Anda di halaman 1dari 88

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

BAB I
BASIC

Fungsi dan Klasifikasi Undercarriage.

1. Fungsi Undercarriage.

Undercarriage atau disebut juga penggerak bawah merupakan


bagian dari sebuah crawler tractor yang berfungsi:

Untuk menopang dan meneruskan beban unit ke tanah.

Bersama-sama
sama dengan sistem steering dan rem untuk
mengarahkan unit untuk bergerak maju, mundur, ke kiri
dan ke kanan.

Sebagai pembawa dan pendukung unit.

Komponen undercarriage yang terpasang pada sebuah


bulldozer dan excavator

Unit crawler type ini digunakan untuk berbagai macam pekerjaan


seperti mendorong ( Bulldozer ), membawa beban ( Dozer Shovel ),
menggali ( Excavator ), menggangkat beban vertical ( Crawler Crane ) dan
banyak pekerjaan yang lain de
dengan
ngan jenis perlengkapan yang berbeda.

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Jika dilihat dari


fungsinya
maka

di

atas,

undercarriage

adalah

salah

satu

komponen yang sangat


vital

dari

crawler

sebuah
tractor
tractor.

Komponen-komponen
komponen
pada undercarriage harus dilakukan perbaikan atau penggantian ( service )
secara berkala, sebab jika tidak akan berakibat pada menurunnya performa
alat tersebut, sehingga pengguna harus mengeluarkan banyak biaya untuk
perawatan undercarr
undercarriage.
iage. Dari hasil penelitian, dikatakan bahwa biaya
perawatan undercarriage sekitar 45% - 60% dari total biaya perawatan alat.

Di bawah ini ditunjukkan sebuah struktur undercarriage assembly.


Pada gambar terlihat beberapa komponen
komponen-komponen
komponen undercarriage, seperti
front idler, carrier roller, track chain assembly, track frame, track roller,
dan sprocket. Pada bab selanjutnya akan dibahas secara lebih mendalam
dari masing-masing
masing komponen tersebut.

Undercarriage Assembly

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

2. Klasifikasi Undercarriage

Undercarriage dapat diklasifikasikan ke dalam dua tipe, yaitu tipe


rigid dan tipe semi rigid.

Tipe rigid.
Pada undercarriage tipe ini, front idler tidak dilengkapi dengan
rubber pad. Final drive juga tidak dilengkapi dengan rubber
bushing dan equalizing beam hanya menempel pada main frame.
Contoh unit yang menggunakan undercarriage tipe ini adalah pada
bulldozer produk KOMATSU, yaitu D80/85A dan D155A.

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Tipe semi rigid.


Tipe kerangka bawah ini pada frame-nya dilengkapi

dengan

rubber pad dan pada sprocket dilengkapi dengan rubber bushing.


Undercarriage tipe ini equalizing beam-nya diikat dengan pin pada
frame utama.

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

BAB II
COMPONENT

Komponen utama pada undercarriage yang diterangkan pada buku


ini mengacu pada undercarriage yang standar di produk alat berat pabrikan
KOMATSU. Sehingga akan terdapat contoh perbandingan komponen
pada

alat

produk

lain

yang

umum

dipakai,

seperti

pabrikan

CATERPILLAR, pabrikan HITACHI, pabrikan O&K atau yang lainnya,


sesuai dengan kebutuhan materi yang disampaikan. Namun komponen
dasar pada tiap undercarriage memiliki kesamaan yang identik, sehingga
tidak akan menjadi masalah apabila pengertian dasar dari komponen
tersebut untuk diterapkan dan dipelajari.
Komponen-komponen utama pada undercarriage tersebut adalah:

Track Frame.

Track Roller.

Carrier Roller.

Front Idler.

Track Adjuster & Recoil Spring.

Sprocket.

Track Link.

Track Shoe.

Guard.

Equalizing Beam.

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

TRACK FRAME

Track frame merupakan tulang punggung daripada undercarriage,


sebagai kedudukan komponen-komponen undercarriage. Pada setiap
crawler tractor terdapat 2 buah track frame yang dipasang pada bagian kiri
dan kanan.
Track frame merupakan gabungan baja yang dibentuk menyerupai
kotak ( box ) yang disusun saling menyilang dan dirakit dengan plat baja
yang dilas. Track frame khusus dirancang agar mampu melawan beban
kejut baik dalam kondisi kerja ringan maupun berat.
Berdasarkan cara pengikatannya ( mounting ) ke main frame, track
frame diklasifikasikan menjadi beberapa tipe, yaitu: tipe rigid mounting
dan tipe pivot mounting. Berikut dijelaskan perbedaan antara keduanya.

 Rigid Mounting.
Track frame dengan tipe rigid ini, diikat ( mounting ) ke main
frame dengan kaku ( rigidly ). Track frame dengan tipe ini biasa
digunakan pada unit-unit kecil, contohnya pada unit bulldozer D41-6.

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Pivot Mounting.
Track frame dengan tipe pivot mounting seperti ini masing-masing
track frame-nya dapat bergerak secara bebas ( indepedenly ). Track frame
ini digunakan pada unit-unit dengan ukuran menengah sampai dengan unit
berukuran besar. Track frame dengan tipe pivot mounting terdiri atas dua
tipe, yaitu: pivot shaft type dan diagonal brace type.

TRACK ROLLER

 Fungsi dan Klasifikasi Track Roller.


Track
terdapat

roller

pada

undercarriage

yang
sebuah

berfungsi

sebagai pembagi berat unit


ke

track

dan

sebagai

pengarah track link, bukan


untuk

menggulung

track.

Track roller terdiri atas dua jenis, yaitu single flange dan double flange.
Dua jenis track roller tersebut dipasang dengan susunan tertentu pada
masing-masing track pada crawler tractor. Jumlah track roller yang

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

terpasang pada sebuah undercarriage sangat tergantung dari panjangnya


track, semakin panjang track maka semakin banyak pula susunan track
roller yang terpasang. Berikut ini ditunjukkan salah satu contoh susunan
pada unit bulldozer D155.

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Struktur Track Roller.


Di

samping

ditunjukkan
dari

struktur

sebuah

roller.

track

Seperti

ditunjukkan

ini

yang
pada

gambar bagian bawah,


oli

yang

terdapat

didalam track roller


bertujuan

untuk

mengurangi
yang

terjadi

gesekan

keausan
akibat
antara

bushing dengan shaft.


Dikarenakan terdapat
adanya

oli

untuk

pelumasan track roller, maka dipasanglah floating seal. Floating


seal yang dipasang pada track roller berfungsi untuk mencegah
terjadinya kebocoran oli dari dalam ke luar dan sebaliknya
mencegah agar jangan sampai debu, pasir, atau lumpur masuk ke
bagian dalam track roller.
 Track Roller Support.
Track roller support merupakan komponen yang berfungsi sebagai
pemegang atau tempat dudukan dari track roller. Track roller terdiri dari
dua tipe, yaitu tipe rigid dan tipe boogie. Track roller support dengan tipe
rigid berarti track roller-nya langsung dipasang pada track framenya.
Track roller support tipe boogie terbagi lagi dalam dua tipe, yaitu tipe
X-boogie dan tipe K-boogie.

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Di bawah ini ditunjukkan dua buah tipe track roller tipe boogie.

Jika dibandingkan dengan track roller support tipe rigid


(conventional), track roller support tipe boogie lebih dapat menyesuaikan
dengan bentuk permukaan tanah yang tidak rata, hal ini akan lebih
menguntungkan karena akan meminimalkan slip antara permukaan tanah
dengan track shoe. Dengan slip yang minimal, maka akan menambah
traksi dan memperpanjang umur dari komponen-komponen undercarriage.

CARRIER ROLLER
 Fungsi dan Klasifikasi Carrier Roller.
Carrier roller merupakan salah satu komponen undercarriage yang
berfungsi untuk:


Menahan gulungan bagian dari track shoe assembly agar


tidak melentur ke bawah.

Menjaga kelurusan antara track shoe dengan idler.

10

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Jumlah carrier roller yang terpasang pada tiap-tiap sisi track sangat
tergantung pada panjang-pendeknya track. Pada umumnya jumlah carrier
roller yang terpasang adalah 1 atau 2 carrier roller pada tiap-tiap sisi.
Terdapat dua tipe carrier roller, yaitu tipe flange(flange type) dan
tipe flat (flat type). Carrier roller tipe flange dibagi lagi menjadi 2 tipe,
yaitu center flange dan single flange.
Di bawah ini ditunjukkan dua tipe carrier roller ber-tipe flange,
yaitu center flange dan single flange.

Center flange type pada umumnya digunakan pada unit hydraulic


excavator, bulldozer ukuran kecil, dan dozer shovel.
Single flange type pada umumnya digunakan pada unit bulldozer
dengan ukuran sedang sampai besar dan dozer shovel.

Carrier roller dengan tipe flat pada umumnya digunakan pada


hydraulic excavator dengan ukuran kecil.

11

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Struktur Carrier Roller.


Struktur dari carrier roller seperti ditunjukkan gambar di bawah,
terlihat lebih sederhana jika dibandingkan dengan struktur track roller. Di
dalam carrier roller juga terdapat oli pelumas untuk mengurangi keausan
antara shaft dengan bushing. Dan juga terdapat seal untuk mencegah
terjadinya kebocoran oli keluar dan sebaliknya mencegah kotoran agar
jangan masuk ke dalam komponen carrier roller.

FRONT IDLER

Idler dipasang pada bagian depan dari track frame yang berfungsi
sebagai pengarah (guide) track link assembly dan peredam kejut.
Pada bagian dalam dari idler dilengkapi dengan bushing dan shaft
serta oli yang berfungsi sebagai pelumas.

12

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Pada unit bulldozer pabrikan CATERPILLAR seperti contoh di


D6R, D9N dan D10R, idler tidak hanya dipasang pada bagian depan,
tetapi juga dipasang pada bagian belakang menggantikan posisi final drive
dan sprocket undercarriage tipe yang umumnya. Sehingga posisi final
drive dan sprocket pada jenis yang memakai 2 idler ini mempunyai design
yang lebih tinggi pemasangannya dari idler bagian belakang dan depan.

Design seperti pabrikan CAT itu bertujuan mengurangi keausan


komponen sprocket, sehingga mempunyai umur komponen yang lebih
lama dari yang biasa.

TRACK ADJUSTER & RECOIL SPRING

Recoil spring yang terdapat pada komponen undercarriage


berfungsi untuk meredam kejutan yang berasal dari front idler, sehingga
hal ini akan memperpanjang umur komponen dan menambah kenyamanan
operator dalam mengoperasikan alat. Sedangkan track adjuster berfungsi
agar kondisi kekencangan track shoe assembly tetap terjaga.

13

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Contoh recoil spring

14

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

SPROCKET

 Fungsi sprocket.
Sprocket berfungsi untuk:

Memeruskan tenaga gerak ke


track link melalui bushing.

Merubah

putaran

menjadi

gulungan pada trak agar unit


dapat bergerak.

 Klasifikasi sprocket.
Tipe sprocket ada dua macam, yaitu solid sprocket dan segmented
sprocket.
Sprocket dengan tipe
solid terbuat dari cast steel
yang

merupakan

satu

kesatuan, sehingga jika ada


salah satu teeth pada sprocket
mengalami kerusakan, maka
untuk

menggantinya

dilakukan

harus

pemotongan

dan

dilas kembali.

Sprocket

dengan

tipe

segmented lebih banyak digunakan


karena

cukup

penggunaannya,

karena

praktis
mudah

dilepas atau diganti satu persatu.

15

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

TRACK LINK

 Fungsi Track Link.


Track

link

berfungsi

sebagai merubah gerakan putar


menjadi gerakan gulungan dan
tempat tumpuan dari track roller
sehingga
dapat

memungkinkan
berjalan.

unit

Komponen
Komponen-

komponen utama dari track link


terdiri atas : link, pin, bushing,
dan seal assy.
Track link
terdiri

dari

dua

tipe, yaitu: sealed


and
type

lubricated
track

dan

grease sealed type


track.
 Link.
Link berfungsi sebagai:
1. Penumpu

berat

unit ke landasan.
2. Tempat
persinggungan
dengan

track

roller dan carrier


roller.
3. Pemutus dan penghubung rangkaian rantai (khusus untuk
master link).

