Anda di halaman 1dari 9

KRITERIA

PENGERTIAN

EPIDEMIOLOGI

SINUSITIS
Inflamasi pada sekurang-kurangnya satu sinus paranasal. Karena sering
muncul manifestasi yang bersamaan maka sering disebut rinosinusitis
atau rinosinobronkitis.
Rinitis radang mukosa hidung dengan keluhan rinorea, hidung
tersumbat, bersin, hidung gatal
Sinusitis batuk kronik, post nasal drip, sakit kepala
Bronkitis akut batuk produktif dan berdahak
Sinus etmoid & sinus maksila (antrum Highmore) terbentuk sempurna
sejak lahir.
Sinus sfenoid mengalami pneumatisasi pada usia 5 tahun
Sinus frontal terbentuk pada usia 7 tahun dan berkembang sempurna
setelah masa remaja
-

ETIOLOGI &
FAKTOR RISIKO

Pada usia yang lebih muda sinusitis etmoid dan sinusitis


maksila, insidensi >>> ISPA atas atau adenoiditis
Pada anak yang lebih tua sinusitis sfenoid dan sinusitis frontal
dengan rinitis alergik
Pada bayi 1%
Pada usia 5-9 tahun 5%
Pada usia remaja 15%

Dampak negatif rinosinusitis akut pada anak:


- Gangguan emosi
- Gangguan tidur
- Gangguan aktivitas
Dampak negatif rinosinusitis kronik pada anak:
- Gangguan kualitas hidup
- Pemakaian antibiotik kronis
- Ketidakhadiran di sekolah
- Perubahan pola tidur
- Gangguan penampilan di sekolah
- Mudah tersinggung
ETIOLOGI
1. Patogen akut & subakut
a. Streptococcus pneumoniae, 20-30%
b. Hemophilus influenzae, 15-20%
c. Moraxella catharallis, 15-20%
d. Streptococcus pyogenes (beta-hemolitik), 5%
2. Patogen kronis

1 | @keluargasamawa

POLIP HIDUNG
Massa lunak yang mengandung banyak cairan di
dalam rongga hidung, berwarna putih keabu-aban
akibat inflamasi mukosa

Dapat timbul pada maupun di segala usia


- Jika terjadi pada usia 2 tahun harus
disingkirkan kemungkinan meningokel
dan meningoensefalokel
Faktor predisposisi :
a. Rinitis alergi
b. Riwayat atopi
c. Intoleransi terhadap aspirin

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Streptococcus alfa-haemolyticus
Staphylococcus aureus
Staphylococcus koagulase negatif
Haemophilus influenzae nontipe
Moraxella catharalis
Peptostreptococcus prevotella
Bacteroides sp
Fusobacterium sp
Pseudomonas sp paling sering pada pasien yang memakai
antibiotik bermacam-macam dan imunodefisiensi

FAKTOR PREDISPOSISI
1. ISPA atas
Rinitis hormonal pada wanita hamil
2. Rinitis alergi
Eosinofilia () major basic protein, sangat toksik terhadap mukosa
mengganggu klirens mukosilier
Pada pasien sinusitis menetap () IgE total atau reaktivitas kulit
(60%)
Uji alergi direkomendasikan untuk semua kasus tanpa perbaikan
gejala dengan riwayat alergi dan gejala atopi kulit.
3. Kelainan anatomi
Konka bulosa dan pembesaran konka media menutup KOM
Sel Haller dan sel infraorbital penyempitan ostium sinus maksila
Deviasi septum pada daerah konka media lateralisasi turbin media
& penutupan KOM
Agger nasi
Hipoplasia sinus maksila
Bula etmoid yang sangat besar
4. Defisiensi imun
Riwayat infeksi bakterial berulang jika antibiotik dihentikan
() IgG dan antibodi selektif ISPA atas berulang
Gejala lebih berat
Evaluasi IgG dini jika timbul respons terhadap pemberian vaksin
Pneumokokus, tetanus toksoid, dan difteri
5. Asma
Fungsi nasal terganggu post nasal drip () ISPA atas
mencetuskan serangan
Rinosinusitis terjadi pada 80% penderita asma
6. Penyakit refluks gastroesofageal
Menyebabkan iritasi mukosa inflamasi di orifisium tuba Eustachius
& ostium sinus
7. Alergi fungus

