Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN

PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN


ENZIM I
UJI KONSENTRASI SUBSTRAT
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan
Praktikum Biokimia Pangan

Oleh :
Nama
NRP
Kel/Meja
Asisten
Tgl. Percobaan

: Nugraheni Wahyu Permatasari


: 133020112
: D/9
: Dian Puspitasari
: 8 April 2015

LABORATORIUM BIKOKIMIA PANGAN


PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2015

Laboratorium Biokimia Pangan


Substrat)

Enzim I (Uji Konsentrasi

I PENDAHULUAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar
Belakang Percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip
Percobaan, dan (4) Reaksi Percobaan.
1.1. Latar Belakang Percobaan
Pada biokimia, substrat (bahasa Inggris: substrate) adalah
molekul organik yang telah berada dalam kondisi siap/segera
bereaksi, karena telah mengandung promoter. Keberadaan
katalis akan mempercepat reaksi substrat menuju molekul
produk, melalui reaksi kimiawi dengan energi aktivasi rendah
yang membentuk senyawa intermediat. Walaupun demikian,
tanpa katalis, sebuah substrat akan bereaksi menuju sebuah
produk, segera setelah energi aktivasi reaksi kimia yang
diarahkan oleh suatu promoter tercapai. (Anonim, 2015).
Enzim mempunyai gugus bukan protein, jadi termasuk
golongan protein majemuk. Enzim semacam ini (holoenzim)
terdiri atas protein (apoenzim) dan suatu gugus bukan protein.
Sebagai contoh enzim katalase terdiri atas protein dan
ferriprototorfirin. Ada juga enzim yang terdiri atas protein dan
logam. Misalnya askorbat oksidase adalah protein yang
mnegikat tembaga. Gugus bukan protein ini yang dinamakan
kofaktor ada yang terikat kuat pada protein, adapula yang
tidak begitu kuat ikatannya. Gugus yang terikat kuat pada
bagian protein, artinya yang sukar terurai dalam larutan
disebut gugus prostetik., sedangkan yang tidak begitu kuat
ikatannya, jadi yang mudah dipisahkan secara dialisis disebut
koenzim (Poedjiadi, 2005).
1.2. Tujuan Percobaan
Tujuan Uji Konsentrasi Substrat adalah untuk
mengetahui pengaruh konsentrasi substrat terhadap
kecepatan reaksi.
1.3. Prinsip Percobaan
Prinsip dari percobaan Uji Konsentrasi Substrat
adalah berdasarkan konsentrasi substrat yang dapat
mempengaruhi kecepatan reaksi.

Laboratorium Biokimia Pangan


Substrat)

Enzim I (Uji Konsentrasi

1.4. Reaksi Percobaan


E+SES

E+P

Gambar 46. Reaksi Percobaan Uji Konsentrasi Substrat

Laboratorium Biokimia Pangan


Substrat)

Enzim I (Uji Konsentrasi

II METODE PERCOBAAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Bahan yang
digunakan, (2) Pereaksi yang digunakan, (3) Alat yang
digunakan, dan (4) Metode Percobaan.
2.1. Bahan yang digunakan
Bahan yang digunakan dalam Uji Konsentrasi
Substrat adalah urea, phenolptalein, katekol, dan ekstrak
(kedelai, kentang dan apel).
2.2. Pereaksi yang digunakan
Pereaksi yang digunakan dalam Uji Konsentrasi
Substrat adalah substrat (Urea + PP, Katekol).
2.3. Alat yang digunakan
Alat yang digunakan dalam Uji Konsentrasi Substrat
adalah tabung reaksi, rak tabung reaksi dan pipet tetes.

Laboratorium Biokimia Pangan


Substrat)

Enzim I (Uji Konsentrasi

2.4. Metode Percobaan

Gambar 47. Metode Percobaan Uji Konsentrasi Substrat

Laboratorium Biokimia Pangan


Substrat)

3.1.

Enzim I (Uji Konsentrasi

III HASIL PENGAMATAN


Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Hasil
Pengamatan, dan (2) Pembahasan.
Hasil Pengamatan

Gambar 48. Hasil Pengamatan Uji Konsentrasi Substrat

Laboratorium Biokimia Pangan


Substrat)

Enzim I (Uji Konsentrasi

Tabel 15. Hasil Pengamatan Uji Konsentrasi Substrat


Ekstrak

Konsentrasi Enzim
Ekstrak

Aquadest

Substrat

Hasil

25 tetes
+
15 tetes
10 tetes
Urea + pp
++
5 tetes
20 tetes
+++
25 tetes
+++
Kentan
15 tetes
10 tetes
Katekol
++
g (B)
5 tetes
20 tetes
+
25 tetes
+++
Apel (C)
15 tetes
10 tetes
Katekol
++
5 tetes
20 tetes
+
(Sumber: Nugraheni WP dan Tsani Nur AF, Kelompok D, Meja
9, 2015)
Keterangan:
(+++) Enzim aktif bekerja
(++) Enzim kurang aktif bekerja
(+) Enzim tidak aktif bekerja
Kedelai
(A)

3.2.

Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan uji
konsentrasi substrat dapat diketahui bahwa pada ekstak
kedelai(A) dengan substrat urea enzim aktif bekerja pada
pemberian 5 tetes ekstrak, pada ekstrak kentang(B) dengan
substrat katekol enzim aktif bekerja pada pemberian 25 tetes
ekstrak dan pada ekstrakapel(C) dengan substrat katekol,
enzim aktif bekerja pada pemberian 25 tetes ekstrak.
(Anonim, 2015).
Hasil eksperimen menunjukan bahwa dengan
konsentrasi enzim yang tetap, maka pertambahan konsentrasi
substrat akan menaikkan kecepatan reaksi. Akan tetapi pada
batas konsentrasi tertentu, tidak terjadi kenaikan kecepatan
reaksi walaupun konsentrasi substrat diperbesar. Untuk dapat
terjadi kompleks enzim substrat diperlukan adanya kontak
enzim dengan substrat. Kontak ini terjadi pada suatu tempat
atau bagian enzim yang disebut bagian aktif. Pada
konsentrasi substrat rendah, bagian aktif enzim ini hanya

Laboratorium Biokimia Pangan


Substrat)

Enzim I (Uji Konsentrasi

menampung substrat sedikit. Bila konsentrasi substrat


diperbesar, makin banyak substrat yang dapat berhubungan
dengan enzim pada bagian aktif tersebut. Dengan demikian
konsentrasi kompleks enzim substrat makin besar dan hal ini
menyebabkan
makin
besarnya
kecepatan
reaksi.
(Poedjiadi, 2005).

Grafik 2. Konsentrasi Substrat Terhadap Kecepatan


Reaksi
Enzim bermacam-macam jenisnya dan semuanya
berguna dalam proses untuk mempercepat reaksi dalam
tubuh karena enzim itu dapat menurunkan energi aktivasi
pada proses emzimatis. Tingkat cepat lambatnya suatu reaksi
dalam tubuh dipengaruhi oleh banyak hal. Sifat-sifat yang
disoroti misalnya banyaknya substrat, banyaknya enzim, serta
suhu. Semakin banyak jumlah substrat, maka reaksi tersebut
akan semakin cepat juga. Semakin banyak enzim, jelas akan
semakin cepat pula reaksi kimia yang berlangsung (Anonim,
2013).
Enzim biasanya sangat spesifik terhadap reaksi yang
ia kataliskan maupun terhadap substrat yang terlibat dalam
reaksi. Bentuk, muatan dan katakteristik hidrofilik/hidrofobik
enzim dan substrat bertanggung jawab terhadap kespesifikan
ini. Enzim juga dapat menunjukkan tingkat stereospesifisitas,

Laboratorium Biokimia Pangan


Substrat)

Enzim I (Uji Konsentrasi

regioselektivitas, dan kemoselektivitas yang sangat tinggi.


(Anonim, 2015).
Faktor kesalahan yang dapat terjadi kurang atau
lebihnya konsentrasi pada saat pengenceran, kurang teliti
dalam melihat perbedaan warna, tercampurnya pipet sampel 1
dan sampel lainnya, dan kesalahan pada saat cara
pencampuran.

Laboratorium Biokimia Pangan


Substrat)

Enzim I (Uji Konsentrasi

IV KESIMPULAN DAN SARAN


Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan,
dan (2) Saran.
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan Uji
Konsentrasi Substrat dapat diketahui bahwa pada ekstak
kedelai(A) dengan substrat urea enzim aktif bekerja pada
pemberian 5 tetes ekstrak, pada ekstrak kentang(B) dengan
substrat katekol enzim aktif bekerja pada pemberian 25 tetes
ekstrak dan pada ekstrakapel(C) dengan substrat katekol,
enzim aktif bekerja pada pemberian 25 tetes ekstrak.
4.2. Saran
Saran dalam percobaan Uji Konsentrasi Substrat ini
adalah sebaiknya praktikan lebih terliti dan berhati-hati lagi
dalam melakukan percobaan, agar didapat hasil yang
maksimal.

Laboratorium Biokimia Pangan


Substrat)

Enzim I (Uji Konsentrasi

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. Konsentrasi Substrat. http://www.scribd.com/
(Diakses: 12 April 2015).
Anonim.
2015.
Enzim.
(Diakses: 12 April 2015).

http://id.wikipedia.org/.

Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta:


Universitas Indonesia.

Laboratorium Biokimia Pangan


Substrat)

Enzim I (Uji Konsentrasi

LAMPIRAN
UJI KONSENTRASI SUBSTRAT
Lampiran 19. Hasil Pengamatan Uji Konsentrasi Substrat
Konsentrasi
Hasil
Enzim
Ekstrak
Substrat Hasil I
II
Ekstrak Aquadest
25 tetes
+
+++
Kedelai
Urea +
15 tetes 10 tetes
++
++
(A)
pp
5 tetes
20 tetes
+++
+
25 tetes
+++
++
Kentang
Kateko
15 tetes 10 tetes
++
+++
(B)
l
5 tetes
20 tetes
+
+
25 tetes
+++
+
Kateko
Apel (C) 15 tetes 10 tetes
++
++
l
5 tetes
20 tetes
+
+++
Sumber :
Hasil I : Nugraheni WP dan Tsani Nur AF, Kelompok D, Meja
9, 2015.
Hasil II : Asisten Laboratorium Biokimia Pangan, 2015
Keterangan:
(+++) Enzim aktif bekerja
(++) Enzim kurang aktif bekerja
(+) Enzim tidak aktif bekerja

Anda mungkin juga menyukai