16

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Link terdiri dari dua tipe, yaitu: master link dan regular link.

 Pin & Bushing.


Pin berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan antar link,
sedangkan bushing berfungsi untuk mendapatkan sifat fleksibel ketika
track menggulung. Seperti halnya link, pin dan bushing juga terdiri dari
dua tipe, yaitu master (pin & bushing) dan regular (pin & bushing). Master
pin dan regular pin mempunyai diameter yang sama, permukaan yang
sama-sama rata tetapi pada master pin terdapat champered dan center bore
untuk mempermudah dalam identifikasi.

17

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Seal.
Seal berfungsi untuk mencegah terjadinya kebocoran oli dan
sebaliknya untuk mencegah agar jangan sampai ada kotoran yang masuk
ke dalam komponen.
Terdapat beberapa tipe dari seal yang digunakan pada track link,
yaitu:
1. Tipe F dan tipe W, yang digunakan pada track link tipe
sealed and lubricated track link (SALT type).
2. Tipe W dan tipe V, yang digunakan untuk track link tipe
grease sealed type.

18

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

TRACK SHOE

 Fungsi Track Shoe.


Track shoe hampir sama dengan landasan sepatu yang kita
gunakan. Kita harus menyesuaikan landasan sepatu dengan tempat kita
berjalan. Sepatu yang kita gunakan untuk mendaki gunung tentu berbeda
dengan sepatu yang kita gunakan di ruang kantor.

Hal tersebut sama ketika kita melakukan pemilihan untuk track


shoe pada sebuah crawler tractor. Crawler tractor yang digunakan untuk
bekerja di daerah bebatuan tentu berbeda dengan crawel tractor yang
digunakan untuk bekerja di daerah rawa.
Track shoe berfungsi untuk menimbulkan traksi dan kemudahan
dalam bermanuver pada sebuah crawler tractor. Seperti halnya kita dalam
memilih jenis sepatu, jika kita salah dalam memilih track shoe, maka akan
berakibat alat kita akan mudah slip, dan gaya dorong serta gaya tarik yang
dihasilkan akan kecil.

19

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Tipe Track Shoe.


Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa pemilihan tipe track
shoe sangat penting. Tipe track shoe yang digunakan crawler tractor
sangat ditentukan oleh kondisi landasan dimana alat tersebut bekerja.

Berikut ditampilkan masing-masing aplikasi dari tipe-tipe track


shoe yang digunakan pada crawler tractor, termasuk kerugian dan
keuntungannya masing-masing.

20

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

21

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

GUARD

Guard

berfungsi

untuk

melindungi

komponen-komponen

undercarriage dari kerusakan yang diakibatkan oleh gesekan atau benturan


dari luar, seperti kayu, batu, pasir, dan material keras lainnya.

Komponen-komponen yang dilindungi oleh guard diantarnya track


roller dan final drive case. Pada beberapa model alat, ada yang
menggunakan guard sebagai braket atau tempat kedudukan dari
komponen, seperti guard pada track roller.

22

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Pada track roller sendiri selain melindungi komponen dari


kerusakan, juga mencegah lepasnya track link (guide). Dan memiliki dua
tipe, yaitu: solid type dan segment type.

Gambar di bawah ini salah satu contoh guard yang dipakai pada
final drive case.

23

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

EQUALIZING BEAM

Equalizing beam berfungsi untuk menahan bagian depan unit


(bulldozer, dozer shovel) yang diteruskan ke track frame tersebut dengan
ditahan oleh bracket.

Equalizing Beam untuk track frame tipe pivot

24

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

BAB III
MAINTENANCE

MAINTENACE PHILOSOHIES

Secara umum, perawatan dapat didefinisikan sebagai usaha


tindakan-tindakan reparasi yang dilakukan untuk menjaga agar kondisi dan
performance dari sebuah alat/unit selalu seperti kondisi dan performance
dari alat/unit tersebut saat waktu masih baru, tetapi biaya perawatan yang
serendah mungkin dengan sewajarnya. Untuk menjaga agar kondisi dan
performance dari alat/unit tidak menurun adalah usaha-usaha teknis,
sedangkan

menekan

biaya

perawatan

sampai

serendah

mungkin

menyangkut soal-soal management.


Sebagai alat, alat-alat besar harus diperlakukan sebagai layaknya
alat produksi, yaitu agar selalu dalam kondisi yang prima dan dapat
bekerja secara terus-menerus dengan down time yang seminimun
mungkin. Hal-hal tersebut dapat dicapai dengan perawatan atau perwatan
yang baik. Perawatan yang di nilai baik adalah perawatan yang
menghasilkan down time yang seminimun mungkin, tetapi tentu saja
dengan biaya yang serendah mungkin.
Dari beberapa penelitian yang diadakan oleh perusahaan dan
pabrikan yang bergerak di bidang alat berat, di dapatkan contoh hasil dari
penyebab kerusakan yang terjadi pada alat yang digunakan.
Seperti contoh yang ditunjukkan, sumber dari Inspection and
Maintenace of Bulldozer Komatsu (Ref : PEPA 1032), kerusakan akibat
kesalahan/kelainan maintenance menduduki posisi tertinggi, yaitu 67%
disebabkan oleh maintenace, 28% disebabkan kesalahan pengoperasian
dan 5% disebabkan faktor lainnya.

25

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Penyebab Kerusakan Alat


28 % Salah
pengoperasian
13% Air dalam fuel tank
6%

5%

12% Salah penyetelan

6%

28%

6%

12%
13%
12%
12%

12% Waktu penggantian


elemen yang tidak tepat
12% Kurang oli dan
grease
6% Level oli yang jarang
diperiksa
6% Air pendingin jarang
diperiksa
6% Salah cara
membersihkan elemen
5% Lain-lain

Persentasi contoh penyebab kerusakan alat berat

Dengan demikian perawatan/maintenance dapat diartikan secara


definitive adalah : Suatu kegiatan service untuk mencegah timbulnya
keausan tidak normal (kerusakan) sehingga umur alat dapat mencapai
atau sesuai umur yang direkomendasikan oleh pabrik alat tersebut.
Pada

undercarriage

dapat

difokuskan

lagi

ruang

lingkup

perawatannya menjadi:

Pengontrolan.

Penggantian.

Penyetelan.

Perbaikan.

Pengetesan.

Jadi, tujuan diadakan maintenance atau perawatan adalah untuk:


1. Agar suatu alat dalam keadaan siaga, siap pakai (High
Availability = berdaya guna physic yang tinggi).
2. Agar suatu alat selalu dengan kemampuan prima, berdaya
guna kemampuan mekanis yang paling baik (Best
Performance).
3. Agar biaya perbaikan alat menjadi lebih hemat (Reduce
repair cost).

26

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Pengontrolan (Inspection).
Inspeksi yang dapat dilakukan pada saat periodic service atau
periodic inspection alat. Yang dimaksud dengan periodic service adalah
pelaksanaan service atau perawatan alat yang dilakukan setelah alat
bekerja, dengan acuan jumlah jam operasi tertentu atau jumlah hari
tertentu. Interval yang digunakan seperti terlihat pada tabel di bawah:

Sedangkan periodic inspection adalah pemeriksaan harian (daily


10 hours) atau mingguan (weekly 50 hours) sebelum atau sesudah alat
dioperasikan.
Untuk item-item pemeriksaan mengacu kepada Shop Manual dan
Operation & Maintenance Manual (OMM) dari pabrikan alat tersebut.
Dan mungkin juga ditambahkan beberapa item lain, berdasarkan medan
kerja alat dan maintenance improvement dari pemilik alat.
Pekerjaan yang pada umumnya dilakukan pada saat inspection
untuk undercarriage alat berat tipe crawler tractor adalah:

Washing Undercarriage.

Check Visual Major Component (cracked, leaked, damaged


& loosed part).

Check Condition Related Part of Undercarriage.

Check Tension of Track Link.

Check Abnormally Noise.

Check & Measuring Major Component.

Replace part.

27

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Penggantian (Replacement).
Yang dimaksud dengan penggantian part atau komponen
undercarriage disini adalah penggantian part atau komponen undercarriage
yang di karenakan oleh pekerjaan yang direncanakan (schedule
maintenance) seperti periodic service atau schedule overhaul dari alat.
Atau bisa juga disebabkan oleh faktor lain, seperti kerusakan komponen
secara tiba-tiba akibat salah pengoperasian alat, akibat bencana alam,
akibat salah pemasangan, atau akibat umur (life time) komponen yang
sudah tinggi, yang biasa disebut dengan unschedule maintenance.
Untuk part yang dilakukan penggantian dengan yang baru,
pabrikan KOMATSU memberikan standar keausan pada komponen
tersebut adalah sudah mencapai 120% dari repair limit yang ditentukan,
dan apabila keausan masih 100% dari repair limit maka komponen masih
bisa di rebuild kembali.

Contoh proses rebuild pada idler

28

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Komponen yang dilakukan penggantian ini adalah komponen yang


berhubungan langsung dengan permukaan tempat kerja alat atau
komponen utamanya, seperti pada umumnya adalah track shoe, track
roller, carrier roller, sprocket, idler
idler, dan recoil spring.

 Penyetelan (Adjusting).
Penyetelan pada bagian undercarriage adalah pekerjaan yang
mengkondisikan undercarriage secara keseluruhan sehingga sesuai dengan
standar operasional alat yang ditetapkan oleh pabrik yang memproduksi
alat tersebut.
Pekerjaan penyetelan yang sering dilakukan pada undercarriage
adalah penyetelan kekencangan dari track link. Dimana antara tiap-tiap
tiap
crawler tractor sendiri memiliki perbedaan spesifikasi untuk kekencangan
track linknya, sesuai dengan standar di shop manual-nya.
Sedangkan pekerjaan penyetelan lainnya pada undercarriage dapat
disebabkan oleh penggantian atau perbaikan yang dilakukan pada
undercarriage, sehingga memerlukan penyetelan ((adjustment
adjustment) ulang.
Untuk menyetel kekencangan pada track link, ada 2 sistem yang
diterapkan pada undercarriage, yaitu menggunakan metode manual
greasing dan metode hydraulic
hydraulic.

29

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Metode manual grease digunakan untuk undercarrige yang


menggunakan recoil spring sebagai peredam kejut dari idler, dimana
grease dimasukan ke dalam grease chamber cylinder (no 11), mendorong
rod ( no 5) untuk menekan idler ke depan melawan recoil spring (no 4), di
teruskan ke track link, sehingga membuat track link menjadi menegang.

Contoh standar kekencangan track link

30

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Metode hydraulic menggunakan sistem hidrolik dari unit untuk


menggantikan fungsi dari recoil spring dan track adjuster yang
konvensional. Dimana kombinasi beberapa relief valve dan acumulator
pada sistem hidroliknya menjadi pengganti recoil spring dan oli hidrolik
menjadii pengganti grease.

Accumulator hydraulic, yang bertipe bladder.

Contoh alat yang menggunakan sistem ini ada pada PC2000 dan
PC4000 pabrikan KOMATSU, dan dinamakan HIC (Hydraulic Idler
Cushion) System
System.

31

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

32

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Perbaikan (Repair).
Yang dimaksud dengan repair disini adalah perbaikan yang
dilakukan setelah komponen atau alat tersebut menunjukan adanya gejala
kerusakan atau sudah rusak sama sekali. Dalam proses repair, dapat
ditemukan juga proses penyetelan atau adjusting komponen. Sehingga ada
juga yang menyebutkan bahwa repair menjadi pekerjaan utamanya dan
adjusting menjadi sub
sub-pekerjaan utama.
Pekerjaan yang sering dilakukan pada proses repair adalah seperti
menyetel kekencangan/ketegangan track, pengencangan/pengendoran
baut-baut
baut pengikat kompon
komponen, mengganti seal-seal
seal pada komponen yang
menggunakan seal sebagai penyekat oli atau grease, dan lain sebagainya.
Berikut
dijelaskan kembali
prosedur penyetelan
ketegangan

track

lebih detail untuk


alat bulldozer dan
excavator pada unit
KOMATSU.

