun berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan sebagai berikut:

1) Prinsip Pengembangan 2) Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang konkret untuk memahami yang abstrak. 3) Pengulangan dan memperkuat pemahaman. 4) Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman peserta didik. 5) Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentuan keberhasilan belajar. 6) Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi setahap akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu. 7) Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong peserta didik untuk terus mencapai tujuan.

d. Cakupan Bahan Ajar 1) Judul mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tempat.

2)

Petunjuk belajar.

3)

Tujuan yang akan dicapai.

4)

Informasi pendukung.

5) Latihan-latihan.

6)

Petunjuk kerja.

7) Penilaian. Bahan ajar penulis susun dalam bentuk Modul, yang memuat Peta Kedudukan Modul, Pengantar Modul, Prasyarat, Petunjuk Penggunaan

Modul, yang memuat Peta Kedudukan Modul, Pengantar Modul, Prasyarat, Petunjuk Penggunaan OJL CAWAS -- 2014 Page
Modul, yang memuat Peta Kedudukan Modul, Pengantar Modul, Prasyarat, Petunjuk Penggunaan OJL CAWAS -- 2014 Page

Modul, Tujuan Akhir, Kompetensi, cek kemampuan, Materi Pembelajaran, Pelatihan Modul, Porto folio dan Pengayaan (modul, bahan ajar, terlampir)

4. Instrumen Penilaian Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan penggolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar dilaksanakan secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peseta didik untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pembelajaran. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru adalah kompetensi pedagogik, yaitu kompetensi guru untuk melakukan penggelolaan nilai belajar siswa yaitu : 1) menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses hasil belajar siswa, 2) memanfaatkan hasil penilaian dan evalasi unuk kepentingan pembelajaan.

B. Observasi Pembelajaran Guru di Sekolah Binaan

1. Perencanaan Kegiatan ini diawalai dengan konsultasi dengan Kepala Sekolah untuk menentukan guru yang akan disupervisi, dan dari pertemuan tersebut

disepakati 1 guru yunior langkah berikutnya penulis membuat pererncanaan berupa Rencana Observasi, berupa Pra Observasi, Perencanaan Kegiatan Pembelajaran, Observasi Kelas dan Pasca Observasi.

Guru Yunior 1 (Sdr. Arif Triatmoko,S.Pd) 1. Pra Observasi

Sebelum kegiatan observasi terhadap guru yunior dilaksanakan, terlebih dahulu dilaksanakan pra observasi

a. Melakukan pertemuan dengan guru yunior (Sdr. Arif Triatmoko,S.Pd) yang akan diobservasi, untuk meyepakati waktu/jadwal observasi

b. Menyusun instrumen supervisi (pra observasi, observasi dan pasca observasi) dan melakukan observasi kepada guru yunior (Sdr. Arif

observasi dan pasca observasi) dan melakukan observasi kepada guru yunior (Sdr. Arif OJL CAWAS -- 2014
observasi dan pasca observasi) dan melakukan observasi kepada guru yunior (Sdr. Arif OJL CAWAS -- 2014

Triatmoko,S.Pd) c. Meminta guru yunior (Sdr. Arif Triatmoko,S.Pd) untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran,

2. Observasi Tahap Pertama Pada tahap ini penulis mendampingi guru yunior dalam melaksanakan pembelajaran di dalam kelas, mengamati dan mengidentifikasi jalannya proses pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun dengan menggunakan instrumen observasi (terlampir) Hasil observasi pertama sudah menunjukkan bahwa pada kegiatan pendahuluan guru sudah memberi apersepsi dan motivasi yang cukup baik, naum belum menyampaikan tujuan pembelajaran pembelajaran sesuai dengan RPP, baik secara lisan maupun tertulis sehingga siswa kurang memahami pembelajaran yang dilakukan pada hari itu. Pada tahap elaborasi dan konfirmasi masih perlu ditingkatkan sehingga siswa akan lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada tahap penutup sudah baik guru mengakhiri pelajaran dengan memberi tugas, menggingatkan tentang hasil pemelajaran hari ini dan menutup pelajaran dengan salam.

3. Pasca Observasi Tahap I Observer menemui guru yunior untuk diberi hasil dari pengamatan selama mengajar di kelas. Secara umum kegiatan pembelajaran pada tahap pertama sudah cukup baik, hanya pada di pendahuluan perlu ditigkatkan terutama guru perlu memberikan tujuan dari KD yang akan dicapai. Selain itu disarankan untuk menggunakan alat bantu/media pembelajaran, dan pada saat menutup pelajaran untuk mengingatkan tugas yang harus dikerjakan dan akan dibahas pada pertemuan berikutnya. Langkah berikutnya observer memberikan saran untuk perbaikan RPP .

