Anda di halaman 1dari 23

Pengkajia

n
Keluarga
By
Rina saraswati

INTRODUCTION
Asuhan

keperawatan keluarga
merupakan
proses
yang
kompleks
dengan
menggunakan
pendekatan
sistematik untuk bekerjasama
dengan keluarga dan individu
sebagai anggota keluarga.

Pengkjian thd Keluarga :


Pengkajian angt klg scr individual :
Mengidentifikasi data sosial budaya, Mental,fisik,emosional,sosial dan
spiritual.
data lingk,struktur dan fungsi
Identifikasi masalah -masalah
Keluarga Dan individu
Diagnosa Keperawatan

Rencana Keperawatan :
Tujuan,identifikasi sumber-sumber,
Definisikan pendekatan alternatif, pilih
intervensi kep, prioritas

Intervensi : Implementasikan
renc pengerahan sumber-sumber

Evaluasi keperawatan

PROSES KEPERAWATAN

Pengkajian klg

Perumusan

diagnosis

keperawatan klg

Penyusunan
rencana kep

Implementasi

Evaluasi

Pengkajian
Pengkajian

adalah tahap awal


dari proses keperawatan dan
merupakan suatu proses yang
sistematis dalam pengumpulan
data dari berbagai sumber
data untuk mengevaluasi dan
mengidentifikasi
status
kesehatan klien (lyer et al.,
1996)

PENGKAJIAN
Untuk bekerja efektif dengan klien, keluarga
KELUARGA
dalam melakukan pengkajian dan perawatan

harus berfikir Secara Interaksi

Masalah

yang ada --> kemampuan perawat


mengkonseptualisasikan
masalah
pada
keluarga

Kemampuan

teori,
kerangka
kerja
sistematis, bekerja dengan keluarga -->
dapat
membantu
merubah
perspektif
indvidu pada perspektif keluarga

Proses pengkajian keluarga


Proses pengumpulan informasi terus menerus
syarat utama untuk identitas masalah.
Bersifat dinamis,interaktif dan fleksibel --> Data
terus dikumpulkan selama pelayanan diberikan
Data
dikumpulkan secara sistematis (alat
pengkajian )
Masalah :

Mengkaji sekilas semua area


Menemukan
kemungkinan
bermakna/potensial
masalah, perawat menggali area tersebut secara
mendalam
Banyak data tergantung pada klien yang mungkin
dapat memberikan informasi lebih banyak pada satu
area daripada area lain.

Sumber pengkajian keluarga


Wawancara dengan Klien: kejadian
sekarang dan lalu
Observasional : terhadap rumah,
fasilitas yang ada di rumah
Dokumentasi : informasi tertulis/lisan
dari rujukan
Berbagai lembaga yang menangani
keluarga dan anggota kesehatan lain.

Wawancara
Pertemuan dengan satu/ lebih anggota
keluarga sangat penting dilakukan pada
tahap awal pengkajian
Untuk mengurangi distorsi informasi
memberikan kesempatan pada seluruh
anggota
keluarga
mengungkapkan
persepsinya
Mengetahui interaksi antara anggota
keluarga
Harus benar-benar berfokus, berdasarkan
tujuan wawancara,
Dapat digunakan banyak daftar cek, dan
kuesioner.

Membangun Hubungan Saling


Percaya
Hubungan Saling Percaya: Saling terbuka,
Keperawatan

Keluarga terjadi beberapa


tahap
interaksi
-->
Butuh
perawat
profesional
dan
peka
terhadap
kebutuhan/masalah keluarga
Keluarga yang sadar akan masalah dan
membutuhkan bantuan --> akan cepat
terbuka
Keluarga dalam posisi dapat menolong diri sendiri

Fungsi perawat : menciptakan hubungan


percaya dimana hubungan itu terjadi

saling

Membangun hubungan saling


Hubungan
Saling
Percayapercaya
Dapat
Dikembangkan dengan :

Menyampaikan dan menerima keluarga


Mengakui hak-hak keluarga pada
perasaan
dan keyakinan keluarga
Tanpa keluar dari tujuan dan nilai-nilai perawat.
Fase

Orientasi : saat untuk membantu


keluarga
mengungkapkan
masalah
keluarga:

Perawat memahami benar tentang keluarga dan


pengalamannya
Keluarga mendalami masalahnya, mulai tahu
bagaimana
penyelesaiannya
dan
keluarga
menjadi lega (mengungkapkan perasaannya )

Pengkajian kekuatan-kekuatan
Keluarga

Keterampilan

Komunikasi

Kemampuan mendengar
Kemampuan anggota keluarga berdiskusi dengan
masalah keluarga (keluarga kurang ekspresif )
Paradigma

Keluarga

Persepsi keluarga tentang realitas hidup yang


sama dalam keluarga
keinginan keluarga untuk memiliki harapan
berubah
Dukungan

dari dalam Keluarga

Kemampuan memberikan penguat satu dengan


yang lain
Kemampuan
menciptakan
hubungan
saling
memiliki.

