Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM

KOMPRESOR TEGAK

Disusun oleh :
Dhanang Bagus Kuncoro
Pudjo Noer Pratama
Daniel Cheriyawan T.O.
Septian Firdaus Y.P.

(0814040042)
(0814040059)
(0814040063)
(0814040064)

PRODI D-4 TEKNIK PERPIPAAN


JURUSAN TEKNIK PERMESINAN KAPAL
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
SURABAYA
2015

I. TUJUAN PRAKTIKUM

1.1 Tujuan Umum


Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa
diharapkan mampu melakukan bongkar pasang
kompresor tegak.
I.2 Tujuan Khusus
1). Mahasiswa mampu menganalisa kerusakan
pada kompresor tegak
2).Mahasiswa dapat mengerti prinsip kerja
kompresor tegak
3).Mahasiswa mampu mengetahui bagian bagian
dan kegunaan setiap komponen kompresor
tegak.

II. URAIAN MATERI

Page 2

Kompresor adalah alat mekanik yang berfungsi


untuk meningkatkan tekanan fluida mampu mampat,
yaitu gas atau udara. tujuan meningkatkan tekanan
dapat untuk mengalirkan atau kebutuhan proses
dalam suatu system proses yang lebih besar.
Kompressor adalah mesin untuk memampatkan
udara atau gas. Secara umum biasanya mengisap
udara dari atmosfer, yang secara fisika merupakan
campuran beberapa gas dengan susunan 78%
Nitrogren, 21% Oksigen dan 1% Campuran Argon,
Carbon Dioksida, Uap Air, Minyak, dan lainnya.
Namun ada juga kompressor yang mengisap udara/
gas dengan tekanan lebih tinggi dari tekanan
atmosfer dan biasa disebut penguat (booster).
Sebaliknya ada pula kompressor yang menghisap
udara/ gas bertekanan lebih rendah dari tekanan
atmosfer dan biasanya disebut pompa vakum.
Fungsi

dari

sebuah

kompresor

adalah

menaikkan

Page 3

untuk

tekanan suatu gas, tekanan gas dapat dinaikkan


dengan memaksakan untuk mengurangi volumenya.
Ketika volumenya dikurangi, tekanannya naik.
Sebuah

kompresor

positive

displacement,

memaksa gas dengan cara ini.

II.1

JENIS-JENIS KOMPRESOR
Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini

kompresor mempunyai kegunaan yang sangat luas


dihampir segala bidang baik di bidang industri,
pertanian,

rumah

ukurannyapun

tangga,

baraneka

dsb.

ragam

Jenis

sesuai

dan

dengan

pemakainya.

Klasifikasi kompresor dapat digolong-golongkan atas


beberapa, yaitu :
Page 4

A.

Kompresor

yang

digolongkan

atas

dasar

tekanannya dibagi atas 3, yaitu :


1. Kompresor (pemampat) dipakai untuk jenis yang
bertekanan tinggi.
2. Blower (peniup) dipakai untuk bertekanan rendah.
3. Fan (kipas) dipakai untuk yang bertekanan sangat
rendah.
B. Atas dasar pemampatannya kompresor dapat
dibagi atas 2, yaitu :
1. Jenis Turbo
Jenis turbo menaikan tekanan dan kecepatan gas-gas
dengan gaya sentrifugalyang ditimbulkan oleh
impeler atau dengan gaya angkat (lift) yang
ditimbulkn oleh sudu.
2. Jenis Perpindahan
Jenis perpindahan menaikkan

tekanan

dengan

memperkecil atau memafaatkan volume gas yang


dihisap ke dalam silinder atau stator oleh torak atau
sudu. Jenis perpindahan ini dibagi 2 macam, yaitu :
a. Jenis putar (rotary)
Kompresor Ulir Putar (Rotary Screw Compressor)
Page 5

Lobe
Vane
Liquid Ring
Scroll
b. Jenis Bolak-balik
1. Kompresor Piston Aksi Tunggal
2. Kompresor Piston Aksi Ganda
3. Kompresor Piston Diagfragma
C. Kompresor yang dibagi atas dasar Konstruksinya.
Berdasarkan atas ini dibagi atas berbagai macam,
yaitu :
1. Berdasarkan Jumlah Tingkat Kompresi, yaitu:
Satu Tingkat, Dua Tingkat, dan banyak Tingkat.
2. Berdasarkan Langkah Kerja, yaitu: Kerja
Tunggal (Single Acting), Kerja Ganda (Double
Acting).
3. Berdasarkan Susunan Silinder, yaitu: Mendatar,
Tegak, BentukL, BentukV, BentukW, Bentuk
Bintang, Lawan Berimbang (Balance Oposed).
4. Berdasarkan Cara Pendingin, yaitu, Pendingin
Air, Pendingin Udara.
5. Berdasarkan Transmisi Penggerak, yaitu:
Langsung, SabukV, Roda Gigi.
6. Berdasarkan Penempatannya, yaitu: Permanen
(stationery), dapat dipindahkan (portable).
Page 6

