Anda di halaman 1dari 25

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
GEOTHERMAL INTEGRATED LEARNING APPROACH
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MELALUI INOVASI
PEMBELAJARAN TEMATIK-INTEGRATIF SEBAGAI UPAYA
PENGENALAN SUMBER ENERGI ALTERNATIF SEJAK DINI
DI SEKOLAH DASAR

BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN

Mahmudah Rizqi Amalia


Ika Ayu Puspita
Herman Nur Marliadi
Amrul Oktri Yova

Diusulkan Oleh:
NIM. 120210152060
NIM. 120210152088
NIM. 120110401067
NIM. 110210204082

Angkatan Tahun 2012


Angkatan Tahun 2012
Angkatan Tahun 2012
Angkatan Tahun 2011

UNIVERSITAS JEMBER
JEMBER
2013

ii

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL..........................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN..............................................................................ii
DAFTAR ISI........................................................................................................iii
RINGKASAN......................................................................................................iv
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................................3
1.3 Tujuan Penelitian..............................................................................................3
1.4 Manfaat Penelitian ...........................................................................................3
1.5 Luaran Yang Diharapkan..................................................................................3
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Geothermal ......................................................................................................4
2.2 Pembelajaran Tematik Terintegrasi..................................................................4
2.3 Pemanfataan Energi .........................................................................................5
BAB 3. METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian .............................................................................6
3.2 Alur Penelitian .................................................................................................6
3.3 Metode Pengumpulan Data..............................................................................7
3.4 Metode Analisis Data.......................................................................................8
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1. Anggaran Biaya ..............................................................................................9
4.2. Jadwal Kegiatan .............................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................10
LAMPIRAN........................................................................................................11

iii

RINGKASAN
Manusia terus berusaha mencari sumber energi alternatif untuk memenuhi
kebutuhan energi dengan mengusahakan berbagai sumber energi yang mungkin dan
salah satu alternatifnya adalah dengan memanfaatkan energi panas bumi. Oleh
karena itu, perlu adanya pemahaman tentang berbagai sumber energi alternatif sejak
dini terhadap generasi-generasi penerus bangsa agar di masa yang akan datang
kebutuhan energi selalu terpenuhi dan bumi tetap terjaga keseimbangannya.
Pembelajaran di SD sesuai dengan kurikulum 2013 adalah tematik terintegrasi.
Berdasarkan Permendikbud No. 67 tahun 2013 tentang kerangka dasar dan struktur
kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, salah satu tema yang dapat diajarkan
bagi siswa SD/MI kelas 4 adalah tentang energi. Untuk mengimplementasikannya
serta memberikan pemahaman tentang berbagai sumber energi alternatif sejak dini
maka perlu didesain dan dimplementasikan pembelajaran tematik terintegrasi dengan
mengkaji tentang pemanfaatan energi panas bumi. Permasalahan yang akan dikaji
dalam penelitian ini adalah tentang kesadaran siswa tentang pemanfaatan energi,
hasil belajar siswa dan respon siswa setelah diterapkannya pembelajaran Geothermal
Integrated Approach di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi
experiment dengan desain one group pre-test post-test design. Metode pengumpulan
data adalah observasi, tes (pre-test dan post-test), dan kuesioner. Observasi
digunakan untuk mendapatkan data aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan
data keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pre-test digunakan
untuk mengukur hasil belajar awal siswa sebelum pembelajaran dan post-test
digunakan untuk mengukur hasil belajar setelah proses pembelajaran. Kuesioner
digunakan untuk mengukur kesadaran siswa dalam pemanfaatan energi dan
wawancara digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran.
Data penelitian yang diperoleh selanjutnya dianalisis untuk menjawab permasalahan
penelitian.

