Anda di halaman 1dari 3

Centrifuge

Centrifuge adalah alat untuk memutar sampel pada kecepatan tinggi, memaksa
partikel yang lebih berat terkumpul ke dasar tabung centrifuge. Pemakaian
centrifuge yang paling sering adalah untuk pemisahan komponen sel darah dari
cairannya sehingga cairannya bisa dipakai untuk pemeriksaan. Centrifuge,
umumnya digerakkan oleh motor listrik (beberapa model lama yang berputar
dengan tangan), yang menempatkan obyek di rotasi di sekitar sumbu tetap,
menerapkan kekuatan untuk tegak lurus sumbu.
Motor DC
Motor DC adalah piranti elektronik yang mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik berupa gerak rotasi. Keuntungan utama motor DC adalah sebagai
pengendali kecepatan, yang tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor ini
dapat dikendalikan dengan mengatur tegangan rotor dan arus medan. Pada
tegangan rotor, apabila tegangan rotor meningkat maka akan meningkatkan
kecepatan, sedangkan pada arus medan apabila arus medan menurun maka akan
meningkatkan kecepatan.

GambarBagan mekanisme kerja motor DC


https://fahmizaleeits.wordpress.com/tag/motor-dc-adalah/

Pada motor DC, daerah kumparan medan yang dialiri arus listrik akan
menghasilkan medan magnet yang melingkupi kumparan jangkar dengan arah
tertentu. Konversi dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun
sebaliknya berlangsung melalui medan magnet, dengan demikian medan magnet
disini selain berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan energi, sekaligus sebagai
tempat berlangsungnya proses perubahan energi.
Putra, DestaAran. 2015. Penerapan KontrolerSelf Tuning parameter PI
dengan Metode Logika Fuzzy pada Mobile Robot. Skripsi. Malang:
Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya.
Thermoelektrik

Teknologi termoelektrik bekerja dengan mengonversi energi panas


menjadi listrik secara langsung (generator termoelektrik), atau sebaliknya, dari
listrik menghasilkan dingin (pendingin termoelektrik). Untuk menghasilkan
listrik, material termoelektrik cukup diletakkan sedemikian rupa dalam rangkaian
yang menghubungkan sumber panas dan dingin. Dari rangkaian itu akan
dihasilkan sejumlah listrik sesuai dengan jenis bahan yang dipakai (Edi, 2004).

Gambar. Struktur Thermoelktrik


http://www.tellurex.com

Elektroforesis
Elektroforesis adalah teknik pemisahan suatu partikel/ spesies/ ion atau partikel
koloid berdasarkan kemampuan berpindah melalui medium konduktif, biasanya
berupa larutan bufer, sebagai respon adanya suatu medan listrik (Harvey 2000).
Secara teknis, elektroforesis merupakan istilah yang diberikan untuk migrasi
partikel yang bermuatan akibat diberikan arus listrik searah atau DC (Direct
Current). Umumnya teknik dari cikal- bakal elektroforesis digunakan untuk
menentukan muatan dari suatu koloid (Patnaik 2004). Teknik elektroforesis
ditentukan oleh ciri molekular ionik dan adanya muatan sebagai sifat fisik. Arah
dan laju pergerakan tergantung pada spot dan intensitas muatan ionik (Rouessac
2007). Buferelektroda digunakan untuk konduktor arus dengan menjadi jembatan
konduksi diantara dua elektroda sehingga memungkinkan terjadinya aliran medan
listrik (Skoog 2002). Teknik ini dapat digunakan dengan memanfaatkan muatan
listrik yang ada pada makromolekul misalnya DNA yang bermuatan negatif. Jika
molekul yang bermuatan negatif dilewatkan melalui suatu medium, kemudian
dialiri arus listrik dari suatu kutub ke kutub yang berlawanan muatannya maka
molekul tersebut akan bergerak dari kutub negatif ke kutub positif. Kecepatan
gerak molekul tersebut tergantung pada nisbah muatan terhadap massanya serta
tergantung pula pada bentuk molekulnya.

Elektroda
Elektroda adalah konduktor yang dilalui arus listrik dari satu media ke yang lain,
biasanya dari sumber listrik ke perangkat atau bahan. Elektroda dapat mengambil
beberapa bentuk yang berbeda, termasuk kawat, piring, atau tongkat, dan yang
paling sering terbuat dari logam, seperti tembaga, perak, timah, atau seng, tetapi
juga dapat dibuat dari bahan konduktor listrik non-logam, seperti grafit. Elektroda
yang digunakan dalam pengelasan, listrik, baterai, obat-obatan, dan industri untuk
proses yang melibatkan elektrolisis.Dalam kasus arus searah(DC), elektroda
datang berpasangan, dan dikenal sebagai anoda dan katodakatoda didefinisikan
sebagai elektroda dari mana arus meninggalkan, dan anoda sebagai titik di mana
ia kembali
(Agnesia, 2015).