Anda di halaman 1dari 11

KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN

PENYAJIAN
LAPORAN KEUANGAN SYARIAH
(AKUNTANSI SYARIAH)

DOSEN : DRS. EC. H. MUSLIMIN, M.Si

KELAS : A
OLEH KELOMPOK V :

YUDHI BASKOCO
10130100
RIZKY BRIANTA
1013010066
MUALLA MUFARRISTI
1013010083
BELLA RISTIANI
1013010084
ARIEF HIDAYATULLAH KHAMAINY
1013010184

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
VETERANJAWA TIMUR

SURABAYA

2012
Proses akuntansi, yang dimulai dari identifikasi kejadian dan
transaksi hingga penyajian dalam laporan keuangan, memerlukan sebuah
kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Kerangka
dasar atau kerangka konseptual akuntansi, adalah suatu sistem yang
melekat dengan tujuan-tujuan serta sifat dasar yang mengarah pada
standar yang konsisten dan terdiri atas sifat, fungsi dan batasan dari
akuntansi keuangan dan laporan keuangan.
Telah banyak peneliti di bidang akuntansi, baik muslim maupun
nonmuslim yang menelaah teori maupun penelitian tentang tujuan
maupun kerangka dasar atas laporan keuangan syariah. Misalnya, AAOIFI
(Accountitng and Auditing Organization for Islamic Financial Institution),
sebagai organisasi yang mengembangkan akuntansi dan auditing bagi
lembaga

keuangan

syariah

di

tingkat

dunia,

telah

mengeluarkan

pernyataan akuntansi No.1 dan No.2 tentang tujuan akuntansi keuangan


dan konsep akuntansi keuangan untuk bank dan lembaga keuangan
syariah. Sementara itu, Dewan Standar Akuntansi Indonesia (DSAK)
menyusun PSAK syariah tentang kerangka dasar penyusunan dan
penyajian laporan keuangan syariah.
Tujuan Kerangka Dasar
Tujuan kerangka dasar ini adalah untuk digunakan sebagai acuan
bagi:
1. Penyusun standar akuntansi keuangan syariah, dalam pelaksanaan
tugasnya.
2. Penyusun laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi
syariah yang belum diatur dalam standar akuntansi keuangan syariah.
3. Auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan
keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi syariah yang
berlaku umum.
4. Para pemakai laporan keuangan, dalam menafsirkan informasi yang
disajikan dalam laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar
akuntansi keuangan syariah.

Pemakai dan Kebutuhan Informasi


Pemakai laporan keuangan meliputi :
1. Investor sekarang dan investor potensial.
2. Pemilik dana qardh.
3. Pemilik dana syirkah temporer.
4. Pemilik dana titipan.
5. Pembayar dan penerima zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
6. Pengawas syariah.
7. Karyawan.
8. Pemasok dan mitra usaha lainnya.
9. Pelanggan.
10. Pemerintah serta lembaga-lembaganya.
11. Masyarakat.
Paradigma Transaksi Syariah
Transaksi syariah didasarkan pada paradigm dasar bahwa alam
semesta diciptakan oleh Tuhan sebagai amanah dan sarana kebahagiaan
hidup bagi seluruh umat manusia untuk mencapai kesejahteraan hakiki
secara material dan spiritual. Substansinya adalah bahwa setiap aktivitas
umat manusia memiliki akuntabilitas dan nilai illahiah yang menempatkan
perangkat syariah dan akhlak sebagai parameter baik dan buruk, benar
dan salahnya aktivitas usaha. Dengan cara ini, akan terbentuk integritas
yang akhirnya akan membentuk karakter tata kelola yang baik dan displin
pasar yang baik.
Asas Transaksi Syariah
Transaksi syariah berasaskan pada prinsip :
1. Persaudaraan

(ukhuwah),

yang

berarti

bahwa

transaksi

syariah

menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam memperoleh manfaat,


sehingga seseorang tidak boleh mendapatkan keuntungan di atas
kerugian orang lain.
2. Keadilan (adalah), yang berarti selalu menempatkan sesuatu hanya
pada yang berhak dan sesuai dengan posisinya.
3. Kemaslahatan (maslahah), yaitu segala bentuk kebaikan dan manfaat
berdimensi duniawi dan ukhrawi, material dan spiritual, serta individual
dan kolektif.

4. Keseimbangan (tawazun), yaitu keseimbangan antara aspek material


dan spiritual, antara aspek privat dan publik, antara sektor keuangan
dan sektor riil, antara bisnis dan sosial serta antara aspek pemanfaatan
serta pelestarian.
5. Universalisme (syumuliah), dimana esensinya dapat dilakukan oleh,
dengan

dan

untuk

semua

membedakan

suku,

agama,

pihak
ras,

yang
dan

berkepentingan

golongan

sesuai

tanpa
dengan

semangat kerahmatan semesta.


