Anda di halaman 1dari 2

Pembesaran hati pada umumnya dapat ditemukan pada permulaan

penyakit, bervariasi dari hanya sekedar dapat diraba (just palpable) sampai 2-4cm
dibawah lengkungan iga kanan. Proses pembesaran hati, dari tidak teraba menjadi
teraba dapat meramalkan perjalanan penyakit DBD.

d.

Syok
Pada kasus ringan dan sedang, semua tanda dan gejala klinis menghilang

setelah demam turun. Demam turun disertai keluarnya keringat, perubahan pada
denyut nadi dan tekanan darah, ujung ekstremitas terasa dingin, disertai dengan
kongesti kulit. Perubahan ini memperlihatkan gejala gangguan sirkulasi sebagai
akibat dari perembesan plasma yang dapat bersifat ringan atau sementara (Depkes
RI, 2001).

2.1.5. Penatalaksaan
Setiap pasien yang diduga menderita demam dengue (DD) atau demam
berdarah dengue (DBD) sebaiknya dirawat di tempat terpisah dengan pasien
penyakit lain, yakni pada kamar yang bebas nyamuk (diberi kelambu)
(Hendarwanto, 2001). Pengobatan DBD bersifat suportif. Tatalaksana didasarkan
atas adanya perubahan fisiologi berupa perembesan plasma dan perdarahan
(Depkes RI, 2001).
Penatalaksanaan yang dapat dilakukan keluarga jika ada salah satu atau
lebih anggota keluarganya diduga terkena DD atau DBD yakni memberi minum
sebanyak-banyaknya dengan air yang sudah dimasak seperti air susu, teh, atau
oralit. Untuk menurunkan demam, beri kompres air dingin atau air es dan berikan
obat penurun panas (misalnya parasetamol) dengan dosis untuk anak-anak
sebanyak 10-20 mg/Kg berat badan dalam 1 hari dan untuk dewasa 3x1 tablet tiap
hari. Setelah itu jangan lupa dibawa segera ke dokter atau petugas puskesmas
pembantu atau bidan desa atau perawat atau ke Puskesmas/Rumah Sakit terdekat
(Depkes RI, 1995).

2.1.6. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan DBD


Dina Marini : Gambaran Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Mengenai DBD Pada Keluarga Di Kelurahan
Padang Bulan Tahun 2009, 2010.