Anda di halaman 1dari 8

MODUL 04 Gejala Transien

Tsaqif Alfatan Nugraha (13214036)


Asisten: Fajar Bahari
Tanggal Percobaan: 26/10/2015
EL2101- Praktikum Rangkaian Elektrik

Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB
Abstrak
Pada percobaan rangkaian elektrik modul keempat akan
dilakukan percobaan mengenai gejala transien. Gejala
transien terjadi pada komponen penyimpan energy seperti
pada kapasitor dan konduktor. Gejala ini timbul kareba
energy yang diterima atau dilepaskan oleh komponen tersebut
tidak berubah seketika (arus pada inductor dan tegangan
pada kapasitor). Pada gejala transien suatu fungsi tegangan
atau arus bila digambarkan akan mengikuti seperti kurva
eksponensial, dimana suatu nilai tegangan atau arus naik
atau turun sampai posisi steady-state. Posisi steadystate
merupakan posisi dimana tegangan atau arus sudah dalam
keadaan mapan atau keadaan konstan. Selanjutnya pada
gejala transien respon respons pada komponen yang terjadi
ialah respon natural, respon paksa, dan respon lengkap.
Gejala transien penting dipelajari untuk melihat seberapa
cepat renspons transien bekerja pada suatu komponen.
Kecepatan dari respons transien yang bekerja nilainya
bergantung terhadap konstanta waktu.
Percobaan ini bertujuan agar praktikan dapat mengenali
adanya respon natural, respon paksa, dan respon lengkap
dari suatu rangkaian, mengukur konstanta waktu pada
rangkaian RC, dan yang terakhir ialah memahami pengaruh
tegangan transien jika diberi sumber tegangan bebas.
Langkah-langkah percobaan yang akan dilkakukan
pertama ialah pengumpulan data yang akan digunakan
untuk menjawab tujuan percobaan. Kemudian setelah data
terkumpulkan maka kemudian disusunlah analisa dan juga
kesimpulan mengenai percobaan ini.
Kata Kunci : Gejala transien, Respon-respon
transien,dan Konstanta Waktu.
1.

PENDAHULUAN

Pada praktikum kali ini terdapat 5 kali


pengumpulan data yang dilakukan. Percobaan
yang pertama ialah melihat gejalan transien pada
tegangan di kapasitor sebagai fungsi waktu.
Rangkaian yang digunakan terdiri dari 2 switch
yang bergerak sebagi fungsi waktu, 2 buah
resistor, dan 2 buah kapasitor. Kemudian akan
dilihat bagaiamana gejala transien yang terjadi di
kapasitor pertama dan kapasitor kedua.
Percobaan yang kedua pada dasarnya sama
dengan percobaan yang pertama. Namun disini
kita akan melihat pengaruh dari besar komponen
yang digunakan terhadap gejala transien yang

terjadi pada kapasitor. Nilai 2 buah resistor akan


diubah menjadi beberapa nilai resistor lainnya dan
begitu juga pada nilai kapasitor yang digunakan.
Percobaan yang ketiga juga menyerupai dengan
percobaan yang pertama. Namun disini kita akn
melihat pengaruh gejala transien yang terjadi jika
sumber tegangan diberi nilai yang lebih kecil.
Sumber tegangan yang tadinya sebesar 5v akan
diubah menjadi 4 V dan 2V.
Selanjutnya pada percobaan ke-empat rangkaian
yang
digunakan
menyerupai
percobaan
sebelumnya namun hanya terdapat satu resistor
dan akan digunakan induktor yang dipararelkan
dengan kapasitor yang kedua. Kemudian kita
akan melihat seperti apakah gejala transien yang
terjadi.
Selanjutnya percobaan yang terakhir ialah
mengenai osilasi teredam. Rangkaian yang
digunakan
menggunakan
sebuah
sumber
tegangan AC, satu Rvar, satu induktor, dan satu
kapasitor. Kemudian kita akan mengamati gejala
transien yang terjadi pada kapasitor yang
mengikuti bentuk osilasi teredam.

2.