iv

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, mulai dari
sumber daya alam yang terbarukan hingga sumber daya alam tak terbarukan. Sumber
daya alam yang terbarukan merupakan kekayaan alam yang akan terus ada jika
keberadaannya tidak dieksploitasi secara berlebihan, sedangkan sumber daya alam
yang tak terbarukan adalah kekayaan alam yang akan habis sewaktu-waktu karena
proses penggunaannya lebih cepat dari pada proses terbentuknya. Manusia lebih suka
mengolah kekayaan alamyang tak terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi,
contohnya adalah gas alam, batu bara, minyak bumi, dan sebagainya. Namun, jika
hal ini dilakukan terus-menerus sumber daya alam tak terbarukan akan habis dan
kebutuhan energi akan tidak terpenuhi lagi. Menurut data stastistik Kementerian
Energi Dan Sumber Daya Mineral tahun 2010, disebutkan bahwa Indonesia lebih
banyak menggantungkan kebutuhan energinya pada sumber daya alam tak
terbarukan seperti bahan bakar minyak, gas, dan hasil tambang seperti batubara. Dari
tahun ke tahun grafik produksi bahan bakar minyak semakin menipis dari 500 milyar
barell pada tahun 2000 dengan konsumsi 350 milyar barell, 200 milyar barell untuk
ekspor, dan 90 milyar barell untuk impor. Sedangkan pada tahun 2010 produksi
bahan bakar minyak menyamai konsumsinya yaitu 350 milyar barell.
Saat ini, manusia sedang mencari sumber energi alternatif untuk memenuhi
kebutuhan energinya dengan mengusahakan pada berbagai sumber energi yang
mungkin. Salah satu alternatif yang dipakai adalah dengan memanfaatkan energi
panas bumi. Energi panas bumi ini sudah dikaji oleh beberapa negara maju di dunia
seperti Amerika Serikat. Ada 24 negara yang memanfaatkan tenaga panas bumi
untuk kebutuhan listriknya dan 70 negara menggunakan panas bumi untuk
pemanasan. Indonesia dan Filipina saat ini sedang mengembangkan teknologi ini
sebab keduanya merupakan negara berkembang yang dianugrahi potensi panas bumi
yang cukup besar.
Geothermal (energi panas bumi) adalah energi panas yang tersimpan di dalam
perut bumi. Energi ini timbul sebab adanya aktivitas tektonik di dalam inti bumi dan
akibat panas matahari yang diserap oleh permukaan bumi. Menurut Pasal 1 UU No.
27 tahun 2003 tentang panas bumi, panas bumi adalah sumber energi panas yang
terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral dan gas yang
1

pemanfaatannya diperlukan untuk proses penambangan. Dewasa ini energi panas


bumi sedang dikembangkan sebagai energi alternatif terbarukan. Pemanfaatan energi
panas bumi dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik yang tidak
menimbulkan polusi dan efek rumah kaca. Daerah yang mempunyai potensi panas
bumi adalah daerah di sekitar lempeng tektonik yang mempunyai temperatur tinggi.
Indonesia adalah salah satu negara yang terletak di sekitar lempeng tektonik sehingga
memiliki potensi sumber panas bumi yang bisa didayagunakan.
Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman tentang berbagai sumber
energi alternatif sejak dini terhadap generasi-generasi penerus bangsa agar di masa
yang akan datang kebutuhan energi selalu terpenuhi dan bumi tetap terjaga
keseimbangannya. Dengan adanya pemahaman ini, diharapkan generasi penerus
bangsa lebih terbuka wawasannya sehingga tertanam di benak mereka suatu cita-cita
untuk mengembangkan energi alternatif yang ramah lingkungan. Selain itu,
pemahaman ini dapat memperbesar jumlah individu yang melek energi sehingga
mereka dapat memandang jauh ke depan tentang nasib bangsanya jika terus-menerus
menggunakan energi tak terbarukan. Waters dan Powers (2008) menyatakan bahwa
pemahaman tentang melek energi di ruang sekolah dapat menciptakan dan
menerapkan program pendidikan energi yang efektif, tidak hanya menambah
pengetahuan siswa tentang melek energi, akan tetapi sikap dan perilaku (kebiasaan)
mereka yang berhubungan dengan energi.
Pembelajaran di SD sesuai dengan kurikulum 2013 adalah tematik
terintegrasi. Berdasarkan Permendikbud No. 67 tahun 2013 tentang kerangka dasar
dan struktur kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah menyebutkan bahwa
salah satu tema yang dapat diajarkan bagi siswa SD/ MI kelas 4 adalah tentang
Selalu Berhemat Energi. Untuk mengimplementasikannya serta memberikan
pemahaman berbagai sumber energi alternatif sejak dini maka perlu didesain dan
dimplementasikan pembelajaran tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut maka
penulis ingin menerapkan tema pembelajaran pemanfaatan energi alternatif sejak dini
sesuai kurikulum 2013 kepada siswa sekolah dasar khususnya kelas 4.
1.2 Rumusan Masalah
Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana kesadaran siswa tentang pemanfaatan energi dalam pembelajaran


