Anda di halaman 1dari 446
EDISI KETIGA ia ti arsitektur BENTUK, RUANG, DAN TATANAN DILENGKAPI CD-ROM e& FRANCIS D.K. CHING ARSITEKTUR é Bentuk, Ruang, dan Tatanan z Edisi Ket gn isi Ketiga / sangre ~ co wr S roe Francis D.K. Ching Nae a Peer Badan Perposc aap Kearsipan Proplast Jame Timer 4m OF /BpEle (200 Apsitektur Bentuk, Ruang, dan Tatanan Edit Ketiga Francie DK Ching Judul Asli Architecture: Form, Space, & Order Third Ecltion| Francis DX. Ching Copyright © 2007 by John Wiley & Sons, In. Albights reserved Translation Copyright: © 2008 by Penerbit Erlangga ‘Thi translation is an authorized translation from the English language Ealtion published by John Wiley & Sons, Inc Hak terjemahan dalam Bahasa Indonesia pada Penerbit Erlangga berdasarkan perjanjian reemi tanggal 27 Februari 2008 ‘Alin Bahasa: Hanggan Situmorang Editor Lemeda Simarmata Buku Ini diet dan allayout oleh Baglan Produks! Penerblt Erlangga dengan Power Macintosh GS (Tekton Pro 10 pt) Dicetak oleh: PT Gelora Aksara Pratama 12.4 765432 L Prakata Pendshuluan ix Hlomen-elemen Utama Elomervelemen Utama 2 Tie 4 Elemonrelomen Te 5 Dua tk 6 Garis 8 Elemen-elemen Linear 10 Dari Garis ke Bidang 14 Bidang 18 Elemervelomen Berbentuk Bidang 20 Volume 28 Elerenvelemen Volumetris 30 Bentuk Sifar-sitat Bertuk 35 Bentuk Dasar 36 Bentuk-bertuk Dasar yang Utama 38 Lingkaran 32 Seattiga 40 Bujursangiar 41 Permutaan 42 Permukaan Melerglung 43 Bentukbentuk Sold Primer 44 Bentuk-bentuk Beraturan 8 Tdak Beraturan 48 Transformasi Bentuk 50 Transformasi Dimensional 52 Bentak-bentuk Subtraksit 54 Bentulcbentuk Subtraksi dan Adit 57 Bentuk-centak Adit 5B Bentuk-bentuk Terpusat, GO Bentuk‘oentuk Linear 62 Bentukventuk Radial 66 Bontuk‘bentuk Terksster 6B Bentuk-bentuk Grd 72 Benturan-berturan paca Bentuk Geomets 74 Linglaran & Bujursangkar 76 Gre yang Dipatar 78 Fenegasan Bentuk 80 oar Elomer-elemen Horizontal yang Mendel Ruang 103; Bidang-bidang Dacar 104 Bidarg-bidang Dasar yang Diangiat 1 Bidarg-bidarg Dscar yang Ditekan 1 Bidang-bidang Atao Kepala 118 Elemer-elemen Vertkal yang Mende Ruang 124 Elomer-elemen Lear yang Vertkal 1 Bidang VertikalTunggal 134 Kenfgurasi Bidang Berbentak-L 136 Bidang-bidang Verte yang Sejajar 1 Bidarg-bidang BerbentulcU 150 Empat Bideng: Fenutup 156 Rangkuman Tipologt Elemen-elemen Per Rung 160 Bukaan-bukaan slam Elemen-elmen Fendefiis| Rusng 162 Bukaan-bukaan di dalam Budang 164 Bukaan-bukaan di udu 166 Bukaan-buksan el Antara Bidarg 16 ualtas Ruang-ruang Arsitektural 1 nga Ferutupan 172, Cahaya 174 Arah Pandang 178 Orgonisasi Organisasi Bentuk & Ruang 184 Huburgan-huiungan Spas 185 Ruang Dalam Ruarg 186 Ruangruang yang Sang Wengurci 1 uang-ruang yang Berdekatan 190 uang-ruang yang Diubungkan och S Ruang Bersama 192 Organisast-organisasi Spasial 194 Orgaricasl-organisasi Tepusat. 196 Organicastorganisasi Liar 206 Organisastorgarisasi Radial 216 Orgariastorganisaci Berlaeter 22 Orgarisas-orgarisasi Grid 250 Sikulasi Sirkulas: Pergerakan mela Kuang. 