33

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Untuk pekerjaan repair lainnya dapat dilihat pada buku petunjuk


perbaikan yang telah disediakan oleh pabrik pembuat alat berat, sehingga
masing-masing
masing pabrik akan mempunyai perbedaan prosedur dalam
aktivitas perbaikannya.

34

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Pengetesan (Testing).
Yang dimaksud dengan testing disini adalah proses pemeriksaan
kondisi fisik dan performance dari undercarriage. Secara kondisi fisik
dengan cara melakukan pengukuran-pengukuran keausan terhadap
komponen-komponen undercarriage dan untuk performance dengan cara
melakukan percobaan pengoperasian sesuai dengan standar dari pabrik alat
tersebut. Yang akan dijelaskan hanya tentang cara pengukuran saja,
sedangkan untuk pengukuran performance dapat disesuaikan dengan
OMM alat.
Yang perlu dilakukan pengukuran adalah komponen seperti track
shoe, track link, sprocket, track roller, carrier roller dan idler.
Peralatan yang umum digunakan adalah:

Steel Rule ( mistar baja).

Convex Scale / Measuring Tape.

Outside Caliper.

35

UNDERCARRIAGE

Depth Gauge.

Ultrasonic & Couplant.

ALAT BERAT

Scraper & Wire Brush.

Sprocket Wear
Gauge.

36

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Untuk alat ukur, tidak selalu harus menggunakan seperti yang


disebutkan di atas, tergantung kondisi ketersediaan alat ukur yang mampu
disediakan oleh pemakai alat berat, seperti multi scale vernier caliper dan
depth gauge dapat diganti menggunakan steel rule yang lebih mudah
ketersediannya dan penggunaannya.
Sebelum melakukan pekerjaan pengukuran pada komponen
undercarriage, selalu pasang tanda peringatan bahwa alat sedang dalam
perbaikan dan tidak boleh digunakan. Hilangkan sumber energi yang dapat
memungkinkan alat digunakan, seperti pemutusan sumber energi listrik
dari battery unit. Setelah proses isolasi energi ini dilakukan, lakukan
pengganjalan terhadap track menggunakan ganjal yang terbuat dari kayu
atau karet sintetis untuk menjaga bergerak maju-mundur dari unit alat
berat secara tiba-tiba karena hal-hal tertentu.
Seperti yang telah disinggung di atas tentang pengukuran
komponen, pada Undercarriage yang perlu diukur antara lain adalah:

Grouser Height.

Link Height.

Link Pitch.

Diameter Bushing of Link.

Carrier Roller Diameter.

Track Roller Diameter.

Idler Depth.

Sprocket Width & Abrasion.

Untuk pengukuran yang lain, dapat disesuaikan dengan kondisi


kerja alat, penyesuaian management, dan rekomendasi dari pabrik yang
memproduksi alat berat tersebut. Dan hasil dari pengukuran tersebut dapat
menjadi tolak ukur penentuan interval penggantian komponen berdasarkan
life time dan tinggkat keausan komponen.

37

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Pastikan komponen yang akan diukur dibersihkan permukaan di


posisi yang akan saudara ukur, dengan menggunakan scraper dan wire
brush (kebanyakan pelaku perawatan Undercarriage melakukan Washing
terhadap Undercarriage sebelum melakukan perawatan). Yang bertujuan
agar hasil yang didapatkan dari pekerjaan pengukuran mendekati hasil
yang akurat.
Berikut cara pengukuran:

 Grouser Height.
Dapat menggunakan steel rule
atau depth gauge. Dapat di lihat
seperti

yang

ditunjukkan

pada

gambar di samping.
Untuk
mendekati

hasil

yang

keakuratan,

lebih

sebaiknya

dilakukan dibeberapa track shoe,


sehingga dapat diketahui bagianbagian shoe yang sudah aus. Hasil
dari pengukuran harus dicatat ke
dalam check list yang sesuai dengan
rekomendasi pabrik.
Dapat

juga

menggunakan

Ultrasonic tool seperti pada gambar di bawah ini.

38

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Link Height.
Pada link height, dapat menggunakan alat ukur steel rule,
Ultrasonic tool atau depth gauge. Di ukur pada dua posisi, yaitu pada area
pin dan di tengah dari link. Lakukan pengukuran pada beberapa link untuk
hasil yang mewakili kondisi keausan pada link.

Pada

gambar

di

samping

ditunjukkan pengukuran pada 2 posisi


menggunakan steel rule, gambar atas
pada pin dan gambar bawah pada
bagian tengah link. Steel rule yang
digunakan berjumlah dua buah, satu
steel rule sebagai pembacaan hasil
pengukuran dan satu steel rule lainnya
sebagai perpanjangan atau extension
dari permukaan link menuju steel rule
pengukuran. Hasil pengukuran catat di
check list pengukuran.

39

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Link Pitch.
Adalah pengukuran terhadap regangan yang terjadi pada jarak
tertentu pada beberapa jumlah link dan pin link. Pada umumnya
pengukuran link pitch dilakukan terhadap 5 pin link, menggunakan convex
scale atau measurement tape. Pastikan track link dalam keadaan
kekencangan yang standar untuk hasil yang mendekati keakuratan
maksimum dari pengukuran.

Apabila Undercarriage menggunakan 2 carrier roller, dapat diukur


diantara dua carrier roller tersebut, apabila tidak cari 5 pin link bagian atas
yang memungkinkan untuk diukur. Catat hasil pengukuran ke check list
yang telah ditentukan.
Dibeberapa pabrik alat berat, ada juga yang merekomendasikan
untuk melakukan pengukuran dengan mengacu terhadap dua pin, yaitu
pada link pitch regular pin dan link pitch master pin dengan jarak yang
telah ditentukan pabrik tersebut.

40

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Diameter Bushing of Link.


Dapat menggunakan Ultrasonic
tool

atau

Outside

mendapatkan

hasil

Caliper.
yang

Untuk

maksimal,

lakukan pengukuran pada 3 titik yang


berbeda pada satu bushing link. Lakukan
pengukuran minimal 3 atau 5 bushing
link sebagai perbandingan keausan pada
link secara keseluruhan. Dan yang perlu
diperhatikan

dalam

menggunakan

pengukuran

Ultrasonic

adalah

kebersihan permukaan benda yang akan


diukur

serta

gel/couplant/pasta

selalu
khusus

gunakan
alat

ukur

Ultrasonic. Jika hanya menggunakan


Outside

Caliper,

cukup

kebersihan

permukaan dari komponen yang akan


diukur, sehingga ujung dari Outside
Caliper

benar-benar

menyentuh

permukaan komponen. Dengan begitu


hasil pengukuran akan lebih maksimal
dan lebih akurat. Catat hasil pengukuran
pada check list.

41

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Carrier Roller Diameter.


Dapat menggunakan Ultrasonic tool atau Outside Caliper. Yang di
ukur adalah bagian tread atau tapak dari carrier roller yang bersinggungan
langsung dengan link. Selain itu juga diukur ketebalan flange-nya.
Lakukan di beberapa titik yang berbeda pada saat mengukur, untuk
mengetahui apakah terjadi deformasi dari struktur carrier roller. Catat hasil
pengukuran yang didapat ke check list pengukuran.

 Track Roller Diameter.


Sama halnya dengan metode
pengukuran

pada

carrier

roller,

perlakuan pada track roller tidak jauh


berbeda. Dapat menggunakan alat
ukur Ultrasonic atau Outside Caliper.
Yang di ukur adalah bagian tread
atau tapak dari track roller yang
bersinggungan langsung dengan link.
Selain itu juga diukur ketebalan
flange-nya. Jika track roller yang
digunakan bertipe double flange,
maka ukurlah kedua sisi dari tiap-tiap flange tersebut. Lakukan di
beberapa titik yang berbeda pada saat mengukur, untuk mengetahui
apakah terjadi deformasi dari struktur track roller. Catat hasil pengukuran
yang didapat ke check list pengukuran.

42

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Dan untuk Track Roller serta Carrier Roller pada unit bulldozer
wajib untuk diukur keausannya setiap interval 500 jam atau interval 1000
jam masa operasi unit berdasarkan service meter alat. Atau dapat juga
interval pengukurannya berdasarkan rekomendasi pabrik alat tersebut.
Sedangkan untuk unit excavator yang travelling distance-nya tidak
sebanyak unit bulldozer, dapat dilakukan pengukuran dengan interval
1000 jam masa operasi unit.

 Idler Depth.
Dapat diukur menggunakan Ultrasonic, steel rule, multi scale
caliper atau depth gauge. Disesuaikan dengan ketersediaan alat ukur yang
bisa digunakan sesuai standarnya. Yang diukur adalah kedalaman tread
atau tapak (height of tread) dan lebar tread (width of tread) pada idler yang
seperti ditunjukkan pada gambar di bawah.

43

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

44

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Pada gambar di atas ditunjukkan cara pengukuran menggunakan


Ultrasonic untuk mengukur idler depth. Ukurlah pada kedua sisi tread dari
idler apabila menggunakan Ultrasonic sebagai alat ukur.

 Sprocket Width & Abrasion.


Pada proses pengukuran ini menggunakan beberapa alat bantu
ukur yaitu Outside Caliper, Sprocket Wear Gauge dan Steel Rule.
Dengan Outside Caliper dapat diukur Width of Tooth-nya dari
sprocket. Wear of Tooth Tip dapat diukur dengan menggunakan Steel
Rule.
Sedangkan Sprocket Wear Gauge adalah berupa plastik ukuran
yang memiliki garis-garis batas keausan teeth sprocket. Dimana cara
penggunaannya cukup ditempelkan pada permukaan teeth sprocket yang
diperiksa, apabila keausan teeth sudah melewati garis batas keausan,
lakukan penggantian sprocket.
Apabila keausan pada sprocket masih belum melewati garis batas
keausan, sprocket masih dapat digunakan dengan pemeriksaan dan
pengawasan komponen yang lebih intens.
Pada halaman berikutnya ditunjukkan gambar contoh pemeriksaan
yang dilakukan pada sprocket, beserta contoh standar ukuran pada alat
berat tipe excavator KOMATSU model PC2000-8.

45

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

46

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

BAB IV
TROUBLE SHOOTING

Pengertian Umum

Mengatasi gangguan atau dalam bahasa teknik alat berat trouble


shooting, berarti melokalisasi berbagai kemungkinan penyebab gangguan
serta melaksanakan perbaikannya dan mencegah bahwa gangguan tersebut
tidak akan terulang lagi.
Dalam pelaksanaan trouble shooting, pemahaman terhadap struktur
dan fungsi merupakan hal penting untuk dipahami terlebih dahulu.
Disamping hal-hal tersebut, juga informasi lain untuk melokalisasi dari
berbagai kemungkinan-kemungkinan penyebab gangguan.

Berikut beberapa tuntunan umum yang dapat digunakan dalam


mengatasi gangguan (trouble shooting):
1. Jangan terburu-buru langsung membongkar komponen. Karena apabila
hal ini dilakukan, mungkin bisa gagal karena bagian-bagian yang tidak
ada hubungan dan tidak penting kemungkinan ikut terbongkar yang
justru akan menimbulkan kesulitan dalam melokalisasi dan juga
menyebabkan waktu terbuang percuma, biaya menjadi besar karena
harus mengganti part, oli, grease yang semestinya tak perlu diganti.
Sehingga dapat mengakibatkan kehilangan kepercayaan dari operator
dan user (customer). Agar hal ini tidak terjadi, maka dalam menangani
trouble shooting sangatlah penting untuk mendapatkan informasi
terlebih dahulu. Yang dimaksud dengan mendapatkan informasi disini
adalah berasal dari operator dan data perbaikan sebelumnya.