Pengkajian kekuatan-kekuatan
Keluarga
Kemampuan Merawat Diri
Kemampuan
bertanggung
jawab
terhadap
masalah kesehatan
Kemampuan keluarga menjaga kesehatan sendiri
Keterampilan

Memecahkan Masalah

Kemampuan keluarga menggunakan negosiasi


dan memecahkan persoalan dalam keluarga
Kemampuan keluarga memusatkan perhatian
pada kejadian-kejadian yang sekarang
Keluarga memiliki kapasitas untuk menggunakan
pengalaman-pengalamannya untuk sumber.

PENGKAJIAN KLG
Demografi
Data Inti Nama kepala keluarga (KK), Alamat
dan telepon, Pekerjaan kepala keluarga,
Pendidikan kepala keluarga, Komposisi
keluarga dan genogram
tiga
generasi
Tipe keluarga
Suku bangsa
Agama yang dianut
Status ekonomi
Aktifitas rekreasi keluarga

Riwayat dan Tahap Perkembangan


Keluarga

Tahap perkembangan saat ini


Tahap perkembangan yang belum terpenuhi
Riwayat keluarga inti
Riwayat kesehatan pada keluarga inti
riwayat
penyakit
keturunan,
riwayat
kesehatan
masing-masing
anggota
keluarga, perhatian terhadap pencegahan
penyakit
(status
imunisasi),
sumber
pelayanan kesehatan yang biasa digunakan
keluarga
serta
pengalaman-pengalaman
terhadap pelayanan kesehatan.
Riwayat keluarga sebelumnya
Riwayat kesehatan pada keluarga dari pihak
suami dan istri.

Lingkungan
1.
Karakteristik rumah

luas rumah, tipe rumah, jumlah ruangan, jumlah


jendela, jarak septic tank dengan sumber air, sumber
air minum yang digunakan serta denah rumah.
2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
karakteristik tetangga dan komunitas setempat
yang
meliputi
kebiasaan,
lingkungan
fisik,
aturan/kesepakatan penduduk setempat, budaya
setempat yang mempengaruhi kesehatan.
3.
Mobilitas geografis keluarga
ditentukan dengan kebiasaan keluarga berpindah
tempat.

Lingkungan
Perkumpulan keluarga dan interaksi
dengan masyarakat
waktu yang digunakan keluarga untuk
berkumpul serta perkumpulan keluarga
yang ada dan sejauh mana interaksi
keluarga dengan masyarakat.
5. Sistem pendukung keluarga
jumlah anggota keluarga yang sehat,
fasilitas yang dimiliki keluarga untuk
menunjang
kesehatan.
Fasilitas
mencakup
fasilitas
fisik,
fasilitas
psikologis atau dukungan dari anggota
keluarga
dan
fasilitas
sosial
atau
dukungan dari masyarakat setempat.
4.

Struktur Keluarga
Pola komunikasi keluarga
Menjelaskan
mengenai
cara
berkomunikasi antar anggota keluarga
2. Struktur kekuatan keluarga
Kemampuan
anggota
keluarga
mengendalikan dan mempengaruhi orang
lain untuk mengubah perilaku.
3. Struktur peran
Menjelaskan peran dari masing-masing
anggota keluarga baik secara formal
maupun informal.
4. Nilai atau norma keluarga
Nilai dan norma yang dianut oleh
keluarga
yang
berhubungan
dengan
kesehatan.
1.

Fungsi keluarga
Fungsi
Fungsi
Fungsi
Fungsi
Fungsi

afektif
sosial
perawatan kesehatan
reproduksi
ekonomi

Stress dan koping


keluarga
Stressor

jangka

pendek

dan

panjang

Kemampuan
keluarga
berespon
terhadap
situasi/
stressor
Strategi
koping
yang
digunakan
Strategi adaptasi disfungsional

Lanjutan Pengkajian
Pemeriksaan fisik:
anggota keluarga
Harapan keluarga

semua

PENUTUP

Keluarga merupakan suatu sistem, satu


bermasalah akan berdampak terhadap
yang lain
Perlu pengkajian menyeluruh terhadap
semua aspek bio, psiko, sosial, kultural dan
spiritual
Apabila keluarga tahu, mau dan mampu
memelihara kesehatan dirinya dan
anggota
keluarganya
(PSM),
maka
terwujud masyarakat yang sehat

Indonesia Sehat