7. Berdasarkan Cara Pelumasannya, yaitu:


Pelumas Minyak, Tanpa Minyak.
Secara umum kompresor dibagi menjadi dua jenis
yaitu dinamik dan perpindahan positif.
Pada laporan ini hanya akan dibahas mengenai
kompresor tegak. Kompresor tegak paling banyak
digunakan untuk mengkompresi baik udara maupun
gas. Prinsip kerjanya seperti pompa sepeda dengan
karakteristik dimana aliran keluar tetap hampir
konstan pada kisaran tekanan pengeluaran tertentu.
Juga kapasitas kompresor proporsional langsung
terhadap kecepatan. Keluarannya seperti denyutan.
Kompresor tegak merupakan aksi tunggal dimana
penekanan dilakukan hanya menggunakan satu sisi
dari piston. Kompresor yang bekerja menggunakan
dua sisi piston disebut sebagai aksi ganda.
Sebuah kompresor dianggap sebagai kompresor
satu tahap jika keseluruhan penekanan dilakukan
Page 7

menggunakan satu silinder atau beberapa silinder


yang pararel. Kompresor tegak merupakan salah satu
jenis kompresor torak. Dikatakan kompresor tegak
karena memiliki susunan silinder yang tegak.
Kompresor torak atau bolak-balik pada dasarnya
dibuat sehingga gerakan putar dari penggerak mula
diubah menjadi gerak bolak-balik. Gerakan ini
diperoleh dengan menggunakan poros engkol dan
batang penggerak yang menghasilkan gerak bolakbalik pada torak. Gerakan torak ini akan menghisap
udara ke dalam silinder dan memampatkannya.
Rumus Yang Terpakai
Daya kompresor:
Pcomp

=.g.H.Q

Dimana :
P = daya kompresor (watt)
Page 8

= massa jenis gas yang mengalir (kg/m3)


g = percepatan gravitasi bumi (9,81 m/s2)
H= head compressor (m)
Q= debit aliran volume (m3/s)

Menentukan Head:
H=

V2
2g

+z

Dimana :
P = tekanan statis (kgf/m2)
= berat jenis gas (kgf/m3)

v= kecepatan rata-rata
Page 9

g= percepatan gravitasi bumi (9,81 m/s2)


z= ketinggian (m)

Efisiensi kompresor :
c =

Pout
Pin

x 100 %

Dimana : Pout = daya yang dihasilkan (watt)


Pin = daya yang masuk (elektrik) (watt)
c =

Pcomp
We

x 100%

We = V x I
Dimana :
We = daya elektrical (watt)
V = tegangan listrik (volt)
I = arus listrik (ampere)

2.2 PRINSIP KERJA KOMPRESOR


Page 10

Mesin kompresor udara memiliki prinsip kerja


yang sudah terorganisir dengan baik. Prinsip kerja
kompresor merupakan satu kesatuan yang saling
mendukung, sehingga kompresor dapat bekerja
dengan maksimal. Prinsip kerja dari sebuah
kompresor biasanya terbagi menjadi empat prinsip
utama, yaitu:
1. Staging
Selama proses kerja kompresor, suhu dari mesin
kompresor menjadi tinggi dan meningkat sesuai
dengan tekanan yang terdapat dalam kompresor
tersebut. Sistim ini lebih dikenal dengan nama
polytopic compression. Jumlah tekanan yang terdapat
pada kompresor juga meningkat seiring dengan
peningkatan dari suhu kompresor itu sendiri.
Kompresor mempunyai kemampuan untuk
menurunkan suhu tekanan udara dan meningkatkan
efisiensi tekanan udara. Tekanan udara yang
dihasilkan oleh kompresor mampu mengendalikan
suhu dari kompresor untuk melanjutkan proses
berikutnya.
Page 11

2. Intercooling
Pengendali panas, atau yang lebih dikenal dengan
intercooler merupakan salah satu langkah penting
dalam proses kompresi udara. Intercooler
mempunyai fungsi untuk mendinginkan tekanan
udara yang terdapat dalam tabung kompresor,
sehingga mampu digunakan untuk keperluan lainya.
Suhu yang dimiliki oleh tekanan udara dalam
kompresor ini biasanya lebih tinggi jika
dibandingkan dengan suhu ruangan, dengan
perbedaan suhu berkisar antara 10Fahrenheit
(sekitar -12Celcius) sampai dengan 15Fahrenheit
(sekitar -9Celcius).
3. Compressor Displacement and Volumetric
Efficiency
Secara teori, kapasitas kompresor adalah sama
dengan jumlah tekanan udara yang dapat ditampung
oleh tabung penyimpanan kompresor. Kapasitas
sesungguhnya dari kompresor dapat mengalami
penurunan kapasitas.
Penurunan ini dapat diakibatkan oleh penurunan
tekanan pada intake, pemanasan dini pada udara yang
Page 12

masuk ke kompresor, kebocoran, dan ekspansi


volume udara. Sedangkan yang dimaksud dengan
volumetric efficiency adalah rasio antara kapasitas
kompresor dengan compressor displacement.