47

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

2. Tanyakan kepada user atau operator mengenai:


Apakah ada gangguan lain, selain gangguan yang dilaporkan.
Apakah ada keanehan (kelainan) sebelum gangguan terjadi.
Apakah gangguan tersebut terjadi mendadak atau secara
perlahan-lahan.
Bagaimana kondisi sebelumnya, sebelum gangguan itu terjadi.
Apakah sudah pernah ada perbaikan sebelum gangguan ini
terjadi.
Apakah sudah pernah terjadi gangguan yang sama sebelumnya.
Hal yang lain-lainnya yang dapat membantu melengkapi
informasi sehingga pelaksanaan trouble shooting menjadi lebih
mudah.
3. Sebelum mengatasi gangguan, penting diperiksa:
Level oli dan air pendingin.
Kemungkinan kebocoran-kebocoran pada bagian luar dan pipapipa bertekanan.
Adjusment langkah pada masing-masing control lever atau
pedal.
Hal-hal yang berhubungan dengan perawatan berkala secara
visual.
4. Memastikan gangguan.
Periksa tingkat gangguan, untuk lebih menyakinkan mengenai
gangguan yang terjadi dengan jalan mengoperasikan unit atau
melaksanakan pengukuran dengan catatan sewaktu mengoperasikan
unit atau melaksanakan pengukuran, hati-hati jangan sampai
menambah gangguan.
5. Mengatasi gangguan.
Dari hasil pertanyaan-pertanyaan dan pemeriksaan pada item 2 s/d 4,
kita telah memiliki catatan atau data-data untuk melakukan analisa.
Selanjutnya ikuti langkah-langkah perbaikan atau trouble shooting

48

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

chart pada shop manual untuk melokalisasi kemungkinan penyebab


gangguan.
Prosedur sederhana untuk mengatasi gangguan adalah:
Mulai dari yang paling mudah.
Tentukan bagian problem dengan pasti.
Teliti part yang terkait.
6. Tindakan perbaikan mengatasi gangguan.
Sekalipun gangguan telah diatasi, namun apabila penyebab awal
gangguan tidak diperbaiki, maka gangguan yang sama akan timbul
kembali lagi. Untuk mengatasi hal ini maka harus diselidiki lagi
penyebab gangguan tersebut.

Tindakan saat melaksanakan trouble shooting yang perlu


diperhatikan:
 Saat melakukan testing dan adjusting atau trouble shooting, stop
unit pada tempat yang datar, pasang safety pin, block wheel atau
block track dan gunakan parking brake.
 Saat melakukan pekerjaan dengan dua atau lebih serviceman,
gunakan selalu tanda dan tidak memberi izin siapapun mendekati
unit.
 Saat menge-check level air pendingin, bila cap radiator dibuka saat
engine masih panas, uap air akan menyembur keluar, jadi tunggu
engine dalam keadaan dingin saat melakukan penge-check-an
level air pendingin.
 Hati-hati, jangan pegang beberapa part yang masih panas, jangan
pegang fan atau beberapa part yang berputar.
 Saat membuka plug atau cap dari hydraulic pressure, water
pressure, air pressure, pertama-tama buanglah lebih dahulu
internal pressure. Pasang measuring tool dengan baik sebelum
melaksanakan testing, adjusting atau trouble shooting.

49

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Trouble pada Undercarriage.

Berikut diberikan beberapa contoh gangguan atau trouble pada


Undercarriage :
Tanda-Tanda
Keausan tidak normal

Penyebab

Mengatasi

Keausan pada link pitch

Putar atau ganti pin &


bushing

Track frame dan sprocket


tidak lurus posisinya
Adjustment dari idler guide
plate salah

Track sering lepas

Buka dan perbaiki

Rantai terlalu kendor

Adjust sesuai ukuran

Idler tidak lurus lagi

Perbaiki

sehingga rantai kendor

undercarriage

Perbaiki clearance-nya

Rantai terlalu kendor

Recoil spring patah,

Terdengar suara ribut dari

Luruskan posisinya

Buka dan perbaiki

Flange dari roller aus

Ganti roller

Operasi yang kurang baik

Perbaiki

Bolt rantai kendor

Kencangkan

Bolt dari roller shaft


bracket kendor
Bolt dari roller shaft
bushing kendor

Kencangkan

Buka dan perbaiki


Adjust track assy sesuai

Rantai kendor

standar atau ganti baru bila


track assy sudah rusak

50

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Di beberapa shop manual unit pabrikan regional Amerika dan


Eropa, sering kali ditemukan hanya menampilkan masalah gangguan yang
terjadi dan kemungkinan-kemungkinan penyebab kerusakannya. Untuk
pemecahan masalah atau saran perbaikannya berdasarkan hasil analisa dan
tingkat pengalaman menghadapi gangguan dari pelaku perawatan atau
mekanik yang mengerjakan.

Problem
Excessive Track
Wear

Excessive Wear
on Drive
Sprocket

Excessive Noise
on final drive

Probable cause
Wrong track tension
Track Roller loose or out alignment
Track Shoes loose
Track Link stuck
Worn drive Sprocket
Wrong track tension
Track Link (pins/bores) excessively
worn
Sprocket, Rollers and guide wheel
out of alignment
Bolt damaged
Bearing damaged
Oil viscosity raised

Sehingga kembali ditekankan kepada pelaku perawatan alat berat


tentang pemahaman dan penguasaan terhadap struktur dan fungsi dari
komponen yang harus dipahami dengan semaksimal dan sebenarbenarnya.

Menjadikan seseorang yang pada awalnya tidak mengerti,


menjadi ahli teknisi atau mekanik, tidak semudah dan tidak secepat
menjadikan seseorang tersebut menjadi pemakainya atau operatornya.

51

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

BAB V
SAFETY

 Mengenali Sumber Bahaya di Tempat Kerja

Lingkungan kerja dan cara kita bekerja adalah awal yang penting
untuk kelangsungan kesehatan dan keselamatan bagi semua orang
termasuk pimpinan juga merupakan bagian dalam kesehatan dan
keselamatan kerja. Undang undang dan perusahaan yang baik melakukan
hal ini. Memahami keselamatan dan kesehatan kerja merupakan tugas dan
tanggung jawab anda dan perusahaan tempat anda bekerja. Hal ini akan
membantu menjaga kondisi kesehatan dan meminimalkan resiko cedera
yang serius.
Sasaran dari kesehatan dan keselamatan kerja, adalah :

Untuk menjaga kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan


pekerja di tempat kerja.

Untuk melindungi orang yang berada di tempat kerja


(selain pekerja itu sendiri) terhadap resiko yang timbul
dari aktivitas kerja.

Untuk memperkenalkan lingkungan kerja yang sesuai


dengan aspek psikologi yang mereka butuhkan.

Sebagai alat untuk menyediakan cara kerja yang


memungkinkan untuk mengganti perundang-undangan
kesehatan dan keamanan kerja.

52

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Penting :

Seluruh karyawan/pekerja harus bertanggung jawab untuk


meyakinkan bahwa lingkungan tempat kerjanya aman dan
sehat.

Para pekerja harus menciptakan lingkungan kerja yang


aman dan sehat dan para pekerja harus memiliki sikap
untuk melakukan pekerjaan dengan aman dan sehat.

Para pekerja harus melakukan tindakan yang tepat


terhadap kesehatan dan keselamatan di lingkungan
kerjanya.

Semua pihak baik pekerja maupun pimpinan yang terlibat


dalam kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja harus
tunduk pada peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Setiap pekerja harus menjaga kepedulian pada tempat


kerja, rekan kerja, perlengkapan dan fasilitas.

Pimpinan dan pekerja dapat dikenakan sangsi yaitu akan


dikenai

hukuman

sebesar

kesalahannya

apabila

melakukan tindakan pelanggaran.

 Kecelakaan dan menghindari kondisi tak nyaman

Setiap

hari,

ribuan

pekerja

mengalami

kecelakaan,

yang

menyebabkan sakit dan cedera. Banyak cedera yang serius dan permanent
dan beberapa menyebabkan kematian. Fakta yang menyedihkan adalah
banyak dari kecelakaan ini tidak dapat dihindari. Pencegahan terhadap
kecelakaan di industri bukan hanya tanggung jawab orang yang ahli pada
bidang tersebut. Setiap individu harus belajar tentang bagaimana bekerja
tanpa melukai diri sendiri atau membahayakan rekan kerjanya. Usaha anda
sangat penting dalam menjaga keselamatan di tempat kerja.

53

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Akibat dari Kecelakaan Industri


Kecelakaan menyebabkan kerugian pada setiap orang. Jika anda
mengalami kecelakaan anda dapat menderita :

Sakit dan ketidaknyamanan.

Kemungkinan berkurangnya pendengaran.

Terkucilkan dalam segala hal, di tempat bekerja, olah raga


dan aktifitas sosial.

Setiap tahun ratusan orang meninggal dalam kecelakaan industri


dan ribuan mengalami cedera permanen. Banyak cedera lain yang tidak
serius, tapi rata rata kecelakaan hanya mengakibatkan kehilangan 14 hari
kerja.

Perlunya Pencegahan Kecelakaan


Kecelakaan industri merupakan masalah yang serius bagi
masyarakat. Setiap tahun ratusan dari ribuan orang tidak dapat bekerja
sedikitnya satu hari dan hampir jutaan jam kerja hilang. Itulah mengapa
pemerintah dan Organisasi Keselamatan melakukan penelitian tingkah
laku atas penyebab kecelakaan dan mengenalkan praktek kerja yang aman.
Beberapa temuan dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan :

Pekerja-pekerja muda dan orang yang baru dalam


pekerjaannya cenderung akan mengalami kecelakan.

Dalam jangka waktu satu tahun, satu dari 34 orang


pekerja mengalami kecelakaan, yang menyebabkan
mereka tidak dapat bekerja lebih dari satu minggu.

Dalam beberapa industri, kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih


besar dibandingkan dengan industri yang lain. Anda dapat mengurangi
resiko kecelakaan dengan belajar. Kurang lebih dua dari tiga kecelakaan,
menyebabkan cidera pada diri sendiri akibat ketegangan, terjatuh,

54

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

terpeleset, kehilangan keseimbangan, tersandung, tertabrak atau kejatuhan


benda, terburu-buru, atau membentur benda diam.
Dengan mematuhi peraturan-peraturan keselamatan yang berlaku,
anda dapat terhindar dari kemungkinan terluka.
Dengan mematuhi peraturan peraturan Safety yang umum anda
dapat menyelamatkan diri anda dari cedera. Topik ini adalah sebuah
bantuan untuk mempelajari peraturan keselamatan. Peraturan keselamatan
yang khusus untuk menggunakan hand tools dan machine tools diberikan
pada materi pelajaran yang lain.

Penyebab Kecelakaan
Sebuah kecelakaan seringkali memiliki lebih dari satu penyebab.
Kecelakaaan

dapat

dicegah

dengan

menghilangkan

penyebabnya.

Mengetahui penyebab kecelakaan sangatlah penting. Hal tersebut dapat


membantu dalam merencanakan bagaimana untuk mencegah terjadinya
kecelakaan yang sama. Ada dua penyebab terjadinya kecelakaan :

Tindakan yang tidak aman.

Kondisi yang tidak aman.

Seseorang yang sakit tidak selalu menjadi penyebab kecelakaan.


Tetapi, kecelakaan disebabkan oleh unsafe act atau unsafe condition.

Pikirkan contoh tindakan yang tidak aman berikut ini:

Menggunakan peralatan tanpa mempunyai pelatihan yang


sesuai tentang cara penggunaannya.

Menggunakan alat alat atau peralatan dengan cara yang


salah.

Salah menggunakan peralatan pelindung pribadi, seperti


goggle ketika dibutuhkan.

Bercanda dan bermain main.

55

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Terburu buru dan mengambil jalan pintas yang


berbahaya melalui bengkel.

Mengganggu pekerjaan orang lain, atau membiarkan anda


ikut terganggu.

Pertimbangkan contoh kondisi yang tidak aman untuk pekerja di


bawah ini :

Kurangnya instruksi dalam metoda keselamatan di tempat


kerja.