Geothermal Integrated Approach di sekolah dasar?
2. Bagaimana hasil belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran Geothermal
Integrated Approach di sekolah dasar?
3. Bagaimana respon siswa setelah diterapkannya pembelajaran Geothermal
Integrated Approach di sekolah dasar?
1.3 Tujuan
Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengkaji kesadaran siswa tentang pemanfaatan energi dalam pembelajaran
Geothermal Integrated Approach di sekolah dasar.
2. Mengkaji hasil belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran Geothermal
Integrated Approach di sekolah dasar.
3. Mengkaji respon siswa setelah diterapkannya pembelajaran Geothermal
Integrated Approach di sekolah dasar.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal berikut ini:
1. Sebagai dasar bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran tematik yang
berorientasi pada pemanfataan berbagai sumber energi serta memperbaiki proses
pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pengetahuan tetapi juga pada sikap dan
keterampilan siswa;
3. Sebagai bahan referensi bagi siswa agar memiliki kesadaran akan pentingnya
melek energi;
4. Sebagai dasar pertimbangan sekolah dalam mengembangkan kurikulum sehingga
mengintegrasikan tuntutan melek energi bagi siswa.
1.5 Luaran yang diharapkan
Hasil penelitian ini akan dipublikasikan dalam seminar nasional dan artikel
ilmiah nasional.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Geothermal
Geothermal (panas bumi) adalah energi panas yang tersimpan di dalam perut
bumi dan timbul akibat aktivitas tektonik di dalam inti bumi dan akibat panas
matahari yang diserap oleh permukaan bumi. Menurut Pasal 1 UU No. 27 tahun 2003
tentang panas bumi, panas bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di
dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral dan gas yang
3

pemanfaatannya diperlukan untuk proses penambangan. Energi panas bumi dapat


dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik yang tidak menimbulkan polusi dan
efek rumah kaca. Menurut Saptadji (no date), pemanfaatan panas bumi untuk
pembangkit listrik dimulai di Italia sejak tahun 1913 dan di New Zealand sejak tahun
1958. Energi panas bumi yang dimanfaatkan untuk sektor nonlistrik (direct use)
telah berlangsung di Iceland sekitar 70 tahun. Meningkatnya kebutuhan energi yang
diimbangi dengan meningkatnya harga minyak, memacu negara di dunia untuk
mengurangi ketergantungan mereka pada minyak dengan cara memanfaatkan energi
panas bumi. Saat ini energi panas bumi telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik
di 24 Negara, termasuk Indonesia. Fluida panas bumi juga dapat dimanfaatkan untuk
sektor nonlistrik, antara lain untuk pemanasan ruangan, pemanasan air, pemanasan
rumah kaca, pengeringan hasil produk pertanian, pemanasan tanah, pengeringan
kayu, kertas dan sebagainya. Daerah yang mempunyai potensi panas bumi adalah
daerah di sekitar lempeng tektonik yang mempunyai temperatur tinggi. Indonesia
adalah salah satu negara yang terletak di sekitar lempeng tektonik sehingga memiliki
potensi sumber panas bumi yang bisa didayagunakan.
Menurut Pertamina Geothermal Energi, potensi panas bumi di Indonesia
mencakup 40% potensi panas bumi dunia, tersebar di 251 lokasi pada 26 provinsi
dengan total potensi energi 27.140 MW atau setara 219 Milyar ekuivalen Barrel
minyak. Kapasitas terpasang saat ini 1.194 atau 4% dari seluruh potensi yang ada.
2.2 Pembelajaran Tematik Terintegrasi
Pembelajaran tematik terintegrasi merupakan model pembelajaran terpadu
yang dikemukakan oleh Forgaty (1991). Pembelajaran tematik itu sendiri adalah
pembelajaran terpadu yang mengaitkan beberapa mata pelajaran dalam satu
tema/topik pembahasan. Pembelajaran tematik merupakan suatu usaha untuk
mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, nilai atau sikap pembelajaran, serta
pemikiran yang kreatif dengan menggunakan suatu tema. Model pembelajaran ini
diyakini sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif (highly effective
teaching model), karena mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi
emosi, fisik dan akademik.
Kurikulum yang berbasis pembelajaran tematik terintegrasi memiliki
karakteristik yaitu memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik untuk