2 DAFTAR ISI 6. Proporsi& Skolo Proporsi& Skala 294 Proporsiproporsi Material 295 Proporst proporsi Struktural 296, Proporst-propors Pabrkan 298 si 288 TeoriteoriRenalane 314 Modular 318 Ken 322, Antropometri 326 Sta 329 Stala Viewal 330 Stab Manusia 322 Perbandingan Skala 304 7. Prinsipepinsip Frinsip-prinsp Penyusunan 338 Sumby 340 Simetr) 548 Hirarki 358 Daum 366 ama 62 Ponguangan 883 Transformasi 402 Kesimpulan 406 Daftar Fustaka Fithan 409 Glosan 4171 Irdeks 419 PR dst pertama buku in memberkan pengantar kepada mahasiswa arsitektur mengeral bertak dan ruar -serta prisip-prinsip penataan keduarya di dalam lirgkungan ciptaan, Bencuk dan ruang sangat:pontin dalam areivektur di mana a dalanrya terkandung ouatu perverdaharaan desain yang tdak sala sorga rmendasar tetap juga tidak lekang dimakan zaman. Edis kedua mela utkan tradsinya sebagai buku porgantar yang Komprenencf mengeral bagaimana hubyngan dan arganisas bentuk dan ruang terjad pembencukar lingkungan kita, Penyempurnaan pads edi wedua adalah pengeditan teks dan peramb lagram-dlagram untuk mempereas isi buku, penamatan concel-contoh karya asitektur plan perl petbahacan pada baglar-bagian tentang bukzan, tangga, dan skal dan yang tera, peramibakan go dan indeks untuk para desainer. Esl Ketiga tetap melanlutkan tradisi memberkan lustrasi tentang bagaimana elemer-elemen fundamental dan unsur-ureur utama dala desan arstektural memaniosta dir dl sepanjang perjalanan sejach urat manusia, ramon kal inl dengan menamnbahan sebuah kompon celektronik untuk nemberkan aspek-aspek wakbu dan gergerakan terhadap elemereleman dan prinsip-p yang eudsh deta. Model-ade histori di dalam buku ii diambl dart kurun wale yang berbeda-beda dan relampaus batae-batas budaya. Memarg upaya peryandingan lanaganr-langgam inl mungkin terasa mendadak dal beberapa kesempatan, narun penganbilan contah-contch yang salng berbeda jauh ni remng diene Gaya berkolase sepert in dimaksuakan untuk mengalak pambaca agar dapat melhat kesamaan di ae kongtrukst-konstruksi yang sepertinya tidak serupa dan keri mengamat dengan lebih cermat perbedaan-pervedaan kritis yang merefeksikan wakcu serta terat pembuatan korstrucsi-konstnuts ‘ersebut, ara pembaca dorong untuk member peratlan khusus gada contot-contoh tameahan yan ditemul atau dlangkat Kembali dalam korteks pengalaman individu easirg-masing. Seiring semakin a lita dengan elemer-elemen dan pansip-princip dessin tersebut, ata lebih mudah bagi kita untuk emt huburaan-hubungan,kaidah, serta tingkat pemishaman yang Bar. CContoh-contoh yang dttampkan a dalam buku ini bellum dapat dkatakan sudah lekap dan bukan ju mela dzajakan sebagai prototipe untuk kensep ataupun prinsipprinsip yarg dvahs,Femilihannya se rata bertujuan untuk member pencerahan dan menjlaskan gagasan-gagasan spacial dan bentuk yan ‘tengah aeksplorasl Gagacan-gagasan ors ni leih tinggi anya ketmbang konteks historts mere tendorong kita urtak berepekulasi: Bagaimanakah mereka diaralisie dipadang, dan dalam? Bagaimar mereka dcrarsfermasikan menjadi stn kturstruktur ruang dan enklosur yang koheren, bermanfaat, a bermakra? Bagaimarakah mereka caplikastan ulang untuk verbagei masalsh acsitektural? Dengan ca penyajan buku yang seperti dkarapkan para mahaslsna akan memvike pemaharian yarg levi ewokat Imengenal arsitektur yang dalam