Anda di halaman 1dari 56

Kelainan Kongenital

Kelompok 8 issue 5

Pengertian
Kelainan kongenital merupakan
kelainan dalam pertumbuhan
struktural bayi yang timbul sejak
kehidupan hasil konsepsi sel telur.
Perlu dibedakan antara istilah
kongenital dan genetik.
Kelainan kongenital adalah kelainan
yang sudah ada sejak lahir yang
dapat disebabkan oleh faktor genetik
maupun non genetik.

Etiologi Kelainan
Kongenital
1) Kelainan Genetik dan Kromosom
2) Mekanik
3) Infeksi
4) Obat
5) Faktor Ibu
6) Faktor Mediko Obstetrik
7) Faktor Hormonal
8) Faktor Radiasi
9) Faktor Gizi
10)Faktor-faktor Lain

Macam Kelainan
Kongenital diarea Rongga
Mulut

Kelainan Kongenital
Jaringan Lunak

1. Makroglosia
Pembesaran lidah dapat merupakan
kelainan perkembangan yang
disebabkan oleh hipertrofi otot lidah.
Makroglosia dapat dilihat pada
sindrom down dan pada kretinisme
kongenital akibat kekurangan
hormon kelenjar tiroid pada ibu.
Selain itu juga bisa disebabkan oleh
tumor, radang dan perubahan
hormonal.

2. Mikroglosia
Mikroglosia adalah lidah yang kecil.
Dapat ditemukan pada sindrom
Pierre Robin yang merupakan
kelainan herediter. Penyebabnya
dapat berupa cacat pada saraf
hipoglosus yang mempersarafi otot
lidah. Tanpa rangsangan, otot lidah
menjadi atrofi dan tubuh lidah
menjadi mengecil.

3. Ankiloglosia
Merupakan perlekatan sebagian atau
seluruh lidah kedasar mulut.
Frenulum lingualis melekat terlalu
jauh kedepan dan terlihat pada posisi
bervariasi. Pergerakan lidah dapat
terhambat dan penderita tidak dapat
menyentuh palatum keras dalam
posisi mulut terbuka.

4. Sumbing Lidah
Sumbing lidah terjadi akibat
terganggunya perpaduan bagian
kanan dan kiri lidah.

5. Tiroid Lingual
Tiroid lingual tampak sebagai suatu
penonjolan pada pangkal lidah
sekitar foramen caccum yang
mengandung jaringan tiroid.

6. Kista Tiroglosus
Secara mikroskopis, pada dinding
kista tiroglosus mengandung sisasisa jaringan tiroid yang terdiri atas
folikel kelenjar tiroid yang
mengandung koloid.

7. Median Romboid Glositis


Median Romboid Glositis merupakan
kelainan kongenital akibat kelainan
perkembangan embrional. Kedua
tuberkulum lateral lidah tidak
bertemu ditengah lidah dan tidak
menutup bagian tengah yang disebut
tuberkulum impar.

8. Lidah Geografik
Biasanya terjadi pada anak-anak.
Tampak daerah kemerahan pada
dorsum lidah akibat deskuamasi
papila filiformis dikelilingi daerah
sedikit menonjol dan berbatas tegas
dengan tepi tidak teratur berwarna
putih kekuningan. Lesi umumnya
tidak sakit, tapi kadang-kadang
timbul rasa sakit terutama ketika
makan makanan asin dan pedas.

9. Hairy Tongue
Tampak bagian tengah belakang
lidah lebih merah dengan permukaan
seperti berambut karena hipertrofi
papilla filiformis. Lidah dapat
berbentuk seperti gulungan atau
berfisura dengan sisi lateral
menyentuh garis tengah.

Kelainan Kongenital
Jaringan Keras

1. Torus
Torus merupakan pembengkakan
pada rahang yang menonjol dari
mukosa mulut yang tidak berbahaya
dan bisa disebabkan oleh
pembentukan tulang normal yang
berlebihan, tampak radiopak dan
dapat terjadi dibeberapa tempat dari
tulang rahang.

2. Agnasia
Kesalahan pembentukan lengkung
mandibula sering dihubungkan
dengan anomali fusi telinga luar
pada daerah garis tengah yang
normalnya ditempati oleh mandibula
sehingga telinga bertemu digaris
tengah.

3. Mikrognasia
Istilah mikrognasia umumnya dipakai
khusus untuk mandibula meskipun
dapat pula dipakai untuk
menunjukkan pengecilan ukuran
mandibula dan maksila. Dagu dapat
sangat retrusif atau absen sama
sekali. Hidung dan bibir atas menjadi
menonjol sehingga muka seperti
burung. Disebabkan oleh kegagalan
pusat pertumbuhan dikepala sendi.

