Anda di halaman 1dari 3

Assalamu alaikum wr.wb.

Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Alhamdulillaahi
robbil
aalamiin,
wassolaatuwassalaamualaa asrofil anbiyaa ii wal mursaliin sayyidina
muhammadin, waala alihi waashabihiajmain, Amma badu..
Yang terhormat Bapak Slamet Riyada, Spd. Selaku guru Bahasa Indonesia
Yang saya hormati teman teman kelas IX-E
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT,
karena rahmat dan hidayahNya kita dapat berkumpul pada pagi yang cerah
ini. Shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi
Muhammad SAW, karena telah menjadi tauladan yang terbaik bagi umat
islam
Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato dengan topik
Memaknai Arti Hidup.
Teman teman tercinta
HIDUP ini sebuah misteri dan penuh rahasia! Manusia memiliki
keterbatasan dalam memahami makna hidup.Tidak ada seorang pun yang
tahu berapa lama ia akan hidup, di mana ia akan mati, dalam keadaan apa
ia akan mati, dan dengan cara apa ia akan mati.
Namun jika kita melihat kenyataan sekarang, orang-orang sangat
dimanjakan oleh jaman. Banyak para remaja menghabiskan waktunya
untuk bermain game, sosial media serta hiburan lainnya. Tanpa kita sadari,
kita telah menduakanNya yang memberikan kita anugerah umur, namun
disia-siakan dengan hal yang tak bermanfaat.
Teman teman tercinta, mari kita renungkan..
Ya Allah, maaf, kami sedang sibuk. kami memang takut neraka,
tetapi kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat
menjauhkan kami dari neraka-Mu. kami memang berharap surga, tapi kami
hampir tak ada waktu untuk mencari bekal menuju surga-Mu.
Teman- teman yang berbahagia
Berapa jam dalam sehari anda sempatkan waktu untuk beribadah dan
berkomunikasi dengan Allah ? berapa penghasilan atau uang jajan yang
anda sisihkan dalam sebulan untuk bersedekah?
Ya, dari dua pertanyaan ini sudah menunjukkan karakter kita yang lebih
banyak menghabiskan waktu untuk urusan dunia daripada akhirat.

Tak sadar di hadapan Allah seolah-olah kita adalah orang tersibuk,


padahal seluruh waktu, seluruh jatah usia, bahkan hidup kita seharusnya
kita persembahkan dalam pengabdianNya Dan Aku tidak menciptakan jin
dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (QS.AdzDzariyat: 56)
Allah kita Mahaadil. Tetapi mengapa kita tak adil kepadaNya?
Ketika ada sms masuk, kita begitu bergegas membaca dan membalasnya,
tetapi mengapa ketika Allah memanggil-manggil untuk menghadapNya kita
begitu berani menunda-nundanya?
Betapa lamanya 15 menit jika kita gunakan untuk sholat, tetapi betapa
singkatnya jika digunakan untuk melihat film.
Manusia begitu pelit kepada Allah, bahkan untuk bersedekah pun
kita menyisih-nyisihkan harta kita. Kita begitu boros untuk dunia, tetapi
untuk bekal kehidupan abadi, malah kita tabung harta yang tersisih.
Betapa kecilnya angka seratus ribu ketika kita belikan pulsa. betapa
besarnya nilai uang seratus ribu apabila di bawa ke masjid untuk di
sumbangkan.
Teman teman tercinta, mari kita renungkan..
Betapa sulit menyempatkan waktu untuk membaca satu halaman
Kitab Suci, tapi betapa mudahnya membaca ratusan halaman novel atau
komik.
Betapa sulitnya kita merangkai kata demi kata ketika berdoa kepada
Allah, namun betapa mudahnya kita menyusun kalimat panjang ketika
bergosip dengan teman dan mengobrol tanpa makna.
setiap orang begitu takut ketika di ancam neraka, tetapi kelakuankelakuan mereka seolah-olah sedang memohon untuk dimasukkan ke
neraka secepatnya. Betapa setiap orang ingin menginjakkan kaki di
pelataran surga, tetapi kelakuan-kelakuannya justru menjauhkannya.
Teman teman yang saya banggakan,
Semoga dengan renungan tadi, membuat kita sadar akan tujuan
hidup kita yang sebenarnya yaitu beribadah kepada Allah SWT.
Mari kita bernyanyi bersama........
Sepohon kayu daunnya rimbun
Lebat bunganya serta buahnya
Walaupun hidup Seribu tahun
bila tak sembahyang apa gunanya

Kami bekerja sehari-hari


Untuk belanja rumah sendiri
Walaupun hidup seribu tahun
bila tak sembahyang apa gunanya
Kami sembahyang fardhu sembahyang
Sunnah yang ada bukan sembarang
Supaya Allah menjadi sayang
Kami bekerja hatilah riang
Kami sembahyang lima lah waktu
Siang dan malam sudahlah tentu
Hidup dikubur yatim iatu
Tinggallah seorang dipukul dipalu
Dipukul dipalu sehari-hari
Barulah ia sadarkan diri
Hidup didunia tiada berarti
Akhirat di sana sangatlah rugi
Demikian pidato yang bisa saya sampaikan. Saya minta maaf jika
ada kata-kata dan tingkah laku yang kurang berkenan di hati teman-teman.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum wr.wb.