Anda di halaman 1dari 1

http://www.meriam-sijagur.com/lifestyle/534-penyakit-sindromdown.

html

Penyakit Sindrom Down

Adalah penyakit kelainan kromosom yang langka karena diprediksi meyerang 1 bayi diantara 700 bayi yang
baru lahir. Penderita sindrom down akan memiliki jumlah sel-sel kromosom tubuh yang lebih banyak dari pada
manusia normal, hal ini menyebabkan penderita mengalami cacat mental serta memiliki bentuk wajah yang khas.
Dulu penyakit Sindrom down sering juga disebut mongolismkarena penderita penyakit ini akan memilik wajah
khas mirip orang-orang Mongolia.
Sindrom Down disebabkan oleh berlebihnya jumlah kromosom dalam tubuh, untuk manusia normal memiliki
jumlah kromosom 46 namun pada penderita penyakit Sindrom down miliki 47 kromosom, hal ini baru diketahui
pada tahun 1960. Banyak hal yang dapat menyebabkan kelebihan jumlah kromosomini, diantaranya kegagalan
dua kromoson nomor 21 dalam sel orang tua, penyebab lainnya adalah kelainan kromosom yang terjadi pada
ayah dan ibu atau yang sering disebut translokasi. Resiko kelainan kromosom pada bayi baru lahir akan semakin
besar apabila ibu hamil berusia lebih dari 40 tahun.
Penyakit Sindrom Down dapat dideteksi pada masa kehamilan ibu dengan cara pengambilan contoh air
ketuban. Test darah yang dilakukan sebelum minggu keenambelas masa kehamilan ibu dapat pula
mendekteksi kelainan kromosomtersebut. Penderita sindrom down akan memiliki bentuk wajah yang khas,
mata miring keatas dan terpisah jauh, bentuk hidung cenderung rata dan bertelinga kecil. Lidah akan lebih
menonjol diantara bibirnya dan terdapat garis lipatan tunggal pada telapak tangannya. Penderita Sindrom
Down biasanya mengalami cacat mental dengan derajat yang berbeda-beda dan memiliki keterbatasan dalam
kemampuan belajar.
Meskipun demikian, para Penderita sindrom down harus diperlakukan sama dengan manusia normal lain nya,
karena mereka biasanya ceria dan menyenangkan. Lebih dari seperempat penderita sindrom down juga
mengidap penyakit jantung bawaan, menderita peyempitan usus, kelainan pendengaran bawaan, leukimia
akut dan katarak. Penderitasindrom down juga sangat rentan terkena penyakit infeksi telinga dan infeksi
pernafasan. Harapan hidup pada penderita sindrom down diusia muda sangat rendah, hal ini dikarenakan
kerentanan terhadap resiko infeksi dan penyakit yang biasanya menyertai penderita sindrom down tersebut.
Walau kemajuan di bidang pengobatan dapat memperpanjang usia penderita, namun banyak pula penderita
sindrom down yang tidak dapat melewati usia awal pertengahan, jikapun ada yang dapat melewati usia awal
pertengahan, biasanya mereka akan mengalami penuaan dini.
Bedah plastik dan tehnologi kecantikan mungkin dapat memperbaiki penampilan dan wajah penderita, namun
tetap tidak bisa mengobati penyakit sindrom down tersebut. Yang dapat dilakukan untuk mengurangi
penderitaan para penderita sindrom down adalah memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup, tidak
membedakan dengan orang-orang normal lainnya serta tetap menjaga mereka saat bersosialisi dengan
masyarakat.