Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Kami panjatkan rasa syukur kepada Allah atas segala karunia-Nya sehingga makalah
ini dapat kami selesaikan.
Dalam penyelesaian makalah ini kami mengalami banyak kesulitan, karena
keterbatasan ilmu yang kami miliki. Namun karena berkat dari usaha dan bantuan dari
beberapa pihak, makalah ini dapat terselesaikan meski masih banyak terdapat kekurangan.
Ucapan terima kasih kami kepada dosen materi kuliah system informasi akuntansi Ibu
Rt. Erlina yang telah memberikan motivasi dan dorongan sehingga makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik.
Harapan kami adalah semoga kritik dan saran dari pembaca tetap tersalurkan kepada kami,
dan semoga makalah ini dapat memberi manfaat, sehingga dapat menjadi panutan ilmu
pengetahuan.
Amin.

Serang, Oktober 2015


Penulis
Kelompok 1DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................
DAFTAR ISI..................................................................................................................
PENDAHULUAN...........................................................................................................
SISTEM DATABASE.......................................................................................................
Tampilan Logis dan Fisik Data.........................................................................................
Skema.......................................................................................................................
Kamus Data................................................................................................................
1

Bahasa DBMS.............................................................................................................
DATABASE RELASIONAL..............................................................................................
Jenis-Jenis Atribut.........................................................................................................
Persyaratan Dasar Untuk Model Data Relasional...................................................................
Dua Pendekatan dalam Desain Database.............................................................................
Contoh Database Relasional............................................................................................
SISTEM DATABASE DAN MASA DEPAN AKUNTANSI........................................................
KESIMPULAN.............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................

PENDAHULUAN

Agar dapat benar-benar memahami secara menyeluruh kelebihan database,


merupakan hal yang penting untuk memahami terlebih dahulu beberapa prinsip dasar tentang
bagaimana data disimpan dalam sistem komputer.
Ada dua jenis file dasar, pertama adalah file utama (master file) yang konsepnya
hampir sama dengan buku besar dalam SIA manual. File utama menyimpan informasi
kumulatif mengenai sumber daya organisasi dan pelaku-pelaku dengan siapa mereka
berinteraksi.
Jenis file dasar yang kedua adalah file transaksi, yang konsepnya sama dengan jurnal
dalam SIA manual. File-file transaksi berisi catatan mengenai setiap transaksi bisnis (event)
yang terjadi dalam periode fiskal tertentu.
Sistem database dibangun untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan
pertumbuhan file utama. Database adalah suatu gabungan file yang saling berhubungan
dengan pertumbuhan file utama. Pendekatan database memperlakukan data sebagai sumber
daya organisasi yang seharusnya dipergunakan serta dikelola oleh seluruh bagian organisasi
tersebut, bukan hanya oleh suatu departemen atau fungsi tertentu saja. Fokusnya adalah
integrasi data dan pembagian data dengan seluruh pemakai yang berhak memakainya.
2

Integrasi data dicapai dengan mengkombinasikan beberapa file utama ke pool data yang
dapat diakses oleh berbagai program aplikasi. Program database management system
(DBMS) bertindak sebagai interface antara database dengan berbagai program aplikasi.
Kombinasi database DBMS dan program aplikasi yang mengakses database melalui DBMS
disebut sebagai sistem database.

SISTEM DATABASE

Tampilan Logis dan Fisik Data

Sistem database memisahkan tampilan logis dan fisik data.


-

Tampilan logis adalah bagaimana pemakai atau programer secara konseptual

mengatur dan memahami data.


Tampilan fisik merujuk pada bagaimana dan dimana data secara fisik diatur dan
disimpan dalam disk, tape, CD-ROM, atau media lainnya.

Memisahkan tampilan logis dan fisik memungkinkan pengembangan aplikasi baru


karena programer dapat berkonsentrasi untuk memasukkan kode ke dalam logika aplikasi dan
tidak perlu mermusatkan perhatian pada bagaimana dan dimana berbagai data disimpan atau
diakses.
Memisahkan tampilan fisik dan logis data juga berarti para pemakai dapat mengubah
konsep hubungan antara berbagai bagian data tanpa mengubah cara data tersebut secara fisik
disimpan. Dengan cara yang sama seorang administrator database dapat mengubah
penyimpanan fisik data untuk meningkatkan kinerja sistem, tanpa menimbulkan pengaruh
atas para pemakainya atau program aplikasinya.

Skema
Skema menggambarkan struktur logis database. Terdapat tiga skema yaitu
konseptual, eksternal, dan internal.

Skema tingkat konseptual adalah tampilan seluruh database pada tingkat


organisasi. Skema ini mendaftar elemen-elemen data dan hubungan antara

mereka.
Skema tingkat eksternal terdiri dari satu set tampilan individual bagi pemakai

dari berbagai bagian database, yang setiap bagiannya merupakan subskema.