Karakteristik Transaksi Syariah
Impelementasi transaksi yang sesuia dengan paradigma dan atas
transaksi syariah harus memenuhi karakteristik dan persyaratan antara
lain :
1. Transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling paham dan saling
rida.
2. Prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang objeknya halal dan
baik (thayib).
3. Uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan pengukur nilai,
bukan sebagai komoditas.
4. Tidak mengandung unsur riba.
5. Tidak mengandung unsur kezaliman.
6. Tidak mengandung unsur maysir.
7. Tidak mengandung unsur gharar.
8. Tidak mengandung unsur haram.
9. Tidak menganut prinsip nilai waktu dari nilai uang.
10. Transaksi dilakukan berdasarkan suatu perjanjian yang jelas dan
benar serta untuk keuntungan semua pihak tanpa merugikan pihak
lain.
11. Tidak ada distorasi harga melalui rekayasa permintaan, maupun
melalui rekayasa penawaran.
12. Tidak mengandung unsur kolusi dengan suap-menyuap.
Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan

utama

laporan

keuangan

adalah

untuk

menyediakan

informasi, menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi


keuangan suatu entitas syariah yang bermanfaat bagi sejumlah besar
pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Beberapa tujuan
lainnya adalah :

1. Meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua


transaksi dan kegiatan usaha.
2. Informasi kepatuhan entitas syariah terhadap prinsip syariah, serta
informasi asset, kewajiban, pendapatan dan beban yang tidak sesuai
dengan prinsip syariah bila ada dan bagaimana perolehan dan
penggunaannya.
3. Informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab
entitas

syariah

terhadap

amanah

dalam

mengamankan

dana,

menginvestasikannya pada tingkat keuntungan yang layak.


4. Informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh
penanam modal dan pemilik dana syirkah temporer.
Bentuk Laporan Keuangan
Laporan keuangan entitas syariah terdiri atas :
1. Posisi keuangan entitas syariah, disajikan sebagai neraca. Laporan ini
menyajikan informasi tentang sumber daya yang dikendalikan, struktur
keuangan, likuidasi dan solvabilitas serta kemampuan beradaptasi
terhadap

perubahan

lingkungan.

Laporan

ini

berguna

untuk

memprediksi kemampuan perusahaan di masa yang akan dating.


2. Informasi kinerja entitas syariah, disajikan dalam laporan laba rugi.
Laporan ini diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya
ekonomi yang mungkin dikendalikan di masa depan.
3. Informasi perubahan posisi keuangan entitas syariah, yang dapat
disusun berdasarkan definisi dana seperti seluruh sumber daya
keuangan, modal kerja, aset likuid atau kas. Kerangka ini tidak
mendefinisikan dana secara spesifik. Akan tetapi, melalui laporan ini
dapat diketahui aktivitas investasi, pendanaan dan operasi selama
periode pelaporan.
4. Informasi lain, seperti laporan penjelasan tentang pemenuhan fungsi
sosial entitas syariah. Merupakan informasi yang tidak diatur secara
khusus tetapi relevan bagi pengambilan keputusan sebagian besar
pengguna laporan keuangan.
5. Catatan dan skedul tambahan, merupakan penampung dari informasi
tambahan yang relevan termasuk pengungkapan tentang resiko dan
ketidakpastian yang memengaruhi entitas. Informasi tentang segmen

industri dan geografi serta pengaruh perubahan harga terhadap entitas


juga dapat disajikan.
Asumsi Dasar
1. Dasar akrual
Laporan keuangan disajikan atas dasar akrual, maksudnya bahwa
pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (dan
bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan
diuangkapkan dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan
keuangan pada periode yang bersangkutan.
2. Kelangsungan usaha
Laporan keuangan biasanya disusun atas dasar asumsi kelangsungan
usaha entitas syariah yang akan melanjutkan usahanya di masa depan.
Oleh karena itu, entitas syariah diasumsikan tidak bermaksud atau
berkeinginan melikuidasi atau mengurangi secara material skala
usahanya. Jika maksud atau keinginan tersebut timbul, laporan
keuangan mungkin harus disusun dengan dasar yang berbeda dan
dasar yang digunakan harus diuangkapkan.
Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Karakteristik

kualitatif

merupakan

cirri

khas

yang

membuat

informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat


karakteristik kualitatif pokok, yaitu : dapat dipahami, relevan, keandalan,
dan dapat diperbandingkan.
Unsur-unsur Laporan Keuangan
Sesuai karakteristik, laporan keuangan entitas syariah, antara lain
meliputi :
1. Komponen laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan komersial
yang terdiri atas laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan
arus kas, serta laporan perubahan entitas.
2. Komponen laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan sosial,
meliputi laporan sumber dan penggunaan dana zakat serta laporan
sumber dan penggunaan dana kebajikan.

