Anda di halaman 1dari 6

TUGAS LABORATORIM

MOHAMAD RIZKI DWIKANE


10100108013

1. IDENTIFIKASI BAKTERI PENYEBAB UTI

E. Coli
K.
Pneumonia
Enterobact
er

KIA
+/+
+/+

MOTIL
+
-

INDOLE
+
+

UREASE
+
+

CITRAT
+

+/+

UTI
UTI
GRAM POSITIF
GramBLOOD
negatifAGAR
batang

Alfa hemolitik (hijau)

Lactose fermented
( pink )
Stapilokokus +
- E. Coli
- Enterobacter
DNAse
- Klebsiella
Terbentuk zona clear

Kultur
Mc Concey
Beta
hemolitik
(bening)

Katalase

Tes Koagulase

+ Stap. Aureus
Nonaureus

- Stap.

Stap. Aureus +
Stap. Non
aureus -

Gamma Hemolitik
(tidak berubah warna)
Non lactos fermented
( bening )
Streptokokus -

Salmonella
Shigella

Optocin
inulin

S. Pneumonia +
viridans Tes Novobiosin

Saprophyticus

S. Epidermidis.

2. IDENTIFIKASI BAKTERI PENYEBAB STI


COLONI :
-

Mendeteksi bakteri penyebab dari STI harus melalui coloninya


Dengan cara menyebarkan sample apusan pada media biakan dengan baik sampai bakteri

terpisah dan berkoloni


Jumlah bakteri didilusi sampai dengan terpisah masing-masing pada permukaan media
biakan.

Penyebab STI ialah gonococal dan non gonococal

C. Tracomatis
-

Merupakan penyebab utama dari STI


Spesimen collection diperoleh dari urethral dan vaginal swab, first catch urine, clean catch
urine.

T. Pallidum
-

Merupakan agen penyebab sifilis


Ulcer painless
Batas tepi menimbul
Dasar lesi bersih
Bisa dilihat secara langsung untuk pemeriksaan mikroskop menggunakan mikroskop dark
field.

HSV
-

Virus, terdapat tipe 1 dan tipe 2


Confluence , terlihat seperti induk ayang yang dikelilingi oleh anak ayam

HPV
-

Penyebab utama Ca cerviks


Tipe VI dan tipe XI
Tidak dapat hidup pada sel kultur

3. TREMATODA DARAH , bunga rampai UNPAD


Spesies yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia :
-

Schistosoma Haematobium
Schistosoma Mansoni

Schistosoma Japonicum
Schistosoma Mekongi

Siklus Hidup
-

Telur yang sudah matang diletakan dalam kapiler darah dan vena kecil dekat dengan

permukaan mukosa usus atau kandung kencing (tergantung spesies cacing).


Telur dapat menembus keluar dari pembuluh darah, berimigrasi kedalam jaringan untuk
kemudian sampai pada lumen usus atau kandung kencing, akhirnya telur ditemukan dalam

tinja atau urin.


Telur segera menetas dalam air dan keluar miracidium.
Didalam tubuh keong miracidium berkembang menjadi sporokista 1, sporokista 2 akhirnya

menjadi cercaria.
Cercaria memiliki kemampuan menembus kulit, masuk kedalam kapiler darah akhirnya
sampai kedalam vena kecil usus atau kandung kecing.

Penyebaran geografi
-

Terbatas didaerah timur jauh, dijepang, cina, taiwan , filipina dan tailand.

Hospes
-

Hospes definitif selain manusia juga anjing, kucing, tikus , sapi, kerbau, babi, kuda, kambing

dan biri-biri.
Hospes perantara :
Onsomelania nosophora, O. Hupensis, O. Formosana.

Morfologi dan siklus hidup


-

Cacing dewasa, menyerupai S. Mansoni dan S. Haematobium akan tetapi tidak memiliki

integumentari tuberculation.
Cacing jantan, panjang 12-20 mm, diameter 0.50 sampai 0, 55 mm, integumen ditutupi duriduri sangat halus dan lancip. Lebih menonjol pada daerah sucker dan kanalis ginecoporic.
Memiliki 6-8 buah testis.

Cacing betina, panjang 26 mm dengan diameter 0,3 mm. Ovarium dibelakang pada
pertengahan tubuh, kelenjar vitellaria terbatas didaerah lateral pada seperempat bagian

posterior tubuh. Uterus merupakan saluran yang panjang dan lurus berisi 50-100 butir telur.
Telur, berhialin, sub speris atau oval dilihat dari lateral ; dekat salah satu kutub terdapat
daerah melekuk dimana tumbuh semacam duri rudimenter (tombol) ; berukuran (70100)x(50-65). Khas sekali, telur diletakan dengan memusatkan pada vena kecil pada
submukosa atau mukosa organ yang berdekatan. Tempat telur S. Japonicum biasa pada
percabangan vena mesenteric superior yang mengalirkan darah dari usus halus. Telur keluar
menembus submukosa dan mukosa, kemudian dibebaskan kedalam lumen usus bersamasama darah. Tebalnya dinding dan jaringan parut pada mukosa merupakan penghambat bagi
telur untuk menembus jaringan tersebut, sehingga ini akan merupakan saringan dari dinding

usus.
Miracidium menyerupai miracidium S. Manconi dan S. Haematobium, berbeda dalam ukuran
yang lebih kecil dan beberapa struktur kecil internal lainnya. Selanjutnya apabila kontak
dengan siput yang sesuai, menembus jaringan lunak, dalam 5-7 minggu, membentuk generasi

pertama dan kedua sporokista, kemudian cercaria yang bercabang.


Cercaria dikeluarkan hanya apabila siput berada pada atau dibawah permukaan air.
Dalam waktu 24 jam, menembus kulit sebagai hasil kerja kelenjar penetrasi yang
menghasilkan enzim proteolitik, menuju jalinan kapiler. Kedalam sirkulasi vena menuju
jantung kanan dan paru-paru. Terbawa sampai ke jantung kiri menuju sirkulasi sistemik.
Tidak sepenuhnya rute perjalan ini diambil oleh schistosoma muda, pada migrasi mereka
dari paru-paru ke hati. Mungkin seperti S. Matheei, Schistosoma muda merayap melawan
aliran darah sepanjang dinding arteri pulmonalis, jantung kanan dan vena cava menuju ke hati

melalui vena hepatika.


Infeksi dapat bertahan untuk jangka waktu yang tidak terbatas, dapat mencapai 47 tahun.