membentuk pemahamannya sendiri, menumbuhkan wawasan atau pengetahuan yang


baru dan mengimplementasikan pengetahuan yang sudah didapatkan oleh peserta
didik (Lipson, et al., 1993).
2.3 Pemanfaatan Energi
Pemanfaatan energi saat ini sudah dikembangkan menjadi tema bahan ajar
bagi siswa SD khususnya kelas 4. Tema bahan ajar ini disesuaikan dengan mata
pelajaran pokok yang diberikan kepada siswa SD yaitu matematika, bahasa
Indonesia, PJOK, SBdP, IPA, IPS, dan PPkn. Pemanfaatan energi yang diintegrasikan
dalam mata pelajaran MIPA (matematika dan IPA) bertujuan agar siswa dapat
membedakan berbagai bentuk energi melalui pengamatan dan mendeskripsikan
pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari serta dapat melakukan perhitungan
mengenai perhitungan faktor dan kelipatan bilangan prima, sedangkan dalam mata
pelajaran sosial (bahasa Indonesia, PJOK, SBdP, IPS, dan PPkn) siswa diharapkan
dapat mengetahui eksistansi dirinya sebagai warga negara yang mampu berinteraksi
dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, ekonomi dan budaya sehingga dapat
melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik. Selain itu,
siswa diharapkan dapat memahami bacaan-bacaan yang berkaitan dengan
pemanfaatan energi sehingga siswa lebih mengenal energi dan cara kreatif untuk
memanfaatkan energi. Jaringan tema terdapat pada Lampiran 4 (Pemetaan
Kompetensi Dasar Subtema pemanfaatan Energi).

BAB 3. METODE PENELITIAN


3.1 Jenis dan Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah quasi experiment atau eksperimen semu yang
dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari sesuatu yang dikenakan
pada subjek selidik. Sukardi (2011) menyatakan bahwa eksperimen kuasi (quasiexperiment) merupakan eksperimen yang memiliki perlakuan, pengukuran dampak,
unit eksperimen, namun tidak menggunakan penugasan acak untuk menciptakan
pembandingan dalam rangka menyimpulkan perubahan yang disebabkan perlakuan.
Mengingat penelitian ini bukan dalam kondisi laboratorium tapi dalam
kegiatan sehari-hari sehingga tidak dimungkinkan untuk mengontrol semua variabel

bebas dan terikat secara ketat, maka bentuk penelitian ini adalah eksperimen semu
(quasi experiment). Adapun jenis desain dalam penelitian ini berbentuk desain one
group pre-test post-test design yang ditunjukkan pada gambar berikut.

O1

O2

Keterangan :
O1 = pre test
O2 = post test
X
= perlakuan pembelajaran tematik integratif geothermal integrated approach
3.2 Alur Penelitian
Tahap pertama yaitu studi pendahuluan dan persiapan penelitian dengan
menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan saat penelitian berlangsung seperti pretest, post-test, lembar observasi, bahan ajar, dan alat peraga. Tahap selanjutnya yaitu
menentukan subyek penelitian. Subyek penelitian selanjutnya diberi pre test pada
awal pertemuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa, kemudian dilanjutkan
dengan kegiatan belajar mengajar sesuai kurikulum 2013 yang mengintegrasikan
geothermal integrated approach dan diakhiri dengan pemberian post-test. Observasi
terhadap akitivitas siswa dilakukan selama proses pembelajaran. Data penelitian
yang diperoleh selanjutnya dianalaisis untuk menjawab masalah penelitian.
Prosedur yang akan dilakukan dalam penelitian ini dijelaskan berdasarkan
bagan berikut:

StudiPendahuluan

Persiapan Penelitian

Menentukan Subjek Penelitian

Pre-Test

Pembelajaran
menggunakan model
tematik terintegrasi

Observasi

Post-Test
Pengolahan dan Analisis Data

Kesimpulan

3.3 Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
observasi, tes (pre-test dan post-test), dan kuesioner. Observasi atau pengamatan
langsung di lapangan untuk mendapatkan data aktivitas siswa dalam proses
pembelajaran dan keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pretest
digunakan untuk mengukur hasil belajar awal siswa sebelum pembelajaran dan
posttest digunakan untuk mengukur hasil belajar setelah proses pembelajaran.
Kuesioner digunakan untuk mengukur kesadaran siswa dalam pemanfaatan energi
dan wawancara secara langsung terhadap objek yang diamati untuk mengetahui
respon siswa terhadap proses pembelajaran.

3.4 Metode Analisa Data


Data yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah:

1.

Untuk mendiskripsikan kesadaran siswa dalam pemanfaatan energi digunakan


rumus:

Keterangan:
NP

= nilai persen yang dicari dan diharapkan

= skor yang diperoleh siswa

SM

= skor maksimum

100 = bilangan tetap


2.

Peningkatan hasil belajar siswa dapat diketahui dengan menggunakan rumus


gain ternormalisasi berikut ini:

Keterangan :
<g> = gain ternormalisasi
<Sf> = nilai pre test
<Si> = nilai pos test
Adapun kriteria peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 1. Kriteria peningkatan hasil belajar.
Nilai <g>
<g> 0,7
0,3 <g>< 0,7
<g>< 0,3

3.

Kriteria Gain
Tinggi
Sedang
Rendah

Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta respon siswa


dianalisis secara kualitatif berdasarkan data yang ada.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya


Anggaran yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebesar Rp.
12.222.500,- dengan rincian terdapat pada lampiran 2 dan ringkasannya terdapat
pada tabel berikut.
Tabel 2. Ringkasan anggaran yang diperlukan untuk penelitian.
No.
1.
2.
3.
4.

Jenis Pengeluaran
Barang Habis Pakai
Penunjang Operasional
Transportasi
Lain-lain
Jumlah

Biaya (Rp)
3.062.500,00
3.985.000,00
1.800.000,00
3.375.000,00
12.222.500,00

4.2 Jadwal Kegiatan


Kegiatan dalam penelitian akan dilaksanakan menurut jadwal sebagaimana
tabel berikut.
No.
1

3
4
5
6
7
8
9

Kegiatan

Waktu Pelaksanaan
Bulan 1
Bulan 2
Bulan 3
Bulan 4
Bulan 5
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Koordinasi dengan
Sekolah
Penyusunan Perangkat
Penelitian
a. Rencana Pembelajaran
b. Materi Pembelajaran
c. LKS
d. Tes
e. Lembar Observasi
f. Lembar Wawancara
Pre Test
Pelaksanaan Pembelajaran
Tes Hasil Belajar
Wawancara Dan Angket
Analisis Data
Evaluasi
Pelaporan

DAFTAR PUSTAKA
Fogarty, R. 1991. The Mindful School; How to Integrate The Curricula. Illionis:
IRI/Skylight Publishing, Inc.

Hake, R. R. 1998. Inreative-engangement Versus Traditional Methods: A Sixthousand-student Survey of Mechanics Test Data for Introductory Physics
Courses, Am. J. Phys, 66 (1), p. 64-74.
Kementerian ESDM. 2010. Indonesia Energy Statistic Leflet 2010. Centre for Data
Information on Energy and Mineral Resources. Jakarta.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Selalu
Berhemat Energi Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013. Jakarta: Lazuardi
GIS dan Politeknik Negeri Media Kreatif.
Lipson, M. Y., Valencia, S. W., Wixson, Charles W. Peters. 1993 .Integration And
Thematic Theaching : Intregation to Improve Teaching And Learning,
Language Arts : Vol. 70, p. 252-263.
Saptadji , Nenny. No date. Sekilas tentang Panas Bumi. Bandung. ITB.
Sukardi. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Tersina Grafika.
Waters, J D. dan Powers, S. 2008. Energy Literacy Among Middle and High School
Youth.38th ASEE/IEEE Frontiers in Education Conference.Clarkson
University.