4. Specific Energy Consumption


Yang dimaksud dengan specific energy consumption
pada kompresor adalah tenaga yang digunakan oleh
kompresor untuk melakukan kompresi udara dalam
setiap unit kapasitas kompresor. Biasanya specific
energy consumption pada kompresor ini
dilambangkan dengan satuan bhp/100 cfm.

2.3 CARA KERJA KOMPRESOR


Torak memulai langkah kompresinya pada titik
(1) diagram P-V, kemudian bergerak ke kiri dan
udara dimampatkan hingga tekanan naik ke titik (2).
Pada titik ini tekanan dalam silinder mencapai harga
Page 13

tekanan Pd yang lebih tinggi daripada tekanan dalam


pipa keluar (tangki tekan) sehingga katup keluar pada
kepala silinder akan terbuka. Jika torak terus
bergerak ke kiri, udara akan didorong keluar silinder
pada tekanan tetap sebesar Pd. Di titik (3) torak
mencapai titik mati atas, yaitu titik akhir gerakan
torak pada langkah kompresi dan pengeluaran.

Page 14

3.

1.

2.
5.
Keterangan: :
1. Casing atas
2. casing
3. Crankshaft

III.

4. seal plate
5. Bolt and
muts

SPESIFIKASI KOMPONEN
Page 15

4
5

Tabel 3.1 Spesifikasi komponen kompresor tegak


N

Nama

Gambar

Fungsi

Komponen

Body

Melindungi

Chasing

bagian dalam
kompresor

Page 16

Valve

Membantu

Stopper

kerja pada
valve suction
dan
discharge,
karena T
yang tinggi
dan P yang
tinggi pula.
Membentuk
suatu susunan
dilengkapi air

Page 17

Connecting

Menghubung

Rod

kan gerakan
pada
crankshaft
menuju
piston

Piston

Untuk
mengkompre
si udara
dengan cara
menekan
fluida dan
untuk
menghisap
fluida udara

Page 18

Seal Plate

Selain
sebagai
tumpuan
poros engkol.
Seal plate
juga
berfungsi
sebagai
pengunci
antara
crankshaft
dengan body
chasing

Page 19

Seal

Untuk
pencegahan
terjadinya
kebocoran
fluida

Valve Plate

Sebagai
jalannya
masuk
(suction) dan
keluar
(discharge)
fluida akibat
dari gerak
piston / hisap
tekan
Page 20

Crank shaft

Merubah
gerak putar
menjadi
gerak bolakbalik

III.1

Peralatan yang dibutuhkan.


Berikut merupakan peralatan yang dibutuhkan
dalam bongkar pasang compressor, yaitu :
1. Kunci pas satu set
2. Kunci shock satu set
3. Palu lunak
4. Jangka sorong
5. Obeng positif
6. Obeng negatif
7. Kunci L satu set

IV.

LANGKAH PEMBONGKARAN
1) casing atas dibuka dengan kunci 12

Page 21

2) seal plate diambil diantara valve plate dan casing


atas, dimana pada valve plate terdapat valve
slopper
3) connecting rod yang berhubungan dengan
crankshaft dibuka dengan kunci L
4) pukul dengan palu lunak, seal plate yang
menempel pada body casing
5) crankshaft dikeluarkan dari body chasing

V. LANGKAH PEMASANGAN
1) crankshaft dipasang pada body chasing
2) seal plate dipasangkan pada crankshaft dengan
menggunakan palu lunak
3) piston dimasukkan pada body chasing
4) connecting rod dipasangkan dengan kunci L
5) seal dan valve plate dipasangkan dengan chasing
atas dengan kunci pas 12

Page 22

VI.

SPESIFIKASI KOMPONEN KOMPRESOR


TEGAK

SPESIFIKASI KOMPRESOR TEGAK


Tabel 6.1 Spesifikasi okmponen kompresor tegak
NO Komponen
1

Body

Chasing
Valve

Parameter
Fisik
Panjang
Lebar
Tinggi
Diameter

Ukuran
(mm)

Gambar

Alat
Ukur
Jangka

144,1
137.4
150.6
34,7

Sorong
Jangka

Slopper

Sorong

Page 23

Piston

Diameter

48

Jangka
Sorong

Connecting

Panjang

65

Jangka

Rod

Seal

Sorong

Panjang

50

Jangka

salah satu
6

Seal Plate

segi 8
ID
OD

Sorong
33
72

Jangka
Sorong

Page 24

Crankshaft

Panjang
Diameter

194.2
24

Jangka
Sorong

Valve Plate

Panjang

133.85

Jangka
Sorong

VII. REFERENSI
a. Anis, Mf. 2003. Petunjuk Praktikum Sistem
Penunjang Kapal. Lab Fluida PPNS ITS
b. Pedoman Efisiensi Energi Untuk Industri di Asia www.energyeffisiensy.org
c. elon2.blogspot.com/2010/06/komresor-definisikompresor-kompresor.html?m=1
d. laporan praktikum pompa dan kompresor
kelompok 3 D-IV Teknik Perpipaan 2012
Page 25

Page 26