Anda di halaman 1dari 3

Lir-ilir-Lir-ilir, Tandure wus sumilir , ijo royo-royo, Tak sengguh

temanten anyar mempunyai makna bagunlah bukan berarti bangun dari tempat
tidur. Tetapi kita diminta bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas,
bangun dari kebodohan tentang tidak mengenal Allah, bangun dari sifat yang
buruk penyakit hati, bangun dari kesalahan-kesalahan dan hendaknya kita
senantiasa mohon ampun kepada Allah dan brdzikir untuk lebih mempertebal
keimanan yang telah ditanamkan oleh Allah dan lebih mendekatkan diri kepada
Allah. tandure wus sumilir, Tak ijo royo-royo tak, senggo temanten anyar.
Bait ini mengandung makna jika kita telah berdzikir kita akan mendapatkan
banyak manfaat bagi kita sendiri dan menghasilkan buah makrifat atas izin
Tuhannya. Pengantin baru ada yang mengartikan sebagai Raja-Raja Jawa yang
baru memeluk agama Islam. Sedemikian maraknya perkembangan masyarakat
untuk masuk ke agama Islam, namun taraf penyerapan dan implementasinya
masih level pemula, layaknya penganten baru dalam jenjang kehidupan
pernikahannya msih dalam level pertama.
Selanjutnya makna Cah Angon-cah angon Penekno Blimbing Kuwi
Lunyu-lunyu penekno Kanggo mbasuh dodotiro . Cah angon ? kenapa kata
yang di pilih Sunan Kalijaga adalah cah angon, bukan presiden atau para
pengusaha, ini menjadi pertanyaan besar buat kita ? Sunan Kalijaga memilih
kata cah angon karena pada dasarnya cah angon adalah pengembala,
Pengembala mempunyai makna seorang yang mampu membawa makmumnya,
seorang yang mampu menggembalakan makmumnya dalam jalan yang benar
yang diridhoi oleh Allah. Pengembala dalam tembang disini masksudnya
dapatkah kita menggembalakan dan menahan hati kita dari dorongan hawa
nafsu yang demikian kuatnya dan menahan hal-hal yang membuat kita akan
cenderung melakukan dosa. Kita harus menentang hawa nafsu yang dapat
menejerumuskan kita ke lembah syetan yang tidak diridhoi Allah, dengan cara
berpegang teguh dengan rukun Islam yang yang notabene buah belimbing
bergerigi lima buah yang di ibaratkan rukun islam. Jadi meskipun sulit, kita

harus sekuat tenaga tetap berusaha menjalankan rukun islam yang merupakan
dasar dari agama Islam meskipun banyak halangan dan rintangan. Penekno ?
dalam bahasa indonesia adalah panjatlah ini adalah ajakan para wali kepada
Raja-Raja tanah Jawa untuk memeluk Islam dan mengajak masyarakat untuk
mengikuti jejek para pemimpin Islam Nabi dan Rosul dalam menjalankan
syariat Islam. Walaupun dengan penuh rintangan baik harta, benda maupun
tahta dan godaan lain maka kita harus tetep bertaqwa kepada Allah.
Dodotiro Dodotiro, Kumitir Bedah ing pinggir, yang maknanaya
Pakaian taqwa harus kita bersihkan, yang jelek jelek kita hindari dan kita
tinggalkan, perbaiki kehidupan dan akhlak kita, seperti merajutpakaian hingga
menjadi pakaian yang indah karena sebaik-baik pakaian adalah pakaian
bertaqwa kepada Allah. Dondomono, Jlumatono, Kanggo Sebo Mengko sore ini
Pesan dari para wali bahwa suatu ketika kamu akan mati dan akan menemui
Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu
didunia baik amal baik maupun amal buruk. Maka perbaikilah

dan

sempurnakanlah ke-Islaman kita agar kita selamat pada hari pertanggung


jawaban kelak. Pakaian taqwa kita sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan
berlubang, untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya
agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Allah SWT.
Mumpung padhang rembulane Mumpung jembar kalangane Yo surako
surak iyo!!! Selagi kita masih ada kesempatan, kita harus senantiasa mohon
ampun kepada Allah, menahan hawa nafsu duniawi yang dapat menjermuskan
kita, dan senantiasa bertaqwa kepada Allah sebagai bekal pertanggung jawaban
kita kelak di akhirat. Begitulah, para wali mengingatkan agar para penganut
Islam melaksanakan hal tersebut ketika pintu hidayah masih terbuka lebar,
ketika kesempatan itu masih ada di depan mata kita, ketika usia masih
menempel pada hayat kita ketika kita masih di beri kesehatan . Sambutlah
seruan ini dengan sorak sorai, senantiasa bersyukur dan menegakan syariat
Islam. Dalam firman Allah :

Beri Nilai