Anda di halaman 1dari 11

ILMU BEDAH KHUSUS VETERINER

TEKNIK OPERASI URETHROTOMY DAN URETHROSTOMY

Oleh :

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN


UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur pada kami panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkat rahmat-Nyalah, kami dapat menyelesaikan paper ilmu bedah khusus
veteriner yang berjudul Teknik Operasi Urethrotomy dan Urethrostomy tepat
waktu.
Adapun paper ini kami selesaikan untuk memenuhi tugas yang telah diberikan
untuk kelompok kami tentang Teknik Operasi Urethrotomy dan Urethrostomy.
Dengan adanya tugas ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan
mahasiswa tentang bagaimana dalam melakukan operasi urethrotomy dan
urethrostomy
Kami menyadari bahwa paper ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena
itu, kritik dan saran sangat dibutuhkan oleh penulis, agar paper ini bisa menjadi lebih
baik lagi. Semoga paper ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................ii
DAFTAR ISI................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1
1.1 Latar Belakang.....................................................................................................1
1.2 Tujuan.................................................................................................................1
1.3 Manfaat...............................................................................................................1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................................2
2.1 Definisi Urethrotomy..........................................................................................2
2.2 Definisi Urethrostomy.........................................................................................2
2.3 Teknik Operasi.....................................................................................................2
2.3.1 Pre operasi.....................................................................................................3
2.3.2 Operasi..........................................................................................................4
BAB III PENUTUP.......................................................................................................7
3.1 Kesimpulan..........................................................................................................7
3.2 Saran....................................................................................................................7
DAFTAR ISI..................................................................................................................8

iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Uretra merupakan bagian terpenting dari saluran kemih. Uretra berbentuk
seperti saluran dan mempunyai fungsi utama untuk mengalirkan urin keluar dari
tubuh. ukuran uretra yang kecil menyebabkan resiko terbentuk kalkuli atau striktura
disepanjang uretra semakin tinggi. Pada striktur uretra terjadi penyempitan dari lumen
uretra akibat terbentuknya jaringan fibrotik pada dinding uretra atau adanya
urolithiasis berupa kalkuli. Striktura dan urolithiasis pada uretra menyebabkan
gangguan dalam berkemih, mulai dari aliran berkemih yang mengecil sampai sama
sekali tidak dapat mengalirkan urin keluar dari tubuh. Urin yang tidak dapat keluar
dari tubuh dapat menyebabkan banyak komplikasi, dengan komplikasi terberat adalah
gagal ginjal.
Striktura dan urolithiasis merupakan masalah yang sering ditemukan pada
hewan khususnya hewan kecil seperti kucing dan anjing. Striktur dan urolithiasis
lebih sering terjadi pada hewan jantan dibandingkan dengan hewan betina, karena
uretra pada hewan betina lebih pendek diandingkan dengan hewan jantan. Salah satu
cara untuk mengobati kejadian striktura dan urolithiasis adalah melalui pembedahan.
Pembedahan pada uretra disebut dengan uretrotomy atau uretrostomy. Pada paper ini
penulis akan membahas mengenai bagaimana teknik dalam melakukan operasi
uretrotomy dan uretrostomy.
1.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan paper ini untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan
uretrotomy dan uretrostomy, serta bagaimana teknik operasi uretrotomy dan
uretrostomy.
1.3 Manfaat
Melalui makalah ini diharapkan para mahasiswa dapat mengerti dan
mengetahui apa yang dimaksud dengan uretrotomy dan uretrostomy serta bagaimana
tekni operasi uretrotomy dan uretrostomy.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Urethrotomy