3. Komponen laporan keuangan lainnya yang mencerminkan kegiatan dan


tanggung jawab khusus entitas syariah tersebut.
Pengukuran Unsur Laporan Keuangan
Sejumlah dasar pengukuran yang berbeda digunakan dalam derajat
dan kombinasi yang berbeda dalam laporan keuangan. Berbagai dasar
pengukuran tersebut adalah sebagai berikut :
1. Biaya historis (historical cost)
Aset dicatat sebesar pengeluaran kas (atau setara kas) yang dibayar
atau sebesar nilai wajar dari imbalan (consideration) yang diberikan
untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan.
2. Biaya kini (current cost)
Aset dinilai dalam jumlah kas (atau setara kas) yang seharusnya
dibayar bila aset yang sama atau setara aset diperoleh sekarang.
3. Nilai realisasi/penyalesaian (realizable/settlement value)
Aset dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang dapat
diperoleh sekarang dengan menjual aset dalam pelepasan normal
(orderly disposal).
Laporan Keuangan Bank Syariah (PSAK 101)
Laporan keuangan bank syariah yang lengkap terdiri atas :
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)

Neraca;
Laporan Laba Rugi;
Laporan Arus Kas;
Laporan Perubahan Ekuitas;
Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat;
Laporan Rekonsiliasi Pendapatan dan Bagi Hasil;
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat;
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan;
Catatan atas Laporan Keuangan.

Ilustrasi 1
PT. Bank Syariah X
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Per 31 Desember 20X1
Aset

Kas
xxx
Penempatan pada Bank Indonesia
xxx
Giro pada bank lain
Penempatan pada bank lain
xxx
Investasi pada efek/surat berharga
xxx
Piutang :
Murabahah
Salam
Istishna
Ijarah
Jumlah Piutang
xxx
Pembiayaan :
Mudharabah
Musyarakah
Jumlah Pembiayaan
xxx

xxx

xxx
xxx
xxx
xxx

xxx
xxx

Persediaan
xxx
Tagihan dan kewajiban akseptasi
xxx
Aset ijarah
xxx
Aset istishna dalam penyelesaian
xxx
Penyertaan pada entitas lain
xxx
Aset tetap dan akumulasi penyusutan
xxx
Aset lainnya
xxx
Jumlah Aset
xxx
Kewajiban
Kewajiban segera
xxx
Bagi hasil yang belum dibagikan
xxx
Simpanan
xxx
Simpanan dari bank lain
xxx
Hutang :
Salam
Istishna
Jumlah Utang
xxx

xxx
xxx

Kewajiban kepada bank lain


xxx
Pembiayaan yang diterima
xxx
Hutang pajak
xxx
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi
xxx
Pinjaman yang diterima
xxx
Kewajiban lainnya
xxx
Pinjaman subordinasi
xxx
Jumlah Kewajiban
xxx
Dana Syirkah Temporer
Dana syirkah temporer dari bukan bank :
Tabungan mudharabah
xxx
Deposito mudharabah
xxx
Jumlah dana syirkah temporer bukan bank
xxx
Dana syirkah temporer dari bank :
Tabungan mudharabah
xxx
Deposito mudharabah
xxx
Jumlah dana syirkah temporer
xxx
Musyarakah
xxx
Jumlah Ekuitas
xxx
Jumlah Kewajiban, Dana syirkah Temporer dan ekuitas
xxx

Ilistrasi 2
PT. Bank Syariah X
Laporan Laba Rugi
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 20X1
Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib
Pendapatan dari jual beli :
Pendapatan marjin murabahah
xxx

Pendapatan bersih salam paralel


xxx
Pendapatan bersih istishna paralel
xxx
Jumlah pendapatan dari jual beli
xxx
Pendapatan dari sewa :
Pendapatan bersih ijarah
xxx
Pendapatan dari bagi hasil :
Pendapatan bagi hasil mudharabah
xxx
Pendapatan bagi hasil musyarakah
xxx
Jumlah pendapatan dari bagi hasil
xxx
Pendapatan usaha utama lainnya
xxx
Jumlah Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib
xxx
Hak pihak ketiga atas bagi hasil
(xxx)
Hak bagi hasil milik bank
xxx
Pendapatan usaha lainnya
Pendapatan imbalan jasa perbankan
xxx
Pendapatan imbalan investasi terikat
xxx
Jumlah pendapatan usaha lainnya
xxx
Beban usaha
Beban kepegawaian
(xxx)
Beban administrasi
Beban penyusutan dan amortisasi
(xxx)
Beban usaha lainnya
(xxx)
Jumlah beban usaha
(xxx)
Laba / rugi usaha
xxx
Pendapatan dan beban nonusaha
Pendapatan nonusaha
xxx
Beban nonusaha
Jumlah pendapatan dan beban nonusaha
xxx
Laba / rugi sebelum pajak
xxx

(xxx)

(xxx)

Beban pajak
(xxx)
Laba / rugi Neto Periode Berjalan
xxx

Ilustrasi 3
PT. Bank Syariah X
Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat
Untuk Periode yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 20X1
Saldo awal
Jumlah unit investasi awal periode
Nilai per unit investasi
Penerimaan dana
Penarikan dana
Keuntungan / kerugian investasi
Biaya administrasi
Imbalan bank sebagai agen investasi