Anda di halaman 1dari 8

rudi_biokimia@yahoo.

com

Pembuatan Bioetanol Melalui Fermentasi Nira Tebu (saccharum officinarum)


Menggunakan Saccharomyces cerevisiae dengan Penambahan Tepung Kedelai
Sebagai Sumber Nutrisi Fermentasi

Dr. Rudi Kartika, M.Si


Laboratorium Biokimia FMIPA UNIVERSITAS MULAWARMAN
Alamat: Jl. Barong Tongkok No. 4 Kampus Unmul Gn. Kelua Samarinda 75123
Telepon / Facsimile (0541)749152, 749140 E-Mail: fmipa@unmul.ac.id

ABSTRAK
Sebagai salah satu bahan makanan yang mudah didapat, kacang kedelai
mengandung kadar nitrogen yang cukup tinggi untuk dapat digunakan sebagai
sumber nutrisi dalam proses fermentasi pembuatan bioetanol. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sumber nitrogen dari tepung
kacang kedelai dalam proses membuat bioetanol melalui proses fermentasi. Pada
penelitian ini terdapat variabel tetap yaitu penambahan Saccharomyces cereviciae,
waktu fermentasi, dan volume sampel yang akan difermentasi sedangkan variabel
bebas yaitu variasi penambahan sumber nitrogen dari tepung kedelai yang telah
diketahui kadar nitrogennya dengan variasi penambahan yaitu 0; 0,1; 0,2; 0,3 ; 0,4
B
dan 0,5% gr nitrogen ( V ) volume sampel yang akan di fermentasi. Dari hasil
analisa diketahui tepung kedelai yang digunakan mengandung 6,1934% nitrogen
dengan berat nitrogen 0,0636 gr per 1,0285 gr tepung kedelai dan dari hasil
fermentasi disimpulkan dengan adanya penambahan sumber nitogen dari tepung
kedelai dapat meningkatkan kadar etanol dan rendemen bioetanol hasil fermentasi.
Kata kunci : bioetanol, tepung kedelai, nutrisi fermentasi.

rudi_biokimia@yahoo.com

Bioenergi

PENDAHULUAN
Sejak

ditemukannya

alat

bisa

makhluk

dihasilkan

hidup

seperti

oleh

tanaman,

trasnportasi dan mesin industri yang

hewan, dan mikroorganisme (Hambali.

berbahan bakar minyak bumi bumi,

dkk., 2007).
Pada saat ini banyak penelitian

kebutuhan bahan bakar minyak bumi


bumi mengalami peningkatan terus

yang

menerus setiap waktunya. Pada saat ini

bioenergi sebagai energi alternatif

tingkat pemakaian bahan bakar minyak

pengganti bahan bakar minyak bumi,

bumi sangat tinggi sedangkan sumber

salah

bahan bakar minyak bumi bumi yang

Bioetanol

di pakai saat ini semakin menipis.

proses fermentasi gula dari sumber

Saat

ini

di

Indonesia

mengembangkan

satunya

adalah

merupakan

karbohidrat

tenang

(pati)

bioetanol.

cairan

hasil

menggunakan

penggunaan energi asal minyak bumi

bantuan

masih sekitar 54,4%, gas bumi 26,5%,

fermentasi

batubara 14,1%, tenaga air 3,4%,

proses

panas

sedangkan

menggunakan oksigen atau proses

penggunaan energi lainnya termasuk

anaerob (Higgins dkk, 1985 dalam

bahan bakar nabati atau biofuel hanya

Sari ketut, 2009).

bumi

1,4%,

mikroorganisme.
yang

dilakukan

fermentasi

yang

Proses
adalah
tidak

Nira tebu adalah salah satu

sekitar 0,2 % (Menko Perekonomian,

produk alam yang mengandung kadar

2006).
Dari penjalasan diatas maka

sukrosa yang tinggi, oleh karena itu

sangat dibutuhkan adanya eksplorasi

nira tebu menjadi salah satu bahan

dan

baku terbaik untuk diolah manjadi

eksploitasi

terhadap

berbagai

bioenergi sebagai sumber bahan bakar


alternatif

yang

saat

ini

bioetanol.
Komposisi senyawa kimia di

sengat

dibutuhkan. Bioenergi adalah bahan

dalam

bakar

yang

tergantung

dikembangkan.