Skema tingkat internal menyediakan tampilan tingkat rendah dari database.
Skema ini mendeskripsikan bagaimana data sebenarnya disimpan dan diakses,
termasuk informasi mengenai petunjuk (pointer), indeks, panjang catatan dan
seterusnya.

Para akuntan sering terlibat dalam pengembangan skema pada tingkat konseptual dan
eksternal, sehingga penting untuk mengetahui perbedaan antara keduanya.

Kamus Data

Salah satu komponen kunci dari DBMS adalah kamus data, yang mencakup informasi
mengenai struktur database. Setiap elemen data yang disimpan dalam database, seperti nomor
pelanggan, memiliki catatan di kamus data yang mendeskripsikan elemen tersebut.
DBMS biasanya memelihara kamus data. Bahkan, kamus data ini sering kali
merupakan salah satu aplikasi pertama dari sistem database yang baru diimplementasikan.
Masukan untuk kamus data mencakup elemen data yang baru atau yang sudah dihapus, serta
perubahan nama, deskripsi, atau penggunaan elemen data yang ada. Keluaran mencakup
berbagai laporan yang berguna bagi programer, perancang database dan pemakai sistem
informasi.
Laporan sampel mencakup:
(1) daftar dari semua program dimana suatu data digunakan,
(2) daftar dari semua sinonim untuk elemen data dalam file tertentu,
(3) daftar dari semua elemen data yang digunakan oleh pemakai tertentu, dan
(4) daftar dari seluruh laporan output dimana elemen data digunakan.

Bahasa DBMS

Ada beberapa bahasa DBMS, antara lain:


Bahasa definisi data (DDL) digunakan untuk membangun kamus data, mengawali atau
menciptakan database, mendeskripsikan pandangan logis untuk setiap pemakai atau
programer, dan memberikan batasan untuk keamanan field atau catatan pada database.
Bahasa manipulasi data (DML) digunakan untuk perawatan data, yang mencakup operasi
seperti pembaruan, penyisipan dan penghapusan suatu bagian dari database, memudahkan
program penulisan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut dengan hanya menanyakan suatu
nama dari bagian data, bukan meminta lokasi penyimpanan fisiknya.
Bahasa permintaan data (DQL) dipergunakan untuk menyelidiki database. DQL hanya
dipergunakan untuk mengambil data, menyortir data, menyusun data dan menyajikan suatu
bagian dari database sebagai respon atas permintaan data.

DATABASE RELASIONAL

Pada pembuatan sistem informasi yang dinamis, diperlukan sebuah media


penyimpanan yang terstruktur untuk menyimpan data dari setiap aktifitas bisnis yang ada,
yang bernama database. Untuk membuat database yang baik, diperlukan pula suatu cara
untuk memanajemen database tersebut agar dapat digunakan secara efisien.
Basis Data Relasional merupakan suatu cara untuk mengelola data secara fisik
kedalam memori.
Basis Data Relasional ditemukan oleh E.F.Codd. Basis Data Relasional merupakan tael dua
dimensi,dimanaterdiri lajur mendatar,disebut dgbaris data
(row/record) dan lajur vertikal yang disebut dg kolom (column/field).
Untuk menerapkan sebuah basis

data

yang terdiri atas sejumlah tabel yang

saling berhubungan,
dibutuhkan perangkat lunak (software) khusus.
Perangkat lunak ini disebut Sistem Pengelola Basis Data (DBMS). Seperti: dBaseIII+, MSAcces, Borland-Paradox, Oracle.

Prinsip pemakaian semua perangkat


lunak tersebut hampir sama,hanya pada teknis pemakaian
dan kelengkapan fungsi (feature)

yang dimiliki masing-masing perangkat lunak

yang

berbeda.

Berikut adalah karakteristik Basis Data yang baik:

Struktur basis data (tabel-tabel & relasi antar tabel) lebih kompak
Struktur masing-masing tabel lebih efisien & sistematis.
Kebutuhan ruang penyimpanan data lebih efisien.
Semakin kecil ukuran tabel, maka akan semakin cepat operasi basis

yang kita lakukan. Karena data yang diambil tidak terlalu besar ukurannya.
Salah satu cara untuk mengukur efisiensi database yaitu dengan sedikitnya redundansi

data (data rangkap).


Tidak ada ambiguitas data di semua tabel dalam basis data, sehingga penggunaan memori

data

dapat dimanfaatkan secara efisien.