Urethrotomy adalah pembedahan pada urethra dengan melakukan incisi pada
urethra untuk mengeluarkan adanya urolithiasis atau kalkuli. Sebelum dilakukan
urethrotomy perlu dilakukan kateterisasi untuk mendorong kalkuli ke kantong
kencing. Apabila kalkuli cukup besar dan tidak memungkinkan mendorong
kekantong kencing baru dilakukan pembedahan ini. Diusahakan sedapat mungkin
melakukan cystotomy untuk menghindari terjadinya stricture pada uretra seteah
pembedahan. Penyebab palingsering terjadinya urolithiasis adalah kristal struvite,
kristal kalsium oksalat dan akumulasi sel-sel karena infeksi saluran kemih.
2.2 Definisi Urethrostomy
Urethrostomy adalah tindakan pembedahan dengan membuat saluran atau
lubang permanen pada uretra. Pembedahan ini dilakukan bila uretra mengalami
trauma berat, striktura uretra setelah pembedahan pada uretra atau kalkuli uretra yang
bersifat kambuhan. Lokasi dilakukannya tindakan uretrostomy didasarkan pada lokasi
ditemukannya kalkuli atau urolithiasis.
2.3 Teknik Operasi
Pada prinsipnya teknik operasi urethrotomy dan urehtrostomy memiliki
kesamaan. Pada urethrotomy dilakukan pembedahan pada uretra untuk mengeluarkan
kalkuli atau urolithiasis. Sedangkan pada urethrostomy dilakukan pembedahan untuk
membuat suatu saluran atau lubang yang permanen pada uretra. Selain itu pada
urethrostomy mukosa uretra dijahit dengan kulit luar preputium sehingga
terbentuklah saluran permanen pada uretra untuk penegluaran urin.
Anastesi yang digunakan pada operasi urethrotomy maupun urethrostomy
adalah anstesi umumu, epidural atau anastesi local. Apabila hewan mengalami uremia
berat akibat obstruksi kalkuli maka sebaiknya menggunakan anastesi local atau
epidural.

2.3.1 Pre operasi


1. Siapkan seperangkat alat bedah minor seperti towel clamp, gagang scalpel dan
mata pisaunya (atau bisa menggunakan 1 buah laser), pinset anatomis dan sirurgis,
gunting (runcing runcing, runcing tumpul, dan tumpul tumpul), arteri clamp
anatomis lurus, tang arteri anatomis bengkok, tang arteri lurus sirurgis dan needle
holder, meja operasi, spoit, lampu operasi, timbangan, termometer, stetoskop,
pisau cukur, kain penutup atau drap, jarum jahit dengan ujung segitiga,
perlengkapan operator yang terdiri dari baju operasi, masker, tutup kepala, sarung
tangan, sikat, dan handuk kecil; tali restrain hewan, tampon serta kasa.

Gambar 1. Peralatan Operasi


2. Siapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk operasi seperti benang jahit
absorbable dan non-absorbable, kain kassa, perban, iodium tincture 3%, alkohol
70%, vitamin K, anastetikum terdiri dari ketamine HCl 10 %, dosis 10-40
mg/kgBB, Xylazine HCl 2 %, dosis 2-3 mg/kgBB, premedikasi anastetikum yaitu
Atrofin sulfat dosis 0,04 mg/kgBB, antibiotik post operasi, dan cairan infus (NaCl
fisiologis 10-20 ml/kgBB) untuk pembilasan uretra.
3. Pastikan ruang operasi dalam keadaan steril dan site operasi memperoleh cahaya
yang cukup.

4. Sebelum dioperasi, pastikan hewan berada dalam kondisi yang normal, karena
sangat riskan melakukan operasi pada hewan yang berada dalam kondisi yang
tidak stabil. Lakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik dan jika perlu dapat
dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan bahwa sistem dalam tubuh
berfungsi secara normal.Perlu diperhatikan agar hewan dipuasakan sebelum
operasi dilakukan untuk menghindari terjadinya muntah akibat efek samping dari
pemberian anestesi.
5. Operator harus siap melaksanakan operasi, telah memahami prosedur operasi,
terampil, siap fisik dan mental.
6. Setelah semuanya siap, hewan dapat memasuki ruang operasi. Kemudian dilakukan
pencukuran rambut atau site operasi bila diperlukan.
2.3.2 Operasi
Operasi Urethrotomy
Hewan disiapkan secara aseptic untuk pembedahan dengan posisi hewan
dorsal recumbency. Setelah hewan teranaesthesi dan dipasangi kain penutup operasi
(drap), incise dilakukan di atas urethra di antara os penis dan scrotum menggunakan
scapel. Incisi dilakukan mulai dari kulit preputium, subkutan sampai dengan
mencapai urethra. Kateter digunakan untuk membantu identifikasi kalkuli urethra,
selanjutnya incise urethra di tempat terjadinya obstruksi. Kalkuli dikeluarkan dengan
hati-hati dan dilanjutkan dengan pembilasan menggunakan NaCl fisiologis.
Selanjutnya kateter didorong masuk kekantong kencing dan urethra yang terincisi
dibiarkan tanpa dijahi tsampai terjadi kesembuhan. Jaringan subkutan dijahit dengan
pola sederhana menerus menggunakan benang plain catgut 3/0, dan kulit dijahit
dengan benang non-absorbable menggunakan pola sederhana terputus.
Operasi Urethrostomy
Beberapa jenis urethrostomy telah digunakan pada anjing, salah satunya adalah
urethrostomy skrotum yang merupakan prosedur pilihan dalam melakukan
urethrostomy. Keuntungan dari urethrostomy skrotum adalah uretra relatif dekat
dengan kulit di lokasi ini dan bagian uretra daerah skrotum cukup besar sehingga
relative mudah dalam melakukan pembedahan

