Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS PERKEMBANGAN PENJASKES DI INDONESIA

Nurtajudin (0602513002) POR A1

Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan melalui aktivitas jasmani,permainan atau olahraga yang
terpilih untuk mencapai tujuan pendidikan.
Menurut Arie Asnaldi (2008) Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu
maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka
memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak.
Berdasarkan hal tesebut di atas, jika dikaitkan dengan perkembangan pendidikan jasmani di masa sekarang
jauh berbeda mengalami kemajuan yang pesat akan tetapi dalam pelaksanaannya masih banyak kendala-kendala yang
dihadapi seperti: sarana dan prasarana, pemahaman guru penjas masih banyak yang kurang memahami tentang hakikat
pendidikan jasmani yang sebenarnya, sehingga pelaksanaannya-pun masih mirip dengan olahraga. Maka dalam hal
tersebut jika dikaitkan dengan tujuan dari pendidikan jasmani yaitu untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani
keterampilan gerak, keterampilan berfikir, keterampilan sosial stabilitas emosional, tindakan moral, hidup sehat dan
pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani olahraga dan kesehatan yang direncnakan secara sistematis
dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Berkaitan dengan tujuan pendidikan yang telah disepakati bersama dalam mempelajari atau kurikulum
pendidikan jasmani maka, pendidikan jasmani sangat perlu diperhatikan yaitu untuk memberikan keterampilan yang
lebih kepada guru, dan sekaligus untuk siswa. Sehingga dengan hal tersebut, pendidikan jasmani dapat memberikan
arti dan dapat mencapai tujuan yang sesungguhnya yang sudah tertanam dalam pendidikan jasmani itu sendiri.
Dalam hal lain, pendidikan jasmani sekarang banyak yang menganggap hanya sekedar sebagai olah otot,
sehingga pendidikan jasmani dianggap sebagai pelengkap semata dalam semua pelajaran, artinya pendidikan jasmni
dilihat sebelah mata, karena kebanyakan orang belum memahami hakikat dari pendidikan jasmani itu sendiri.
Kalau dicermati lebih dalam perkembangan penjas sekarang ini, memang sudah berkembang pesat akan
tetapi perkembangannya tersebut tidak diikuti oleh kesadaran untuk memberikan ruang yang cukup bagai
perkembangan pendidikan jasmani itu sendiri, baik dalam segi sarana dan prasaran dan lain-lain. Melihat hal tersebut
maka wajar apabila orang menganggap pendidiakn jasmani sebelah mata, disamping mereka tidak memahami
hakikat dan tujuan pendidikan jasmani tersebut, melainkan disisi lain mereka kurang diberikan ruang untuk
perkembangannya.
Untuk dapat dipahami lebih lanjut dalam tulisan ini perlu kiranya kami mengungkapkan hakikat dari pendidikan
jasmani itu terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembahasan terkait dengan perkembangan pendidikan jasmani
tersebut, dalam perkuliah Dr. Taufiq Hidayah, M.Kes pernah disampaikan dalam power pointnya bahwa hakikat

pendidikan jasmani itu merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, yg bertujuan utk
mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial,
penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui
aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan
pendidikan nasional.
Berangkat dari itu, seharusnya perkembangan pendidikan jasmani sekarang ini harus mengarah kepada
hakikat dari pendidikan jasmani, akan tetapi perkembangan penjas sekarang sepertinnya tidak mengarah kepada
hakikat penjas yang sebenarnya, karena sekedar sebagai mata pelajaran disetiap lemabaga pendidikan atau sekolah
untuk memenuhi tuntutan kurikulum yang berlaku. Sehingga tujuan dari pendidikan jasmani itu hanya sekedar
sebagai tujuan semata yang terpampang dalam kurikulum atau visi dari penjas, akan tetapi semua itu tidak terlaksana.
Semoga dengan adanya perubahan kurikulum pendidikan yang dilakukan pemerintah dapat memberikan
dampak yang posotif terhadap pencapaian tujuan pendidikan itu sendiri. Dengan perubahan kurikulum itu sendiri
dengan sendirinya akan menentukan juga arah dari pendidikan.