Jenis-Jenis Atribut
Tabel-tabel dalam database relasional memiliki tiga jenis atribut yakni
1. kunci utama adalah atribut, atau kombinasi dari beberapa atribut yang secara unik
mengidentifikasi baris tertentu dalam sebuah tabel.
2. Kunci luar adalah atribut yang muncul dalam suatu tabel, yang juga merupakan kunci
utama dalam tabel lainnya. Kunci-kunci luar digunakan untuk menghubungkan tabeltabel.
3. Atribut lainnya yang bukan berupa atribut kunci di dalam setiap tabel, menyimpan
informasi penting mengenai entitasnya.

Persyaratan Dasar Untuk Model Data Relasional

Model data rasional menekankan beberapa persyaratan untuk struktur tabel-tabelnya.


Persyaratan yang mewakili database dengan struktur yang baik yaitu:
1. Setiap kolom dalam sebuah baris harus berlainan nilainya.

2. Kunci utama tidak boleh bernilai nol. Kunci utama adalah atribut atau kombinasi dari
beberapa atribut yang secara unik mengidentifikasi baris dalam suatu tabel. Agar
syarat ini terwujud, kunci utama dari suatu baris dalam sebuah hubungan tidak boleh
bernilai nol. Karena nantinya tidak akan ada jalan untuk secara unik mengidentifikasi
baris tersebut dan menarik data yang disimpan dalamnya.
3. Kunci luar, jika tidak bernilai nol, harus memiliki nilai yang sesuai dengan nilai kunci
utama di hubungan yang lain.
4. Seluruh atribut yang bukan merupakan kunci dalam sebuah tabel harus
mendeskripsikan objek yang diidentifikasi oleh kunci utama.
Keempat syarat ini akan menghasilkan database yang terstruktur dengan baik yang
memungkinkan konsistensi data, dan meminimalkan serta mengendalikan pengulangan data.
Bagian berikutnya menggambarkan manfaat-manfaat tersebut, dengan memperlihatkan
contoh berbagai jenis masalah yang dapat muncul apabila keempat syarat tersebut dilanggar.

Dua Pendekatan dalam Desain Database

Terdapat dua cara dasar untuk mendesain database relasional yang terstruktur dengan
baik. Salah satunya dinamakan normalisasi, yang dimulai dengan asumsi bahwa semua data
pada awalnya disimpan dalam satu tabel besar. Pendekatan ini kemudian diikuti dengan
serangkaian peraturan untuk memisah-misahkan tabel awal tadi menjadi serangkaian tabel
yang dinormalisasi. Tujuannya adalah menghasilkan serangkaian tabel awal yang dapat
dikatagorikan sebagai bentuk normal ketiga (third normal form-3NF), karena tabel-tabel
seperti ini bebas dari masalah anomaly pembaruan, penyisipan, serta penghapusan, seperti
yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
Cara alternatif untuk mendesain database relasional yang terstruktur dengan baik
adalah dengan menggunakan pembuatan model data semantik. Dalam pendekatan ini,
desainer database menggunakan pengetahuan mereka mengenai bagaimana proses bisnis
biasanya berlangsung dan mengenai bagaimana proses bisnis biasanya berlangsung dan
mengenai kebutuhan informasi yang berhubungan dengan proses transaksi, untuk membuat
gambar grafis mengenai hal-hal yang seharusnya dimasukkan dalam database yang
didesainnya. Gambar yang dihasilkan kemudian dapat langsung digunakan untuk membuat
serangkaian tabel relasional yang termasuk dalam katagori 3NF.
7

Pembuatan model data semantik memiliki dua kelebihan utama daripada membangun
database hanya dengan mengikuti peraturan-peraturan proses normalisasi. Pertama, cara ini
memfasilitasi desain yang efisien atas database proses transaksi, karena cara ini
mempergunakan pengetahuan desainer sistem mengenai proses transaksi dan kegiatan bisnis.
Kedua, cara ini memfasilitasi komunikasi dengan para calon pemakai sistem tersebut, karena
model grafis yang dihasilkan secara eksplisit mewakili informasi mengenai proses bisnis dan
kebijakan organisasi. Komunikasi semacam ini sangat penting untuk memastikan bahwa
sistem yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan para pemakai yang sebenarnya.

Contoh Database Relasional

Nama tabel SISWA


Primary key NOMHS

Hubunga
n

SISTEM DATABASE
DAN MASA
DEPAN
Contoh Sederhana
Basis
Data AKUNTANSI
Relasional

Sistem database dapat sangat mempengaruhi sifat dasar akuntansi. Contohnya sistem
database dapat mengarah pada ditinggalkannya model akuntansi pembukuan berpasangan
(doble entry). Alasan dasar sistem pembukuan berpasangan adalah pengulangan pencatatan
jumlah suatu transaksi sebanyak dua kali, yang berfungsi sebagai alat pemeriksa proses data
8