10

11

12

13

14

15

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Dana


1. Bahan Habis Pakai
No

Material

1.

Kertas HVS A4

2.

Kertas Folio
Bergaris

3.

Tinta Colour

4.

Tinta Black

5.

Flashdisk 16 GB

6.

Boardmarker

7.

Ballpoint

8.

Map Plastik Case

9.

Penghapus

10.

CD Blank

11.

Map Folio Kertas

12.

Kertas Buram

Justifikasi
Pemakaian

Kuantitas

Digunakan untuk
mencetak soal-soal,
kuisioner, dsb.
Digunakan untuk
lembar jawaban soal
esai
Digunakan untuk
kebutuhan mencetak
Digunakan untuk
kebutuhan mencetak
Sebagai alat
penyimpanan data
Sebagai alat tulis
penunjang
pembelajaran
Sebagai alat tulis
penunjang
pembelajaran
Digunakan untuk
file hard copy
Sebagai alat tulis
penunjang
pembelajaran
Digunakan untuk
menyimpan file
media pembelajaran
Digunakan untuk
file hard copy
Digunakan untuk
lembar perhitungan
Sub Total

Harga
Satuan
(Rp)

Keterangan
(Rp)

15 rem

36.000,00

540.000,00

15 rem

35.000,00

525.000,00

3 pak

35.000,00

105.000,00

6 pak

40.000,00

240.000,00

3 buah

250.000,00

750.000,00

4 pak

30.000,00

120.000,00

5 pak

30.000,00

150.000,00

10 buah

25.000,00

250.000,00

5 buah

10.000,00

50.000,00

1 box

250.000,00

250.000,00

25 buah

2.500,00

62.500,00

1 rem

20.000,00

20.000,00
3.062.500,00

16

2. Penunjang Operasional
No
1
2

Kuantitas

Harga
Satuan(Rp)

Keterangan
(Rp)

Ijin untuk pemakaian


tempat

1 pkt

250.000,00

250.000,00

Biaya penyusunan dan


cetak RPP yang akan
digunakan oleh siswa

1 pkt

500.000,00

500.000,00

80 eks

16.000,00

1.280.000,00

80 eks

10.000,00

800.000,00

Biaya penyusunan dan


cetak lembar pre test yang
akan digunakan oleh siswa

80 eks

5.000,00

400.000,00

Biaya penyusunan dan


cetak lembar post test yang
akan digunakan oleh siswa

80 eks

5.000,00

400.000,00

Biaya penyusunan dan


cetak lembar observasi
yang akan digunakan oleh
peneliti

1 pkt

150.000,00

150.000,00

Biaya penyusunan dan


cetak lembar wawancara

1 pkt

55.000,00

55.000,00

1 pkt

150.000,00

150.000,00

Material
Pengurusan
izin
Penyusunan
dan cetak
rencana
pembelajaran
Penyusunan
dan cetak
materi
pembelajaran
Penyusunan
dan cetak
LKS
Penyusunan
dan cetak
lembar pre
test
Penyusunan
dan cetak
lembar post
test
Penyusunan
dan cetak
lembar
observasi
Penyusunan
dan cetak
lembar
wawancara
CD
Pembelajaran

Justifikasi Pemakaian

Biaya penyusunan dan


cetak materi pembelajaran
yang akan digunakan oleh
siswa
Biaya penyusunan dan
cetak LKS yang akan
digunakan oleh siswa

Biaya desain VCD yang


berisi materi dan penjelasan
tentang pemanfaatan energi
(gheotermal) dalam bentuk
media audio visual
Sub Total