penanaman

alternatif

prospektif

untuk

terbarukan

nira

tebu
jenis
dan

berbeda-beda
tebu,

umur

dipanen (Purnomo, 2003).

tebu

lokasi
saat

rudi_biokimia@yahoo.com

Pada

proses

fermentasi,

komposisi tepung kedelai dapat dilihat

mikroorganisme yang berperan dalam

pada tabel komposisi kacang kedelai.

proses

nya, nutrisi tersebut antara lain unsur

Protein (%)
Lemak (%)
Abu (%)
Air (%)
Tabel
kompos

C, unsur N, unsur P, mineral-mineral

(Margono, dkk., 2009)

tersebut

penambahan

memerlukan

nutrisi

untuk

pertumbuhan dan perkembangbiakan

42,88
20,33
5,33
7,40
kacang

kedelai

dan vitamin-vitamin (Dinda, 2008).


Berdasarkan uraian di atas

Rancangan Penelitian
Penelitian

maka diketahui perlu penambahan

dilaksanakan

bulan

April

organisme dalam proses fermentasi

dilaksanakan

di

guna meningkatkan pertumbuhan dan

Biokimia Fakultas Matematika dan

perkembangbiakan

Ilmu Pengetahuan Alam Universitas

sumber

nutrisi

terhadap

nya

mikro-

sehingga

didapatkan produk hasil fermentasi

pada

ini

Juni

2015,

Laboratorium

Mulawarman, Samarinda.
Penelitian

yang lebih baik.

eksperimental

ini

bersifat

laboratorium

yang

BAHAN DAN METODE

bertujuan untuk mengetahui kondisi

Objek Penelitian

optimal dalam upaya meningkatkan

Tebu (Saccharum officinarum)

rendemen dan konsentrasi bioetanol

adalah tanaman yang ditanam untuk

hasil fermentasi

bahan baku gula. Tanaman ini hanya

dilakukan menggunakan dua variasi

dapat tumbuh di daerah beriklim tropis

yaitu variasi waktu fermentasi dan

dengan umur tumbuh kurang lebih 1

variasi

konsentrasi

tahun (Anwar, 2008).

tepung

kedelai

Kacang kedelai (Glycine soja)


adalah salah satu tanaman polong-

nira tebu yang

penambahan

sebagai

sumber

nitrogen nutrisi fermentasi.


Pada penelitian ini terlibat

kandungan

variabel tetap dan bebas, dimana

proteinnya yang sangat tinggi. Adapun

variabel tetap meliputi penambahan

polongan

dengan

rudi_biokimia@yahoo.com

Saccharomyces

waktu

untuk memisahkan destilat (etanol)

fermentasi, dan volume sampel yang

yang dihasilkan yang selanjutnya akan

akan difermentasi. Sedangkan variabel

di analisa rendemen bioetanol hasil

bebas

fermentasi dan kadar etanolnya.

yang

cereviciae,

terlibat

yaitu

variasi

penambahan sumber nitrogen dari


tepung kedelai yang telah diketahui
kadar

nitrogennya

dengan

Analisa Sampel

variasi

Analisa kadar etanol mula-

penambahan yaitu 0; 0,1; 0,2; 0,3 ; 0,4

mula di siapkan alat Kromatografi Gas

B
dan 0,5% gr nitrogen ( V ) volume

dengan

kondisi

Pada

penelitian

ini

alat

sesuai

prendemen

hasil

dengan SNI, 7390 : 2012.


Analisa

sampel yang akan di fermentasi.

kerja

destilasi di kerjakan dengan prosedur


proses

yaitu

mengukur

volume

destilat,

fermentasi dilakukan dengan prosedur

kemudian hasil data yang didapat

yaitu masing-masing sebanyak 500 mL

dihitung menggunakan persamaan :

nira

tebu

dimasukkan

fermentor

yang

telah

kedalam
disterilkan

terlebih dahulu, kemudian masingmasing

ditambahkan

kedalam

PDA,

dan

ditambahkan masing-masing variasi


sumber nitrogen dari tepung kacang
kedelai dengan konsentrasi sesuai yang
telah

ditetapkan

penelitian.

di

Campuran

rancangan
difermentasi

selama 7 hari.
Setelah

waktu

100%

ose

Saccharomyces cereviciae yang telah


diregenerasi

Volume bahanbaku
Volume produk

% Rendemen =

fermentasi

selesai medium fermentasi di destilasi

HASIL
Kadar Nitrogen Tepung Kedelai
Dari
dilakukan

hasil
maka

analisa
diketahui

yang
tepung

kedelai mengandung 6,1934% nitrogen


dengan berat nitrogen 0,0636 gr per
1,0285 gr tepung kedelai.

Kadar Etanol dan Rendemen


Gr nitrogen

Ret. Time

Kons. Etanol (%)

Rendemen Bioetanol

0%
0,1 %
0,2 %
0,3 %
0,4 %
0,5 %

4,930
4,939
4,941
4,940
4,393
4,937

2,331
7,324
8,371
7,756
7,695
6,619

(%)
38
54
64
61
63
57

Tabel 1. Hasil Analisa Kadar Etanol dan Rendemen.

Gambar 1. Analisa GC (0% gr Nitrogen)

Gambar 2. Analisa GC (0,1% gr Nitrogen)

Gambar 3. Analisa GC (0,2% gr Nitrogen)

Gambar 4. Analisa GC (0,3% gr Nitrogen)

Gambar 5. Analisa GC (0,4% gr Nitrogen)


PEMBAHASAN

Gambar 6. Analisa GC (0,5% gr Nitrogen)


rendemen bioetanol hasil fermentasi,

Dari hasil analisa pengukuran

namun peningkatan rendemen tersebut

kadar etanol menggunakan Kromato-

tidak

grafi Gas diketahui dengan adanya

peningkatan

penambahan sumber nitrogen dari tepung

nitrogen. Dari hasil analisa diketahui

kedelai dapat meningkatkan kadar etanol

fermentasi dengan rendemen terendah

dalam

fermentasi.

yaitu 38% pada fermentasi dengan

Bioetanol dengan kadar etanol terendah

penambahan 0% gr nitrogen, sedangkan

dihasilkan dari proses fermentasi dengan

fermentasi dengan rendemen tertinggi

penambahan 0% gr nitrogen dengan

yaitu 64% pada fermentasi dengan

konsentrai etanol 2,331%, sedangkan

penambahan 0,2% gr nitrogen.

bioetanol

hasil

berbanding

lurus

dengan

penambahan

sumber

bioetanol dengan kadar etanol tertinggi


dihasilkan dari proses fermentasi dengan

KESIMPULAN

penambahan 0,2% gr nitrogen dengan


konsentrasi etanol 8,371%.
Dari hasil analisa pengukuran

Dari

penelitian

ini

dapat

disimpulkan dengan adanya penambahan


nutrisi nitrogen yang bersumber dari

rendemen bioetanol yang dihasil dari

tepung

kedelai

proses fermentasi maka diketahui dengan

kadar

adanya penambahan sumber nitrogen

bioetanol yang dihasilkan dari proses

dari tepung kedelai dapat meningkatkan

fermentasi.

etanol

dapat
dan

meningkatkan

rendemen

pada

DAFTAR PUSTAKA
Dewati, Retno. 2008. Limbah Kulit Pisang Kepok Sebagai Bahan Baku Pembuatan
Etanol. Skripsi Jatim : UPM Veteran Jatim.
Dinda. 2008. Pembuatan Alkohol, http://medicafarma.blogspot.com. Diakses tanggal
28 September 2014.
Hambali, Erliza., dkk. 2007. Teknologi Bioenergi. Jakarta : Agro Media.
Hugot, E., 1986. Handbook of Cane Sugar Engineering. 3nd Ed. Amsterdam:
Elsevier Publishing Company.
Margono,

T.

dkk.

2009.

Pembuatan

Bubuk

Kedelai

untuk

Minuma.

http://www.iptek.net.id Diakses tanggal 3 Oktober 2014.

Purnomo. 2003. Penentuan Rendemen Gula Tebu Secara Cepat. Bogor: Institut