4. Observasi tahap II Pada tahap observasi yang ke dua guru (sdr. Arif Triatmoko,S.Pd) sudah merivisi perangkat pebelajaran (silabus dan RPP) berdasar saran dan

Arif Triatmoko,S.Pd) sudah merivisi perangkat pebelajaran (silabus dan RPP) berdasar saran dan OJL CAWAS -- 2014
Arif Triatmoko,S.Pd) sudah merivisi perangkat pebelajaran (silabus dan RPP) berdasar saran dan OJL CAWAS -- 2014

masukan. Pada tahap ke dua ini guru sudah memberi apersepsi dan motivasi serta pada awal pembelajaran sudah memberikan tujuan

pembelajaran.

Pada tahap ke dua ini, siswa juga sudah melakukan eksplorisasi dan siswa sudah banyak yang berani bertanya, hal ini dibuktikan dengan kemauan belajar . Secara umum proses pembelajaran yang sudah dilakukan oleh guru sudah berjalan cukup baik dan lebih meningkat dari

kegiatan pembelajaran sebelumnya. Yang pelu dilakukan oleh guru adalah memberikan motivasi pada siswa untuk memanfaatkan Tehnologi Informatika (TI)

5. Pasca obsevasi Tahap Kedua. Memberikan tidak lanjut hasil observasi tahap keda dengan memberikan kesan dan saran. Secara umum kegiatan pembelajaran sudah cukup baik dan lebih meningkat dari kegiatan pembelajaran sebelumnya. Hal yang perlu diperhatikan adlah mendorong sisa untuk memanfaatkan TI

Guru Yunior 2 (Sdr. Hasyim, S.Pd.)

Pra Observasi Sebelum kegiatan observasi terhadap guru yunior dilaksanakan, terlebih dahulu dilaksanakan pra observasi

a. Melakukan pertemuan dengan guru yunior (Sdr. Hasyim, S.Pd.) yang akan diobservasi, untuk meyepakati waktu/jadwal observasi

b. Menyusun instrumen supervisi (pra observasi, observasi dan pasca

observasi) dan melakukan observasi kepada guru yunior (Sdr. Hasyim, S.Pd.)

c. Meminta guru yunior (Sdr. Hasyim, S.Pd.) untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran,

1. Observasi Tahap Pertama Pada tahap ini penulis mendampingi guru yunior dalam melaksanakan pembelajaran di dalam kelas, mengamati dan mengidentifikasi jalannya

yunior dalam melaksanakan pembelajaran di dalam kelas, mengamati dan mengidentifikasi jalannya OJL CAWAS -- 2014 Page
yunior dalam melaksanakan pembelajaran di dalam kelas, mengamati dan mengidentifikasi jalannya OJL CAWAS -- 2014 Page

proses pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun dengan menggunakan instrumen observasi (terlampir) Hasil observasi pertama sudah menunjukkan bahwa pada kegiatan pendahuluan guru sudah memberi apersepsi dan motivasi yang cukup baik, naum belum menyampaikan tujuan pembelajaran pembelajaran sesuai dengan RPP, baik secara lisan maupun tertulis sehingga siswa kurang memahami pembelajaran yang dilakukan pada hari itu. Pada tahap elaborasi dan konfirmasi masih perlu ditingkatkan sehingga siswa akan lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada tahap penutup sudah baik guru mengakhiri pelajaran dengan memberi tugas, menggingatkan tentang hasil pemelajaran hari ini dan menutup pelajaran dengan salam.

2. Pasca Observasi Tahap I Observer menemui guru yunior untuk diberi hasil dari pengamatan selama mengajar di kelas. Secara umum kegiatan pembelajaran pada tahap pertama sudah cukup baik, hanya pada di pendahuluan perlu ditigkatkan terutama guru perlu memberikan tujuan dari KD yang akan dicapai. Selain itu disarankan untuk menggunakan alat bantu/media pembelajaran, dan pada saatmenutup pelajaran untuk mengingatkan tugas yang harus dikerjakan dan akan dibahas pada pertemuan berikutnya. Langkah berikutnya obseerver memberikan saran untuk perbaikan RPP .

