Anda di halaman 1dari 61

KFA 2 Farmasi UNJANI

Titrasi Asam Basa

Tursino, M.Si., Apt.

Pendahuluan
Titrasi Asam Basa :
Metode Analisis Volumetrik kuantitatif
Larutan standar asam/basa (titran) ditambahkan melalui
buret ke dalam larutan sampel basa / asam (titrat) yang
mengandung indikator Alkalimetri dan Asidimetri
Titrasi Asam Basa :
Reaksi
Titran
Titrat
Deteksi TAT
HCl

NaOH NaCl + H2O

+ Indicator

Titrasi Asam Basa

Reaksi : Netralisasi
H+ + OH- H2O

Titran : Larutan standar asam/basa yg diketahui


konsentrasinya standarisasi larutan larutan
volumetrik (LV)

Titrat : Larutan sampel mengandung analit (asam/basa)


yang akan ditentukan kadarnya.

Deteksi TAT : indikator asam basa / potensiometri.

Konsep Asam Basa

Apakah senyawa berikut asam/basa ?


NaOH
HCl
H2SO4
AlCl3
BF3
NH3
Fenol
Amida
Anilin

Asam Kuat vs Asam Lemah ?

Asam Kuat - terdisosiasi sempurna 100% menjadi


ion-ion penyusunnya
Asam Lemah terdisosiasi tidak sempurna, <
100 %.
Ukuran kekuatan asam Ka : tetapan
kesetimbangan asam tetapan disosiasi asam.
+
AHA <==> H+
Ka = [H+] [A-]/[HA]

Makin besar Ka, asam ?


Asam Kuat, Ka?

Soal :

Suatu asam HA terdisosiasi dalam air


sebesar 20%, berapa Ka asam tersebut?

Jika asam asetat mempunya Ka = 10-5,


berapa % asam asetat yg terdisosiasi?

Ka, pH, pOH, Kb, Kw

pH = -log [H+]
pOH = ?
Ka = ?
Kb = ?
Kw = 10-14

Hitung pH larutan berikut :


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Larutan NaOH 0,005 M


Larutan HCl 0,025 M
Larutan KOH 0,001M
HCOOH 0,01 M (Ka = 1,8 X 10-4)
Larutan H2SO4 0,002M
0.001 M larutan NH4OH (Kb = 10 5)

Larutan Dapar
Larutan yang jika ditambahkan sedikit
asam/basa kedalamnya akan tetap
mempertahankan pH larutan tersebut.
Larutan dapar biasanya mengandung:
Asam lemah-basa konjugat (garam)
Basa lemah-asam konjugat (garam)
Cara pembuatan larutan dapar ?
Perhitungan pH larutan dapar ?
Manfaat adanya larutan dapar?

Hitung pH larutan dapar berikut :

Hitung pH dapar larutan 500 ml yang


mengandung 0,08 M NH4Cl dan 0,08 M
NH4OH !

Hitung pH campuran Suatu larutan yang


volumenya 900 ml berisi campuran 0,1 M
larutan NH3 dan 0,1 M larutan NH4Cl,
jika Kb. NH3 = 2. 10-5

Tugas : Kapasitas Dapar ?

Reaksi Netralisasi
H+ + OH- H2O K?
Syarat reaksi untuk titrasi :
1. Stoikiometri diketahui dan tetap.
2. Arah reaksi diketahui.
3. Kesetimbangan harus cepat.
4. Tidak ada reaksi samping.
5. Galat pada akhir titrasi sekecil mungkin.
Bagaimana dengan reaksi netralisasi ?

Satuan Konsentrasi Larutan Reaksi


Netralisasi
Molaritas
Normalitas
% b/v
% b/b
bpj
Titer
dll
Ingat dan pahami kembali !!!

Hitung konsentrasi HA dalam


berbagai satuan dari soal berikut :

50,0 ml larutan HA (BM 100) bereaksi


dengan 100,0 ml NaOH 0,1 M. Hitung
konsentrasi HA dalam larutan tersebut :
a. Molar HA
b. Normal HA
c. % b/v HA
d. bpj HA
e. Titer untuk HA, jika NaOH adalah
titran dan HA analit.