3.985.000,00

3. Transportasi
No

Material
Jember- lokasi
penelitian 10 kali
PP

Justifikasi
Pemakaian

Kuantitas

Biaya perjalanan dari


Universitas Jember
ke lokasi kegiatan 10
kali PP
Sub Total

17

4 orang

Harga
Satuan
(Rp)
450.000,00

Keterangan
(Rp)
1.800.000,00

1.800.000,00

4. Lain-lain
No

Material

Analisis Data

Copy Laporan

Bendel Laporan

Dokumentasi

Publikasi

Studi literature
(copy dan
warnet)

Seminar

Poster

Burn VCD
tutorial

10

Materai 6000

Justifikasi
Pemakaian
Biaya jasa
menganalisis data hasil
evaluasi kegiatan
penelitian
Biaya cetak dan
penggandakan laporan
proposal PKM-P
Biaya pembedendelan
laporan proposal
PKM-P
Biaya dokumentasi
kegiatan-kegiatan
penelitian dalam
bentuk foto
Biaya publikasi hasil
penelitian
Mengcopy referensi
dan browsing literatur
yang dibutuhkan
proposal PKM-P
Biaya pendaftaran dan
akomodasi seminar
Penunjang publikasi
VCD yang berisi
materi dan penjelasan
tentang pemanfaatan
energi
(gheotermal)bentuk
media audio visual
Material pelengkap
surat pernyataan dan
MOU

Kuantitas

Harga
Satuan
(Rp)

1 pkt

300.000,00

300.000,00

10 eks

20.000,00

200.000,00

10 eks

10.000,00

100.000,00

1 pkt

250.000,00

250.000,00

1 pkt

250.000,00

250.000,00

1 pkt

800.000,00

800.000,00

1 pkt

800.000,00

800.000,00

1 pkt

400.000,00

400.000,00

3.000,00

240.000,00

7000

35.000,00

80 VCD

5 buah

Keterangan
(Rp)

3.375.000,00

Sub Total

Rincian Anggaran Yang Diperlukan


No
Komponen
1
Bahan Habis Pakai
2
Penunjang Operasional
3
Transportasi
4
Lain-lain
Total

Anggaran
3.062.500,00
3.985.000,00
1.800.000,00
3.375.000,00
12.222.500,00

18

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim dan Pembagian Tugas

No

Nama/ NIM

Mahmudah Rizqi
1.

Amalia/
120210152060

2.

Program

Bidang

Studi

Ilmu

Alokasi
Waktu (jam/

Uraian
Tugas

minggu)

Penanggung
Pendidikan
Fisika

Pendidikan

12 jam/

jawab dan

minggu

koordinator
tim
Mengkopilasi

Ika Ayu Puspita/

Pendidikan

120210152088

Fisika

Pendidikan

10 jam/
minggu

dan
menganalisis
data hasil
penelitian

Herman Nur
3.

Marliadi/
120110401067

Telivisi dan
Film

Sastra

8 jam/ minggu

Pendidikan

4.

Amrul Oktri Yova/ Guru


110210204082

Sekolah
Dasar

Pendidikan 8 jam/ minggu

19

Publikasi dan
dokumentasi
Koordinator
lapangan

20

Lampiran 5. Pemetaan Kompetensi Dasar Subtema Pemanfaatan Energi

IPA
PJO
K Memahami pengaruh

Membedakan berbagai
bentuk energi melalui
pengamatan dan
mendeskripsikan
pemanfaatannya dalam
kehidupan sehari-hari

aktivitas fisik dan


istirahat terhadap
pertumbuhan dan
perkembangan tubuh

MATEMATI
KA
Memahami
faktor
dan kelipatan
bilangan serta
bilangan prima

PPK
N
Memahami hak dan

kewajiban sebagai
warga dalam
kehidupan sehari-hari
di rumah, sekolah dan
masyarakat

Subtema 2
PEMANFAATAN
ENERGI

IPS
Memahami manusia
dalam dinamika
interaksi dengan
lingkungan alam, sosial,
budaya, dan ekonomi

B.
INDONESIA
Menggali informasi dari teks
laporan hasil pengamatan
tentang gaya, gerak, energi
panas, bunyi, dan cahaya
dengan bantuan guru dan
teman dalam bahasa
Indonesia lisan dan tulis
dengan memilih dan memilah
kosakata baku

SBd
P

Mengetahui berbagai
alur cara dan
pengolahan media
karya kreatif

21