4. Makrognasia
Makrognasia adalah rahang yang
besar. Jika terjadi pada rahang
bawah, hal ini dapat menyebabkan
protrusi dengan dagu menonjol.
Keadaan ini dpat bersifat kongenital
dan dapat pula bersifat dapataan
melalui penyakit serta dapat
dikoreksi dengan tindakan bedah.

5. Cleft Lip dan Cleft Palate


Cleft lip (bibir sumbing) adalah
kelainan berupa celah pada bibir atas
yang didapatkan seseorang sejak
lahir. Bila celah berada pada bagian
langit-langit rongga mulut, maka
kelainan ini disebut cleft palate.

Pemeriksaan
1) Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) :
Tujuan : untuk mengetahui secara dini kelainan kongenital
2) Pemeriksaan cairan amnion (amnionsentesis)
Tujuan : Agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut
(dilakukan pada usia kehamilan 15-19 minggu)
3) Pemeriksaan Alfa feto protein maternal serum (MSAFP):
Tujuan : mengetahui apabila serum ini meningkat maka pada
janin dapat diketahui mengalami defek tuba neural, spina bifida,
hidrosefalus, dan lain-lain.
Apabila serum ini menurun maka dapat ditemukan pada sindrom
down dan beberapa kelainan kromosom.

4) Biopsi korion
Tujuan : Pemeriksaan ini dilakukan untuk
mengetahui kelainan kromosom pada janin,
kelainan metabolik, kelainan genetik dapat
dideteksi dengan analisis DNA, misalnya talasemia
dan hiperplasia adrenal kongenital
5) Fetoskopi/kordosentesis
Tujuan : Untuk mengenal kelainan kongenital
setelah lahir, maka bayi yang baru lahir perlu
diperiksa bagian-bagian tubuh bayi tersebut

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan penderita dengan
kelainan bawaan tergantung dari
jenis penyakitnya, kelainan genetik
yang terjadi, derajat
deformitas/kecacatannya, kapasitas
mental, dan status sosialnya,
meskipun demikian suatu standar
dasar yang bersifat umum untuk
penanganan kelainan bawaan tetap
dilakukan.

Hubungan karies dengan


kelainan katub jantung

Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi,

yaitu email, dentin, dan sementum, yang disebabkan


oleh aktivitas jasad renik dalam suatu karbohidrat yang
dapat diragikan. infeksi di akar gigi maupun di jaringan
penyangga gigi melibatkan lebih dari 350 bakteri dan
mikroorganisme. Karena letak infeksi sangat dekat
dengan pembuluh darah, maka produk bakteri berupa
toksin dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Hal ini dapat dijelaskan melalui teori focal infection (FI).

Fokal infeksi adalah infeksi kronis di suatu tempat dan


memicu penyakit di tempat lain. Fokal infeksi terjadi
saat mikroorganisme yang berasal dari gigi dan mulut
menyebabkan infeksi atau penyakit di bagian tubuh
lain. Dampak penyakit gigi pada jantung dapat berupa
jantung

koroner,

angina,

peradangan

otot,

peradangan pada katup jantung (endokarditis).

serta

Mekanisme penyebaran bakteri dari gigi ke jantung

Bakteri dan mikroorganisme yang terdapat di lubang gigi


maupun pada gusi yang rusak dapat masuk ke dalam
sirkulasi darah melewati gusi yang berdarah. Bakteri ini
dengan mudah menyerang katup jantung maupun otot
jantung yang telah melemah. Bakteri yang masuk ke
sirkulasi darah dapat memproduksi enzim yang akan
membuat keping darah (trombosit) saling menempel.
Proses inilah yang menyebabkan terbentuknya bekuan
darah sehingga terjadi penyumbatan pada dinding
pembuluh darah (aterosklerosis).

Lanjutan. . .
Selain itu, bakteri dapat melekat
pada lapisan lemak di pembuluh
darah jantung sehingga lapisan
lemak akan semakin tebal. Kondisi ini
akan menghambat aliran darah serta
penyaluran nutrisi dan oksigen ke
jantung, sehingga jantung tidak
dapat berfungsi semestinya.

Apakah kelainan kongenital bisa


terbawa sampai dewasa atau bisa di
sembuhkan

Setiap kelainan dari kongenital dapat


disembuhkan.
Ada juga kelainan kongenital yang
memang tidak dapat bertahan
samapai dewasa (bayi meninggal
pada saat beberapa hari lahir)
Tetapi kelainan kongenital ada yang
dapat disembuhkan tetapi tetap
berpengaruh saat dewasa

Contoh kelainan kongenital yang dapat


disembuhkan dan menjadikan fungsi
kelainan kembali normal
Atresia Ani
Atresia Ani merupakan
kelainan bawaan
(kongenital), tidak adanya
lubang atau saluran anus
juga dikenal sebagai anus
imperforata meliputi anus,
rectum atau keduanya.
(Donna L. Wong, 520 : 2003).
Jika atresia terjadi maka
hampir selalu memerlukan
tindakan operasi untuk
membuat saluran seperti
keadaan normalnya

Contoh kelainan kongenital yang dapat


disembuhkan tetapi berpengaruh pada
saat dewasa
Labio/palatoskisis adalah
merupakan kongenital anomali yang
berupa adanya kelainan bentuk
pada struktur wajah. Palatoskisis
adalah adanya celah pada garis
tengah palato yang disebabkan oleh
kegagalan penyatuan susunan
palato pada masa kehamilan 7-12
minggu. Labiopalatoskisis
merupakan kongenital yang berupa
adanya kelainan bentuk pada
struktur wajah. (Ngastiah, 2005 :
167)
Pada kelainan ini dilakukan tindakan
pembedahan tetapi untuk fungsi
berbicaranya untuk beberapa kasus
yang parah tidak dapat normal
hingga deasa

Contoh kelainan kongenital yang memang


tidak dapat bertahan samapai dewasa (bayi
meninggal pada saat beberapa hari lahir)
Anensefalus adalah suatu keadaan dimana sebagian
besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk.
Anensefalus adalah suatu kelainan tabung saraf
(suatu kelainan yang terjadi pada awal
perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan
pada jaringan pembentuk otak dan korda spinalis).
Bayi yang menderita anensefalus tidak akan
bertahan, mereka lahir dalam keadaan meninggal
atau akan meninggal dalam waktu beberapa hari
setelah lahir.

Kelainan katub jantung

Kelainan Katub Jantung


Def. Kelainan katup jantung adalah
kelainan pada jantung yang
menyebabkan kelainan-kelainan
pada aliran darah yang melintasi
katup jantung.

Macam Kelainan Katub


Jantung
Katup yang terserang penyakit dapat
mengalami dua jenis gangguan
fungsional yaitu :
a. Regurgitasi : katub tidak dapat
menutup sempurna
darah dapat
mengalir balik
b. Stenosis Katup : Lubang Katub
mengalami penyempitan
aliran
darah terhambat

Klasifikasi Kelainan Katub


Jantung
a. Stenosis Mitral :penebalan progresif dan
pengerutan bilah katup mitral
penyempitan lumen dan sumbatan
progresif aliran darah ( Normal lebar
ktub 3 Jari)
b. Regurgitasi Mitral : bilah katup mitral
tidak dapat saling menutup selama
systole( kontraksi) regurgitasi aliran balik
dari ventrikel kiri ke antrium kiri.

c. Stenosis Katup Aorta :penyempitan


lumen antara ventrikel kiri dan aorta.
d. Regurgitasi Aorta : lesi peradangan
yang merusak bentuk bilah katup
aorta
masingbilah tidak bisa
menutup lumen aorta dengan rapat
saat diastole
Penyempitan
Katub Mitral
Stenosis Mitral
Katub
Normal

Etiologi
Klasifikasi

Penyebab

Stenosis Mitral

demam reumatik

Regurgitasi Mitral

Reumatik dan Non


reumatik(endokarditis, penyakit
jantung koroner, penyakit jantung
bawaan)

Stenosis Katup Aorta

Penimbunan Kalsium dalam


katub, Demam reumatik

Regurgitasi Aorta

demam reumatik dan sifilis

Patofisiologi Kelainan Katub Jantung


Demam reuma (inflamasi akut
dimediasi imun)
hasil reaksi silang antara bakteri
strepthococus hemolitik- grup A dan
protein jantung
stenosis atau
regurgitasi, atau keduanya dengan
menyerang endokardium fibrosa
kekakuan dan pembengkakan katub

Gejala dari PJB


menurut Sudarti dan Endang (2010) :

1.
2.
3.
4.
5.

Nafas cepat
Sulit makan dan menyusu
Berat badan rendah
Infeksi pernapasan berulang
Toleransi gerak badan yang rendah

Sumber lain (Arief, 2007)


Bayi menjadi biru saat menangis (bibir,
kuku, dan lidah menjadi biru).
Wajah bayi tampak pucat dan biru.
Ujung kaki dan tangan, juga kuku terlihat
kebiruan akibat kurangnya aliran darah.
Fisik tampak lemas.
Lelah dan malas menyusu.
Sering mengalami demam yang tidak
diketahui penyebabnya.

Tahap Perkembangan Psikologi Anak


Kaitannya dengan PerawatanGigi

Faktor keberhasilan pemeriksaan


gigi pada anak
TRIAD OF CONCERN

Anak-anak

Orang Tua
Dokter Gigi

variasi perilaku anak berdasarkan


klasifikasi usia
Anak-anak usia 2 tahun
Anak-anak usia 3 tahun
Anak-anak usia 4 tahun
Anak-anak usia 5 tahun
Anak-anak usia 6 tahun

Perilaku Anak dan Pengelolaannya Pada


Perawatan Gigi Pengelolaan Anak
Berdasarkan Usianya
Usia 15 bulan - 2,5 tahun
Usia prasekolah ( 3 5 tahun )
Usia sekolah ( 6 - 7, 8 9, dan 10 12 tahun )

Cara pendekatan anak pada


perawatan gigi

1. Komunikasi
Terdapat 2 cara : 1. Komunikasi eksplisit (Objektif)
2. Komunikasi implisit (Subjektif)
2. Modeling
3. Desensitisasi
4. Home ( Hand Over Mouth Exercise )
5. Reinforcement
Ada 2 tipe reinforcement : 1. Reinforcement positif
2. Reinforcement negatif
6. Sedasi

Kebiasaan Buruk pada Anak

KEBIASAAN BURUK
Kebiasaan buruk sering merupakan
penyakit kronis, sekali terbentuk, maka
sulit untuk mengubahnya lagi. Oleh karena
itu, sebagai orangtua lebih baik
mengetahui lebih dulu faktor penyebab
kebiasaan buruk dari keluarga daripada
duduk menanti kebiasaan buruk si anak itu
terbentuk baru mulai sibuk membantunya
memperbaiki kebiasaan tersebut, lebih
baik mengantisipasi terlebih dahulu.

Penyebab kebiasaan buruk anak dari


keluarga, di samping faktor bawaan yang
tidak dapat dikendalikan (genetik), ada tiga
faktor utamanya

Meniru
Kebiasaan bersumber dari meniru. Survei menunjukkan bahwa
rata-rata munculnya kebiasaan buruk anak-anak, sebagian
besar dipengaruhi oleh orangtua dan anggota keluarga.
Mengulang
Kebiasaan itu tercipta dari pengulangan sikap secara terus
menerus dan berkembang sesuai dengan hukum alam. Suatu
tindakan atau suatu sikap yang diulang berkali-kali dapat
membentuk suatu kebiasaan.
Membiarkan
Ketika untuk pertama kalinya si anak melakukan kesalahan,
orangtua harus menunjukkan sikap yang jelas untuk
mencegah, karena jika tidak, maka begitu kebiasaan buruk itu
terbentuk akan sulit untuk mengubannya lagi.

PENCEGAHAN KEBIASAAN BURUK


Kebiasaan-kebiasaan buruk kalau dibiarkan
berlarut-larut tanpa dihentikan akan
membuat pengaruh yang buruk bagi anak.
Karena kecanduan membuat Anak jadi
tidak bisa tenang, tidur tidak nyenyak ,
hatinya gelisah, perasaannya kacau, yang
paling parah sampai tak mau kemanamana tanpa membawanya.
Hal hal yg harus di lakukan org tua supaya
anak mau meninggalkan kebiasaan
buruknya adlh:

1. Tumbuhkan Kesadarannya.
Bantu anak menyadari bahwa seiring dengan pertumbuhan dan
perkembangan tubuhnya ada banyak hal yang harus ditinggalkan
untuk menuju kedewasaan. Sarankan padanya untuk
meninggalkan kebiasaan buruknya.
2. Bantulah Mengingatkan.
Tawarkan bantuan padanya dan buat kesepakatan dengannya
untuk mengingatkan jika ia mulai melakukan kebiasaan buruknya
dengan kode-kode yang bisa dibuat bersama.

3. Gunakan Pihak yang Berwenang.


Teladan dan nasehat orangtua tentu yang paling penting.
Akan tetapi jika dikuatkan dengan nasehat figur yang
dihormati anak dari misalnya dokter anak, dokter gigi anak,
guru sekolah anak, atau ustadz (guru mengaji anak ) tentu
akan didengar anak. Biasanya Figur yang berwenang bisa
membuatnya ingin berhenti melakukan kebiasaan buruk.

4. Pertimbangkan Dorongan dari


Teman Sebaya.
Bergaul dengan teman sebaya yang
mempunyai kebiasaan positif atau yang tidak
mempunyai kebiasaan buruk, atau bisa juga
dengan sesekali perbolehkan anak
menginap/ tidur bersama dengan teman
yang tidak mempunyai kebiasaan buruk atau
yang mempunyai kebiasaan positif. Hal
tersebut tentu akan memotivasi anak untuk
berhenti melakukan kebiasaan-kebiasaan
buruknya.