Anda di halaman 1dari 7

ARTIKEL FISIKA MODEREN

Transformasi Nuklir ( Peluruhan Beta)

Disusun oleh :

Choirul Fatmawati
Lia Fitrah Iswana
Hellmy Nur Pratama Annuari Putri
Dyah Maya Anggraeni

(123184047)
(1231842
(12030184218)
(1231842

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Surabaya
2014
PELURUHAN BETA

Seperti peluruhan alfa, peluruhan alfa merupakan suatu cara untuk inti dapat merubah
komposisinya supaya mencapai kemantapan yang lebih besar.
Peluruhan beta terjadi pada inti tidak stabil yang relatif ringan. Dalam peluruhan ini
akan dipancarkan partikel beta yang mungkin bermuatan negatif (b-) atau bermuatan positif
(b+). Partikel b- identik dengan elektron sedangkan partikel b+ identik dengan elektron yang
bermuatan positif (positron). Pada diagram N-Z, peluruhan b- terjadi bila nuklida tidak stabil
berada di atas kurva kestabilan sedangkan peluruhan b+ terjadi bila nuklidanya berada di
bawah kurva kestabilan. Dalam proses peluruhan b- terjadi perubahan neutron menjadi proton
di dalam inti atom sehingga proses peluruhan ini dapat dituliskan sebagai persamaan inti
berikut.
XA Z+1YA + - +

conthnya adalah :
P32 16Y32 + - +

15

Sedangkan dalam proses peluruhan b+ terjadi perubahan proton menjadi neutron di dalam inti
atom sehingga proses peluruhan ini dapat dituliskan sebagai persamaan inti berikut.
XA Z-1YA + - +

contohnya:
O15 7Y15 + - +

Ada tiga jenis peluruhan , yaitu :


1. Pemancaran negatron (-)
2. Pemancaran positron (+) dan
3. Tangkapan elektron (EC)
Bila suatu inti mempunyai kelebihan netron, relatif terhadap isobar yang lebih stabil,
kestabilan yang lebih besar akan dicapai dengan perubahan satu netron menjadi proton. Proses
ini disebut pemancaran negatron atau peluruhan negatron.
1

n 1p + -1e + v

Bila suatu inti mempunyai kelebihan proton relatif terhadap isobar yang lebih stabil,
kestabilan yang lebih besar dicapai dengan pengubahan suatu proton menjadi netron,
pengubahan ini dapat dilakukan dengan pemancaran positron (peluruhan positron) atau
dengan penangkapan elektron.
Pemancaran positron

+1

e + v

Bila dua inti saling berdekatan, penyusunan kembali nukleon dapat terjadi sehingga
terbentuk satu atau lebih inti baru. Proses seperti ini disebut reaksi nuklir. Inti bermuatan
positif dan gaya tolak antara keduanya cukup besar untuk mencegah keduanya untuk
berdekatan sehingga bereaksi, kecuali jika keduanya saling mendekati dengan kecepatan
tinggi. Dalam laboratorium, orang mudah menimbulkan reaksi nuklir dalam skala kecil yaitu
dengan memakai partikel alpa yang dipancarkan oleh radionuklida atau proton atau inti lebih
berat yang dipercepat dengan berbagai cara. Akan tetapi hanya satu reaksi nuklir yang terbukti
merupakan sumber energi yang praktis dibumi, yaitu fisi inti tertentu bila ditumbuk oleh
neutron.
Dalam reaksi nuklir sebenarnya berkaitan dengan dua langkah terpisah. Pertama
partikel datang menumbuk inti target dan keduanya bergabung untuk membentuk inti baru
yang disebut inti majemuk yang nomor atomik dan nomor massanya merupakan penjumlahan
dari nomor atomik partikel-partikel semula dan penjumlahan nomor-nomor massanya.
Inti majemuk tidak memiliki ingatan bagaimana terbentuknya, karena nukleonnya
tercampur tidak tergantung pada asalnya dan energi yang membawanya menjadi keadaan
tersebut oleh partikel datang dibagi-bagi diantara nukleon-nukleon tersebut.
14
7

Dibawah ini beberapa reaksi yang menghasilkan inti majemuk

N* (tanda bintang

menyatakan keadaan eksitasi; inti mjemuk biasanya tereksitasi dengan jumlah energi
sekurang-kurangnya sama dengan energi ikat partikel-partikel yang datang).
13
7

1
0

14
7

N* (10,5 MeV)

N+ n
13
6

C +
12
6

C +
11
6

C +

1
1

2
1

3
1

14
7

N* (7,5 MeV)

H
14
7

N* (10,3 MeV)

H
14
7

N* (22,7 MeV)