2 | @keluargasamawa

PATOFISIOLOGI

Masa polipoid akibat perubahan mukosa sinus karena alergi


fungus unilateral
Sekret seperti selai kacang
Pemeriksaan sekret eosinofil dan kristal Charcot-Leyden
Fungus yang sering menjadi penyebab Aspergillus
8. Infeksi gigi
9. Infeksi tonsil
10.Diskinesia silia
- Pada keadaan normal sinus steril
- Mukosa sinus berasal dari mukosa nasal dan berlanjut menjadi mukosa
nasofaring banyak dijumpai koloni bakteri hipodens sinus
paranasal selalu terkontaminasi bakteri yang bersifat sementara dan
dibersihkan oleh aparatus mukosiliar normal
- Kompleks ostiomeatal (KOM) struktur penting dalam meatus
media yang terbentuk sejak lahir (tapi besarnya belum maksimal).
Terbentuk oleh:
a. Infundibulum etmoid
b. Bula etmoid
c. Resesus frontal
d. Prosesus unsinatus
e. Hiatus semilunaris
Rinosinusitis pada anak bukan disebabkan penyumbatan KOM secara
primer, melainkan perubahan etmoid anterior yang mengganggu aliran
KOM rinosinusitis maksila dan rinosinusitis frontal kronis.
- Mukus tidak dapat dialirkan edema mukosa tekanan (-) di
dalam sinus transudasi serosa supurasi, sekret menajdi purulen
hipoksia bakteri anaerob berkembang mukosa makin
membengkak hipertrofi mukosa pembentukan polip

Sering dihubungkan dengan:


- Inflamasi kronik terjadi perubahan mukosa
akibat inflamasi atau aliran udara yang
berturbulensi terutama di daerah KOM yang
sempit prolaps submukosa reepitelisasi
dan pembentukan kelenjar baru ()
penyerapan Na oleh permukaan sel epitel
retensi air polip
- Disfungsi saraf otonom
ketidakseimbangan saraf vasomotor ()
permeabilitas kapiler dan gangguan regulasi
vaskular pelepasan sitokin dari sel mast
edema polip makin membesar
membentuk tangkai
- Predisposisi genetik

Pada keadaan normal pergerakan metakronus mukosa normal mengarah ke


ostium alamiah sinus, tetapi aliran ke arah nasofaring terhalang oleh
inflamasi mukosa yang terjadi sekunder akibat ISPA virus, alergi nasal atau
respon tubuh terhadap keduanya rinosinusitis kronik

DIAGNOSIS

Siklus rinosinusitis terbentuk jika terjadi:


a. Perubahan bersihan/kliren mukosilier
b. Berkurangnya ventilasi ostium permanen sinus
c. Perubahan imunitas tubuh
KLASIFIKASI RINOSINUSITIS (The Consensus Panel for Pediatric
Rhinosinusitis)

3 | @keluargasamawa

GAMBARAN MAKROSKOPIS
- Massa bertangkai

1. Rinosinusitis akut infeksi sinus dengan resolusi gejala yang


komplit dalam waktu <30 hari
2. Rinosinusitis subakut infeksi sinus dengan resolusi gejala yang
komplit dalam waktu 30-90 hari
3. Rinosinusitis kronik infeksi sinus dengan gejala yang ringansedang yang menetap >12 minggu
4. Rinosinusitis akut berulang beberapa episode akut dengan
diselingi sembuh di antara 2 episode. Jika tidak pernah benar-benar
sembuh rinosinusitis kronik
GEJALA
- Nyeri pada wajah
- Hidung tersumbat
- Ingus purulen atau postnasal drip batuk berdehem
- Hiposmia/anosmia
- Demam
- Sakit kepala
- Mulut berbau
- Kelelahan
- Sakit gigi
- Batuk
- Sakit pada telinga
- Gejala bronkitis biasanya 3-4 hari setelah rinitis batuk lepas yang
ringan dan produktif, muntah, nyeri dada
Rinosinusitis Akut NonSevere
Rinore
Kongesti hidung
Batuk
Sakit kepala, nyeri wajah,
iritabilitas
Demam (-) atau subfebris

Rinosinusitis Akut
Severe
Rinore purulen (kental,
keruh, opak)
Kongesti hidung
Nyeri wajah atau sakit
kepala
Demam tinggi
Edema periorbital

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan transiluminasi
Jika tampak gelap di daerah infraorbita antrum berisi pus atau mukosa
antrum menebal, atau terdapat neoplasma di dalam antrum

4 | @keluargasamawa

Permukaan licin
Bentuk bulat atau lonjong
Berwarna putih keabu-abuan (karena aliran
darah sedikit), agak bening, lobular, dapat
tunggal atau multipel dan tidak sensitif (jika
ditekan tidak sakit)
Jika terjadi iritasi kronis radang polip
berwarna kemerahan kuning karena
mengandung banyak jaringan ikat
Polip koana tumbuh ke arah belakang dan
membesar di nasofaring, kebanyakan berasal
dari sinus maksila atau sebagian kecil dari
sinus etmoid

GAMBARAN MIKROSKOPIS
- Epitel tampak serupa dengan mukosa hidung
normal pseudostratifikatum bersilia
dengan submukosa normal
- Terdiri dari sel-sel limfosit, sel plasma,
eosinofil, neutrofil, makrofag
GEJALA
- Hidung rasa tersumbat
- Rinorea jernih sampai purulen
- Hiposmia/anosmia
- Bersin-bersin
- Rasa nyeri pada hidung
- Sakit kepala di daerah frontal
- Post nasal drip jika diikuti infeksi sekunder
- Gejala sekunder bernapas melalui mulut,
suara sengau, halitosis, gangguan tidur,
batuk kronis dan mengi (pada penderita
asma)
PEMERIKSAAN FISIK
- Deformitas hidung luar hidung tampak
mekar
- Rinoskopi anterior massa berwarna pucat
yang berasal dari meatus media dan mudah
digerakkan

Jika terdapat kista di sinus maksila akan tampak terang dengan


perselubungan berbatas tegas pada foto rontgen
Pemeriksaan sinus paranasal
a. Inspeksi
Pembengkakan pada muka : pipi, kelopak mata bawah berwarna
kemerahan sinusitis maksila akut, pembengkakan kelopak
mata atas sinusitis frontal akut.
Sinusitis etmoid akut jarang menyebabkan pembengkakan di luar,
kecuali jika terbentuk abses.
b. Palpasi
Nyeri tekan pada pipi dan nyeri ketuk di gigi sinusitis maksila
Nyeri tekan di dasar sinus frontal pada bagian medial atap orbita
sinusitis frontal
Nyeri tekan di daerah kantus medius sinusitis etmoid
Rinoskopi mukosa konka hiperemis dan edema (rinoskopi anterior),
postnasal drip (rinoskopi posterior)
Sinoskopi endoskop dimasukkan melalui lubang yang dibuat di meatus
inferior atau di fosa kanina
Jika diikuti bronkitis atau ISPA atas:
- Ronki
- Mengi
PEMERIKSAAN RADIOLOGIS
- Foto rontgen sinus paranasal polos tidak digunakan (AAP 2001) pada
anak <6 tahun
- Foto radiologis baku yang digunakan untuk diagnosis:
a. Waters (occipitomental) sinus frontalis dan maksilaris
b. Caldwell (PA) sinus frontalis dan ethmoid
c. Lateral sinus sphenoid dan adenoid
- Gambaran yang didapatkan :
a. Perkabutan komplit
b. Penebalan mukosa (min. 4 mm)
c. Air fluid level
- Foto toraks normal atau ada corakan bronkial yang meningkat
- Pemeriksaan CT scan untuk anak yang akan menjalani prosedur
bedah
- Pemeriksaan USG untuk menunjukkan adanya cairan cairan dalam

5 | @keluargasamawa

Stadium 1 polip masih terbatas di meatus media


Stadium 2 polip sudah keluar dari meatus media
tampak di rongga hidung tapi belum memenuhi
rongga hidung
Stadium 3 polip yang masif
- Stadium di atas dapat dilihat dengan nasoendoskopi
PEMERIKSAAN RADIOLOGI
- Foto polos penebalan mukosa dan air-fluid
level di dalam sinus

rongga sinus dan penebalan mukosa

TATALAKSANA

PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI
- Aspirasi sinus maksilaris jika koloni bakteri >104 U/mL
- Dilakukan jika respons terhadap antibiotik kurang
ANTIBIOTIK
Lini Pertama
Diberikan selama 10-14 hari atau sampai 1 minggu setelah perbaikan gejala
- Amoksisilin
45 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis
- Sefalosporin generasi II atau III (jika alergi penisilin)
Sefuroksim
30 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis
Sefpodoksim
10 mg/kgBB/hari dosis tunggal
Azitromisin
10 mg/kg pada hari I, 5 mg/kgBB 4 hari berikutnya (dosis tunggal
Klaritromisin
15 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis
- Trimetoprim-sulfametoksazol (70-80% gejala membaik dalam 2-3
hari)

Lini Kedua
Diberikan jika terjadi resistensi bakteri, diminum selama 4 minggu pada
rinosinusitis kronik dan dilanjutkan 1 minggu setelah perbaikan gejala
(fungsi mukosiliar kembali normal, dan edema mukosa mengalami resolusi)
- Amoksisilin klavulanat
80-90 mg/kgBB/hari komponen amoksisilin dibagi 2 dosis
6,4 mg/kgBB/hari komponen klavulanat dibagi 2 dosis
- Sefuroksim
30 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis
- Metronidazol (bakteri anaerob)
- Klindamisin (bakteri anaerob) S. Pneumoniae (+)
30-40 mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis
Jika anak muntah berikan parenteral
- Seftriakson 50 mg/kgBB/hari single dose
IRIGASI NASAL DENGAN SALIN
Tujuan meningkatkan pergerakan mukosiliar dan vasokonstriksi
Mekanisme ini akan membuang sekret, mengurangi jumlah bakteri, dan

6 | @keluargasamawa

Tujuan
-

utama:
Menghilangkan keluhan dan simptom
Mencegah komplikasi
Mencegah rekurensi polip

a. Steroid untuk menghilangkan polip


polipektomimedikamentosa
Polip eosinofilik merespons lebih baik
b. Polipektomi dengan senar polip atau cunam
dengan anastesi lokal
c. Etmoidektomi intranasal dan ekstranasal
d. Operasi Caldwell-Luc untuk sinus maksila

membebaskan alergen di sekitar lingkungan hidung


STEROID TOPIKAL
Untuk mengurangi kongesti nasal pada 90% penderita rinitis alergi
Pada dewasa dapat terjadi supresi aksis hipofisis dan glukoma
DEKONGESTAN
Dapat memberi kenyamanan dan memperbaiki keadaan
Vasodilatasi rebound dicegah dengan pemberian dekongestan nasal selama
4-5 hari pertama
OPTIMALISASI KONDISI MEDIS TERKAIT
- Rinitis alergi penghindaran alergen, pengendalian lingkungan,
pemberian semprot nasal, pemberian antihistamin gol II, imunoterapi
- Refluks GE elevasi kepala selama berbaring, tidak makan sebelum
tidur, H2-blocker, prokinetik, dan inhibitor pompa ion H+
- Asma menghindari faktor eksaserbasi, pemberian bronkodilator
dan steroid inhalan
- Sindrom silia imotil pembersihan sekret secara mekanis

PROGNOSIS

PEMBEDAHAN
a. Adenoidektomi
b. Pengangkatan unsinatus, etmoidektomi anterior, dan antrostomi
maksila dengan fungsional endoskopi
c. Pembersihan rongga dan pengangkatan debris 2-3 minggu setelah
pembedahan
TERAPI SUPORTIF
a. Diet menghindari kafein, coklat, dan soda asam (refluks GER),
jangan berbaring sesudah makan, dan hindari makanan alergen
b. Aktivitas kurangi aktivitas saat kambuh dan hindari pajanan asap
rokok
c. Rawat inap dengan mikroorganisme resisten, komplikasi orbital
dan intrakranial harus diberi antibiotik iv
KOMPLIKASI
a. Orbital
Akibat penyebaran langsung dari sinus
CTscan gambaran cincin khas dari pengumpulan cairan dan
adanya tanda abses subperiosteal
1. Selulitis preseptal kelopak mata bengkak, eritema, pergerakan
bola mata normal

7 | @keluargasamawa

2. Selulitis orbital proptosis dan kemosis


3. Abses periorbital proptosis dengan pergeseran bola mata ke
arah inverolateral dan pergerakan otot ekstraokular berkurang
4. Abses orbital proptosis berat, gangguan penglihatan, bola
mata menetap, anak sangat toksik
5. Trombosis sinus kavernosus demam tinggi dan gejala bilateral
Pengobatan seumur hidup dengan antibiotik iv, pemeriksaan
endoskopi dan operasi
b. Intrakranial
Penyebaran langsung dari rinosinusitis sfenoidalis
Abses subdural melibatkan lobus frontalis
Pengobatan antibiotik intravena penetrasi ke cairan otak
sefalosporin gol III
PROGNOSIS umumnya baik, penanganan rinosinusitis kronis lebih sulit

KRITERIA
PENDAHULUAN

SINUSITIS DENTOGEN
-

GEJALA

SINUSITIS JAMUR

Merupakan salah satu penyebab penting sinusitis


kronik
Dasar sinus maksila adalah prosesus alveolaris tempat
akar gigi rahang atas infeksi gigi rahang atas
(infeksi apikal akar gigi atau inflamasi jaringan
periodontal) mudah menyebar secara langsung ke
sinus atau secara hematogen dan limfogen

Hidung tersumbat

8 | @keluargasamawa

Infeksi jamur pada sinus paranasal


Insidensi meningkat seiring dengan meningkatnya
pemakaian antibiotik, kortikosteroid, obat imunosupresan
dan radioterapi
Predisposisi : DM, neutropenia, AIDS, perawatan lama di
RS
Jenis jamur yang sering menyebabkan : Aspergilus dan
Candida
Gejala unilateral sulit disembuhkan dengan antibiotik

DIAGNOSIS

TERAPI

KOMPLIKASI

Nyeri tekan pada muka


Ingus purulen yang sering turun ke tenggorokan
(postnasal drip)
- Demam
- Malaise
- Napas berbau busuk
- Pada sinusitis maksila nyeri di pipi, kadang nyeri alih
telinga atau gigi
- Pada sinusitis etmoid nyeri di antara atau di
belakang kedua bola mata
- Pada sinusitis frontal nyeri di dahi atau seluruh
kepala
- Pada sinusitis sfenoid nyeri pada verteks, oksipital,
belakang boala mata, dan daerah mastoid
- Sakit kepala
- Hiposmia/anosmia
- Halitosis
- Adanya pus di meatus media (sinusitis maksila dan
etmoid anterior dan frontal) atau di meatus superior
(sinusitis etmoid posterior dan sfenoid
- Mukosa edema dan hiperemis
- Bengkak dan merah di daerah kantus medius
- CT scan gold standard
Tujuan terapi
1. Mempercepat penyembuhan
2. Mencegah komplikasi
3. Mencegah perubahan menjadi kronik
Prinsip membuka sumbatan KOM untuk melancarkan
drainage dan ventilasi kembali
Terapi khusus gigi yang terinfeksi harus dicabut atau
dirawat dengan pemberian antibiotik bakteri anaerob
Osteomielitis dan abses subperiostal paling sering
disebabkan oleh sinusitis frontal dan biasa ditemukan pada
anak-anak. Pada sinusitis maksila dapat timbul fistula
oroantral atau fistula pipi.
Kelainan paru bronkitis kronik dan bronkiektasis

9 | @keluargasamawa

Adanya gambaran kerusakan tulang dinding sinus


Membran berwarna putih keabuan pada irigasi antrum
Sinusitis jamur invasif
a. Invasif akut fulminan
Adanya invasi ke jaringan dan vaskular
Di kavum nasi mukosa berwarna biru-kehitaman
Mukosa konka dan septum nekrotik
b. Invasif kronik indolen
Dapat menginvasi ke orbita atau intrakranial
Sekret kental dengan bercak kehitaman
Sinusitis jamur non-invasif/misetoma
Kumpulan jamur dalam rongga hidung tanpa invasi ke
dalam mukosa atau destruksi tulang, sering mengenai
sinus maksila
Rinorea purulen, postnasal drip, napas berbau

Pembedahan
Debridemen
Anti jamur sistemik
- Amfoterisin B
- Rifampisin atau flusitosin
Pengobatan terhadap penyakit yang mendasari