Anda di halaman 1dari 35

LUKA GIGITAN, TETANUS,

GAS GANGRENE

LUKA GIGITAN

Luka Gigitan

Penyebab :
1. Binatang liar.
2. Binatang piaraan.
3. Manusia
Akibat Gigitan :
1. Kerusakan jaringan
2. Masuknya Toksin
3. Masuknya kuman patogen infeksi
4. Menularnya penyakit ( mis : rabies )
5. Reaksi alergi

Penanggulangan

Identifikasi penggigit.
Membersihkan luka
Mengeluarkan racun eksisi,
keluarkan darah dari sekitar luka.
Batasi penyebaran racun
Berikan serum anti racun / vaksin
Jahit situasi

TETANUS

PENGERTIAN

COUNCIL OF STATE AND TERITORIAL


EPIDEMIOLOGIST :
ONSET AKUT HIPERTONIA
ATAU
KONTRAKSI OTOT YANG BERSIFAT NYERI
( OTOT LEHER DAN RAHANG)
DAN
SPASME OTOT SECARA MENYELURUH
TANPA SEBAB LAIN YANG MENYERTAI

TANDA KLINIS PENTING


generalized weakness or stiffness
trismus
generalized spasms
opisthotonus and abdominal rigidity
respiratory failure
tachycardia, hypertension
fever, diaphoresis

Preventable dengan vaksinasi yang adekuat

Belum pernah hilang


Lebih sering pada sosial ekonomi rendah
Lebih sering pada musim panas
Tidak ditularkan orang ke orang

Clostridium tetani
Bakteri bentuk batang, gram positif, tak berkapsul
Anaerobik
Spore-forming
Biasa ditemukan di tanah, debu,
terutama yang terkontaminasi kotoran
Spora bisa bertahan tahunan
Berubah bentuk menjadi vegetative dalam
lingkungan anaerobik yang cocok

spore
vegetatif

limfoge
n

tetanospamin

hematogen

transinapt
ic

Bind to presinaptic inhibitory


neuron

Prevent Release of acetylcholine

Loss of inhibitory neuron

Rigidity, spasm

Manifestasi lain
Kejang
Gangguan autonomic nervus sistem
1.
sweating
2.
tekanan darah tak stabil
3.
takikardi
4.
aritmia
5.
peningkatan produksi
catecolamin

Gambaran klinis
Generalized tetanus
Local tetanus
Cephalic tetanus

Dari mana Clostridium tetani masuk ?


Luka kontaminasi feses, tanah, saliva,
Luka tusuk, luka crush, burn, dekubitus,
Luka operasi
Chronic otitis media
Caries

Tetanus - 1995-1997
Injuries and Conditions
Puncture
37%
Unknown
6%
Diabetes
3%
Surgery
3%
Chr wound
7%

Laceration
17%

Abrasion
9%

IDU
18%

Perjalanan penyakit
Masa inkubasi 1 54 hari (umumnya < 14 hari)
Kelemahan dan kekakuan umum
Trismus
Risus sardonikus
Opisthotonus
Abdominal rigidity

sulit menelan
rasa tercekik

Severe generalized reflex spasm


Disfungsi otonom

Rangsangan ringan
Gaduh
Gerakan tempat tidur

Komplikasi tetanus
Pneumonia
Venous thrombosis
Emboli paru
Fraktur
Gagal nafas
Prognosa yang jelek berkaitan dengan :
Kekacauan sistem otonom
Inkubasi pendek
Luka sangat kotor

PENCEGAHAN
PERAWATAN LUKA YANG ADEKUAT
DEBRIDEMENT, NEKROTOMI
IMUNISASI :
- AKTIF : TOXOID TETANUS ------- ANTIBODY
- PASIF : ANTITOXIN HETEROLOG (ATS)
ANTITOXIN HOMOLOG (TETAGLOBULIN)
(tidak bisa membentuk kekebalan)
( DIBERIKAN BERDASARKAN RIWAYAT IMUNITAS DAN JENIS LUKA )