Kurangnya pelatihan.

Pakaian yang tidak sesuai untuk pekerjaan yang akan


dikerjakan.

Kurangnya pencahayaan dan kebisingan yang berlebih.

Rambut panjang pada tempat yang terdapat mesin yang


berputar.

Kurangnya pengaman keselamatan pada mesin.

Setiap hari ribuan pekerja bekerja di workshop dan tertimpa


kecelakaan, yang dapat mengakibatkan sakit dan cidera. Pada umumnya
cidera ada yang serius dan permanen serta beberapa dapat mengakibatkan
kematian dan beberapa dapat disembuhkan. Di bawah ini akan dijelaskan
tentang situasi yang berpotensi mengakibatkan bahaya dan bekerja di
tempat kerja dengan aman, yang dapat mengurangi resiko sakit atau
cidera.

Sangat penting bagi kita untuk menggunakan tool dan peralatan


dengan benar. Kita dapat menguasai penggunaannya apabila kita
mengetahui fungsinya masing masing. Jika anda menggunakan tool,
peralatan di tempat servis atau benda yang anda ragu menggunakannya,

56

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

anda harus bertanya kepada orang yang berpengalaman tentang alat apa
dan bagaimana menggunakannya di tempat servis.

Adalah tanggung jawab anda untuk menghindari tindakan yang


tidak aman. Demi diri Anda dan orang lain, Anda harus bekerja dengan
aman dan efisien. Segala tindakan bodoh dapat mengakibatkan bahaya
kepada diri Anda atau orang lain dan merupakan tindakan yang tidak
bertanggung jawab. Ikuti instruksi supervisor anda. Gunakan metode
bekerja yang benar, walaupun anda melihat orang lain mengambil resiko
kerja yang berbahaya.

Menghindari Unsafe Condition


Kerja sama dari Anda adalah hal yang paling penting dalam
menghindari unsafe condition. Kondisi pekerjaan yang aman bukan hanya
soal mempunyai alat baik, mesin dan workshop yang dirancang dengan
baik. Hal tersebut bergantung pada kerjasama semua orang di tempat
kerja. Yang paling penting dalam bekerja adalah menjaga kebersihan
tempat kerja dan merapikannya. Anda harus mempertimbangkan
keamanan diri sendiri dan keamanan orang lain dan hal tersebut harus
menjadi sebagai kebiasaan kerja anda.

Perhatikan beberapa contoh unsafe condition di tempat kerja :

Lantai yang licin.

Penerangan yang kurang.

Tempat kerja yang tidak rapi dan berdebu.

Hand tool yang rusak.

Mesin yang tidak dikunci.

Tumpukan material yang kurang baik.

57

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Kita dapat mengumpulkan banyak penyebab kecelakaan yang lain.


Segala sesuatu yang dapat mengakibatkan kecelakaan disebut Hazard.
Dengan mendengar atau melihat peringatan bahaya adalah langkah
pertama menghindari kecelakaan. Tetap waspada terhadap hal hal yang
dapat mengakibatkan kecelakaan. Tujuan menghilangkan penyebab dari
kecelakaan secepat mungkin pada saat anda sadar, dengan melaporkannya
ke

atasan/supervisor

Anda

tanpa

menunda-nunda,

atau

Anda

menghilangkannya sendiri jika anda dapat melakukannya dengan aman.

Tingkatkan kesadaran
Kesadaran adalah hal yang paling penting dari skill dan training
Anda. Selama anda mengerti tentang pekerjaan Anda, anda perlu untuk
belajar untuk melakukannya dengan aman. Hal tersebut merupakana bisnis
jangka panjang. Anda perlu untuk mengembangkan kesadaran diri pada
pekerjaan anda agar tidak memungkinkan terjadinya cidera pada diri Anda
atau orang lain.

Pencegahan kecelakaan
Kecelakaan dapat dihindari dengan menghilangkan penyebabnya.
Rekan kerja yang baik adalah orang yang selalu waspada dan perhatian,
berhati-hati dan bertanggung jawab. Anda akan mendapatkan perhatian
dari mereka apabila anda melakukan hal yang sama. Lakukan pekerjaan
sehari hari dengan aman.
Mencegah unsafe condition meningkat dengan mengetahui apa
yang harus dilakukan pada saat kondisi darurat. Laporkan semua
kecelakaan, atau kerusakan pada peralatan, walau sekecil apapun.
Kerusakan kecil dapat mengakibatkan kerusakan yang serius jika tidak
dilaporkan. Bekerja dengan aman merupakan tanggung jawab langsung
anda pada tempat kerja, selama bekerja dan istirahat. Semua tempat kerja
potensial terjadi kecelakaan. Uraian di bawah ini untuk mekanik dan orang

58

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

yang bekerja di workshop untuk meningkatkan kesadaran menggunakan


fasilitas seperti tempat kerja, perkakas, peralatan dan material ketika
memperbaiki atau pemeliharaan kendaraan. Catat uraian tentang
bagaimana kebiasaan, berperilaku dan kondisi yang aman.

 Tingkah laku dalam lingkungan kerja

Sering bermain-main pada lantai beton, dekat dengan besi


yang tajam dan mesin yang bergerak sangat berbahaya.

Jangan mendorong atau bergulat dengan orang lain di


tempat kerja.

Berjalan, jangan berlari di sepanjang koridor, jalan yang


dilalui kendaraan, atau diatas tangga atau dimanapun
ditempat kerja.

Jangan bercanda atau ikut bercanda.

Jangan bermain dengan api, listrik, udara bertekanan atau


selang air.

Jangan pernah melempar sesuatu di tempat kerja.

Sangat berbahaya sekali untuk melempar lap yang kotor


atau

buangan

kain,

meskipun

itu

ringan,

karena

kemungkinan kain tersebut berisi serpihan besi atau


material tajam lainnya yang dapat menggores atau
melukai mata.

Konsentrasi pada pekerjaan yang kami lakukan tapi harus


tetap waspada terhadap apa yang terjadi di sekitar Anda.

Memperhatikan tanda atau pembatas yang melintang yang


memberitahukan tentang unsafe act atau unsafe condition.

Ketahui dan perhatikan dengan seksama tempat kerja


Anda.

59

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Jangan mengganggu orang lain yang sedang konsentrasi


bekerja, terutama jika sedang menggunakan power tool
atau alat pengelasan.

Personal Protective Equipment (PPE) adalah merupakan bagian


penting dari program pencegahan kecelakaan yang efektif. PPE telah dapat
mengurangi dan mencegah dari berbagai potensi cidera dan sakit. Kita
harus mengetahui, bagaimanapun bahwa PPE yang digunakan hanya
sesuai apabila kita tidak mampu menghilangkan atau mengatasi penyebab
bahaya yang terjadi. Menghilangkan penyebab bahaya merupakan target
utama kita dalam mencegah terjadinya kecelakaan.
Menentukan peralatan pelindung yang sesuai digunakan pada
kondisi tertentu sangat sulit dan terkadang menghasilkan keputusan yang
subyektif. Peralatan pelindung yang standar digunakan dapat berbeda pada
tiap daerah dan negara. Peraturan pemerintah pada umumnya berdasarkan
pada Peralatan pelindung sebaiknya disediakan bilamana diperlukan pada
60

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

tempat yang berpotensi bahaya dan dapat mengalami cidera atau


kerusakan.
Perusahaan harus menyediakan PPE kepada karyawannya untuk
menjamin keselamatan mereka. Bagaimanapun perusahaan perlu untuk
memastikan kepada karyawannya bahwa PPE harus selalu digunakan
sebagai syarat utama dalam bekerja.
Pedoman ini bertujuan untuk menyediakan langkah langkah logis
untuk menentukan kapan dan jenis peralatan pelindung yang perlu
digunakan. Tinjauan dari berbagai macam informasi kejadian yang
diperlukan untuk menentukan kapan peralatan pelindung diperlukan,
seperti :
1. Kecelakaan (termasuk nyaris) dan bagaimana cidera
tersebut terjadi.
2. Mengenali macam-macam bahaya yang ada.
3. Analisa tentang bagaimana menghilangkan potensi bahaya
untuk perlengkapan pelindung selain personal protective
equipment.
4. Analisa kemampuan jenis jenis peralatan pelindung untuk
melindungi diri dari bahaya yang mungkin dapat terjadi.
5. Faktor lain, apabila diperlukan, meliputi peraturan resmi,
aturan kontrak dan cara kerja industri.
Hal tersebut diatas merupakan langkah-langkah umum yang
diperlukan untuk mengevaluasi PPE yang dibutuhkan.

Topi keras (Hard Hat)


Dibutuhkan

oleh

semua

pekerja yang memasuki daerah


konstruksi

yang

sedang

dalam

pengawasan kontraktor.
Dibutuhkan

pada

tempat

61

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

yang diawasi ketika pekerja konstruksi dan pemeliharaan sedang bekerja


diatas ketinggian.
Dibutuhkan untuk para pekerja konstruksi atau pemeliharaan yang
berpotensi mendapatkan cidera pada bagian kepala.
Helm Safety
Helm safety dan perlengkapan peralatan pelindung harus selalu
digunakan setiap saat selama jam kerja.
Pelindung Mata
Kacamata safety industri adalah standar minimal yang dibutuhkan
oleh semua pekerja, kecuali berada dalam lingkungan kantor tidak
diperlukan peralatan pelindung (tergantung peraturan perusahaan).

Kacamata safety dengan pelindung sisi dipakai untuk pekerjaan


menggunakan mesin gerinda, bekerja dengan udara bertekanan
Untuk tempat kerja yang berpotensi terkena semburan bahan kimia
atau bahaya lainnya dibutuhkan pelindung muka untuk melindungi muka
dan mata. Google dapat menggantikan face shield atau safety glasses
dengan pelindung sisi pada kondisi tersebut yang dapat berakibat bahaya
langsung ke mata saja.
Kacamata berwarna mengurangi cahaya yang masuk melewati
lensa. Pekerjaan yang memerlukan perlindungan dari cahaya yang
berlebihan (cth: pengelasan, pembakaran, peleburan besi) memerlukan

62

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

penggunaan kacamata berwarna yang sesuai. Kacamata berwarna hanya


dipakai apabila diperlukan dan diijinkan.
Pelindung mata harus dipakai ketika bekerja atau berada di dekat
daerah:

Pengelasan.

Menatah baja / menyerpih baja.

Menggerinda beton.

Pengeboran.

Meniup dengan udara bertekanan.

Kacamata safety atau goggle harus selalu digunakan sebelum


melakukan salah satu pekerjaan diatas. Ingat, kerusakan mata adalah
permanen. Kacamata cocok digunakan pada tempat dimana terdapat
partikel yang beterbangan. Sangat dianjurkan untuk memakai goggle yang
pas dan aman.
Pelindung Kaki
Pelindung kaki
yang

aman

atau

pelindung tulang kaki


dengan

menggunakan

sepatu

safety

penting

sangat

digunakan

pada pekerjaan yang


beresiko

tinggi

terhadap

kecelakaan

kaki dan atau pekerja yang bekerja mengangkat peralatan/komponen alat


berat. Pada umumnya, pekerja seharusnya menggunakan pelindung kaki
yang menutupi seluruh kaki dan memiliki pengaman terutama di daerah
jari-jari kaki.
Semua sepatu yang dipakai harus terbuat dari bahan sol yang anti
bocor, anti slip sebagai pelindung minimum. Sepatu yang diperbolehkan

63

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

harus terbuat dari kulit atau bahan sintetik yang kuat. Kain kampas atau
bahan vinyl yang ringan tidak diperbolehkan digunakan di lingkungan
workshop. Sepatu harus melindungi seluruh kaki, apabila jari kaki terbuka
atau tumit yang tinggi tidak diperbolehkan. Sepatu tennis atau jogging
juga tidak diperbolehkan.
Pelindung Telinga
Semua pekerja dianjurkan
untuk

memakai

pelindung

pendengaran bila bekerja pada level


suara maksimum 85 dB selama 8
jam sehari. Selain pada tempat yang
semestinya, pelindung telinga juga
harus ditempatkan di semua tempat
kerja.
Sebaiknya suara bising yang
berlebihan dapat dikurangi atau dihilangkan dari sumbernya dengan
mendesain sesuatu untuk menguranginya. Tetapi tidak semuanya bisa.
Berada terlalu lama pada tempat yang bising dapat merusak pendengaran.
Jika anda perlu untuk berteriak agar supaya terdengar, dan terlalu
bising. Anda harus memakai pelindung telinga. Ear muff dan ear plug
yang sesuai harus selalu tersedia dan digunakan.
Ada beberapa kendala yang harus diiperhatikan dalam pemakaian
ear muff dan ear plug. Sebagai contoh :

Harus selalu terpasang dengan tepat.