seseorang,arsitectur yang dltat seseorang A dalam eratur. dan arsivekcur yang dleayargkan seseorang ketika ia sedang merancana, UCAPAN TERIMAKASIH Saya beshutang bud kepada pihatpihak berkut atas kontribusl mereka yang SSangat besar dalam penyusuran ecsl pectama buku ink Forest Wien, yang vawasannya dalam Fal cara penyampaian prrsip-ponsip desain memati renperelas pengorganicacian maveri buku, dar yang telah member clukunganaya hinaga buku ri dapat tecbit; James Tee, yang pengetahuan sorta pemahamanrya akan sejarah dan teor arsitektur menizerkuat proses penyusuan ‘ke in Norman Crone, yang Kea dan kerja kerasnya dalam mengajorarsivektur rmendorong saya untak merampungkan buku int Roger Sherwood, yang risetrya rmengenal prinsip-prisip pengorganisasian bentuk membantu terousunnya bab rmengenal prinsip-prisip penataan; Daniel Friedman, atas antusiasme dan hasil feditaneya yang sangat cermat pada tahap akht proses penyvsuran bulu: Dane Tumse dan Philp Hang. atas bantuannya dalam meriset mater urtuk lustrasi; dan kepada para staf editorial dan produks dl Van Nostrand Reincld, atas dukungan an pelayananrya yang lua basa selama pemuatan eis! yang pertama, Untuk ed's! yang kedua,cerina kasi sebesar-besarnya kepada baryak mahasiowa dan juga dosen-dosen mereka yang telah menggunakan buku il selama bertahun- ‘tahun dan memberikan usuian-usulan perbaan verhadap buku i, Secara kausus ‘saya ng berterima kasih kepada para pendidik berkut ini ats kritk memangun yang mereka sampakan ureuk esi percama: |. Rudolph Barton, Laurence A ‘Cement, J, Kedn Forseth, Simon Herbert, Jan Jenings, Marjorie Kriabel, Thomas Stained, Cheryl Wagner, James M. Wehler. dan Robert, Wright. Dalam penyusunan edt ketiga i, saya berterma kasih pada Michele Chin, ‘Abmeen Farooq, dan Dexter Hulse ats telaah mereka yang sargat merdalam ‘terhadap edi kedua, Meckipun saya telah mercoba memasukkan saran mereka ke dalam buku, saya tetap bertanggung jawab penuiterhadap sega kekurargan yang rmasih ada al dalam buku in Secara khusus saya ingin menghaturkan rasa teria kasih yang sebesar-besarnya kepada stat produits an editor di John Wiley & Sons ats dukungan dan dorongan dar mereka yang tak teria, dan kepada Nan‘ching ot Tal atas umbangar-sumbangan kreatf serta bantuan-bantuan teknisnya dalam ‘mempersiapkan komponen elektro eas ketiga in Untuk Debra, Ely, dan Arce, yargkecntaan mereka PENDAH Arsitektur umumnya dibayangkar-—didesain—dan airealisasikan—dlbangun—dalam upaya mereepons seperangkat: Kondisi yang ada, Konclsi-kondis ii mungkin saja murnl bersifat fungsioral, atau mungkin juga dalam kadar yang berbeda-beda merefleksikan ilin sosial, po ddan ekonomi, Dalam setiap kasus, diasumeikan bahwa seperangkat kondisi yang ada tersel masalahnya—dianggap kurang memuaskan, dan bahwa seperangkat: kondisi yang baru— solusinya—diharapkan akan hadir untuk memecahkannya, Keglatan menciptakan arsitektus karenanya, merupakan suatu proses pemecahan-masalah atau proses dosain, Tahap awal dari segala jenis proses decain adalah kesacaran akan adanya kondisl yang problematik dan keputusan untuk mencan solusinya. Lebih dan segalanya, desain merupaks suatu tindakan