IMUNISASI SEBELUMNYA LUKA BERSIH


TOXOID ATS
tidak ada/tidak pasti
ya*
tidak
1x DT atau DTP
ya*
tidak
2x DT atau DTP
ya*
tidak
3x DT/DTP atau lebih
tidak +
tidak

*
+
++
DT
DTP

LUKA KOTOR
TOXOID ATS
ya*
ya
ya*
ya
ya*
ya
tidak++ tidak

: SERI IMUNISASINYA HARUS DILENGKAPI


: KECUALI BOOSTER TERAKHIR 10 TH YG LALU ATAU LEBIH
: KECUALI BOOSTER TERAKHIR 5 TAHUN ATAU LEBIH
(CARA PEMBERIAN IM ATS 1500 IU / IMUNOGLOBULIN 250 IU
: VAKSINASI DIFTERI-TETANUS
: VAKSINASI DIFTERI, TETANUS, PERTUSIS

PENGOBATAN
ERADIKASI

SUMBER INFEKSI/TOXIN 2 langkah

NETRALISASI TOXIN YANG BEREDAR


ATASI KEJANG
ANALGETIK ADEKUAT
ASUPAN NUTRISI ADEKUAT
KESEIMBANGAN CAIRAN ELEKTROLIT
ATASI PENYULIT
IMUNISASI AKTIF
REHABILITASI

PROGNOSA

Mortalitas 25-50 %
Prognosa jelek : - umur ekstrem
- inkubasi pendek
- ko-morbiditas
Prognostik score : Phillips, Dakkar,
Ablett, Cole-Spooner
PENCEGAHAN LEBIH BAIK
ALWAYS DO THE BEST

GAS GANGRENE

ETIOLOGI : Clostridium welchii (C. perfringens)


- FLORA NORMAL USUS
- ANAEROB
- GRAM (+)
- SPORA (TINJA)
tanah kering, tahan desinfektan
tidak mati dalam air mendidih 100

LUKA OPERASI
KEADAAN ANAEROB
(abortus provokatus, jaringan nekrosis)

CLOSTRIDIUM
EKSOTOXIN
SUBCUTAN (SELULITIS)
JARINGAN OTOT
KARBOHIDRAT HANCUR
TEKANAN JARINGAN MENINGKAT
ISKEMIA
NEKROSIS OTOT (MIONEKROSIS)

H2
CO2
ASAM LAKTAT

MASA TUNAS : 1 - 3 HARI


LOKAL : - TANDA INFLAMASI AKUT, KREPITASI
- CAIRAN MERAH MUDA - KECOKLATAN
UMUM :

PUCAT, LEMAS, APATI


KERINGAT DINGIN
DEMAM (>38,5 OC)
SESAK NAFAS, SYOK SEPTIK

X-FOTO :

- UDARA BEBAS DALAM OTOT

LAB : LEUKOSITOSIS
CAIRAN LUKA : GRAM (+)

DIAGNOSA :

- KLINIS
- X-FOTO
- LABORATORIK, MIKROBIOLOGIS

DIAGNOSA BANDING : GANGREN


NOMA : GANGREN PROGRESIF DAERAH MULUT
CAUSA : FUSOBACTERIUM Sp
ANAK MALNUTRISI
FASIITIS NEKROTIKANS
MIOSITIS

PENCEGAHAN :

PERAWATAN LUKA ADEKUAT


PEMBUANGAN JARINGAN NEKROSIS
PENCEGAHAN ISKEMIA JARINGAN
PEMBUANGAN BENDA ASING
ANTITOKSIN

PENGOBATAN :
DEBRIDEMEN ADEKUAT
OKSIGENASI JARINGAN---- OKSIGEN
HIPERBARIK
PENISILIN DOSIS TINGGI