3. Observasi tahap II Pada tahap observasi yang ke dua guru (Sdr. Hasyim, S.Pd.) sudah merivisi perangkat pembelajaran (silabus dan RPP) berdasar saran dan masukan. Pada tahap ke dua ini guru sudah memberi apersepsi dan motivasi serta pada awal pembelajaran sudah memberikan tujuan pembelajaran. Pada tahap ke dua ini, siswa juga sudah melakukan eksplorisasi dan siswa sudah banyak yang berani bertanya, hal ini dibuktikan dengan kemauan belajar . Secara umum proses pembelajaran yang sudah

hal ini dibuktikan dengan kemauan belajar . Secara umum proses pembelajaran yang sudah OJL CAWAS --
hal ini dibuktikan dengan kemauan belajar . Secara umum proses pembelajaran yang sudah OJL CAWAS --

dilakukan oleh guru sudah berjalan cukup baik dan lebih meningkat dari kegiatan pembelajaran sebelumnya. Yang pelu dilakukan oleh guru adalah memberikan motivasi pada siswa untuk memanfaatkan Tehnologi Informatika (TI) 4. Pasca obsevasi Tahap Kedua. Memberikan tidak lanjut hasil observasi tahap keda dengan memberikan kesan dan saran. Secara umumkegiatan pembelajaran sudah cukup baik dan lebih meningkat dari kegiatan pembelajaran sebelumnya. Hal yang perlu diperhatikan adlah mendorong sisa untuk memanfaatkan TI

C. Mengembangkan Model Penilaian di sekolah Model Penilaian dilakukan di sekolah Binaan yaitu penilaian kinerja guru dengan melakukan penilaian terhadap 2 orang guru, yaitu 1 orang guru dari sekolah induk(SMPN. 3 Pringkuku) dan 1 orang dari sekolah mitra yakni guru yag mendapat tugas lain (SMPN. 1 Pringkuku), dalam hal ini penulis mengambil guru yang mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah. Pada tahap ini

D. Pengembangan Model Penilaian di Sekolah Untuk memenuhi tugas mandiri dalam pengembangan model Penilaian di sekolah dalam OJL ini, penulis melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Guru, yang penulis laksanakan di sekolah sendiri yaitu SMPN. 3 Pringkuku untuk guru mata pelajaran (Sdr. Arif Triatmoko, S.Pd.) dan di sekolah lain yaitu SMPN. 1 Pringkuku kepada guru yang mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah (Sdr. Martoyo,S.Pd.). (terlampir)

Penilaian Kinerja Guru Di Sekolah Sendiri (SMPN. 3 Pringkuku)

1. Tahap Persiapan

Kegiatan persiapan yang penulis lakukan sebelum melaksanakan

kegiatan Penilaian kinerja guru adalah:

persiapan yang penulis lakukan sebelum melaksanakan kegiatan Penilaian kinerja guru adalah: OJL CAWAS -- 2014 Page
persiapan yang penulis lakukan sebelum melaksanakan kegiatan Penilaian kinerja guru adalah: OJL CAWAS -- 2014 Page

a. Membuat perencanaan kegiatan Penilaian Kinerja Guru

b. Memahami Pedoman PK Guru,

c. Memahami pernyataan kompetensi guru yang telah dijabarkan dalam bentuk indikator Kinerja

d. Memahami penggunaan instrumen PK Guru dan tata cara penilaian yang akan penulis lakukan, termasuk cara mencatat semua hasil pengamatan dan pemantauan, serta mengumpulkan dokumen dan bukti

fisik lainnya yang memperrkuat hasil penilaian. Penulis juga Menyiapkan instrumen Penilaian Kinerja Guru , yang terdiri dari:

a) Lampiran I A (Lembar pernyataan kompetensi, indikator, dan cara menilai PK Guru Kelas/Mata Pelajaran),

b) Lampiran I B (Laporan Dan Evaluasi Penilaian Kinerja Guru Kelas / Guru Mata Pelajaran),

c) Lampiran I C (Rekap Hasil Penilaian Kinerja Guru Kelas/Mata Pelajaran),

d) Lampiran I D (Format Penghitungan Angka Kredit Pk Guru

2.

Kelas/Mata Pelajaran),

e. Memberitahukan rencana pelaksanaan PK Guru kepada guru yang akan dinilai (Sdr. Supriyadi, S.Pd.M.Pd) di ruang Guru, untuk menyampaikan format penilaian kinerja guru yang harus dipahami oleh guru yang akan diobservasi, menyepakati waktu pelaksanaan observasi,

Pelaksanaan

a. Tahap Pelaksanaan/Pengamatan (Kegiatan sebelum pengamatan, kegiatan selama pengamatan di dalam/di luar kelas, Kegiatan setelah pengamatan) Tahapan Kegiatan yang penulis lakukan pada tahap pelaksanaan ini adalah sebagai berikut:

1) Kegiatan sebelum pengamatan (Pra observasi) Pada pertemuan awal dengan guru yang dinilai dilakukan pengamatan di ruang Kepala Sekolah, Pada pertemuan ini penulis mengumpulkan dokumen pendukung dan melakukakn diskusi