Pembentukan dan peluruhan inti majemuk mempunyai tafsiran yang sangat menarik
berdasarkan model nuklir tetes-cairan. Menurut model ini, inti tereksitasi memiliki
keserupaan dengan tetes cairan panas dengan energi ikat partikel yang dipancarkan
bersesuaian dengan kalor penguapan molekul cairan. Tetes cairan seperti itu pada akhirnya

akan menguapkan sebuah atau lebih molekulnya, sehingga mendinginkannya. Proses


penguapan terjadi jika fluktusi acak dalam distribusi energi dalam tetesan menyebabkan
molekul tertentu memiliki energi cukup untuk melepaskan diri. Demikian juga, inti majemuk
mempertahankan eksitasinya, sampai suatu nukleon tertentu atau sekelompok nukleon
tertentu dalam sesaat ternyata bisa memiliki fraksi yang cukup besar dari energi eksitasi untuk
melepaskan diri dari inti tersebut.
Peluruhan beta pada hakekatnya merupakan konversi spontandari netron nukril
menjadi proton dan elektron, kesukaran tersebut dapat diatasi dengan mengnggap bahwa
elektron meninggalkan inti setelah elekron itu tercipta. Energi elektron yang teramamati
secara malar dari 0 hingga harga maksimum Kmaks =yang merupakan karakteristik
nekluidenya. Dalam setiap kasus , energi maksimumnya ialah
Emaks = m0 c2 + Kmaks
Yang dibawa oleh elektron peluruhan sama dengan energi setara dari beda massa
antara inti induk dan inti anak. Hanya saja, sangat jarang elektron didapatkan terpancar
dengan energi Kmaks . pada suatu ketika, diduga bahwa energi yang hilang terjadi ketika
tumbukan antara elektron yang dipancarkan dan dan elektron atomik yang mengelilingi inti.
Momentum linier dan momentum sudut didapatkan tidak kekal dalam peluruhan beta. Dalam
peluruhan beta nuklide tertentu arah elektron yang terpancar dan inti rekoil dapat diamati,
ternyata arah tersebut tidak selalu tepat berlawanan seperti yang diramalkan oleh hukum
kekekalan momentum linier. Ketakkekekalan momentum sudut diturunkan dari spin dari
elektron, proton dan netron. Peluruhan beta menyangkut konversi netron nuklir menjadi
proton :
n p + ekarena spin masing masing partikel yang tersangkut ialah , reaksi tersebut tidak
dapat terjadi jika spin ( jadi momentum sudutnya ) harus kekal. Dalam tahun 1930,
paulimengusulkan jika sebuah partikel bermuatan dengan massa kecil atau nol dan spin
dipancarkan bersama sama dengan elektron ketika terjadi peluruhan beta, penyimpanan
momentum linier dan momentum sudut, sehingga diduga sebagai neutrino , membawa energi
yang sama dengan selisih antara Kmaks dan energi kinetik elektron yang sebenarnya. Kemudian
ditemukan terdapat dua neutrino yang tersangkut dalam peluruhan beta, neutrino itu sendiri
dan anti neutrino anti . Dalam peluruhan beta yang biasa neutrinolah yang dipancarkan
n p + e- +

( peluruhan beta )

hipotesis neutrino ternyata berhasil. Massa neutrino diduga tidak lebih dari fraksi kecil
dari massa elektron, karena Tmaks teramati sama, sekarang massa neutrino diperkirakan sama
dengan nol atau paling besar setara dengan beberapa volt. Penyebab tak terdeteksinya
neutrino secara eksperimental ialah interaksinya denagn materi yang sangat lemah. Neutrino
yang tak bermuatan dan tak bermassa, dan tidak memiliki sifat elektromagnetik seperti foton,
dapat melalui materi yang jumlahnya besar tak terhalang. Sebuah neutrino bisa melintasi rata
rata lebih dari 100 tahun cahaya dalam besi sebelum berinteraksi.
Elektron positif baiasanya disebut positron. Sifat positron identik dengan elektron,
kecuali muatan yang dibawanya adalah +e sebagai pengganti e. Pemancaran positron sebagai
bersesuaian dengan konversi proton proton nuklir menjadi neutron, positron dan neutrino.
p n + e+ +

( pemancaran positron.)

