Anda di halaman 1dari 19

PENGEMASAN BENIH

PRINSIP UMUM
SETELAH PENGOLAHAN BENIH SELESAI BENIH PERLU
DIKEMAS KE DALAM SUATU WADAH MENURUT
BOBOT TERTENTU DENGAN TUJUAN
MEMUDAHKAN PENGELOLAAN BENIH
MEMUDAHKAN TRANSPORTASI BENIH UNTUK PEMASARAN
MEMUDAHKAN PENYIMPANAN BENIH DENGAN KONDISI
YANG MEMADAI
MEMPERTAHANKAN VIABILITAS BENIH
MENGURANGI DERAAN CUACA
MEMPERTAHANKAN KADAR AIR BENIH

LANGKAH PENGEMASAN

PENGEMASAN BENIH BERDASARKAN


BOBOT TERTENTU
MENARUH LEAFLET (YANG BERKAITAN
DENGAN PRAKTEK BUDIDAYA YANG LEBIH
BAIK) KE DALAM WADAH/KEMASAN BENIH
MENARUH LABEL SERTIFIKAT
MENUTUP WADAH

PERTIMBANGAN DALAM PENGGUNAAN


WADAH

JUMLAH/BOBOT YANG DIKEHENDAKI


PERLINDUNGAN YANG DIKEHENDAKI
HARGA WADAH
NILAI BENIH
KADAR AIR AWAL SIMPAN
LAMA PENIMPANAN

LANGKAH-LANGKAH PENGEMASAN
BENIH

PABRIK PENGOLAHAN BENIH BIASANYA DILENGKAPI


DENGAN ALAT PENIMBANG-PENGEPAK (BAGGER-WEIGHER)
DENGAN LANG-KAH KERJA SEBAGAI BERIKUT:
WADAH KOSONG DIGANTUNG PADA MESIN MELALUI SUATU
ALAT PEMEGANG WADAH
BENIH MENGALIR KE DALAM WADAH
PADA SAAT BENIH MENGALIR KE DALAM WADAH MAKA
TIMBANGAN BERFUNGSI SECARA OTOMATIS SESUAI
DENGAN BOBOT YANG DIKEHENDAKI
WADAH YANG TELAH TERISI BENIH DENGAN BOBOT
TERTENTU DIPINDAHKAN DARI ALAT PENIMBANG-PENGEPAK

ALAT PENIMBANG-PENGEPAK DILENGKAPI DENGAN MESIN JAHIT

JENIS-JENIS WADAH
BERDASARKAN SIFAT POROSITASNYA WADAH BENIH
DAPAT DIBEDAKAN ATAS:
WADAH POROUS:
- WADAH YANG TERBUAT DARI KAPAS, JUTE,
KERTAS DSB
- WADAH TERSEBUT MAMPU MEMASUKKAN UDARA
KE DALAM WADAH ATAU MENGELUARKAN UDARA
KE LUAR WADAH
- WADAH INI MEMERLUKAN KONDISI TEMPAT
PENYIMPANAN YANG KERING, SEHINGGA DAPAT
MEMPERTAHANKAN KADAR AIR BENIH SEKITAR
12%
- WADAH INI SERING DIGUNAKAN UNTUK BENIH
SEREALIA

WADAH KEDAP TERHADAP KELEMBABAN


- WADAH YANG TERBUAT DARI POLIETILIN,
BAJA, KALENG, TIMAH, ALUMINIUM DSB
DENGAN KETEBALAN TERTENTU
- WADAH TERSEBUT MAMPU MENCEGAH
TERJADINYA PEMASUKAN ATAU PENGELUARAN KELEMBABAN
- KUALITAS BAHAN SUATU WADAH DINILAI
DENGAN RENTANG 0 (TERENDAH) SAMPAI
10 (TERTINGGI) MISALNYA:

KUALITAS BAHAN SUATU WADAH


DINILAI DENGAN RENTANG 0
(TERENDAH) SAMPAI 10 (TERTINGGI)

NILAI KEKEDAPAN POLIETILIN THDP:


UAP AIR
7
TRANSMISI GAS
3
AIR
10
MINYAK
5

NILAI KEKEDAPAN KRAFT PAPER THDP:


UAP AIR
0
TRANSMISI GAS 0
AIR
2
MINYAK
0

NILAI KEKEDAPAN POLYVINYL CHLORIDE


THDP:
UAP AIR
2
TRANSMISI GAS
5
AIR 10
MINYAK 8

NILAI KEKEDAPAN POLYVINILCHLORIDE RESISTANCE


AGAINST:
UAP AIR
2
TRANSMISI GAS
5
AIR 10
MINYAK
8

NILAI KEKEDAPAN ALLUMINIUM FOIL (9)


UAP AIR
10
TRANSMISI GAS
10
AIR 10
MINYAK 10

WADAH KEDAP SANGAT PENTING UNTUK


PENYIMPANAN BENIH DI SUATU WILAYAH
YANG TINGKAT KELEMBABAN NISBI
UDARANYA TERGOLONG TINGGI DAN
FASILITAS PENYIMPANANNYA TIDAK MEMADAI

HARGA WADAH KEDAP INI RELATIF LEBIH


TINGGI DIBANDINGKAN DENGAN WADAH
POROUS
PENGARUH BAHAN PENGEPAKAN YANG
BERBEDA TERHADAP KADAR AIR BENIH
RED FESCUE YANG MENJALAR

PACKAGING MATERIALS ON THE MOISTURE


CONTENT OF CREEPING RED FESCUE SEED

JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT INI


DAPATKAH ANDA JELASKAN APA MAKSUD DARI
PENGEPAKAN BENIH?
DAPATKAH ANDA JELASKAN LANGKAH-LANGKAH
PENGEPAKAN BILA ALAT PENGEPAK-PENIMBANG
DITERAPKAN?
DAPATKAH ANDA JELASKAN MENGAPA WADAH POROUS
TIDAK EFEKTIF UNTUK MEMPERTAHANKAN KADAR AIR
BENIH DI DAERAH YANG RH-NYA TINGGI?
DI ANTARA WADAH YANG TAHAN LEMBAB, WADAH
POLIETILIN DIPANDANG SEBAGAI PILIHAN YANG PALING
MENARIK . MENGAPA?
DAPATKAH ANDA MENJELASKAN MENGAPA BENIH YANG
AKAN DISIMPAN DI DALAM WADAH TERTUTUP RAPAT
HARUS MEMILIKI KADAR AIR SEKITAR 8% ATAU LEBIH
RENDAH?

ALAT PENGEMAS BENIH

BAHAN PENGEMAS BENIH

KEGIATAN PENGEMASAN

BENIH YANG SUDAH DIKEMAS

PENYIMPANAN BENIH YANG SUDAH DIKEMAS