Tidak semua pelindung telinga cocok untuk semua orang,


sehingga perlu untuk menyediakan berbagai macam
ukuran.

Pelindung telinga dapat rusak/kotor, sehinga harus selalu


di bersihkan dan diperiksa secara berkala.

64

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Pengawasan harus ditingkatkan untuk memastikan setiap


pekerja menggunakan pelindung telinga. Tanda di pintu
masuk tidak cukup, harus selalu dijalankan.

Pelindung Tangan
Pelindung tangan harus disediakan ketika diperlukan untuk
mencegah cidera pada tangan. Pelindung yang tepat untuk pekerjaan
khusus tergantung pada jenis pekerjaan tersebut dan kemungkinan
terjadinya cidera.
Penggunaan

pelindung

tangan tidak diperbolehkan ketika


bekerja di tempat atau berada di
dekat peralatan yang bergerak tau
kemungkinan

terjadinya

bahaya

terjepit. Hanya jika peralatan yang


bergerak atau tempat kemungkinan
terjepit telah dilindungi dengan baik,
pelindung tangan boleh digunakan.
Sarung Tangan
Sarung tangan yang tepat perlu digunakan ketika bekerja dengan
bahan yang kasar, seperti : kayu dan beton.
Pelindung Rambut
Pelindung

rambut

harus

digunakan untuk mencegah potensi


terjadinya cidera. Pelindung yang
tepat

untuk

pekerjaan

khusus

tergantung dari jenis pekerjaan dan


kemungkinan bahaya yang dapat
terjadi.
Ada dua faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan
kapan memakai pelindung rambut :

65

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Panjang rambut. Rambut yang panjang potensial terjadi

celaka jika bekerja di tempat yang bergerak dan pelindung


harus digunakan.
Jarak dengan sumber bahaya.

Seberapa dekat pekerja dengan bahaya benda yang berputar harus


dipertimbangkan. Jika pekerja dengan rambut agak panjang dan panjang
bekerja di dekat benda bergerak yang tidak aman, pelindung rambut
diperlukan.
Pelindung Tubuh
Pelindung tubuh, meliputi, rubber
apron, tahan asam, sepatu karet, sarung
tangan dan peralatan pelindung lainnya
dibutuhkan ketika perlu untuk mencegah
cidera

dari

semburan

bahan

yang

berbahaya.
Pakaian
Pakaian kerja yang cocok dan aman harus selalu digunakan setiap
saat pada tempat kerja. Pakaian harus dalam keadaan bersih dan rapi.
Pakaian longgar atau robek dapat mengakibatkan bahaya dan tidak boleh
dipakai. Hindari pakaian lengan panjang yang longgar dan berdasi.
Cincin
Pemakaian cincin adalah tindakan yang tidak aman pada tempat
kerja. Kecelakaan dan cidera tidak selalu disebabkan oleh pemakaian
cincin tetapi jika terjadi dapat mengakibatkan cidera yang serius.
Untuk mencegah terjadinya luka serius tersebut :

Pemakaian cincin harus dilarang jika bekerja diluar


kantor.

Sekurang-kurangnya, cincin dipotong untuk menghindari


cidera yg lebih serius.

66

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Safety Belt/Harness
Dimana diharuskan untuk bekerja di luar, area tangga (handrail)
atau area kerja yang mengharuskan membuka pagar pengaman atau terali
pengaman, sebaiknya safety harness digunakan secara benar. Safety
harness dan peralatan keselamatan lainnya sebaiknya digunakan ketika
bekerja di ketinggian 2 meter, seperti ketika pagar atau palang pengaman
tidak berada di tempatnya.

Respirators (Half Masks) dan Respirators Khusus


Alat pernafasan adalah masker yang terbuat dari karet yang
didesain agar pas pada hidung dan mulut pemakai. Masker tersebut
tersedia dalam satu atau dua elemen filter.
Penggunaan masker yang baik sangat penting untuk melindungi
dari debu, asap dan bahan kimia. Berikut ini hal hal yang perlu
diperhatikan :

Masker sebaiknya selalu dalam kondisi baru

Bersihkan masker setelah dipakai

Simpan masker dalam kantong plastik yang tertutup.

Periksa apakah filter catridge yang benar berada di


tempatnya.

67

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Diharuskan pembungkus lengkap diantara pelindung dan


permukaan kulit

Alat perlindungan pernapasan tidak dibuat untuk dipasang


disekitar rambut, masker tidak membungkus / menutup
kulit yang ditumbuhi bulu.

Alat pernapasan sebaiknya tidak dipakai saat dalam situasi :

Pencampuran racun yang sangat tinggi, konsentrasi tak


diketahui, atau melewati level aman.

Dalam ruang terbatas atau dimana oksigen tidak dapat


keluar dengan efisien (dibawah 17 %).

Memilih Alat Pernapasan


Untuk kebersihan, alat pernapasan tidak boleh digunakan untuk
beberapa orang.
Kenali pekerjaan yang membutuhkan pelindung utama pernapasan.
Pilih masker yang tepat untuk pekerjaan tersebut dan pemakaian masker
setelah melalui pelatihan, instruksi dan pemeliharaan yang benar kepada
orang yang akan memakainya.
Setelah masker digunakan sebaiknya dibersihkan dan setelah
dibersihkan masker disimpan dalam bungkus tas plastik.

Perawatan Alat Pernapasan


Alat pernapasan dibutuhkan sedikit perawatan jika setelah
pemakaian dibersihkan dan diperiksa dengan baik.

68

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Tanda Peringatan Safety


Mengenali daerah berbahaya adalah bagian terpenting untuk
mencegah terjadinya cidera pada tempat kerja. Tanda peringatan safety
dipasang di tempat tempat strategis di sekitar area kerja. Hazard adalah
kondisi rawan yang dapat menyebabkan terjadinya cidera atau kerusakan
dan dapat dibagi menjadi enam bagian :
Bentuk fisik
Suara bising, getaran, pencahayaan, listrik, panas dan dingin, debu,
api atau ledakan, pengaman mesin, daerah kerja.
Kimiawi
Gas, debu, asap, cairan.
Ergonomic
Jenis perkakas, jenis peralatan, jenis pekerjaan, bentuk tempat
kerja.
Radiasi
Gelombang mikro, infra merah, ultra-violet, laser and sinar x, sinar
gamma.
Psikologis
Shift kerja, beban kerja, berhadapan dengan masyarakat, gangguan,
diskriminasi, ancaman bahaya, suara bising yang rendah tetapi konstan.
Biologis
Penyakit menular, bakteri dan virus.

Untuk pencegahan dari sumber bahaya ini tanda peringatan safety


digunakan pada tempat kerja untuk mengetahui jenis bahayanya. Pada
halaman selanjutnya dapat dilihat contoh tanda-tanda peringatan tersebut.

69

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Berikut adalah contoh tanda-tanda bahaya yang sering ditemukan


ditempat kerja:

70

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Bahaya pada tempat kerja


Bahaya yang dapat timbul pada saat bekerja pada sistem-sistem

kontrol dan pemantauan listrik dan elektronik pada kendaraan berat dan
alat pemindah tanah bergerak (mobile eatrhmoving machines).
Bahaya tersebut dapat digolongkan ke dalam dua kelompok.
1. Bahaya yang mempengaruhi keselamatan karyawan/orang.
2. Bahaya yang mempengaruhi alat.

Bahaya Terhadap Keselamatan Orang/Karyawan


Bahaya yang mungkin timbul selama melakukan pekerjaan
pemeliharaan pada sistem listrik/elektronik alat/kendaraan meliputi:

Kebakaran.

Alat bergerak sendiri.

Kebakaran
Hubungan singkat yang timbul pada terminal-terminal aki atau
kabel sistem listrik alat besar akan menimbulkan panas merah (read heat).
Seringkali, panas yang timbul ini dapat melumerkan/melelehkan kabelkabel atau konduktor yang dilewati oleh aliran arus hubungan-singkat
tersebut. Bahaya terhadap orang/karyawan tidak hanya disebabkan oleh
kontak/sentuhan langsung orang dengan komponen-komponen panas
seperti alat yang kebetulan jatuh pada terminal-terminal aki, tetapi juga
bahaya karena panas ini dapat menimbulkan kebakaran (bila bersentuhan
dengan bahan yang mudah terbakar).
Percikan api yang disebabkan oleh tindakan ceroboh pekerja yang
sedang

melakukan

pekerjaan

pemeliharaan

di

dekat

aki

dapat

menyebabkan aki meledak. Percikan api atau sumber panas lain yang
terjadi di dekat bahan bakar juga dapat menyebabkan ledakan atau
kebakaran.

71

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Untuk menghindari bahaya seperti itu, jangan sekali-kali


membiarkan

adanya

tumpukan

bahan-bahan

yang

mudah

terbakar/menyala. Jika terlihat ada tumpukan bahan-bahan seperti itu,


segera lakukan pembersihan sebelum memulai pekerjaan pemeliharaan
dan pengujian pada sistem listrik, dan jangan sekali-kali menimbulkan
percikan api atau jangan biarkan konduktor mengalami panas berlebihan
(overheating). Jika rangkaian tidak perlu diaktifkan, matikan saklar aki
dan atau lepaskan terminal positif aki. Bila rangkaian harus diaktifkan
selama pekerjaan pengujian, jangan sekali-kali menyentuh kabel dan
komponen yang sedang hidup yang terdapat pada bodi atau chassis
kendaraan/alat. Gunakan alat-alat dan perlengkapan yang sudah diisolasi
untuk mencegah hubungan-singkat.

Alat Bergerak Sendiri


Pekerja bagian pemeliharaan harus selalu menyadari bahwa cedera
pada karyawan dapat disebabkan oleh alat yang bergerak sendiri. Gerakan
ini dapat disebabkan oleh kesalahan prosedur pengisolasian alat/kendaraan
sebelum memulai pekerjaan, atau ada yang menghidupkan sistem atau
komponen listrik pada saat pekerjaan sedang dilaksanakan. Kondisi seperti
ini dapat menyebabkan cedera yang parah, bahkan kematian.
Resiko alat bergerak sendiri dapat diperkecil jika alat diisolasi
dengan benar, dan mesinnya tidak dihidupkan. Namun demikian,
pengujian listrik sering harus dilakukan pada saat mesin hidup dan sistem
listriknya hidup. Situasi ini mempunyai resiko bagi para pekerja
pemeliharaan. Seringkali kita lupa bahwa mesin sedang hidup dan dapat
bergerak jika sistem-sistemnya dihidupkan pada saat kita melakukan
pekerjaan pemeliharaan. Misalnya, jika alat kontrol transmisi elektronik
alat teraktifkan oleh karena shift solenoid-nya teraktifkan, alat akan berada
pada modus gerak dan mulai bergerak.
Banyak lagi resiko lain, seperti solenoid katup kontrol hidrolik
yang aktif dengan tidak sengaja sehingga bucket/blade jatuh.
72

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Untuk mencegah agar alat tidak bergerak sendiri atau agar sistem
tidak aktif, alat/kendaraan perlu diganjal, dalam keadaan lingkungan yang
bagaimanapun. Anda juga harus mengetahui sistem alat yang sedang anda
kerjakan, dan mengetahui segala akibat dari tindakan yang anda
lakukan sebelum mulai mengerjakannya. Oleh karena itu, sebelum anda
memutuskan untuk menguji sesuatu atau megaktifkan/menghidupkan
sesuatu, pikirkan apa yang mungkin terjadi. Persiapkan diri anda dengan
cara berpikir sebelum bertindak. Pelajari dengan cermat skema listrik pada
pedoman servis yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat alat untuk mesin
yang anda sedang kerjakan. Perhatikan petunjuk yang disediakan dan
pikirkan apa yang mungkin terjadi akibat dari setiap tindakan anda.