What is the concentration of HCl if 30.0 mL of 0.10 M NaOH


neutralizes 50.0mL HCl?
NaOH + HCl H2O

NaCl

A 43.0 mL of sodium hydroxide was titrated against 32.0


mL of 0.100 M hydrochloric acid. What is the molarity of
sodium hydroxide solution?
Hitung T untuk senyawa berikut, peniter HClO4 0.02 N
Atropin sulfat (BM 678,82)
Bisakodil (BM 361,4)
CTM (BM 390,87)
Dekstrometorfan (BM 271,4)

Titran

Larutan standar asam/basa, yang diketahui


konsentrasinya, digunakan untuk menentukan
kadar analit secara titrasi.

Jika senyawa standar asam/basa yang


digunakan untuk pembuatan titran tidak murni
ada proses standarisasi larutan.

Standarisasi titran standar/baku primer


atau dengan larutan standar sekunder.

Standarisasi Titran

Proses penentuan secara aktual


normalitas/molaritas dari larutan titran titrasi.
Menggunakan senyawa baku primer atau larutan
baku sekunder sebagai acuan untuk penentuan
konsentrasi titran.
Baku primer adalah senyawa yang diketahui
kemurniannya, ditimbang secara hati-hati dan
akurat, dan digunakan untuk standarisasi larutan
peniter (normalitas/molaritas).
Baku sekunder adalah larutan standar (bukan
standar primer) yang digunakan untuk proses
standarisasi peniter.

Contoh : larutan peniter HCl dapat distandarisasi dengan :


Senyawa baku primer : Na2CO3 pro analisis, atau
Larutan NaOH (baku sekunder), yang sebelumnya telah
distandarisasi dengan KHP.

Syarat Baku Primer :


-

High purity
Stability (low reactivity)
Low hygroscopicity
High solubility (if used in titration)
High equivalent weight
The reaction should be stoichiometric

Baku Primer

Larutan Baku Asam distandarkan dg :


Baku Primer Basa : Na-karbonat, TRIS atau THAM (tris
hidroksimetil aminometan), Na-tetraborat, Merkuri
oksida

Larutan Baku Basa (perhatikan efek CO2 dalam air)


distandarkan dg :
Baku Primer Asam : KH-Ftalat, Asam benzoat, Asam
sulfamat, KH-iodat, Asam sulfosalisilat

Contoh pembakuan lar. HCl dengga


Na2CO3
Prosedur : Timbang seksama lebih
kurang 1,5 g Na2CO3 yang sudah
dikeringkan,
masukkan
dalam
Erlenmeyer 250 cc. Tambahkan 100 ml
air suling dan 2 tetes merah metil.
Kocok sampai Na2CO3 larut sempurna.
Lalu titrasi dengan HCl sampai warna
menjadi merah muda yang stabil.
Panaskan larutan hingga mendidih,
dinginkan dan lanjutkan titrasi. Bila
perlu, ulangi pemanasan hingga warna
merah muda pucat tidak hilang dengan
pendidihan lebih lanjut.
Hitung normalita HCl tersebut jika
volume peniter 25,0 ml !

Titrat
Larutan yang akan dititrasi, umumnya
mengandung analit yang akan ditentukan
kadarnya.
ditambahkan indikator untuk penentuan
TAT.
Dalam perhitungan kadar analit perlu
diperhatikan penimbangan sampel dan
pelarutan serta pengenceran hingga
menjadi titrat.

Analit

Asam kuat/basa kuat titrasi langsung.


Asam lemah, pKa 1-3 titrasi langsung, trayek indikator 410.
Asam karboksilat dan beberapa asam lemah titrasi
langsung, indikator fenolftalein (trayek pH basa, 8-10).
Basa lemah, pKb 6 titrasi langsung dengan asam kuat,
pilih indikator yang berubah daerah asam.
Kebanyak amin alifatik dan sedikit amin aromatik dapat
dititrasi langsung dengan asam kuat dalam lingkungan air.
Kelarutan kurang dalam air :
Pelarut hiroalkohol
Titrasi balik beberapa alkaloid dpt dengan cara ini.
Produk titrasi endapan mengganggu penentuan TA
titrasi dua fasa. Kloroform-air, kloroform eter.

Indikator Asam Basa - Deteksi TAT

Untuk menentukan titik akhir titrasi (TAT)


bila TAT sulit diamati gunakan potensiometri.
Indikator adalah senyawa organik alami atau
sintesis yang berwarna dan bersifat asam/basa
yang dalam rentang pH tertentu akan berubah
warnanya.
Kekuatan asam basa indikatornya harus lebih
lemah dari kekuatan asam/basa analit.
Perbedaan warna indikator berkaitan dengan
disosiasi asam/basanya.