yang penuh tekad, suatu upaya sarat tujuan. Seorang desainer pertama-t harus mendokumentasikan kondisi-kondlsi yang ada dalam euatu masalah, mendefinisikan konteksnya, dan mengumpukan data yang relevan untuk Kemudian dipelajari dan diac, mmerupakan tahap proses dasain yang penting, Karena, pada hakekatnya, sebuah eolusl mau ‘dak mau pasti terkelt dengan bagaimana sebuah masatah dipersepsikan, didefnisikan, dal larvkulasikan. Plet Hein, seorang pulangga can muwan Denmark yang temama, menjolask sebagal berikut: "Sen! adalah meryelesaikan masalah-masalah yang tidak dapat, diformulas sebelum masalah-masalah tersebut celesal dipecahkan. Froses menetapkan bentuk dart pertanysan merupakan bagian dari jawabannya” Tak terelatkan bahwasanya pars desainer secara intutif akan memperkirakan solusl atas rmasalsh yang ada di hadapannya, namun rentang dan tingkat kedalaman perbendaharaan material yang diperukan bisa saja mer fungs ‘truktural. Dalam tiga conto berkut in, elemen- emer linear + Mengekspresican pergerakan yang melintastruang + Member topangan terkadap sebuah bidang atas + Membentk sebuah rargka struktural tiga dinensi nul ruang arstek tural Jembatan Galginatobel, Swiss, 1929 - Caryatid Porch Ts n Aten, 42 ar Patung-patung warita berd sebagai peropang kolom Fag) peru Balok-balok penopang yang besar mem Kekuatan tel staprya rmembentargiruarg tar penopangnya serta menerin ELEMEN-ELEMEN LINEAR Garis dapat berupa sebuah clemen imaliner elibard dengan lemen yang tampak pada arstektur, Cont adalah garis suru, yaitu sebuah gars pena yar ‘ercipt oleh dua buah tte yang verarak di mana lemon yang dlalunya dieusun gecara simetris, Rumah 10, 1966, John Hee e | Meskipun euang asitekturalhadir dalam tiga mens namun ia dapat rerio bontuk nar untuk Aadikan alu pergerakan memacuki sebuah bangunan serta menial pengrubung antar ruanarya, Bargunan aga dapat mera tncar dalam hat bent, Krususnya jka mereka terbertuk dar ruang-ruang terulang _yang ditata dl sepanjangjalur sila, Sepert yang clustrasican sn, brtuk-bentuk rangunan linear meme kemampuan menaungi ruarg eksterior sorta menyesuakan alt techadap kon lnglurgan di ut tapak __ELEMEN-ELEMEN Fada skal yang labih Kec, gris menagaskan batas dan permukaar bodeng serta volume, Ga bbsa diekepresikan melaul samburgaer-sambungan dh dalam maupun di bangnarnya, dengan bingkai a eke! atau bukaan pins, atau dengan deretan kolo dan Yalok strukzural, Seah mana clemerreeren near ii meripengaruhl tekstur sebuah permkaan akan sargat tergartung pada berat,rencang, dan arch vulva DARI GARIS KE BIDANG © 00-6 Ese cecse: aor Dua bush gars yang selaiar mampu menggambarkan sebuah bidang secara vieusl Sebuah memioran spasial yang tembus pandang dapat cirentangkan ai antara gariergars tersebut ut ‘mengukuhian hubungan visual mereka, Semakin rapa joraknya ‘sama lan, semakin ust pulalah kesan bidang yang dbawakan Mela perulangannya, secangkaian garisselaar memperkuat perseps kita akan bdang yang dgambarkanrya. Ketka gars ‘42% nl memperparjarg drrya di sepanjong bidang yang uah Agur atau bent Garis lar karakterstik atau konfigarasl permukaan sebuah bemtuk yang khusus. Bentuk dasa