Anda di halaman 1dari 5

MODUL 2 RANGKAIAN ARUS SEARAH DAN

NILAI STATISTIK RESISTANSI


Evan Febrianto (13214033)
Asisten: Daryl Haris Antoni
Tanggal Percobaan: 14/09/2015
EL2001-Rangkaian Elektrik

Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB
Abstrak
Dalam rangkaian arus searah, terdapat beberapa
teorema seperti Teorema Thevenin dan Norton,
teorema superposisi, teroema resiprositas, dan
transfer daya maksimum. Di praktikum ini praktikan
akan mempelajari secara langsung bagaimana hal itu
terjadi. Selain itu, juga praktikan juga akan
mengelompokkan resistor sesuai resistansinya.
Kata kunci: Arus searah, resistansi, teorema.
1.

PENDAHULUAN

Arus searah bukanlah hal yang asing bagi kita.


Dalam arus searah terdapat beberapa teorema
seperti Teorema Thevenin dan Norton, teorema
superposisi, teroema resiprositas, dan transfer daya
maksimum. Praktikum yang berjudul Rangkaian
Arus Searah dan Nilai Statistik Resistansi ini
bertujuan agar praktikan dapat memahami
penggunaan teorema Thevenin dan teorema
Norton pada arus searah; memahami teorema
superposisi; memahami teorema resiprositas;
dapat merancang rangkaian pembagi tegangan;
memahami rangkaian resistor seri dan paralel; dan
memahami nilai statistik resistansi.

2.

Teorema Thevenin adalah salah satu teori


elektronika yang mempelajari tentang nilai
tegangan pada rangkaian listrik yang terbebani.
Kembali pada pembahasan pembagi tegangan
yang terbebani, hasil yang diperoleh dari
penyederhanaan rangkaian merupakan salah satu
kasus dari teorema Thevenin. Secara singkat
teorema Thevenin dapat dikatakan sebagai berikut.
Jika suatu kumpulan rangkaian sumber tegangan
dan resistor dihubungkan dengan dua terminal
keluaran, maka rangkaian tersebut dapat
digantikan dengan sebuah rangkaian seri dari
sebuah sumber tegangan rangkaian terbuka v0/c
dan sebuah resistor RP [2].

2.2

TEOREMA NORTON

STUDI PUSTAKA

Arus Searah (Direct Current atau DC) adalah aliran


elektron dari suatu titik yang energi potensialnya
tinggi ke titik yang lebih rendah [1].

2.1

TEOREMA THEVENIN
Gambar 2-2 Rangkaian Norton

. Gambar 2-1 Rangkaian Thevenin

Teorema norton merupakan salah satu hukum


listrik yang menganalisa suatu rangkaian
elektronika arus searah pada rangkaian tertutup
dan dianalisa berdasarkan konsep pembagi arus
(curent divider). Pada hukum norton atau lebih
dikenal sebagai teorema norton, suatu rangkaian
elektronika arus searah dengan sumber tegangan
dan resistansi pada rangkaian loop tertutup dapat
dianalisa dengan membuat rangkaian sumber arus
yang setara dengan rangkaian tersebut. Rangkaian
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

penggati ini dikenal dengan nama rangkaian setara


Norton kemudian sumber arus pengganti disebut
sebagai sumber arus Norton. Teorema ini
merupakan suatu pendekatan analisa rangkaian
arus searah yang secara singkat dapat dikatakan
sebagai berikut. Jika suatu kumpulan rangkaian
sumber tegangan dan resistor dihubungkan
dengan dua terminal keluaran, maka rangkaian
tersebut dapat digantikan dengan sebuah
rangkaian paralel dari sebuah sumber arus
rangkaian hubung singkat IN dan sebuah
konduktansi GN [3].

2.3

TEOREMA SUPERPOSISI

Teorema superposisi adalah salah satu cara pintar


yang membuat suatu rangkaian yang terlihat
kompleks dijadikan lebih sederhana. Strategi yang
digunakan pada teorema Superposisi adalah
mengeliminasi semua sumber tetapi hanya
disisakan satu sumber yang hanya bekerja pada
waktu itu juga dan menganalisa rangkaian itu
dengan konsep rangkaian seri-paralel masingmasing saat sumber bekerja sendiri-sendiri. Lalu
setelah masing-masing tegangan dan/atau arus
yang tidak diketahui telah dihitung saat sumber
bekerja sendiri-sendiri, masing-masing nilai yang
telah diperoleh tadi dijumlahkan sehingga
diperoleh nilai tegangan/arus yang sebenarnya [4].