Bahaya Bagi Perlengkapan


Kerusakan pada sistem listrik alat/kendaraan dapat disebabkan oleh
tindakan ceroboh dan cara kerja yang salah. Kerusakan pada perlengkapan
pengujian listrik dapat disebabkan oleh hal yang sama. Bahaya yang
paling besar bagi sistem listrik alat/kendaraan dan perlengkapan pengujian
listrik meliputi antara lain:
Tegangan berlebihan (overvoltage) atau arus berlebihan

(overcurrent)
Hubungan-singkat (shorting/grounding)

Tegangan

Berlebihan

(Overvoltage)

Arus

Berlebihan

menggunakan

komponen-

(Overcurrent)
Sistem
komponen

kontrol

elektronik

semikonduktor

dan

yang
rangkaian

terpadu

memiliki

tiga

musuh/resiko utama, yaitu: tegangan berlebihan (overvoltage), panas dan


getaran. Sebagian besar pabrik pembuat alat merancang tempat sistem
kontrol elektronik jauh dari jalur sumber panas dan memasangnya di
tempat-tempat yang bebas dari getaran untuk mengurangi pengaruh panas

73

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

dan getaran terhadap rangkaian dan komponen elektronik. Namun


demikian, kemungkinan terjadinya overvoltage tetap ada walaupun sistem
sering dilengkapi dengan berbagai alat pelindung tegangan untuk
mengurangi resiko kerusakan.
Para pekerja pemerliharaan harus menyadari bahwa hubungansingkat pada komponen, kekeliruan dalam menggunakan perlengkapan
pengujian dan kekeliruan dalam menghubungkan aki (polaritasnya terbalik
ketika menggantikan aki dan jump-starting) dapat mempengaruhi kerja
sistem kontrol alat/kendaraan.
Beberapa sistem kontrol elektronik juga dapat dipengaruhi oleh
listrik statis, yang berpotensi merusak rangkaian terpadu. Dalam kasus
seperti itu, pembumian atau menghubungkan komponen ke bodi atau
chassis perlu dilakukan. Jangan lupa membaca dengan cermat dan
memperhatikan petunjuk penggunaan sistem kontrol yang aman yang
dibuat oleh pabrik pembuat alat, dan jangan sekali-kali menggunakan
perlengkapan pengujian yang tidak diperuntukkan untuk sistem kontrol
alat/kendaraan. Gunakan hanya multimeter elektronik digital impedansi
tinggi untuk menguji gangguan pada komponen-komponen elektronik
yang sensitif.
Hati-hatilah ketika mengganti aki atau perlengkapan jump-starting
yang menggunakan sistem kontrol elektronik. Hubungan yang keliru dapat
merusak komponen-komponen elektronik yang sensitif. Misalnya, jika
sebuah sistem kontrol dirancang untuk bekerja pada tegangan 12 volt
mendapat tegangan tiba-tiba sebesar 24 volt, maka sistem ini akan rusak.
Sering

kali

terjadi,

sementara

beberapa

rangkaian

listrik

alat/kendaraan bekerja pada tegangan 24 volt, beberapa sistem kontrolnya


dapat dihubungkan melalui saklar seri-paralel atau konverter tegangan
untuk menerima tegangan 12 volt. Hubungan ke sumber tegangan penuh
dapat merusak elektronika sistem kontrol tersebut.
Jangan menghubungkan/memutuskan hubugan terminal-terminal
aki pada saat saklar pemutus hubungan (disconnect switch) sedang ON
74

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

dan sistem mesin sedang diaktifkan karena akan terjadi tegangan naik dan
turun pada sistem listriknya. Tegangan yang turun naik akan merusak
komponenkomponen elektronik sensitif. Jika akan dilakukan pemutusan
atau penghubungan aliran dari terminal aki, jangan lupa mengisolasi
sistem listrik alat/kendaraan (pada saklar isolasi/pemutus aliran) hingga
pemutusan/penghubungan

aliran

selesai

dilaksanakan.

Lakukan

pemeriksaan dua kali terhadap polaritas hubungan aki.


Jika sebuah sekring meledak selama pengujian, jangan ganti
sekring tersebut dengan sekring yang rating arusnya berbeda. Jangan
mengganti sekring yang digunakan untuk alat yang tidak sesuai, atau
jangan sekali-kali menbypass sekring. Sekring berfungsi sebagai katup
buang (relief valve) listrik yang dirancang untuk melindungi rangkaian
terhadap bahaya arus yang berlebihan (overcurrent).

Hubungan-singkat (shorting/grounding).
Selama pemeliharaan dan pengujian sistem listrik/elektronik,
penyebab kerusakan yang paling umum adalah hubungan-singkat
(shorting) pada konduktor atau grounding pada konduktor atau komponen.
Anda akan menyadari bahwa hubungan singkat atau hubungan ke tanah
menyebabkan naik atau turunnya aliran arus pada rangkaian yang
mengalami shorting atau grounding. Biasanya, shorting dan grounding
terjadi sebagai akibat dari membiarkan terminal-terminal yang telanjang
(tidak diisolasi) dan sedang diputuskan bersentuhan dengan komponen,
chassis/bodi, atau membiarkan peralatan terhubungkan ke rangkaian.
Bila terminal-terminal diputuskan (dan jika rangkaian listrik harus
tetap aktif untuk tujuan pengujian), maka terminal-terminal ini harus
dibungkus dengan isolator yang sesuai untuk mencegah shorting dan
grounding.
Peralatan tangan yang digunakan harus sesuai dengan jenis
pekerjaan yang sedang dilaksanakan dan harus diisolasi (misalnya batang

75

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

obeng yang diisolasi, dan sebagainya). Umumnya, tidak boleh dimasukkan


di dekat rangkaian yang hidup. Namun demikian, kadang-kadang
rangkaian harus diaktifkan selama penyetelan dilakukan.

Pencegahan

Kerusakan

Pada

Saat

Melaksanakan

Pekerjaan

Pemeliharaan
Berikut ini adalah beberapa hal yang dianjurkan untuk mencegah
kerusakan pada sistem listrik/elektronik alat dan alat itu sendiri selama
melaksanakan pekerjaan:

Menghidupkan mesin dalam keadaan darurat (jumpstarting)

Mengisi aki/battery

Membersihkan dengan uap

Mengelas dengan las busur api.

Menghidupkan Mesin dalam Keadaan Darurat


Penggunaan aki alat/kendaraan lain untuk menghidupkan suatu
mesin yang akinya sudah soak/habis sering diperlukan di lokasi-lokasi
produksi yang sibuk. Bila dilakukan dengan cara yang aman dan benar, hal
ini tidak akan menimbulkan bahaya bagi aki dan sistem listrik maupun
bagi pekerjanya.
Hal yang paling penting adalah bahwa, sebelum aki jumper
dihubungkan, semua rangkaian listrik harus diisolasi dari aki yang diisi,
yang terdapat pada alat/kendaraan yang macet, hingga kabel jump-start
betul-betul sudah dihubungkan ke terminal positif aki yang hendak
diisi dan bagian bodi mesin. Ini akan mencegah agar rangkaian yang
aktif pada mesin yang macet tidak langsung menarik arus dari aki jumper,
yang menyebabkan timbulnya percikan api pada saat terminal-terminal
dihubungkan. Percikan harus dihindari untuk mencegah kebakaran dan
kerusakan pada terminal-terminal aki dan ujung-ujung kabel jumper.

76

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Bila semua beban listrik sedang di-OFF-kan selama kabel jumper


dihubungkan, penting untuk diketahui bahwa:

Aki jumper memberikan tegangan gabungan yang sama


dengan tegangan kombinasi aki alat/kendaraan yang
macet.

Kabel jumper positif dihubungkan ke terminal suplai


positif pada aki alat/kendaraan yang macet.

Kabel jumper negatif tidak dihubungkan ke terminal aki


negatif pada alat/kendaraan yang macet.

Kabel jumper negatif harus dihubungkan ke rangka alat/ kendaraan


yang baik, jauh dari komponen-komponen alat/kendaraan yang bergerak
dan jauh dari aki yang sedang diisi! Hal ini mencegah agar percikan api
tidak menyulut gas aki dan menyebabkan aki meledak. Pemutusan
hubungan aki jumper harus dilakukan dengan urutan kebalikan dari
prosedur penghubungannya.
Beberapa alat ada yang dilengkapi dengan jump-start receptacle
yang dirancang secara khusus, yang dihubungkan secara permanen ke aki
alat/kendaraan. Kabel hubung jump-starting khusus, yang ujung-ujungnya
diberi isolasi (yang dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mungkin
terjadi pembalikan polaritas), dapat digunakan di antara dua jump-start
receptacle alat/kendaraan untuk keamanan dan kemudahan starting
darurat. Namun demikian, semua beban listrik alat/kendaraan yang macet
harus dimatikan ketika kabel dimasukkan ke dalam jump-start receptacle
untuk mencegah timbulnya percikan api bila terjadi kontak antara kabel
dan receptacle.
Satu receptacle dipasang pada masing-masing alat/kendaraan dan
ujung-ujung kabel tersebut mengarah ke arah yang saling berlawanan
(bayangan cermin ujung yang lain) untuk mencegah hubungan yang
polaritasnya terbalik.

77

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Pengisian Aki
Mengisi aki yang sudah soak (tidak bermuatan lagi) dapat
dilakukan tanpa melepas aki dari alat/kendaran. Atau, dapat juga
dilakukan dengan mengeluarkan terlebih dahulu aki dari kendaraan. Untuk
mengisi aki, aki itu sendiri tidak perlu dikeluarkan dari alat/kendaraan.
Namun, jika jika aki tetap di alat/kendaraan, saklar isolasi aki harus diOFF-kan atau terminal-terminal aki dilepas untuk menghindari resiko
kecelakaan listrik.
Jika terminal-terminal aki hendak dilepas dari aki, lepaskan
lebih dulu terminal pembumian (negatif) dengan hati-hati sesuai
dengan prosedur yang ditetapkan oleh pabrik pembuat alat.

Membersihkan dengan Uap


Walaupun pembersihan dengan uap merupakan cara yang paling
efektif untuk menghilangkan gemuk (grease), oli dan kotoran dari
komponenkomponen alat/kendaraan, namun cara ini juga dapat merusak
komponen-komponen listrik dan elektronik. Bahaya yang dapat timbul
bila komponen-komponen tersebut terkena uap air atau air panas antara
lain adalah:

Panas yang mempengaruhi bahan isolasi

Air yang menyebabkan hubungan-singkat dan percikan


bunga api.

Gangguan listrik yang serius dapat timbul bila air yang bertekanan
tinggi masuk ke dalam komponen-komponen listrik yang tidak mudah
dikeringkan. Alternator penggerak listrik dan motor roda (wheel motor) di
dalam alat penggerak listrik adalah contoh dimana masuknya air dapat
menyebabkan masalah listrik yang serius. Jangan mencuci bagian-bagian
komponen listrik/elektronik dengan uap atau air. Tutuplah lebih dulu
komponen-komponen tersebut dengan plastik atau bahan lain yang anti air
untuk mencegah masuknya air ke dalam komponen tersebut. Jangan

78

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

mencuci unit-unit atau transducer elektronik karena tekanan tinggi dapat


merusak segel (seal) unit tersebut sehingga menyebabkan gangguan listrik.