rmerupakan aspel prinsip yang mmembantu kita mengidentifice secta mengategorkan bertuk ‘Seagal vamivahan bag! bentuk da bentuk-bertuk meri sat visua sebagai bert: Dinenel Fisk panjang, lebar dan kedalaan sebuah bertuk Jka Amensirdimens| tersebut rmenercukan proporsi cuatu bent ' maka skalanya akan ditentukan melalui ukoranrya secera relat ‘erhadap bentuk-bentue yang lan 4 dalam Brgkurganmya Suatu fenomena persepsi cahaya vieual yang bisa dgambarkan dal hal persepel individ terhadap ni \ ona, saturasi dan nuarea. Warn tmerupakan atrbut teres dalam membedakan sebuah bertuk dari lnglurgannya la juga mempergar bean visual sebuah bert Kalas vioual dan terutama id sentukan yang diberizan pada su SIFAT-SIFAT BE Bertuk juga ment sfat-sfat yang ealing terkatt yang menentukan pola dan komposis leren-elemer: Poss i. Ara relatif cuatu bent terhadap Lokasl reat suatu bentuk tertadap Ingkunganrya atau area vieual dalannya tempat Ai mana alhat. bidang dacar tit batas area, bentuk-bentuk lain, atau terhadap ‘orang yang melhat: bertuk tereebut Deralat kensentrasi dan stablitas ‘suatu bentuk Inersia voual suatu bentuk tergartang pada geometrinya, dan juga orentas! relatsnya terhadap bidang daser, aya tark gravitasl, dan gars pardangan kta, Senua ofa bentuk in pada Kenyataannya dipengaruh’ ol kondistkondisl yan f < + Sebuah perspektif atau sudut pandang yang beruah menghadirkan bentuk-b "e VOX BENTUK DASAR Bentuk dasar merutk pada gare batas khus ‘sebuah igur bang atau konfigurasl permuka suatu bertuk volumetric. la merupakan alat bantu utema bagi kita dalam merger, mengldentifkasl dan mengkategorkan ust bencul dan figurkhusus Perseps klea akan bentuk dasar akan tergantung pada derajat ontras visual yang ada di cepanjarg Kontur yang memisahan sebuah fgur dar lari dasamya ataupun antara sebuah bentuk den areanya Patung Kepala Ratu Nefertiti Pola pergerakan mata orang yarg melisat i. ‘ersebut, menurut asl rise oleh Alfred L ‘Yarbus dari Inetitut bag) Masalah Tranemish Informasi ai Moskow Di dalam arsivektur kit lin mom parhatikan bentuk-bertuk dasar yang bervpa + Bidang tantal cindlng dan langitlanat yar mmenutup ruang + Bukaan-bukaan pints dan jendela dl data suatu keberdekatan epacia + Suet dan kontur suatu bentak bargunan, BENTUK Perancis, 1926: posi arsiektural i ‘inal ENTUK DASAR YANG UTAMA Peikolog| Gestalt menyatakan bahwa ploran kita akan menyederkarakan Ingkungan veual _agar dapat memahaminya, Ketka merghadapi berbagal Komposisibentuk, kita cerderung rmengurangkan kasha tersebut a dalam area viswal kita hingga menjadi bertuk yang paling cederbana dan bisa. Semakin sederhana dan teratur suatu bertuk casar, maka akan sermakin mudah dkeral dan dipahami @Ag Dar geometn kita mengeral berculcbertuk dasar teratur yatu ngkaran, dan rangkalan tak ‘erhingga polgon Yeratur yang dapat dimsukkan ke dalamnya. Dar sekian bentuk i, yang pang penting adalah bentul-bertuk dasar utama:ingkaran, segitiga, dan buursargkar: 2 /\ Segitiga: O a _ lingkron—Sebuah dang yang meena ai setiap citi yang mem Jatok yang sams dar sebual title pusat a dalam kurva tereebut, Sebuah fie bidang yarg dlitutup oleh tiga esi dan meme tiga