2.4

Gambar 2-4 Rangkaian resprositas diberikan sumber


tegangan pada cabang m

3.

METODOLOGI

Komponen
praktikum:

dan

Dalam tiap rangkaian pasif yang bersifat linier, bila


suatu sumber tegangan V yang dipasang pada
cabang k menghasilkan arus I1 = I pada cabang m,
maka bila sumber tegangan V tersebut
dipindahkan ke cabang m, arus yang mengalir
pada cabang k adalah I 2 = I [5].

yang

digunakan

saat

1.

Kit Teorema Thevenin dan Norton

(1 buah)

2.

Kit Multimeter

(1 buah)

3.

Kit Osiloskop

(1 buah)

4.

Resistor 1k

5.

Resistor dekade

6.

Power Supply DC

(2 buah)

7.

Multimeter

(2 buah)

8.

Kabel 4mm-4mm

Percobaan Thevenin
(Rangkaian 1)

TEOREMA RESIPROSITAS

alat

(100 buah)
(1 set)

(min 10 buah)

Teorema Thevenin
(rangkaian 2)

Teorema Norton

Susun rangkaian.

Susun rangkaian.

Susun rangkaian.

Pasang sumber
tegangan searah 20 V
pada A-B dan ukur
arus pada cabang C-D
yang telah diberi
resistor.

Ukur R1 dengan
amperemeter.

Pasang sumber
tegangan searah 20V
pada A_B dan arus
hubung singkat pada
C-D.

Ulangi untuk R=R2,


R=R3, dan R=0.

Atur arus hingga


menghasilkan I
Norton.

Buka beban dan ukur


tegangan open circuit
C-D.

Ukur arus dengan


amperemeter.

Hubung singkatkan
cabang A-B dan ukur R
Theveninnya.

Ubah resistor R
Norton dengan
resistor dekade.

Hitung Arus yang


mengalir melalui R1.

Ulangi untuk R=R2 dan


R=R3.

Gambar 3-1 Diagram alur Percobaan Thevenin dan Norton

Teorema
Superposisi

Gambar 2-3 Rangkaian resiprositas diberikan sumber


tegangan pada cabang k

Teorema
Resiprositas

Transfer Daya
Maksimum

Resistor Seri
Paralel

Rangkailah alat
dan komponen.

Susun
rangkaian.

Susun
rangkaian.

Susun
rangkaian.

Ukur arus di R4
dengan setting
V1=12V, V2=0V.
Ukur arus di R4
dengan setting
V1=0V, V2=6V.
Ukur arus di R4
dengan setting
V1=12V, V2=6V.
Bandingkan
hasilnya.

Ukur arus c-d


saat sumber
tegangan 12 V
terpasang pada
a-b.

Amati dan catat


tegangan,
arus,dan daya
pada beban.

Ukur resistansi
masing-masing
resistor dan
resistansi
efektif.

Ukur arus a-b


saat sumber
tegangan 12 V
terpasang pada
c-d.

Ulangi dengan
bebean yang
berbeda sesuai
ketentuan.

Perilaku Statistik
Nilai Resistansi
Ukur 100
resistor 1 K
menggunakan
multimeter
digital.
Catat nilainya
dalam tabel.

Gambar 3-2 Diagram alur percobaan teorema superposisi


hingga perilaku nilai stastistik
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

4.

HASIL DAN ANALISIS

4.1

Rangkaian disetting sesuai petunjuk dengan


percobaan pertama nilai V1=12V dan V2=0.
Kemudian percobaan kedua nilai V1=0 dan V2=6V.
Dan percobaan ketiga V1=12V dan V2=6V.