Sekolah, Pada pertemuan ini penulis mengumpulkan dokumen pendukung dan melakukakn diskusi OJL CAWAS -- 2014 Page
Sekolah, Pada pertemuan ini penulis mengumpulkan dokumen pendukung dan melakukakn diskusi OJL CAWAS -- 2014 Page

2)

tentang berbagai hal yang tidak mungkin dilakukan pada saat pengamataan. Semua hasil diskusi penulis catat dalam format laporan dan evaluasi per kompetensi (Format I B) sebagai bukti penilaian kinerja. (Instrumen terlampir) Kegiatan selama pengamatan

3)

Kegiatan yang penulis lakukan selama pengamatan di kelas dan/atau di luar kelas, yaitu mencatat semua kegiatan yang dilakukan oleh guru (Sdr. Supriyadi,S.Pd.M.Pd) dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Instrumen yang penulis gunakan adalah format laporan dan evaluasi per kompetensi (Format I B) sebagai bukti penilaian kinerja . (Instrumen terlampir) Kegiatan setelah pengamatan (Pasca observasi)

Setelah pengamatan proses pembelajaran, penulis mengadakan pertemuan dengan guru yang dinilai untuk klarifikasi beberapa aspek yang masih diragukan. Hasil dari pertemuan ini penulis catat pada format laporan dan evaluasi per kompetensi (Format I B) sebagai bukti penilaian kinerja. (Insstrumen terlampir). b. Pemantauan (fakta dari: studi dokumen, diskusi, proses pembelajaran/pembimbingan, wawancara kolega, siswa, orang tua). Disamping melakukan kegiatan observasi, penulis juga melakkan pemantauan terhadap fakta yang mendukung, misal studi dokumen, hasil wawancara dengan siswa, guru, komite dan sebagainya. Catatan hasil (pengamatan dan/atau pemantauan) Semua hasil Pengamatan (observasi) baik pra observasi, observasi maupun pasca observasi dan hasil pantauan, penulis catat semuanya pada format laporan dan evaluasi per kompetensi (Format I B) sebagai bukti penilaian kinerja. (Insstrumen terlampir), .

c.

3. Tahap Pemberian Nilai Penilaian Berdasar hasil catatan penulis sesuai dengan hasil pengamatan, pemantauan serta bukti-bukti dokumen yang ada pada Format Lampiran

a.

dengan hasil pengamatan, pemantauan serta bukti-bukti dokumen yang ada pada Format Lampiran a. OJL CAWAS --
dengan hasil pengamatan, pemantauan serta bukti-bukti dokumen yang ada pada Format Lampiran a. OJL CAWAS --

2 B (Laporan dan Evaluasi Penilaian Kinnerja Guru Kelas/Guru Mata Pelajaran), selanjutnya penulis memberikan skor 0, 1, atau 2 pada masing-masing indikator setiap kompetensi. Setelah itu penulis menetapkan nilai untuk setiap kompetensi dengan skala nilai 1, 2, 3, atau 4. Pemberian nilai untuk setiap kompetensi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

1) Pemberian 0, 1, atau 2 untuk masing-masing indikator setiap kompetensi penulis lakukan dengan cara membandingkan rangkuman catatan hasil pengamatan dan pemantauan di lembar Format laporan dan evaluasi Penilaian per kompetensi (Format Lampiran 1 B). Perolehan skor untuk setiap kompetensi tersebut selanjutnya dijumlahkan dengan cara membagi total skor yang diperoleh dengan total skor maksimum kompetensi dan mengalikannya dengan 100%. (hasil pemberian skor terlampir) 2) Nilai setiap kompetensi tersebut, kemudian direkapitulasikan dalam format Rekap Hasil Penilaian Kinerja Guru Kelas/Mata Pelajaran (Format I C), untuk mendapatkan nilai total PK Guru. Nilai total ini selanjutnya dikonversikan ke dalam skala nilai sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi no 16 tahun 2010. Konversi ini dilakukan dengan menggunakan rumus:

Nilai PKG (Skala

100)

: Nilai PKG

Nilai PKG

Tertinggi

X

100

Berdasarkan rekap Hasil Penilaian Kinerja Guru (Sdr. Supriyadi,S.Pd.M.Pd) mendapatkan nilai 48, selengkapnya dapat di lihat pada lampiran., jika dimasukkan pada rumus maka diperoleh nilai 85,71, dengan perolehan angka kredit : 20,25

jika dimasukkan pada rumus maka diperoleh nilai 85,71, dengan perolehan angka kredit : 20,25 OJL CAWAS
jika dimasukkan pada rumus maka diperoleh nilai 85,71, dengan perolehan angka kredit : 20,25 OJL CAWAS

3) Sesuai

dengan

tabel

konversi

PermenPAN dan RB:

nilai

PK

Guru

sesuai

denga

Nilai Hasil PK Guru

Sebutan

Persentase Angka Kredit

91 100

Amat Baik

125%

76

90

Baik

100%

61 -75

Cukup

75%

51

60

Sedang

50%

≤ 50

Kurang

25%

Selanjutnya penulis memberikan sebutan dan presentase angka

kreditnya kepada guru yang penulis nilai (Sdr.