Neutron di luar inti mengalami peluruhan beta negatif menjadi proton karena
massanya lebih besar daripada proton yang lebih ringan tidak dapat bertransformasi menjadi
neutron, kecuali didalam inti. Pemancaran positron menghasilkan inti anak yang nomor
atomiknya lebih rendah dari Z, sedangkan nomor massaya tak berubah. Dekat hubungannya
dengan pemancaran positron yaitu penangkapan elektron. Dalam elektron sebuah inti
menyerap sebuah orbital elektron orbitalnya, sehingga hasilnya ialah sebuah proton nuklir
menjadi sebuah neutron dan sebuah neutrino terpancar. Jadi reaksi pokok dari penangkapan
elektron ialah
P + e- n +
Biasanya elektron diserap oleh kulit K, dan foton sinar x terpancar, ketika elektron
atomik yang lebih luar jatuh mengisi keadaan yang kosong. Panjang gelombang foton
merupakan karakteristik dari unsur inti anak, bukan inti asalnya, dan proses itu dapat
dikenal atas dasar itu.
Penangkapan elektron bersaing dengan pemancaran positron, karena kedua proses itu
menghasilkan transformasi nuklir yang sama. Penangkapan elektron terjadi lebih sering
daripada pemancaran positron dalam unsur berat karena orbit elektron unsur seperti itu
memiliki jari jari yang lebih kecil; elektron yang lebih dekat ini memungkinkan interaksi
yang lebih kuat dari intinya. Karena hampir semua inti tak mantab dalam alam Z nya tinggi.
Peluruhan beta proton dalam inti mengikuti skema sebagai berikut:
p n + e+ +

karena penyerapan elektron oleh inti setara dengan pemancaran positron, reaksi
penangkapan elektron adalah :
P + e- n +
Pada intinya antineutrino setara dengan pemancaran neutrino, sehingga reaksi
P + n + e+
Menyangkut proses fisis yang sama dengan peluruhan beta. Reaksi yang kedua ini,
disebut peluruhan beta balik.
Dua reaksi peluruhan beta balik
P + n + e+
n + p + emempunyai peluang yang sangat rendah, sehingga neutrino mampu menembus
sejumlah materi besar. Jumlah fluks neutrino yang sangat besar diahsilkan dalam matahari dan
bintang lain ketikaka terjadi badai nuklir didalamnya, dan fluks ini kelihatannya dapat
bergerak bebas kesegala penjuru semesta. Beberapa persen dari energi yang dilepaskan dalam
reaksi seperti itu dibawa neitrino.
Interaksi nuklir yang kuat yang mengikat nukleon bersama untuk membentuk inti
tidak bisa menerangkan peluruhan beta. Interaksi berjangkauan pendek yang lain ternyata
bertanggung jawab untuk gejala itu : interaksi lemah. Sejumlah struktur materi yang
dipersoalkan, peranan interaksi lemah kelihatannya terbatas pada penyebab peluruhan beta
didalam inti yang rasio neutron/proton tidak memadai untuk menjaga kemantapan. Interaksi
ini juga mempengaruhi partikel elementer yang bukan merupakan bagian dari inti dan dapat
menyebabkan transformasi menjadi partikel lain. Nama interaksi lemah timbul karena
gaya berjangkauan pendek lain yang mempengaruhi nukleon sangat kuat seperti yang
ditunjukan oleh energi ikat yang sangat tinggi dari inti. Interaksi gravitasional lebuh lemah
dari pada interaksi lemah pada jarak di mana yang kedua merupakan faktor penting.
Jadi ada empat interaksi pokok yang dipandang cukup untuk mengatur struktur dan
perilaku seluruh alam semesta fisis, dari atom sampai galaksi bintang : gravitasional,
elektromagnetik, nuklir kuat, nuklir lemah.

Pemancar Beta
Sebagian besar pemancar beta ini dihasilkan melalui penembakan partikel neutron
pada nuklida stabil. Oleh karena itu di dalam reaktor nuklir didapatkan berbagai macam
pemancar beta. Energi radiasi beta bersifat kontinu. Pemancar beta sering digunakan dalam
kedokteran dan juga dalam industri untuk mengukur ketebalan materi. Pemancar beta yang
sering digunakan dalam kedokteran misalnya Sr-90, Y-90, P-32, Re-188, sedangkan untuk
industri sering digunakan Sr-90, P-32, Tl-208. Contoh reaksi inti untuk menghasilkan
pemancar beta adalah :
Si31 + 0n1 + 15P32 + b-

13

Sifat Radiasi Beta


a.
b.
c.
d.

Daya ionisasinya di udara 1/100 kali dari partikel a.


Jarak jangkauannya lebih jauh daripada partikel a, di udara dapat beberapa cm.
Kecepatan partikel b berkisar antara 1/100 hingga 99/100 kecepatan cahaya.
Karena sangat ringan, maka partikel b mudah sekali dihamburkan jika melewati

medium.
e. Partikel b akan dibelokkan jika melewati medan magnet atau
medan listrik.

Daftar pustaka
Beiser, Artur.1986.Konsep Fisika Modern Edisi Empat Alih Bahasa The Hou Liong.
Jakarta : Erlangga
Haditjahyono,Hendriyanto. - . Dasar Fisika Modern. - : -