PERCOBAAN TEOREMA THEVENIN


(RANGKAIAN 1)

Setting alat:

Tabel 4-4 Data pengukuran Teorema Superposisi

Vinput disetting sebesar 20 Volt dengan sumber


daya DC Power Supply. Arus diukur
menggunakan multimeter digital SANWA dengan
skala miliampere. Setelah diukur, didapatkan nilai
VTH = 6,71 Volt
RTH = 1,34 k
Tabel 4-1 Data pengukuran arus Teorema Thevenin
rangkaian 1
No.
1.
2.
3.

4.2

Resistansi
(k)
1
2
3,3

hitungan
2,86
2,01
1,45

Arus (mA)
percobaan
2,86
2
1,42

PERCOBAAN TEOREMA THEVENIN


(RANGKAIAN 2)

Setting alat:
Vinput disetting sebesar 20 Volt dengan sumber
daya DC Power Supply. Arus diukur
menggunakan multimeter digital SANWA dengan
skala miliampere. Setelah diukur, didapatkan nilai
VTH = 6,71 Volt
RTH = 1,34 k
Tabel 4-2 Data pengukuran arus Teorema Thevenin
rangkaian 2
No.

Resistansi
(k)

1.
2.
3.
4.

1
2
3,3
0

4.3

Arus (mA)
hitungan
percobaan
2,86
2,86
2,01
2
1,45
1,42
5,01
5,06

Setting alat:
Arus diukur dengan menggunakan multimeter
digital SANWA. Diperoleh data berikut:
RN = 1,34k
IN = 5,01mA

No.

Resistansi
(k)

1.
2.
3.

1
2
3,3

4.4

Arus (mA)
hitungan
percobaan
2,81
2,87
1,98
2
1,42
1,43

TEOREMA SUPERPOSISI

1.
2.
3.

V1
(Volt)
12
0
12

V2
(Volt)
0
6
6

I4
(mA)
0,08
1,13
1,2

VR1
(Volt)
11,62
-4,09
7,51

Saat percobaan pertama, nilai V1=12 Volt dan V2=0


(hubung singkat) diperoleh nilai beda potensial di
R1 sebesar 11,62 Volt. Kemudian saat percobaan
kedua, yaitu V1=0 (hubung singkat) dan V2=6 Volt
diperoleh beda potensial di R1 sebesar -4,09 Volt.
Saat kedua sumber dipasang bersamaan, diperoleh
beda potensial di R1 sebesar 7,51 Volt. Jika kita lihat
dari data tersebut maka hasil dari beda potensial di
R1 saat percobaan ketiga (kedua sumber
dinyalakan) nilainya mendekati hasil dari
penjumlahan beda potensial di R1 saat percobaan
pertama dan kedua. Jika kita hitung, 11,62 + (-4.09)
= 7,53 Volt. Hasil perhitungan ini mendekati hasil
percobaan yang diperoleh, yaitu 7,51 Volt. Inilah
yang disebut terorema superposisi.

4.5

TEOREMA RESIPROSITAS

Setting alat:
Sumber tegangan dan pengukuran sumber arus
dipasang secara bergantian.
Saat Sumber tegangan dipasang di a-b, arus c-d
sebesar 2,2 mA. Saat sumber tegangan dipasang di
c-d, arus di a-b sebesar 2,2 mA.

4.6

TEOREMA NORTON

Tabel 4-3 Data pengukuran arus Teorema Norton

No.

TRANSFER DAYA MAKSIMUM

Setting alat:
Pengukuran arus dan tegangan dilakukan secara
bersamaan. Pengukuran dilakukan dengan
menggunakan multimeter digital SANWA. Pada
pengukuran resistor 51200, pengukuran arus
menggunakan multimeter digital RIGOL.
Tabel 4-5 Data pengukuran Teorema Superposisi
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

R
()
200
400
800
1600
3200
6400
12800
51200

V
(Volt)
0,568
1,075
1,942
3,252
4,9
6,57
7,93
9,93

I
(mA)
2,83
2,67
2,41
2,02
1,52
1,01
0,06
0,02

P
(mW)
1,61
2,87
4,68
6,57
7,45
6,64
0,48
0,2

Setting alat:
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Grafik 4-1 Hubungan R dengan P

P (mWatt)

4.68

2.87
1.61

PERILAKU STATISTIK NILAI RESISTANSI

Setting alat:
Nilai resistansi diukur dengan menggunakan
multimeter digital SANWA dan menggunakan
penjepit buaya sebagai tempat pengait.