Supriyadi,S.Pd.M.Pd) adalah Baik dengan prosentase 100%

4) Selanjutnya penulis memberitahukan kepada Sdr. Sdr.

Supriyadi,S.Pd.M.Pd, tentang nilai hasil PK Guru berdasarkan bukti

catatan untuk setiap kompetensi. Penulis dan Sdr.

Supriyadi,S.Pd.M.Pd melakukan refleksi terhadap hasil PK Guru

sebagai upaya untuk perbaikan kualitas kinerja guru pada periode

berikutnya

5) Dengan penilaian yang penulis lakukan, Sdr. Supriyadi,S.Pd.M.Pd

sepakat, kemudian menandatangani format laporan hasil penilaian

kinerja guru tersebut. Kepala sekolah juga menandatangani format

ini.

4. Laporan hasil PK Guru

Setelah nilai PK Guru diperoleh, penulis membuat laporan hasil PK

Guru.

Laporan mencakup:

a. Identitas Guru yang dinilai

b. Laporan dan Evaluasi Penilaian Kinerja Guru Mata Pelajaran

c. Rekap Hasil Penilaian Kinerja Guru Mata Pelajaran

d. Format Penghitungan Angka Kredit PK Guru Kelas/Mata Pelajaran

(Laporan Terlampir)

Pelajaran d. Format Penghitungan Angka Kredit PK Guru Kelas/Mata Pelajaran (Laporan Terlampir) OJL CAWAS -- 2014
Pelajaran d. Format Penghitungan Angka Kredit PK Guru Kelas/Mata Pelajaran (Laporan Terlampir) OJL CAWAS -- 2014

Penilaian Kinerja Guru/PKG Di sekolah Lain (SMPN. 1 Pringkuku)

1. Tahap Persiapan

Kegiatan persiapan yang penulis lakukan sebelum melaksanakan

kegiatan Penilaian kinerja guru adalah:

a. Membuat perencanaan kegiatan Penilaian Kinerja Guru

b. Memahami Pedoman PK Guru,

c. Memahami pernyataan kompetensi guru yang telah dijabarkan dalam bentuk indikator Kinerja

d. Memahami penggunaan instrumen PK Guru dan tata cara penilaian yang akan penulis lakukan, termasuk cara mencatat semua hasil pengamatan dan pemantauan, serta mengumpulkan dokumen dan bbukti fisik lainnya yang memperrkuat hasil penilaian. Penulis juga Menyiapkan instrumen Penilaian Kinerja Guru dan Guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Wakasek, yang terdiri dari:

1) Lampiran I A (Lembar pernyataan kompetensi, indikator, dan cara menilai PK Guru Kelas/Mata Pelajaran), 2) Lampiran I B (Laporan Dan Evaluasi Penilaian Kinerja Guru Kelas / Guru Mata Pelajaran), 3) Lampiran I C (Rekap Hasil Penilaian Kinerja Guru Kelas/Mata Pelajaran), 4) Lampiran I D (Format Penghitungan Angka Kredit Pk Guru Kelas/Mata Pelajaran), 5) Lampiran 3 B (Instrumen Penilaian Kinerja Wakil Kepala Sekolah (IPKWKS).

Di SMPN. 1 Pringkuku, sesuai dengan arahan dari Kepala SMPN. 1 Pringkuku penulis melakukan penilaian kepada guru yang mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah (Sdr. Martoyo, S.Pd.) pemberitahuan laksanakan di ruang Kepala Sekolah SMPN. 1 Pringkuku. Kemudian dicapai kesepakatan waktu untuk penilaian kinerja 4. Tahap Pelaksanaan

