Anda di halaman 1dari 12

Formulasi Salep (Asam

Salisilat)
AFZALUL ZIKRI

I. Formulasi
R/ Salep Asam Salisilat
II. Rancangan Formula
Nama produk: Verty Salep
Jumlah produk : 10 pot @10 g
Tanggal pembuatan : 1 Juni 2014
Tanggal Produksi :
No. Registrasi : DBL 1496392230 D1
No. Batch
: 143002
Komposisi
Tiap 10 g salep mengandung :
Asam salisilat 200 mg
Sulfur 400 mg
Mentol 0,05 %
Propilen Glikol 15 %
BHT 0,1 %
Vaselin Kuning ad 10 g

III. Master Formula


Di produksi
oleh

Tanggal
formula

PT. Nusa Farma

1 Juni 2014

Tanggal
produksi

Dibuat oleh

Disetujui oleh

Ayu Lestari
Nusa

Indah Indriyani
M

Kode bahan

Nama
bahan

Kegunaan

Perdosis

Perbatch

AS

Asam salisilat

Zat aktif

0,2 g

2g

SL

Sulfur

Zat aktif

0,4 g

4g

PG

Propilen
glikol

Pengawet

0,05 g

0,5 g

Mn

Mentol

Pengaroma

1,5 g

15 g

BHT

Butylated
Hydroxytolue
ne

Antioksidant

0,1 g

1g

VK

Vaselin
Kuning

Basis salep

Ad 7,75 g

Ad 77,5 g

Alasan pembuatan produk


salep adalah sediaan berupa massa lembek
yang mudah dioleskan umumnya berlemak dan
mengandung obat, digunakan sebagai obat luar
untuk melemaskan kulit, tidak berbau tengik.
Salep umumnya dibuat dengan melarutkan atau
mensuspensikan bahan obat ke dalam salep dasar.
asam salisilat, asam organis ini berkhasiat
fungisid terhadap banyak fungi pada konsentrasi
3-6% dalam salep. Asam salisilat banyak
digunakan dalam sediaan obat luar terhadap
infeksi jamur ringan.

Alasan penambahan bahan


1. Asam salisilat
asam salisilat berkhasiat bakteriostatis lemah dan
berdaya keratolitis, yaitu dapat melarutkan lapisan
kulit tanduk pada konsentrasi 5-10%. Asam salisilat
bersifat fungistatik dimana dapat dikombinasi dengan
asam benzoat maupun sulfur untuk penyakit iritasi
kulit.
2. Sulfur
sulfur digunakan dalam aplikasi topikal untuk kulit
yang iritasi da dermatitis. Sulfur biasa dibuat dalam
sediaan lotion, krim , salep, dan seringkali
dikombinasikan dengan beberapa zat aktif lainnya.

3. Vaselin kuning
vaselin
merupakan
bahan-bahan
yang
mampu
menghaluskan dan melemaskan kulit, bahan ini juga dipakai
sebagai basis salep tergolong basis hidrokarbon.
4. Mentol
mentol sebagai flavoring agent ataupun pengaroma
ketika diaplikasikan ke kulit dapat mengurangi rasa gatal,
memberikan rasa dingin.
5. Propilen glikol
selain sebagai cosolvent, humectan,propilen glikol dalam
sediaan semipadat dapat digunaknan sebagai antimicrobial
preservative dengan konsentrasi antara 15 30%.
6. BHT
BHT digunakan sebagai antioksidan yang dapat
mencegah terjadinya reaksi oksidasi khususnya sediaan
yang mengandung minyak maupun berbasis lemak.

Uraian bahan
1. asam salisilat
Asam Salisilat (Dirjen POM 1979 : 56)
Nama Resmi : ACIDUM SALICYLICUM
Nama Lain : Asam salisilat
Berat molekul : 138,12
Rumus molekul : C7H6O3
Pemerian : Hablur ringan tidak berwarna atau serbuk berwarna
putih, hampir tidak berbau , rasa agak manis dan tajam
Kelarutan : Larut dalam 550 bagian air dan dalam 4 bagian etanol
(95%)P. Mudah larut dalam kloroform P, dan dalam eter
P ; larut dalam
larutan amonium asetat P, dinatrium hidrogenfosfat, kalium sitrat P,
dan natrium sitrat P
Kegunaan : Zat aktif
Range : Dikombinasikan dengan sulfur sebanyak 2%
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

2. Belerang (Dirjen POM 1979 : 591)


Nama Resmi : SULFUR PRECIPITATUM
Nama Lain : Belerang endap, sulfur
Berat Molekul
: 32,06
Pemerian
: Tidak berbau , tidak berasa, mikroskopik partikel
hampir bulat berkelompok, amorf,
Kelarutan
: Praktis tidak larut dalam air, sangat mudah larut
dalam karbonsulfida, sukar larut dalam minyak
zaitun P, sangat sukar larut dalam etanol (95%)P
Kegunaan
: Zat aktif
Range : 2%-10% sebagai pencegah dan pengobatan jerawat
Indikasi : Pengobatan topikal acne vulgaris, karena berkhasiat
bakteriasid dan fungisid lemah
Farmakokinetik : Pemakaian sulfur secara topikal terpenetrasi
kedalam
kulit dan mencapai epidermis dalam waktu 2 jam
Efek Samping
: Dermatitis, reaksi alergi, iritasi setelah
pemakaian
berulang-ulang
Penyimpanan
: Dalam wadah tertutup baik

3. Menthol
Nama Resmi : MENTHOLUM
Nama Lain : Menthol, heksahidroksinol, 2-isopropil methilchlohexanol
Rumus Molekul : C10H20O
Berat Molekul : 156,27
Kegunaan : Pengaroma dingin
Pemerian : Hablur berbentuk jarum atau prisma; tidak berwarna,
bau tajam, seperti minyak permen, rasa panas, diikuti rasa dingin
aromatik
Kelarutan : Sukar larut dalam air, sangat mudah larut dalam etanol,
(95%)P, dalam kloroform P, mudah larut dalam paraffin cair P dan
dalam minyak atsiri
Range : Topical formulation 0.05%
Stabilitas : Formulas yang mengandung menthol 1% w/w dalam
krim cair, dapat stabil dalam lebih dari 18 bulan dan
disimpan
dalam tempat sejuk
Inkompabilitas : Butilkloralhidrat, camphor, kloralhidrat, kromium
trioksida, pottasium, potasium permanganat, thymol
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik ditempat yang sejuk.

BHT
Nama resmi : BUTYLATE HYDROXYTOLUENE
Nama lain : butilate hydroxytoluen
RM/BM : C15H24O / 220,35
Pemerian : hablur padat, putih bau khas
Kelarutan : tidak larut dalam air dan dalam
propilen glikol, mudah larut dalam
etanol, dalam kloroform, dan dalam
eter
Inkompabilitas : tidak bercampur dengan
kalium permanganat

Perhitungan
1. Perdosis
Asam salisilat 200 mg
= 0,2 g
sulfur
400 mg
= 0,4 g
mentol 0,05 %
= 0,05 g
propilen glikol15 % = 1,5 g
BHT 01 % = 0,1 g
Vaselin kuning = 10 (0,2 + 0,4 + 0,05 + 1,5 + 0,1)
= 10 2,25 = 7,75 g
2. Perbatch
Asam salisilat 0,2 g x 10 = 2 g
Sulfur 0,4 g x 10 = 4 g
Mentol 0,05g x 10 = 0,5 g
Propilen glikol 1,5 g x 10 = 15 g
BHT 0,1 g x 10 = 1 g
Vaselin kuning 7,75 g x 10 = 77,5 g

Cara kerja
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Disiapkan alat dan bahan


ditimbang semua bahan
asam salisilat bersama mentol digerus di lumpang
dilelehkan vaselin kuning
dimasukkan sebagian ke mortir yang berisi asam
salisilat bersama mentol, gerus sampai homogen
ditambahkan sulfur, lalu dihomogenkan
Dimasukkan sisa vaselin kuning, lalu homogenkan
ditambahkan propilen glikol, dan BHT, digerus hingga
homogen
Dimasukkan ke dalam wadah, beri etiket ,wadah dan
brosur.