Skrotum di tarik kearah abdomen kemudian insisi kulit disekitar skrotum.

Insisi jaringan di bawah kulit sampai menemukan otot retractor penis .otot
retractor penis muscle (panah hitam), and urethra(panah putih).

Insisi uretra pada bagian tengah sepanjang 4 6 cm menggunakan scapel

Kemudian masukan sebuah kateter untuk mendorong kalkuli kedalam kantung


kemih.

Kemudian jahit mukosa uretra dan submukosa menempel kebagian kulit


menggunakan benang absorbable monocryl dengan pola sederhana menerus.
Kemudian lakukan perawatan operasi sampai luka jahitan sembuh secara
sempurna

Post Operasi
Pemberian antibiotika untuk mencegah terjadinya infeksi selama 5 hari atau
lebih. Antiseptika dapat diolesi pada luka operasi setiap hari untuk mempercepat
terjadnya kesembuhan.Setelah dilakukan urethrotomy biasanya dilanjutkan dengan
operasi cystotomy karena sering ditemukan juga kalkuli pada kantong kemih.Kateter
tetap dipertahankan selama proses kesembuhan, bilamana diputuskan untuk
melakukan cystotomy perlu diperhatikan terhadap status atau kondisi pasien.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Urethrotomy adalah pembedahan pada urethra dengan melakukan incisi pada
urethra untuk mengeluarkan adanya urolithiasis atau kalkuli. Urethrostomy adalah
tindakan pembedahan dengan membuat saluran atau lubang permanen pada uretra.
Pada prinsipnya teknik operasi urethrotomy dan urehtrostomy memiliki kesamaan.
Pada urethrotomy dilakukan pembedahan pada uretra untuk mengeluarkan kalkuli
atau urolithiasis. Sedangkan pada urethrostomy dilakukan pembedahan untuk
membuat suatu saluran atau lubang yang permanen pada uretra. Anastesi yang
digunakan pada operasi urethrotomy maupun urethrostomy adalah anstesi umumu,
epidural atau anastesi local.
3.2 Saran
Dalam melakukakan operasi urethrotomy dan urethrostomy harus dilakukan
dengan seksama dan teliti sehingga tidak menimbulkan komplikasi dan kalkuli
ataupun striktura yang b ersifat kambuhan pada hewan.

DAFTAR ISI

Bilbrey SA, Birchard SJ, Smeak DD. Scrotal urethrostomy: A retrospective review of
38 dogs (1973 through 1988). J Am AnHospAssoc 1991; 27: 560-564.
Collins RL, Birchard SJ, Chew DJ, Heuter KJ. Surgical treatment of urate calculi in
Dalmatians: 38 cases (1980-1995). J Am Vet Med Assoc 1998; 213:833-838.
Igna, C. Surgery decision: Urethrotomy versus Urethrostomy? . Lucrri Stiinifice
Medicin Veterinar vol. XlI, 2008, Timioara
Marzok, MA and El-khodery, S.A. A comparison of surgical outcomes of perineal
urethrostomy plus penile resection and perineal urethrostomy in twelve calves
with perineal or prescrotal urethral dilatation. Open Veterinary Journal, (2013),
Vol. 3(2): 106-113
Newton JD, Smeak DD. Simple continuous closure of canine scrotal urethrostomy:
Results in 20 cases. J Am AnHospAssoc 1996; 32:531-534.
Saroglu, M., Acar, SE.,Duzgun, O., Urethrostomy done using the anastomosis
technique of the prepuce mucosa to the pelvic urethra in cats with penile
urethral obstruction. Vet. Med. Czech, 48, 2003 (8): 229234
Sudisma, I.G.N. 2006. Ilmu Bedah Veteriner dan Teknik Operasi.Bali : Udayana
University Press

Anda mungkin juga menyukai