buah sudut, ghar Sebush gu bidang yong meni empat sii yang se parianarya dan emp buh udu tegak lus LUNG | | = ——________j {| j ie ompossilingkaran dan segmen-segmen melingkar Seal Suapisat Brame (sirkutar) "xan merupakan sebuah fgue yang memusat, introvert, +3 notmalrya adalah etabll dan mervilk ik tengah <4 dalam lingkungannya.Lingkaran yang diletakan ‘tengah sebuah bidarg akan menguatan ssatamya. Namun, bla dasosiaskan dengan bentuk urus maupun bersudut atau ketempatan clomen di sepanjang Kelling, make hal i dapat SEGITIGA / \ /\ L\ LA x KK WW 4A Segitia merekankan stablitas, Jka dietakkan pada salah eatu sisnya,cegitiga merupatan sebuah figur yang lua basa stab. Namun, ka djungkt dan bend di salah ‘satu tit eudutnya.entat a akan selmbang dalam kondi!kelablan maksimum atau cenderung jatah ke salah satu sisinya ‘Museum Seni Moderen, Caracas, Venezuela, 1955, Oscar Niemeyer BUJURSAI Komposisl yang dihasikan dari putaran dan moclfkasi byjursangkar ujursangkar melambangkan si murn dan s rasiona. Secarablteral, a ‘merypakan sebuah figur yang simetrs dar memii dua sumbu yang te dan sama parjargrya. Selurdh persegl parjang lainrya bia dianggao sel verlasibuursangkar ~ penyimpangan dari kondisl normalrya dengan car anbahkan ketingian atau lobar Sepertihalnya Segtiga, bulursangh stabl ja aletakkan pada salah satu ssinya dan merjad dinamo kei ai atas salah eatu eudutnya. Namun,ketita gars dlaganarya menjadi v an arisen, bujursangkar berada di dalam kondlstpuncak keseimbang PERMUKAAN Di alan: proses trancisi dar bentuk dasar bidang me bentuk volume, terdopatiah dunia permukaan, Permuks portama-tama meryjuk pads sembarang figur yang ha emi dua mens, seperti sebuah bilang daar. Na Ista tersebut dapat uga dlterapkan pada sebuah ‘tempat ttt dua. mens berkurva dan menagas batasan sebuah bentuk padat tiga dmensi, Ada suat ‘tngcatan pada bertuk pada versebut yang dapat uy be ‘Agar eebuahbidarg horizontal dapat dia. sebagal euata figur dperukan cuat. perubahan yang jelas pada wara, nada, ‘ataypan vekstur di antara permukaannya rmaupun area yang mengellngrya ‘Makin kuat perdefinisan batasan sebuah bidany horisontal, akan semakin berbeda pullah areorya Walaupun terdepat alran ruang mererus y meleeas, euatu area tetep akan menghasi sebuah zona spasia atau realites di dalam batasan-bataconya, Feragasan permukaan bidang dasar sta lata seringkali dlunakan di dalam arsites untuk menegaskan sebuah zona ruang di d Jngkup yang lea bosar Cortah-contah pac halaman sebelah mengilustrasican bagaimar {erie defrsispastal ri dapat dpakal untuk mmembedakan cuatu aur pargerekan dengan ‘empat-tempat peertian, menghastkan ‘5uatu area tempat bentuk sebuah banguna beri dari dasa, atau menegaskan sebuah ioral dl dalam evatu ingkurgan SInggal berkamar tunggal ona fu BIDANG-BIDANG [ Parterre de Brodere, Istana Versailles Ferancis, Abad XV And Nowe “ila Kekaisaran Kateura, Kyoto, Jepang, Abad XV BIDANG-BIDANG DASAR YANG DIANGKAT_ n sebagian bidang das renciptakan sebuah tempat khusu dalam sebuah ngkungan spasial ya besa, Ferubaran ketingglan yang t di cepanjang tep bidara yang lang tersebut akan menegaskan batasa areanyia dan