Rentang pH Indikator

Pemilihan Indikator Asam Basa

Indikator mana yang cocok untuk


titrasi berikut :
Titration of weak base (25 cm) with strong acid.
Indicator

Color on
Acidic Side

Methyl
Violet

Yellow

Bromophe
nol Blue

Yellow

Range of
Color
Change

Color on
Basic Side

0.0 - 1.6

Violet

12
10

3.0 - 4.6

Blue

Methyl
Orange

Red

3.1 - 4.4

Yellow

Methyl Red

Red

4.4 - 6.3

Yellow

Litmus

Red

5.0 - 8.0

Blue

Bromothy
mol Blue

Yellow

6.0 - 7.6

Blue

Phenolphth
alein

Colorless

8.3 - 10.0

Pink

Yellow

10.1 12.0

Alizarin
Yellow

14

Red

8
pH
6
4
2
0

10

30
20
volume (cm)

40

50

Indikator Campuran
Jika perubahan warna pada TAT tidak tajam, dapat digunakan campuran dua
indikator atau gunakan campuran indikator + zat warna background,
sehingga menghasilkan perubahan warna yang tajam pada pH tertentu

TAT vs Titik Ekivalen ?

10,0 ml larutan HCl 0,1 M dititrasi dengan


NaOH 0,1 M menggunakan indikator
fenolftalein (8-10).

TE terjadi ketika 10,0 ml HCl 0,1 M bereaksi


tepat dengan 10,0 ml NaOH 0,1 M.

TAT terjadi ketika larutan titrat berubah


menjadi warna merah muda.

Jadi TAT vs TE bedanya apa?

Kurva Titrasi
Asam Kuat Basa Kuat

Asam Lemah Basa Kuat

Basa Lemah Asam Kuat

Pengaruh konsentrasi thd kurva


titrasi

Harga Ka/Kb vs Kurva Titrasi

Kelayakan Titrasi Asam Basa

Direct Titration vs Back Titration/Residual Titration

HCl +

NaOH

NaCl

H2O

Water, Indicator

ZnO

H2SO4 (A)

H2SO4 (B) +

NaOH

ZnSO4

Na2SO4

+
+

H2O
H2O

mol H2SO4 Total = mol H2SO4 ( A ) + mol H2SO4 (B)

HCl, ZnO : Analytes

Titrasi Blanko ?

Aplikasi dalam Bidang Farmasi

Penentuan kadar zat aktif/eksipien


tertentu dalam bahan baku/sediaan.

Penetuan bilangan kimia minyak/lemak.

Standardization of 0.1 M NaOH :


Prosedur :
Potassium biphthalate (204.13) (dried 100-105 oC
for 2 hours) weighed 100 mg and inserted into
Erlenmeyer/conical flask containing 10 mL of
distilled water
Add 2 drops of phenolphthalein indicator
Titration with 0.1 M NaOH until the pink color.
Jika hasil titrasinya adalah 12,5 ml, brp molaritas
NaOH sebenarnya ?

Tablet Asetosal
Prosedur :

BM 180

NaOH

Timbang sejumlah 10 tablet, hitung bobot rata-rata


tablet. Gerus seluruh tablet hingga halus dan homogen,
timbang sekitar 500 mg serbuk dan masukkan ke dalam
Erlenmeyer 250 ml, tambahkan 30 ml larutan NaOH 0,5
N , didihkan hati-hati selama 10 menit. Titrasi dengan
HCl 0,5 N menggunakan indikator merah fenol. Lakukan
titrasi blangko (tanpa asetosal) dengan prosedur seperti
di atas. Hitung kadar asetosal per tablet.
1 ml NaOH 0,5 N setara dengan 45,04 mg C9H8O4
Data Eksperimen :

+ NaOH(sisa)
Dititrasi dengan HCl

7,16 g/10 tab

505,9 mg serbuk yg digunakan

Volume titran untuk sampel = 21,65 ml

Volume blanko = 29,65 ml

Kapsul Asam Mefenamat


Prosedur :
Timbang dan serbukkan 10 kapsul asam
mefenamat. Timbang seksama kurang lebih 200
mg serbuk asam mefenamat larutkan dalam
100 ml etanol hangat yang telah dinetralkan
terhadap merah fenol. Tambahkan 0,1 ml
larutan merah fenol lalu titrasi dengan NaOH
0,1 N.

BM 241,29
Data Eksperimen :

5,38 g/10 kapsul

Ditimbang 204,8 mg

Volume titrasi = 7,85 ml

V. Blanko = 0,25 ml
Hitung kadar asam mefenamat/kapsul !

1 ml NaOH 0,1 N setara dengan 24,13 mg


C15H15NO2

Asam Cuka Dapur


Prosedur :
Timbang seksama 5 g asam cuka dalam labu bersumbat yang
berisi 50 ml air dan telah ditara. Tambahkan lagi 50 ml air.
Titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan 2 tetes fenolftalein.
Jika volume peniter adalah yang dibutuhkan adalah 11,75 ml
dan blanko 0,21 ml, hitung kadar asam cuka (%b/b) dalam
sampel tsb !
1 ml NaOH 1 N setara dengan 60,05 mg C2H4O2

PEMERIKSAAN KEMURNIAN - BILANGAN KIMIA

PEMERIKSAAN KEMURNIAN - BILANGAN KIMIA

Minyak dan lemak adalah :


Senyawa kimia golongan ester trigliserida
Minyak : cair, lemak : padat padat pada suhu kamar
Rentan terhadap reaksi hidrolisis
Rentan terhadap reaksi oksidasi yang menyebabkan ketengikan.

Bilangan kimia :
Bilangan pengenal yang dapat digunakan untuk
karakterisasi/identifikasi dan pengujian kemurnian.
Penentuan identitas dan pemeriksaan kemurnian suatu bahan.
Bilangan asam (BA), bilangan penyabunan (BP), bilangan
ester (BE), bilangan hidroksil (BH), bilangan iodium (BI).

Malam (wax) dalam keadaan segar mengandung asam lemak


bebas, disini bilangan asam merupakan kriteria untuk
penentuan identitas.

Lemak, minyak atau trigliserida sintetik sering terjadi


hidrolisis maka bilangan asamnya tinggi, maka pada kasus ini
bilangan asam digunakan sebagai kriteria kemurnian.

Bilangan Asam
Bilangan asam : jumlah mg KOH/1 gram sampel reaksi penetralan asam
lemak bebas.
Sejumlah bobot tertentu zat dilarutkan dalam campuran etanol dan eter dan
dititrasi dengan NaOH 0,1 N menggunakan indikator fenolftalein.

Bilangan Penyabunan
Bilangan penyabunan : jumlah mg KOH/1,0 gram sampel
penetralan asam lemak dan penyabunan ester.
Kriteria penting untuk identitas dan kemurnian minyak, lemak atau
malam
Indikasi ukuran BM FA teresterkan.
BP 190 asam stearat tidak tersubstitusi
BP 200-210 asam palmitat
BP 240 250 asam lemak molekul rendah, asam miristat
atau asam laurat.

Bilangan Ester

Bilangan Hidroksil Bilangan Asetil


Bilangan Hidroksil jumlah mg KOH / 1,0 g sampel setara
kandungan gugus hidroksil : asetilasi (anhidrida asetat + piridin).
Bukan bilangan pengenal untuk lemak dan minyak.
Pengujian untuk minyak jarak (12-hidroksioleat).

Reaksi asetilasi :

Pustaka

Roth HJ dan Blaschke G, Analisis Farmasi, terjemahan


S. Kisman dan S. Ibrahim, Cetakan III, Gadjah Mada
University.
Cairns D, Essential of Pharmaceutical Chemistry, 2nd
ed, Pharm Press London, 2005.
Day RA and Underwood AL, Quantitative Analysis,
6th ed, Practice Hall, New Jersey, 1991.
Connors KA, A Textbook of Pharmaceutical
Chemistry, 3rd ed. John Willey and Sons, New York,
1982.
Skoog DA, West DM and Holler FJ, Fundamental of
Analytical Chemistry, 5th ed, Saunder Coll. Publ. New
York, 1988.

Hatur Nuhun !!!

Tugas : dikumpulkan !!!!


Cari satu prosedur titrasi di Farmakope (FI
dan non FI) untuk senyawa obat (bahan
baku/sediaan). Tuliskan pula cara
pembakuan dan pembuatan pereaksinya !!!
Dari prosedur tersebut, buat suatu contoh
soal perhitungan titrasinya untuk data
titrasi bisa dimisalkan.