Pengelasan Listrik pada Mesin


Arus dan tegangan untuk proses pengelasan umumnya lebih besar
dari arus dan tegangan operasi sistem listrik kendaraan. Jika pengelasan
dilakukan pada alat/kendaraan tanpa lebih dulu memperhatikan prosedur
yang

benar

untuk

melindungi

perlengkapan

dan

rangkaian

listrik/elektronik, maka kerusakan serius dapat terjadi. Aki, penyearah


pada alternator, sistem kontrol elektronik dan komponen-komponen
rangkaian aksesoris dapat mengalami kerusakan oleh adanya tegangan dan
arus stray yang dapat timbul pada saat pengelasan dilakukan. Sebelum
melakukan pengelasan listrik pada alat atau kendaraan, tindakan
pencegahan berikut ini perlu dilakukan untuk memperkecil resiko
kerusakan listrik:

Matikan saklar isolasi. Lepaskan terminal-terminal aki


dan tutup aki untuk mencegah percikan api las agar tidak
menyulut gas aki.

Lepaskan kabel output alternator sistem pengisian dari


bridge rectifier.

Hubungkan

selalu

kabel

pembumian

(earth

lead)

pengelasan sedekat mungkin dengan kabel benda kerja


(work lead) dan ke permukaan logam bersih dan baik
untuk mencegah resiko arus stray yang menimbulkan rute
konduktif bolak-balik melalui rangkaian listrik dan
perangkat mekanis.

Jangan biarkan work lead dan earth lead perlengkapan


pengelasan bersentuhan dengan kabel atau komponen
listrik manapun.

79

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

Jika pekerjaan pengelasan dilakukan dekat dengan


perlengkapan listrik yang sensitif, sebaiknya alat pemutus
arus (circuit-breaker) dibuka dan sekring dilepaskan
untuk

mencegah

agar

medan

elektromagnet

tidak

menginduksi tegangan dan arus di dalam rangkaian alat.

PERINGATAN
JANGAN LUPA menghubungkan ujung kabel negatif (-) ke BODI
MESIN.
Jika dihubungkan ke terminal negatif (-) aki, percikan api akan
menyulut gas.
Aki mengeluarkan gas yang dapat meledak.
Hindari aki dari api atau percikan api. Api atau percikan api dapat
menyebabkan gas dapat meledak. Jangan biarkan ujung-ujung
kabel jumper bersentuhan satu sama lain atau bersentuhan
dengan alat.
Dilarang merokok pada saat memeriksa ketinggian permukaan
cairan elektrolit.
Cairan elektrolit bersifat asam dan dapat menyebabkan cedera
jika kena mata atau kulit.
Gunakan selalu kacamata pelindung pada saat men-starter mesin
dengan menggunakan kabel jumper.
Prosedur jump start yang keliru dapat menyebabkan ledakan
yang mengakibatkan cedera.
Matikan semua lampu dan aksesori pada alat yang sedang diam.
Hubungkan positif (+) ke positif (+) aki dan negatif (-) ke rangka
alat.
Jump start hanya dilakukan dengan menggunakan aki sumber
yang mempunyai tegangan yang sama.

80

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

BAB VI
TERM

 Engine Low Idle :


Putaran engine terendah tanpa beban.
 Engine High Idle :
Putaran engine tertinggi tanpa beban.
 Rated Speed :
Putaran engine pada horse power (HP) maksimum.
 Stall Speed :
Putaran engine ketika torque converter stall.
 Hydraulic Stall Speed :
Putaran engine ketiak hydraulic system dalam keadaan relief.
 Full Stall Speed :
Putaran engine pada saat Torque Converter stall dan hydraulic system
relief secara bersamaan.
 Modulating Time :
Waktu menaikkan tekanan oli secara bertahap.
 Compression Pressure :
Tekanan udara yang dihasilkan pada langkah compressi di dalam
cylinder
 Blow By Pressure :
Tekanan udara/gas yang diijinkan di dalam crank case yang
disebabkan:
1. Kebocoran ring piston engine liner.
2. Kebocoran seal pada sisi turbin di dalam turbocharger.
3. Kebocoran ring piston pada compressor udara.

81

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Engine Hunting :
Keadaan putaran engine yang tidak stabil.
 Turbocharge Play :
Gerakan axial atau radial dari rotor.
 Boost Pressure :
Tekana udara pada intake manifold untuk engine yang dilengkapi
denga turbocharger.
 Hydraulic Drift :
Penurunan attachment yang diijinkan karena disebabkan kebocoran
pada hydraulic system pada saat control lever posisi netral.
 Internal Leakage of Pump :
Kebocoran di dalam pump yang menyebabkan flow rate pump turun
atau effeciency rendah.
 Relief Pressure :
Tekanan oli maksimum di dalam hydraulic system pada saat
beroperasi.
 Safety Pressure :
Tekanan oli maksimum di dalam hydraulic system pada saat lever
Control Valve dalam posisi netral yang diakibatkan adanya gaya dari
luar pada actuator.
 Toe In of Frame :
Suatu keadaan perubahan kelurusan track frame kiri dan kanan ketika
permukaan idler menuju ke dalam mendekati Center Line of
Tractors.
Catatan : perubahan kelurusan pada kondisi idler dilihat dari
sprocket.
 Toe Out of Frame :
Suatu keadaan perubahan kelurusan track frame kiri dan kanan ketika
permukaan idler menuju ke luar menjauhi Center Line of Tractors.
Catatan : perubahan kelurusan pada kondisi idler dilihat dari
sprocket.

82

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Preload :
Beban awal yang diberikan kepada komponen yang menggunakan atau
dilengkapi dengan cone bearing type atau tapper rolling bearing.
 Backlash :
Jarak bebas/clearance antara roda gigi yang bersinggungan atau
berpasangan.
 Tooth Contact :
Luasan permukaan bidang kontak antara roda gigi yang berpasangan.
 Travel Deviation :
Adanya gerakan menyimpang pada saat unit jalan lurus (travel lever
LH & RH di operasikan penuh) dan dengan posisi attachment tertentu.
 HIC (Hydraulic Idler Cushion) :
Sistem penegang track dan peredam track assy, dengan sistem hidrolik
dan accumulator, pada saat front idler mendapat benturan dari luar.
 Track Gauge :
Jarak antara titik tengah track shoe kiri dan titik tengah track shoe
kanan.
 Lock Up Clucth Pressure :
Adalah tekanan yang meng-engage-kan lock up.
 Periodical Replacement Parts :
Item-item yang secara periodik diganti seperti yang tertulis di buku
OMM (Operation and Maintenance Manual).
 Consumable Parts :
1. Item-item yang harus diganti karena rusak dipakai.
2. Item-item yang tidak rusak dipakai akan tetapi relatif secara
periodic diganti (biasanya item yang berhubungan dengan
electrical system).
 Vital Parts :
1. Item-item yang harus diganti karena materialnya sudah tua atau
membutuhkan ukuran yang tepat.

83

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

2. Item-item yang membutuhkan tahan uji atau dengan ratio tahan


uji lebih dari 0,9 pada 15.000 jam operasi (20.000 jam kerja
untuk dump truck).
3. Item yang mana kalau sudah rusak tidak mesti diganti seperti
komponen part yang di-las.
 Losable Parts :
Item-item yang sangat rendah ratio kerusakannya tetapi dapat hilang
dalam proses repair atau operasi unit.
 Injurable Parts :
1. Item yang sangat rendah ratio penggantiannya, tetapi sangat
tinggi resiko rusaknya selama operasi atau transportasi dari unit
tersebut.
2. Item yang sudah menjadi sifatnya dan juga sangat tinggi
kemungkinan rusaknya selama operasi atau transportasi dari
unit tersebut.
 Unreusable Parts :
Item-item yang harus diganti pada proses reassembling setelah
overhoul.
 Press Fit :
Pemasangan suaian sesak dari suatu komponen yang berpasangan,
dilakukan dengan paksaan (pressing machine).
 Forcing Screw (Jack Bolt) :
Bolt yang digunakan untuk membantu melepas komponen karena
pemasangannya dalam kondisi press fit atau dengan kata lain sebagai
alat bantu.
 Thread Tightener :
Liquid yang digunakan pada thread bolt/nut dengan tujuan untuk
menambah kekuatan ikat, sehingga bolt atau nut tidak mudah
kendor/lepas.

84

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Shringking Fit :
Pemasangan suaian sesak dari pasangan komponen (shaft & shaft hole)
yang dilakukan dengan proses penyusutan atau pemuaian.
 Standard Size :
Ukuran akhir dari suatu komponen yang masih baru atau yang sudah
di repair.
 Repair Limit :
Batasan ukuran dari suatu komponen yang dipergunakan karena
mengalami perubahan ukuran (aus). Apabila suatu komponen berubah
karena aus sampai ukuran repair limit, maka komponen tersebut harus
di repair atau di ganti.
 Tolerance :
Perbedaan ukuran yang diijinkan dari ukuran yang direncanakan ,
tolerance ditunjukkan dengan ( + dan + ) atau ( + dan )
atau ( + dan 0 ).
 Standard Clearance :
Celah bebas yang diijinkan antara dua komponen yang masih baru atau
yang telah di-repair, karena setiap komponen mempunyai toleransi
maka standard clearance mempunyai nilai maksimum dan nilai
minimum.
 Bending :
Kebengkokkan suatu shaft terhadap sumbunya.
 Wear Limit :
Batas ukuran terakhir dari komponen untuk dilakukan penggantian.
 Discoloration :
Perubahan warna yang terjadi pada suatu komponen yang disebabkan
oleh panas, panas tersebut dihasilkan dari akibat dua komponen yang
bergesekan secara berlebihan atau kurangnya pelumasan.
 Pitting :
Cacat yang terjadi karena proses korosive atau karat, biasanya terjadi
pada outer cylinder liner atau rod cylinder hydraulic.

85

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Scratch :
Cacat yang terjadi pada komponen karena tergesek oleh benda asing
atau adanya komponen yang terkelupas.
 Chipping :
Cacat pada komponen yang dikarenakan oleh terjadinya gompel / cuil
di salah satu bagiannya.
 Crack :
Keretakan yang terjadi pada komponen yang bisa disebabkan karena
getaran atau benturan.
 Twist :
Puntiran yang terjadi pada komponen sehingga sumbunya tidak sejajar
lagi.
 Coating Material :
Terdiri dari adhesive , gasket sealent, lubricant dan grease yang
digunakan untuk assembly dan disassembly.
 Aligning / Alignment :
Kelurusan diantara dua komponen.
 Service Meter :
Angka yang menunjukkan jumlah jam kerja (operating hours) sebuah
unit. Terletak pada monitor panel unit itu sendiri.
 Bolt Plastic Range :
Batas nilai performance plastic (perubahan berikut tetap) pada bolt.
Bolt plastic range digunakan untuk metode pengencangan bolt sampai
bolt mengalami deformasi plastis untuk menghasilkan gaya pengikatan
yang besar dan akurat. Metode pengencanga yang digunakan adalah
Plastic Range Turning Angle, yaitu pengencangan bolt dengan
metode pengencangan sudut setelah terlebih dahulu dikencangkan (di
beri preload) denga Torq Methode. Pada pengencangan Torq Methode,
gaya pengencangan kurang akurat akibat adanya koefisien gesek.

86

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

 Bolt Elastic Range :


Batas nilai deformasi elastis (perubahan bentuk elastis) pada bolt. Bolt
yang mengalami gaya tarik akan mengalami perpanjangan, tetapi bisa
kembali seperti semula bila perpanjangan yang terjadi masih dalam
batas nilai deformasi elastisnya. Perpanjangan bolt tidak bisa kembali
seperti semula bila perpanjangannya melebihi batas elastisnya (berada
pada nilai plastis).

87

UNDERCARRIAGE

ALAT BERAT

DAFTAR PUSTAKA

Final Drive & Undercarriage, BC1 UT.


Penggerak Akhir & Kerangka Bawah, PTC PAMA.
Self Learning MeCA, PTC PAMA.
SMK Teknik Alat Berat, Budi Tri Siswanto, Direktorat Pembinaan SMK.
Basic Maintenance, BC1 UT.
Perawatan, PTC PAMA.
Mengatasi Gangguan Sederhana, PTC PAMA.

88