yang akurat. Setiap transaksi menghasilkan masukan debit dan kredit yang sama besar,
kemudian persamaan debit dan kredit yang sama besar, kemudian persamaan debit dan kredit
diperiksa lagi dan lagi dengan berbagai cara, dalam suatu proses akuntansi. Akan tetapi,
pengulangan data berlawanan dengan konsep database. Apabila jumlah yang berhubungan
dengan sebuah transaksi dimasukkan ke dalam sistem database dengan benar, maka jumlah
tersebut hanya perlu disimpan sekali saja, bukan dua kali. Proses data terkomputerisasi sudah
cukup akurat tanpa harus mempergunakan sistem pemeriksaan dan pemeriksaan ulang, yang
merupakan ciri khas dari model akuntansi pembukuan berpasangan.
Sistem database juga memiliki potensi untuk mengubah sifat pelaporan eksternal
secara signifikan. Pengaruh sistem database yang paling signifikan mungkin dalam hal cara
informasi akuntansi akan dipergunakan dalam pengambilan keputusan. Kesulitan
merumuskan permintaan khusus dalam sistem akuntansi berdasarkan pendekatan file atau
sistem DBMS yang tidak rasional, membuat akuntan bertindak seolah-olah sebagai penjaga
gerbang informasi. Informasi keuangan tersedia hanya dalam format yang belum tetap dan
dalam waktu tertentu saja. Akan tetapi, database rasional menyediakan bahasa permintaan
yang luas dan mudah dipergunakan. Jadi para manajer tidak perlu lagi terhalang dengan
berbagai detail prosedur mengenai cara mendapatkan informasi. Sebagai gantinya, mereka
dapat berkonsentrasi hanya untuk menspesifikasikan informasi apa yang mereka inginkan.
Hasilnya, laporan keuangan dapat dengan mudah dipersiapkan untuk mencakup periode
waktu manapun yang ingin dipelajari oleh para manajer, bukan hanya dalam periode yang
secara tradisional dipergunakan oleh para akuntan.
DBMS relasional juga dapat mengakomodasi berbagai pandangan atas suatu
fenomena yang sama. Sebagai contoh, tabel-tabel yang menyimpan informasi mengenai aset
dapat berisi kolom-kolom yang bukan hanya berdasarkan biaya historis, tetapi juga biaya
pergantian dan nilai pasar. Jadi para manajer tidak lagi dipaksa melihat data dalam cara yang
telah ditetapkan oleh para akuntan.
Terakhir, DBMS relasional menyediakan kemampuan untuk mengintegrasikan data
keuangan dan operasional. Sebagai contoh data mengenai kepuasan pelanggan yang
dikumpulkan melalui survey atau wawancara, dapat disimpan di dalam tabel yang sama yang
juga dipergunakan untuk menyimpan informasi mengenai saldo saat ini dan batas kredit. Jadi,
manajer akan memiliki akses ke serangkaian data yang lebih luas untuk membuat keputusan
taktis dan strategis.
Melalui cara-cara ini, DBMS relasional memiliki potensi untuk meningkatkan
penggunaan dan nilai informasi akuntansi dalam membuat keputusan yang taktis dan strategis
9

untuk menjalankan perusahaan. Akan tetapi, para akuntan harus memiliki pengetahuan lebih
banyak mengenai sistem database agar mereka dapat berpartisipasi dalam mendesain sistem
informasi akuntansi di masa mendatang.

KESIMPULAN

Database relasional adalah sebuah data yang menggunakan tabel dua dimensi yang terdiri
atas baris dan kolom untuk memberi gambaran sebuah berkas data.
Database relational terdiri dari satu atau lebih tabel yang tabel-tabel itu sendiri terdiri dari
kolom-kolom dan baris-baris, seperti sebuah spreadsheet. Kolom-kolom pada tabel itu sendiri
terdiri dari bagian-bagian yang mencerminkan tabel tersebut, bagian-bagian tersebut di sebut
sebagai field., sedangkan kumpulan data-data yang tercantum dalam kolom-kolom tersebut
akan membentuk sebuah record. Didalam sebuah database relational akan terdapat satu atau
lebih field yang akan menjadi kunci utama untuk tabel itu, kunci utama itu biasa disebut
sebagai Key, key itu sendiri bisa berupa Primary atau Foreign Key
Model ini diperlukan untuk mendapatkan penyederhanaan dari kenyataan dan memungkinkan
desainer aplikasi bereksperimen dengan berbagai macam variable.

DAFTAR PUSTAKA

Buku Sistem Informasi Akuntansi, Marshall B. Romney, Paul John Steinbart


Buku Sistem Informasi Akuntansi, Samiaji Sarosa
http://library.um.ac.id/free-contents/downloadpdf.php/buku/sistem-informasi-

akuntansi-krismiaji-33719.pdf
http://mandailingjulu.blogspot.co.id/2012/05/data-base-relasional-sia_09.html
https://24farhan.wordpress.com/2013/11/07/64/

10

11