1 Pringkuku. Kemudian dicapai kesepakatan waktu untuk penilaian kinerja 4. Tahap Pelaksanaan OJL CAWAS -- 2014
1 Pringkuku. Kemudian dicapai kesepakatan waktu untuk penilaian kinerja 4. Tahap Pelaksanaan OJL CAWAS -- 2014

a. Tahap Pelaksanaan/Pengamatan (Kegiatan sebelum pengamatan, kegiatan

selama pengamatan di dalam/di luar kelas, Kegiatan setelah pengamatan) Tahapan Kegiatan yang penulis lakukan pada tahap pelaksanaan ini adalah sebagai berikut:

a) Kegiatan sebelum pengamatan (Pra observasi) Pertemuan awal antara penulis dengan guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakasek (Sdr. Martoyo,S.Pd.). Pengamatan penulis laksanakan di ruang Kepala Sekolah. Pada pertemuan ini penulis mengumpulkan dokumen pendukung dan melakukakn diskusi tentang berbagai hal yang tidak mungkin dilakukan pada saat pengamataan. Semua hasil diskusi penulis catat dalam format laporan dan evaluasi per kompetensi (format I B) sebagai bukti penilaian kinerja. Disamping itu penulis juga melakukan wawancara dan pengumpulan dokumen pendukung terkait dengan tugas tambahan sebagai wakasek, yang penulis catat pada lembar lain, karena tidak ada format khusus yang disediakan untuk proses pencatatan ini.

b) Kegiatan selama pengamatan Kegiatan pengamatan dilaksanakan di SMPN. 1 Pringkuku. Kegiatan yang penulis lakukan selama pengamatan di kelas dan/atau di luar kelas, yaitu mencatat semua kegiatan yang dilakukan oleh guru (Sdr. Martoyo, S.Pd.) dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Instrumen yang penulis gunakan adalah format I B .

Dalam proses penilaian untuk tugas tambahan sebagai wakasek kesiswaan, data dan informasi dapat penulis peroleh dari data dan informasi yang penulis catat pada kolom bukti yang teridentifikasi yang tersedia pada format 3 B (Instrumen Penilaian Kinerja wakil kepala Sekolah (IPKWKS)

c) Kegiatan setelah pengamatan (Pasca observasi) Hasil dari pengamatan dicatat dan di dokumentasikan pada format 1 B

b. Pemantauan (fakta dari: studi dokumen, diskusi, proses pembelajaran/pembimbingan, wawancara kolega, siswa, orang tua).

studi dokumen, diskusi, proses pembelajaran/pembimbingan, wawancara kolega, siswa, orang tua). OJL CAWAS -- 2014 Page 51
studi dokumen, diskusi, proses pembelajaran/pembimbingan, wawancara kolega, siswa, orang tua). OJL CAWAS -- 2014 Page 51

Disamping melakukan kegiatan observasi, penulis juga melakkan pemantauan terhadap fakta yang mendukung, misal studi dokumen, hasil wawancara dengan siswa, guru, komite dan sebagainya.

c. Catatan hasil (pengamatan dan/atau pemantauan) Semua hasil Pengamatan (observasi) baik pra observasi, observasi maupun pasca observasi dan hasil pantauan, penulis catat semuanya pada format I B, sebagai dasar penilaian yang penulis lakukan. 5. Tahap Pemberian Nilai a. Penilaian Berdasar hasil catatan penulis sesuai dengan hasil pengamatan, pemantauan serta bukti-bukti dokumen yang ada pada format I B (Laporan dan Evaluasi Penilaian Kinnerja Guru Kelas/Guru Mata Pelajaran), selanjutnya penulis memberikan skor 0, 1, atau 2 pada masing-masing indikator setiap kompetensi. Selanjutnya penulis menetapkan nilai untuk setiap kompetensi dengan skala nilai 1, 2, 3, atau 4. Pemberian nilai untuk setiap kompetensi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

a) Pemberian 0, 1, atau 2 untuk masing-masing indikator setiap kompetensi penulis lakukan dengan cara membandingkan rangkuman catatan hasil pengamatan dan pemantauan di lembar Format laporan dan evaluasi Penilaian per kompetensi (Lampiran I B). Perolehan skor untuk setiap kompetensi tersebut selanjutnya dijumlahkan dengan cara membagi total skor yang diperoleh dengan total skor maksimum kompetensi dan mengalikannya dengan 100%. (hasil pemberian skor terlampir). Sedangkan untuk tugas tambahan menggunakan format 3 B (Instrumen Penilaian Kinerja Wakil Kepala Sekolah), penilaian diilakukan dengan pemberian skor 1, 2, 3, atau 4.

b) Nilai setiap kompetensi tersebut, kemudian direkapitulasikan dalam format Rekap Hasil Penilaian Kinerja Guru Kelas/Mata Pelajaran (Lampiran I C), untuk mendapatkan nilai total PK Guru. Nilai total ini selanjutnya dikonversikan ke dalam skala nilai sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi

skala nilai sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi OJL CAWAS -- 2014
skala nilai sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi OJL CAWAS -- 2014

c)

Birokrasi

menggunakan rumus:

no

16

tahun

2010.

Konversi

ini

dilakukan

dengan

Nilai PKG (Skala

100)

: Nilai PKG

Nilai PKG

X

100

Tertinggi

Berdasarkan rekap Hasil Penilaian Kinerja Guru (Sdr. Martoyo,S.Pd.) mendapatkan nilai 48, selengkapnya dapat di lihat pada lampiran., jika dimasukkan pada rumus maka diperoleh nilai 85,71(penghitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran). Sedangkan untuk tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah dimasukkan pada Rekapitulasi Hasil Penilaiann Kinerja Wakil Kepala Sekolah (Format 3 B). Berdasarkan Rekapitulasi Hasil Penilaiann Kinerja Wakil Kepala Sekolah (Sdr. Martoyo, S.Pd.) mendapatkan nilai 85, selengkapnya dapat di lihat pada lampiran., jika dimasukkan pada rumus maka diperoleh nilai 100% (penghitungan selengkapnya dapat dilihhat pada lampiran).

d)

Sesuai dengan tabel konversi nilai PK Guru sesuai denga PermenPAN dan RB:

Nilai Hasil PK Guru

Sebutan

Persentase Angka Kredit

91 100

Amat Baik

125%

76

90

Baik

100%

61 -75

Cukup

75%

51

60

Sedang

50%

≤ 50

Kurang

25%

Selanjutnya penulis memberikan sebutan dan presentase angka kreditnya kepada guru yang penulis nilai (Sdr. Martoyo,S.Pd.) adalah Baik dengan prosentase 1005% dan untuk hasil penilaian Kinerja Wakil Kepala memperoleh nilai Sangat Baik dengan Prosentase 100%.

hasil penilaian Kinerja Wakil Kepala memperoleh nilai Sangat Baik dengan Prosentase 100%. OJL CAWAS -- 2014
hasil penilaian Kinerja Wakil Kepala memperoleh nilai Sangat Baik dengan Prosentase 100%. OJL CAWAS -- 2014

e) Penulis memberitahukan kepada Sdr. Martoyo,S.Pd. tentang nilai hasil

PK Guru berdasarkan bukti catatan untuk setiap kompetensi. Penulis dan Sdr. Martoyo, S.Pd. melakukan refleksi terhadap hasil PK Guru sebagai upaya untuk perbaikan kualitas kinerja guru pada periode berikutnya f) Dengan penilaian yang penulis lakukan, Sdr. Martoyo,S.Pd. sepakat, kemudian menandatangani format laporan hasil penilaian kinerja guru

tersebut. Kepala sekolah juga menandatangani format ini. (format laporan hasil penilaian terlampir)

6.

Laporan hasil PK Guru Setelah nilai PK Guru diperoleh, penulis membuat laporan hasil PK Guru yang terdiri dari:

a. Laporan mencakup: Identitas Wakil Kepala Sekolah yang dinilai

b. Laporan dan Evaluasi Penilaian Kinerja Guru Mata Pelajaran

c. Rekapitulsi Hasil Penilaian Kinerja Wakil Kepala

d. Rekap Hasil Penilaian Kinerja Guru Mata Pelajaran

e. Format Rekapitulasi Hasil Penilaian Kinerja Guru Dengan Tugas tambahan Sebagai Wakil Kepala.

D.

Kajian Program Kepengawasan

1. Persiapan Pelaksanaan Kajian Program Kepengawasan

a. Sosialisasi dan koordinasi Sosialisasi dan kordinasi Program Kepengawasan Akademik dan Manajerial dengan Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Bapak Sutedjo, S.Pd.,M.Pd. koordinator Pengawas dan Ibu Dra. Tri Korani Puji Rahayu, M.Pd. Pengawas SMP/SM di Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan pada tanggal. 10 Maret 2014. Dalam kegiatan ini diberi pengarahan secara umum oleh Bapak Sutedjo, S.Pd.,M.Pd., dan pengarahan teknis oleh Ibu Dra. Tri Korani Puji Rahayu, M.Pd. Atas persetujuan Koordinator Pengawas dan pengawas SMP/SM maka

Tri Korani Puji Rahayu, M.Pd. Atas persetujuan Koordinator Pengawas dan pengawas SMP/SM maka OJL CAWAS --
Tri Korani Puji Rahayu, M.Pd. Atas persetujuan Koordinator Pengawas dan pengawas SMP/SM maka OJL CAWAS --

penulis melaksanakan OJL di SMPN 1 Pringkuku sebagai tempat magang di sekolah lain. Pada kesempatan ini penulis diberi kesempatan untuk observasi program kepengawasan baik program kepengawasan akademik maupun program kepengawasan manajerial.

b. Penyusunan Program Kepengawasan Setelah diberi pengarahan oleh pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, penulis menyusun Program Kepengawasan baik Program Kepengawasan Akademik maupun Program Kepengawasan Manajerial yang akan penulis laksanakan di sekolah sendiri (SMPN.3 Pringkuku) maupun Sekolah lain (SMPN. 1 Pringkuku)

c. Penyusunan Instrumen Supervisi Kegiatan selanjutnya penulis menyusun Instrumen Pemantauan 8 Standar Nasional Pendidikan, yang meliputi Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Penilaian, Standar Pembiayaan.

2. Kajian Program Kepengawasan Di Sekolah Sendiri (SMPN. 3 Pringkuku)

a. Pelaksanaan Kajian Program Kepengawasan Manajerial. Pada kajian ini akan dikaji dokumen manajerial sekolah antara lain mengkaji Penggelolaan kurikulum, pengelolaan Pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana dan pengelolaan keuangan. Pengkajian tersebut akan dilakukan di sekolah sendiri dan sekolah magang, dengan harapa calon pengawas nantinya akan memiliki pengalaman nyata dalam melakukan pebinaan manajerial sekolah, khususnya pada perencanaan proram, pelaksaan program dan melaksanakan monitoring, evalua setiap program sekolah yang ideal sesuai peraturan pemerintah dan standar nasional pendidikan. Sedangkan pengkajian dilaksanakan pada sekolah sendiri dan sekolah magang yag terbagi dalam 4 kajian, sebagai berikut

pada sekolah sendiri dan sekolah magang yag terbagi dalam 4 kajian, sebagai berikut OJL CAWAS --
pada sekolah sendiri dan sekolah magang yag terbagi dalam 4 kajian, sebagai berikut OJL CAWAS --

A. Kajian program manajerial di SMPN. 3 Pringkuku

1. Kajian Pengelolaan Kurikulum.

NO

KOMPONEN

KONDISI IDEAL

KONDISI RIIL

KESENJANGAN

REKOMENDASI

1

Dokumen 1 KTSP

Sampul / halaman judul Lembar Pengesahan Daftar Isi

Sesuai

   
 

Bab I

A. Latar Belakang

Sesuai

   

Pendahuluan

 

B. Tujuan Pengembangan KTSP

 

C. Prinsip Pengembangan KTSP

D. Tujuan Pendidikan Dasar/Menengah

E. Visi Sekolah

F. Misi Sekolah

G. Tujuan Sekolah

 

Bab III

A. Struktur Kurikulum

A. Sesuai

Belum adanya guru yang

Sebaiknya dilakukan sesuai dengan peratuan pemerintah/snp

Struktur

dan

Muatan

B. Muatan Lokal

B. Sesuai

kompeten

dalam

Kurikulum

C. Pengembangan Diri

C. Sesuai

melaksanakan kurikulum

D. Beban Belajar

D. Sesuai

Dianggap

belum

 
 

E. Ketuntasan bBelajar

E. Sesuai

perlu/tidak mendesak

F. Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan

F. Sesuai

G. Pendidikan Kecakapan Hidup

G. Belum terwujud

H. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global

H. Belum terwujud

 

Bab IV

Sampul/halaman judul Lembar Pengesahan

Sesuai

   
terwujud   Bab IV Sampul/halaman judul Lembar Pengesahan Sesuai     OJL CAWAS -- 2014 Page
terwujud   Bab IV Sampul/halaman judul Lembar Pengesahan Sesuai     OJL CAWAS -- 2014 Page

OJL CAWAS -- 2014

Page 56

 

Kalender Pendidikan

Daftar Isi

 

2

Dokmen 2 KTSP

SK dan KD Materi Pembelajaran Indikator Penilaian

Sesuai

(silabus dan RPP)

a. Silabus

Alokasi Waktu Sumber Belajar

 

b. RPP

Identitas Mata Pelajaran SK dan KD Indikator Tujuan Pembelajaran Materi Ajar Alokasi Waktu Metode Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Hasil Belajar Sumber Belajar

Sesuai

Komentar :

Hasil kajian yang perlu mendapatkan perhatian adalah :

Adanya beberapa kajian yang tidak bisa dilaksanakan yaitu Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Berbasis keunggulan lokal,

sehingga untuk tahun ajaran berikutya perlu adanya revisi.

Berbasis keunggulan lokal, sehingga untuk tahun ajaran berikutya perlu adanya revisi. OJL CAWAS -- 2014 Page
Berbasis keunggulan lokal, sehingga untuk tahun ajaran berikutya perlu adanya revisi. OJL CAWAS -- 2014 Page

2. Kajian Penelolaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan

NO

 

KOMPONEN

KONDISI IDEAL

 

KONDISI RIIL

KESENJANGAN

REKOMENDASI

A

Pendidik

Permendikbud No. 16 Tahun 2007

     

(Guru SMP)

Kualifjauhikasi