rengiterup alr ‘separjang permukasnnya Jka kacokteristk permukaan dasar in torus diargkat dan bidang yang terangkat, maka arc yang terangkat in akan tampa lb 1 Bagian dari roan witya, Nam, ja tora leh porabahan bertuk stu, maka areanya ak Fatehpur Sie, Komle _yarg Agung, Kaisar Mogul dart In na A Seba ter pat khusus dciptatan ‘sebuah panggung i sebuah danau yang dikelling| le rang duce da ‘dur ea kat kemeneruean veual dan spasial nq dipertahankan antara sebuah ruang sg terangkat: dengan lngkungannya akan “ergantung pada Skala teghat perubahan 1. “ep areal tesontuk dengan jes ‘emenerusan visual dan spasial contoh~ontch bert, bergam bentuk mara Makam Mutaz Maha. Agra ‘nasi (minaret) menandal sudut-sudut sebuah arggung dan menghaikan euatu arcaruang—sebuah ‘erangka kera tiga dimensi—bagi struktur ruang & a & ELEMEN-ELEMEN LINIER YANG VERTIKAL ‘Atvium Teteastye, Griya Perkawinan Perak. Pompei Abad SM Empat buah Kolom dapat menciptakan sudut-ewst volume rsang yang terpcah a dalam sebuah ruang atau tempat yang lah besar.Kolom-klom yang menopang kanopl ii membentak suatu VS ¥ \ _ x / 7 a Sh | \ a ™“ \ KONFIGURASI Yi Yuan (Taman Kesukaan), Suzhou, ira, Dinast Ging abad XK HUBUNGAN JALUR-RUANG 2 Jalur dapat dikaitkan dengan ru uang yarg dlubungkannya mela beberapa cara berkut. Mereka da Melewati Ruang [ I [ + Integra setiap uang dipertahanian + Konfiguasi jlurya fleksbel + Rusng-ruang yang menjadi perantara dapat diganaan un rmenghubungian jlur dengan r ruangrya + lve apa rag Sara aki cg, tang teprya + etka meen ian, Ji menciptatan papa reritrahatan dan prgerakon dat ‘Menghilong di dalam Rvang + Lo‘asi rvangeya menghacltan Jalumya + HubunganJalur-ruang in cigu untuk mencspa dan memasuk ruang-ruang peting bak seca fungsional maupun sino HUBUNGAN JALUR-RI oo =~ Ll 00000000 mo0oocodho B: ao | rs 4 ~ a — a: a oOogoougo HOO Derah HUBUNGAN JALUR-RUANG Rumah Tradisional Jepang Rumah Famsworth Flare ilinc's, 1950, Ludwig Mies van der Rohe HUBUNGAN JALUR-1 = = = Gedung Apartemen Neur Vabr, Ererien, Jerman, 1956-62, Alar Aalto Rumah Il Eric Boissonas, Cap Benat,Ferancis, 1964. Pip 4 BENTUK RUANG SIRKULAS! Ruangy-ruang untuk pergevakan membentuk sebuah baglan integral dar organisasi Eontuk ruang sirklas! bervariasl merurut beanguran manapun dan mem jumlah yang sigan cl dalam volume cebuah banguran. — eayaimana: Lika hanya diaragap sebagai alat penghubung furgsional sonata, maka jal setulas! dapat menjadi ruang seperti kordor yang tak-berujung. Naru, bentuk dan skal sebuah rnuang situs sebaknya mengakomad'r pergerskan manusia ketika mereke tengah beralajalan santal berhenti sejenak, beristrahat, atau menikmati pemardangan di sepaniang jal. Batas-batasrya didefiniskan, + Bentuknya bercaltan dengan bem yang dluburgkannya: + Kualtas skola, proporsl, pencskayaan, pemandangannya dlartkulasikan: + Pesurpincu masue memibuka padanya: * la menangani perubaan ketingan der smenggunaan tanga dan ram. Sebuah euang sirias! bea Tortup remibertuk sustu glen public atau koridor privat yong bertubungan dengan ruang-ruang yang duunganeya mela akseeatces masuk PROPORSI-PROPORSI STRUK Proporsielemer-elemen strukturl lanrya, sepert