6.57 7.45 6.64

4.8

0.48 0.2

Tabel 4-6 Data statistik nilai resistansi


R
()
0967
968972
973977
978982
983987
988992
993997
9981002
10031007
10081012
10131017
10181022
10231027
10281032
1033.

No.
1.

R ()

2.

Dari grafik dapat dilihat bahwa daya maksimum


diperoleh saat nilai resistansi 3200 , yaitu 7,45
mWatt. Nilai daya ini diperoleh dengan rumus
P=V.I. Jika diamati lebih lanjut, nilai resitansi 3200
sangat mendekati nilai resistansi dari RA = 3,3k.
Secara matematis, hal ini dapat dibuktikan dengan
menggunakan turunan. Daya akan bernilai
maksimum jika turunan pertamanya sama dengan
nol. Sehingga:
2

= . = 2 = (
)
+

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

)2

( + 2 ( + )

2
=
[
]=0
( + )4

( + 2 )

2
=
[
]=0
( + )3

11.
12.
13.
14.

0 = ( + 2 ) = ( )

15.

=
Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan
bahwa daya maksimum akan terjadi jika nilai
resistansinya sama dengan nilai resistansi dari
rangkaian thevenin.

Resistansi
diukur
dengan
menggunakan
multimeter digital RIGOL mode 4W.
Didapatkan data masing-masing resistor yang
terukur sebagai berikut:
R2 = 118,81
R3 = 10,12
Dan nilai efektif yang terukur adalah 70

kel.
1D
3

kel.
1E
1

Total

10

10

35

74

35

11

40

46

19

141

33

26

20

40

128

16

18

11

21

67

20

43

14

18

141128

150
100

74

67
43

4 10

14 5 8
4 1 0 0 0

Setting alat:

R1 = 120,14

kel.
1C
0

Grafik 4-2 Data statistik nilai resistansi

50

RANGKAIAN RESISTOR SERI DAN


PARALEL

kel.
1B
0

0-967
968-972
973-977
978-982
983-987
988-992
993-997
998-1002
1003-1007
1008-1012
1013-1017
1018-1022
1023-1027
1028-1032
1033-..

4.7

kel.
1A
0

Dari data tersebut, terlihat jelas bahwa nilai


resistansi resistor 1k berkisar pada 978-987. Jika
ada 3 buah resistor yang diambil secara acak, maka
probabilitas ketiga resistor bernilai antara 9991000 dapat dihitung dari:
14 13 12
91

=
0,0000176
500 499 498
5177125
Nilai resistansi dari resistor tidak selalu sama dan
tidak tepat sama. Oleh karena itu pada masingmasing resistor diberi batas untuk nilai toleransi.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Kejadian di Laboratorium:
Saat pengambilan data nilai resistansi, terdapat dua
resistor yang nilai resistansinya selalu berubahubah saat pertama diukur. Selang beberapa menit
kemudian kedua resistor tersebut diukur kembali
dan data resistansi dapat diperoleh.

5.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan


bahwa teorema Thevenin, Norton, Superposisi,
Resiprositas adalah benar. Hasil percobaan yang
didapatkan mendekati dengan hasil perhitungan.
Selain itu, resistansi dari resistor sangat bermacammacam. Oleh karena itu nilai resistansi dalam
resistor biasanya disertai dengan toleransi.

DAFTAR PUSTAKA
[1]

https://sapoean.wordpress.com/listrik-arussearah-dc, 15 September 2015, 22:36 WIB.

[2]

http://elektronika-dasar.web.id/teorielektronika/teorema-thevenin, 15 September
2015, 23:01 WIB.

[3]

http://elektronika-dasar.web.id/teorielektronika/teorema-norton, 15 September
2015, 23:06 WIB.

[4]

https://rangkailistrik.wordpress.com/2013/0
7/30/teorema-superposisi, 15 September
2015, 23:11 WIB.

[5]

http://rahman011.blogspot.co.id/2012/06/v
-behaviorurldefaultvmlo.html, 15 September
2015, 23:14 WIB.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB