Anda di halaman 1dari 1

Weiner L. et al. 2000. Buku saku neurologi. EGC: Jakarta.

Pemeriksaan labolatorium
1. hitung darah tepi lengkap : untuk mengetahui factor resiko dari stroke seperti
diskrasia darah, polisitemia, trombositopenia, atau trombositosis
2. waktu protrombin, waktu protrombin parsial : ditujukan pada penderita dengan
antibody antifosfolipid (waktu protrombin memanjang)
3. analisa urin : hematuria terjadi pada endocarditis bakterialis suabakut (SBE)
dengan stroke iskemik karena emboli
4. Laju Endap Darah : peningkatan LED menunjukkan kemungkinan terjadi
vaskulitis, hiperviskositas atau SBE sebagai stroke
5. Kimia darah : peningkatan kadar glukosa, kolesterol atau trigliserida dalam
darah
6. Pungsi Lumbal : Bila cairan serebrospinalis (CSS) mengandung darah
(eritrosit) 1.000) dan tekanannya meningkat (200 mmH2O), pungsi lumbal
mendukung adanya suatu perdarahan. Perlu diingat bahwa tekanan CSS
normal dan tidak ditemukan sel dalam CSS dapat terjadi pada 10% perdarahan
intraserebral. Semua perdarahan subarakhnoid menunjukkan perdarahan yang
nyata pada CSS, biasanya mengandung eritrosit 25.000.