Anda di halaman 1dari 1

[Indonesia Butuh Cendekiawan Muslim, MEA Sudah Dekat]

Oleh : Dimas Kurnia Arsy


Cendekiawan, secara harafiah dapat diartikan sebagai orang yang
memiliki sikap hidup yang terus-menerus meningkatkan kemampuan berpikirnya
untuk dapat mengetahui atau memahami sesuatu. Sebagian besar orang ,
cendekiawan sering dikaitkan dengan mereka yang lulusan universitas, namun
menurut sharif shaary, seorang dramawan malaysia yang terkenal, berkata :
"Belajar di universitas bukan jaminan seseorang dapat menjadi
cendekiawan... seorang cendekiawan adalah pemikir yang sentiasa berpikir dan
mengembangkan (serta) menyumbangkan gagasannya untuk kesejahteraan
masyarakat. Ia juga adalah seseorang yang mempergunakan ilmu dan
ketajaman pikirannya untuk mengkaji, menganalisis, merumuskan segala
perkara dalam kehidupan manusia, terutama masyarakat di mana ia hadir
khususnya dan di peringkat global umum untuk mencari kebenaran dan
menegakkan kebenaran itu. Lebih dari itu, seorang intelektual juga seseorang
yang mengenali kebenaran dan juga berani memperjuangkan kebenaran itu,
meskipun menghadapi tekanan dan ancaman, terutama sekali kebenaran,
kemajuan, dan kebebasan untuk rakyat."
Apabila di tambahkan menjadi kata cendekiawan muslim, maka dapat
diartikan sebagai semboyan orang islam , yaitu amar maruf nahi munkar.
Berlomba-lomba dalam kebaikan , dan menjauhi keburukan. Tidak hanya untuk
dirinya sendiri, seorang cendekiawan akan mengajak lingkungan sekitarnya
menuju kebaikan yang general. Orang-orang seperti ini akan membuat sebuah
negara yang biasa-biasa saja menjadi sebuah negara yang progressif karena
gagasannya.
Masyarakat Ekonomi ASEAN, atau yang bisa disingkat menjadi MEA akan
mulai digulirkan mulai awal tahun 2016 oleh peserta2 yang mensepakatinya.
Dalam regulasi ini, akan terdapat 12 sektor yang diutamakan oleh pemerintah
indonesia, terbagi menjadi 2 kelompok , yaitu produksi dan jasa.
Bagaimana kesiapan Indonesia untuk menghadapi era MEA 2016 besok?
Saya rasa masih banyak hal yang perlu dibenahi oleh negara kita untuk
memasuki era MEA. Bisa dilihat dari 12 sektor yang diutamakan oleh pemerintah
, kesiapan yang mendalam hanya dapat diperlihatkan oleh sektor pariwisata.
Disinilah indonesia butuh pioneer yang dapat membawa indonesia siap dari
berbagai segi di era MEA nantinya. Tidak hanya pioneer yang berada di garis
depan. Namun indonesia butuh seorang cendekiawan seperti yang telah saya
bahas di atas tadi, seorang cendekiawan yang mau untuk mengajak rakyat kita
lebih produktif, seorang cendekiwan yang siap mengawasi kinerja pemerintahan
kita yang penuh dengan permainan, seorang cendekiawan yang benar-benar
cendekia terlebih lagi seorang cendekiawan yang bertanggung jawab kepada
tuhannya. Cendekiawan muslim.

Anda mungkin juga menyukai