STUDI PUSTAKA

2.1 GEJALA TRANSIEN


Gejala transien terjadi pada rangkaian ramglaoam
yang mengandung komponen penyimpanan
energy seperti induktor / kapasitor. Gejala ini
timbul karena energy yang diterima atau
dilepaskan oleh komponen tersebut tidak dapat
berubah seketika (arus pada induktor dan
tegangan pada kapasitor).

2.2 RESPON NATURAL, PAKSA, DAN LENGKAP


Respon natural ialah respon yang terjadi ketika
terdapat sebuah rangkaian dengan komponen
penyimpan tegangan dan tanpa sumber eksternal
seperti sumber arus dan sumber tegangan.

(Gambar 1. Rangkaian R-C respon natural)

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Vc (t) = Vc(t0) x e t / RC

7.
8.
9.
10.

=Rxc
Respon paksa ialah merupakan respon yang
terjadi ketika suatu komponen kapasitor/induktor
dengan sumber tegangan bebas telah mencapai
keadaan steady state (mapan)
Respon lengkap ialah merupakan respon
gabungan dari respon natural dan juga respon
lengkap ketika terdapat sumer tegangan bebas
pada
rangkaian
mengandung
komponen
kapasitor/induktor.

3.2

Kabel 4mm jepit buaya (max. 5 buah)


Multimeter digital (1 buah)
Generator sinyal (1 buah)
Resistor Dekade (1 buah)

LANGKAH PERCOBAAN

1. Percobaan 1

(Gambar 4. Rangkaian Percobaan 1)

(Gambar 2. Rangkaian R-C dengan sumber tegangan bebas)

Respon lengkap = Respon natural + respon paksa

2.3 KONSTANTA WAKTU


Kosntanta waktu merupakan besarnya waktu
yang dibutuhkan agar nilai tegangan atau arus
menjadi 36,8 % dari nilai awalnya.

1
2

Komponen

Nilai

R1

2,2 k

R2

4,7 k

C1

220 nF

C2

470 nF

Buat rangkaian seperti gambar 4 diatas dengan


nilai-nilai komponen seperti yang disajikan pada
tabel diatas

Sambungkan kapasitor 1 ke channel 1 osiloskop


dan kapasitor yang kedua ke channel 2 osiloskop

(Gambar 3. Konstanta waktu)

Pada rangkaian R-C konstanta waktu sama


dengan,

Amati nilai tegangan pada kapasitor C1 dan C2


dan amati gejala transien yang terjadi

= R x c (s)

3.

METODOLOGI

3.1 Alat-alat yang digunakan


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kit transien (1 buah)


Kit Rangkaian RL & RC (1 buah)
Osiloskop (1 buah)
Kabel BNC probe jepit (2 buah)
Kabel BNC 4 mm(3 buah)
Kabel 4 mm 4mm (max. 10 buah)
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

2. Percobaan 2

1
Buat rangkaian seperti gambar diatas
namun ubah nilai R1, R2, C1, dan C2
dengan nilai yang belum digunakan pada
percobaan pertama

Hubungkan kapasitor 1 ke channel 1


osiloskop dan kapasitor yang kedua ke
channel 2 osiloskop

5.

Susun rangkaian seperti gambar 5

Amati tegangan pada titik E, dengan


pengaturan osiloskop 0,2 Volt/div , 40 s /
div, slope turun, dan eksternal trigger

Amati perubahan tegangan untuk nilai C2


yang berbeda
Analisa data yang diperoleh.

Percobaan tambahan

Amati nilai tegangan pada kapasitor C1 dan


C2 dan amati gejala transien yang terjadi
untuk setiap nilai komponen elektrik yang
diubah.

(Gambar 6. Rangkaian percobaan 5)


3. Percobaan 3

1
2
3

Buat rangkaian seperti gambar diatas namun ubah


nilai sumber tegangan nya menjadi 2 V dan 4 V

Amati tegangan Vc dengan menghubungkan


kapasitor dengan channel 1 osiloskop
Gunakan Rvar sebesar 50 dan amati sinyal
Vc

Ubah nilai Rvar menjadi 100 dan 2 k dan


amati sinyal c
Catat nilai Rvar yang membuat kondisi
critically damped.

Hubungkan kapasitor 1 ke channel 1 osiloskop dan


kapasitor yang kedua ke channel 2 osiloskop

Amati nilai tegangan pada kapasitor C1 dan C2 dan amati


gejala transien yang terjadi untuk setiap nilaisumber
tegangan yang diubah.
Bandingkan nilai konstanta waktunya

4. Percobaan 4

Buatlah rangkaian seperti gambar 6.


Hitung resistansi dalam induktor (RL)

4.

HASIL & ANALISIS

1.

Percobaan 1

(Gambar 5. Rangkaian percobaan 4)

(Gambar 7. Hasil percobaan 1)

VppC1 (v)

VppC2 (v)

Tc1 (s)

Tc2 (s)

5,68

2,84

20 m

20 m

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Analisa :
Pada percobaan yang pertama terdapat sebuah kit
yang mengenai gejala transien dimana terdapat 3
buah switch dan dua buah kapasitor. Rangkaian
ini akan mentrasfer tegangan dari sumber kepada
2 buah kapasitor tersebut. Untuk selang waktu
yang pertama kapasitor pertama akan diisi hingga
penuh. Selanjutnya untuk selang waktu yang
kedua energy dari kapastior pertama akan
dialihkan ke kapasitor kedua. Ini terlihat dari nilai
tegangan kapasitor pertama yang menurun dan
kemudian tegangan kapasitor yang bertambah.
Selanjutnya kapasitor akan dikosongkan kembali.
Perisitiwa ini dapat kita amati seperti pada
gambar hasil percobaan diatas. Dimana untuk
selang waktu pertama kapasitor pertama akan
diisi. Selanjutnya sebagian tegangan dari kapasitor
pertama akan dialihkan ke kapasitor kedua dan
kemudian akan dikosongkan kembali kedua
kapasitor tersebut.
2.

Percobaan 2

Pada percobaan yang kedua besarnya nilai


komponen-komponen yang diapakai akan
diubah-ubah. Berikut ini merupakan hasil yang
didapat dari perubahan nilai masing-masing
komponen :

R1 = 1 k

R1 = 4,7 k

(Gambar 9. Hasil percobaan 2 dengan R1 = 4,7 k)

VppC1 (v)

VppC2 (v)

Tc1 (s)

Tc2 (s)

5,36

2,16

20 m

20 m

Analisa :
Jika kita lihat pada gambar 9 diatas, percobaan
dengan menggunakan R1 = 4,7 k didapat bahwa
ketika nilai tegangan dari Vc2 mulai terisi hingga
steady state, ditemui bahwa kurva pada tegangan
mantapnya lebih datar dibandingkan dengan
percobaan yang pertama. Kemudian juga dapat
dilihat untuk pengisian Vc1 hingga nilai
maksimum didapat kurva yang lebih curam
dibandingkan percobaan sebelumnya

R2 = 2,2 k

(Gambar 8. Hasil percobaan kedua dengan R1 = 1k)


(Gambar 10. Hasil percobaan 2 dengan R2 = 2,2 k)

VppC1 (v)

VppC2 (v)

Tc1 (s)

Tc2 (s)

5,68

2,8

26,29 m

20 m

VppC1 (v)

VppC2 (v)

Tc1 (s)

Tc2 (s)

5,6

2,48

20 m

20 m

Analisa :

Analisa :
Pada percobaan dengan R1 = 1 k didapat
bahwa nilai tegangan dari Vc1 mengalami
steady
state
yang
lebih
lama
jika
dibandingkan dengan percobaan yang
pertama.

Kurva yang didapat dengan menggunakan R2 =


2,2 k menyerupai dengan yang didapat pada
percobaan pertama. Kemudian nilai perubahan
kurvanya juga lebih stabil karena R1= R2= 2,2 k

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

R2 = 10 k

C1 = 470nf

(Gambar 13. Hasil percobaan 2 dengan C1 = 470 nF)

(Gambar 11. Hasil percobaan 2 dengan R2 = 10 k)

VppC1 (v)

VppC2 (v)

Tc1 (s)

Tc2 (s)

5,6

2,48

20 m

20 m

VppC2 (v)

Tc1 (s)

Tc2 (s)

5,44

3,12

20 m

20 m

Analisa :

Analisa :
Kurva yang didapat dari hasil percobaan dengan
menggunakan R2 = 10 k menyerupai dengan apa
yang didapat pada percobaan pertama.

VppC1 (v)

Kurva yang didapat dari hasil percobaan dengan


menggunakan C1 = 470 nF menyerupai dengan
percobaan yang pertama. Namun nilai maksimum
ketika VC2 terisi nilainya lebih besar
jika
dibandingkan pada percobaan pertama.

C1 = 100nF

C2 = 220 nF

(Gambar 12. Hasil percobaan 2 dengan C1 = 100 nF)

VppC1 (v)

VppC2 (v)

Tc1 (s)

Tc2 (s)

5,6

1,84

20 m

20 m

(Gambar 14. Hasil percobaan 2 dengan C2 = 220nF)

Analisa :
Kurva yang didapat dari hasil percobaan dengan
menggunakan C1 = 100 nF menyerupai dengan
percobaan yang pertama. Namun nilai maksimum
ketika VC2 terisi nilainya lebih kecil jika
dibandingkan
pada
percobaan
pertama.
Kemudian ketika VC1 awal nya terisi terlihat
bahwa kurvanya lebih curam jika dibandingkan
dengan percobaan pertama.

VppC1 (v)

VppC2 (v)

Tc1 (s)

Tc2 (s)

5,6

3,84

20 m

20 m

Analisa :
Kurva yang didapat dari hasil percobaan dengan
menggunakan C2 = 470 nF menyerupai dengan
percobaan yang pertama. Namun nilai maksimum
ketika VC2 terisi nilainya lebih besar
jika
dibandingkan pada percobaan pertama.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

C2 = 100nF

Vs = 2V

(Gambar 15. Hasil percobaan 2 dengan C2 = 220nF)

VppC1 (v)

VppC2 (v)

Tc1 (s)

Tc2 (s)

5,6

3,84

20 m

20 m

(Gambar 17. Hasil percobaan 2 dengan Vs = 4 V)

Analisa :
Kurva yang didapat dari hasil percobaan dengan
menggunakan C2 = 470 nF menyerupai dengan
percobaan yang pertama. Namun nilai maksimum
ketika VC2 terisi nilainya lebih kecil jika
dibandingkan pada percobaan pertama.

3.

Percobaan 3

Pada percobaan 3 kita akan melihat pengaruh


besarnya sumber tegangan bebas yang diberikan
pada gejala transien yang didapat, sehingga nilai
sumber tegangannya kan diubah-ubah. Berikut ini
hasil percobaannya :
Vs = 4V

VppC1 (v)

VppC2 (v)

c1 (s)

c2 (s)

2,56

0,92

2,4 ms

4 ms

Analisa :
Kurva yang didapat dari hasil percobaan dengan
menggunakan Vs = 4 V. menyerupai dengan
percobaan yang pertama. Namun nilai maksimum
Vc1 dan Vc2 besarnmya akan lebih kecil
dibandingkan dengan percobaan pertama.Nilai
konstanta waktunya ditunjukan pada table diatas.
Perubahan besarnya sumber tegangan seharusnya
tidak mengubah besar konstanta waktunya.
Karena pada table hasil percobaan ini didapat
nilai konstanta waktu yang cukup berbeda dengan
perccobaan dengan Vs = 2V didapat bahwa
terdapat kesalahan pada percobaan ini.
4.

Percobaan 4

C2 = 220 nF

(Gambar 16. Hasil percobaan 2 dengan Vs = 4 V)

VppC1 (v)

VppC2 (v)

c1 (s)

c2 (s)

4,56

1,58

4 ms

3,2 ms

(Gambar 18. Hasil percobaan 2 dengan C2 = 220 nF)

VppE = 472 mV

Analisa :
Kurva yang didapat dari hasil percobaan dengan
menggunakan Vs = 4 V. menyerupai dengan
percobaan yang pertama. Namun nilai maksimum
Vc1 dan Vc2 besarnmya akan lebih kecil
dibandingkan dengan percobaan pertama.Nilai
konstanta waktunya ditunjukan pada table diatas.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

C2 = 100 nF

Rvar = 50

(Gambar 19. Hasil percobaan 2 dengan C2 = 0 nF)

VppE = 360 mV

C2 = 470 nF
(Gambar 21. Hasil percobaan 5 dengan Rvar = 50)

Rvar = 100

(Gambar 20. Hasil percobaan 2 dengan C2 = 220 nF)

VppE = 608 mV
Analisa :
Pada percobaan yang keempat sebuah induktor
akan dipararelkan dengan sebuah kapasitor dan
kemudian kita akan melihat tegangan pada titik
yang dipararelkan tersebut. Kurva yang diperoleh
pada percobaan ini berbeda dengan percobaan
yang pertama. Pada kurva diatas didapat bahwa
tegangan pertama-tama akan mulai terisi dan
akan dikosongkan kembali. Hal ini sesua dengan
sifat kapasitor dan induktor yang saling
menghilangkan. Kemudian jika nilai kapasitor
yang digunakan diubah-ubah besarnya, hal ini
akan menyebabkan kemiringan kurva yang
didapat akan berubah-ubah. Selain itu besarnya
nilai Vmaks yang diperoleh juga berbeda
tergantung nilai kapasitansi yang dipakai.
Semakin besar nilai kapasitansinya maka akan
semakin besar nilai tegangan puncak yang
diperoleh.
5.

Pada percobaan kali ini kita akan megamati


bentuk osilasi teredam dengan menggunakan
rangkaian yang diberikan sumber tegangan AC,
induktor, kapasitor, dan Rvar yang nilainya bisa
diubah-ubah. Berikut ini hasil percobaan yang
didapat.
Rgensin = 50

Rvar = 2 k

(Gambar 23. Hasil percobaan 5 dengan Rvar = 2 k)

Analisa :

Percobaan 5

RL = 53,6

(Gambar 22. Hasil percobaan 5 dengan Rvar = 100)

Rangkaian yang digunakan merupakan rangkaian


seri R-L-C dengan menggunakan sumber
tegangan AC. Sehingga ini merupakan rangkaian
dengan orde 2 yang merupakan bentuk rangkaian
osilasi. Namun nilai osilasinya merupakan osilasi
yang teredam sesuai dengan sifat kapasitor dan
induktor pada umumnya yang menyimpan
energy. Faktor peredamnya bergantung pada nilai
masing-masing komponen yang digunakan.
Semakin besar nilai komponen yang digunakan
maka akan semakin cepat juga osilasinya untuk

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

teredam atau mungkin bisa mencapai fase critically


damped.

5.

KESIMPULAN

Dari beberapa langkah percobaan yang telah kami


lakukan, kami dapat menyimpulkan poin-poin
penting dalam proses pengerjaan percobaan ini,
yakni :

Pada suatu rangkaian yang terdapat


komponen penyimpan energi maka akan
terjadi sebuah gejala transien. Gejala
transien merupakan meningkat atau
menurunnya nilai tegangan atau arus
dalam selang waktu tertentu hingga
mencapai keadaan mapan (steady state)

Pada gejala transien terdapat respon


natural, respon paksa, dan respon lengkap.
Respon natural ialah keadaan dimana
tidak terdapat sumber tegangan pada
keadaan bebas. Respon paksa ialah respon
yang terjadi ketika sudah mencapai
keadaan mapan. Sedangkan respon
lengkap ialah penjumlahan dari respon
natural dan respon paksa.

Suatu pola gejala transien pada suatu


komponen nilainya akan dipengaruhi dari
besarnya komponen.

Gejala transien yang terjadi sangat


dipengaruhi oleh konstanta waktu dari
rangkaian tersebut. Semakin kecil respon
konstanta waktunya maka akan semakin
cepat suatu respon gejala transien akan
terjadi.

Pada suatu rangkaian orde dua maka


akan terjadi peristiwa osilasi yang
teredam. Contohnya rangkaian orde dua
ialah rangkaian seri R-L-C.

DAFTAR PUSTAKA
[1]

Hutabarat, Mervin T., Petunjuk Praktikum


Rangkaian Elektrik, Institut Teknologi
Bandung, Bandung, 2015

[2]

Sadiku, Matthew O., Fundamentals of Electric


Circuits, Mc Graw Hill, New York, 2013.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB