Anda di halaman 1dari 3

Pengertian model quantity discount

Diskon (potongan harga) adalah pengurangan dari daftar harga yang diberikan oleh penjual.
Diskon sangat bermanfaat dalam perencanaan strategi pemasaran. Quantity discount adalah
diskon yang ditawarkan untuk mendorong konsumen membeli barang dalam jumlah yang lebih
banyak. Ada 2 jenis jumlah diskon:
1. Cumulative quantity discount berlaku untuk pembelian lebih dari periode yang diberikan
misalnya datu tahun- dan diskon biasanya naik seiring dengan peningkatan jumlah pembelian.
Cumulative discount mendorong pengulangan pembelian dengan menurunkan ongkos konsumen
untuk pembelian tambahan. Cara ini digunakan untuk mengembangkan kesetiaan dan hubungan
terus-menerus dengan konsumen.
2. Noncumulative quantity discount berlaku hanya pada pemesanan individual. Diskon ini
mendorong pembeli pemesanan lebih besar tapi tidak mengikat pembeli pada penjual setelah satu
pembelian.
Seasonal discount adalah diskon yang ditawarkan untuk mendorong pembeli untuk membeli
lebih awal daripada kebutuhan permintaan. Jika digunakan oleh pengusaha pabrik, diskon ini
cenderung menggeser fungsi penyimpanan lebih jauh sepanjang channel. Kebanyakan penjualan
adalah kredit. Penjual mengirim tagihan melalui surat atau secara elektronik, dan accounting
depertement pembeli akan memproses untuk pembayaran. Beberapa perusahaan bergantung pada
supplier untuk modal sementara (kredit). Oleh karena itu, penting bagi kedua pihak menetapkan
kesepakatan pembayaran termasuk tersedianya diskon tunai- dan mengerti tentang syarat-syarat
pembayaran yang biasa dilakukan.
Net berarti pembayaran faktur harus segera. Net 10 atau 30 berarti pembayaran harus dilakukan
dalam 10 atau 30 hari pada faktur.
Cash discount adalah pengurangan harga untuk mendorong pembeli untuk membayar tagihan
dengan cepat. Syarat-syarat diskon tunai biasanya memodifikasi persyarata net.
2/10, net 30 berarti pembeli bisa mendapatkan potongan 2% jika pembayaran dilakukan dalam
10 hari. Sebaliknya harus membayar penuh jika dalam 30 hari.
Trade (functional) discount adalah pengurangan daftar harga yang diberikan kepada sebuah
channel member untuk pekerjaan yang mereka lakukan.
Sale price adalah diskon sementara dari dafter harga. Sale price discount mendorong pembelian
segera.
Beberapa perusahaan yang menjual consumer convenience product menawarkan everyday low
pricing penetapan harga rendah dari daftar harga daripada penjualan yang sering, diskon, atau
tukar tambah. Banyak supermarket menggunakan pendekatan ini.

Allowance Policies Off List Price


Allowance (upah?), seperti diskon, diberikan kepada konsumen, pelanggan, atau channel
members untuk melakukan sesuatu atau menerima.
Advertising allowance adalah pengurangan harga yngdiberikan kepada sebuah perusahaan di
channel untuk mendorong mereka mengiklankan atau mempromosikan produk secara lokal.
Stocking allowance kadang disebut slotting allowance- diberikan kepada distributor untuk
mendapat rak untuk produk.
Push money (or prize money) allowance kadang disebut PMs atau spiffs- diberikan kepada
retailer melalui pabrik atau penjual grosiran. Digunakan untuk item baru, slower-moving items,
atau higher-margin items.
Trade-in allowance adalah pengurangan harga yang diberikan untuk penggunaan produk ketika
produk baru serrupa dibeli. Trade-ins memberikan manager pemasaran jalan yang mudah untuk
menurunkan harga efektif tanpa menurunkan dafter harga.
Beberapa Pelanggan Mendapatkan Sesuatu Lebih
Retailer berjanjai untuk menebus kupon penjual karena ini meningkatkan penjualan dan
mereka biasanya dibayar untuk kesalahan dalam menangani kupon. Contohnya, seorang retailer
yang menebus 50 cents off cupoun harus membayar 75 cents.
Beberapa perusahaan menawarkan rabat (potongan harga) pembayaran kembali kepada
konsumen setelah pembelian. Kadang rabat yang diberikan itu sangat besar.
Model quantity discount berarti model yang menjelaskan adanya potongan kuantitas atau
potangan harga bila perusahaan membeli dalam jumlah yang besar. Ada dua cara untuk
menentukan besarnya dicount yaitu :
1.

Biaya Total

Karena harga bervariasi dengan jumlah yang dipesan, maka fungsi total biaya paling sedikit
harus mencakup tiga macam biaya yaitu : holding cost, ordering cost dan purchase cost (biaya
pembelian). Hubungan antara harga (P) dengan kuantitas (Q) biasanya diberikan dalam satu tabel
atau schedule. Biasanya sering dipakai pencarian yang sistematis untuk menentukan jumlah
pesanan yang paling baik.

2.

Prosentase harga

Dalam situasi ini suplier memberikan pengurangan harga kepada para langganan, sesuai dengan
jumlah pembelian yang berbeda dan holding cost langganan per unit dinyatakan dalam

prosentase harga.. sebagai contoh prosentase harga per unit (h) adalah 22% dari harga, maka
prosedur untuk menemukan EOQ dalam kasus ini adalah :
a.

Hitung EOQ pada harga terendah, bila feasible berarti kuantitas pesanan optimal.

b.
Bila EOQ tidak feasible , maka hitung biaya total pada kuantitas terendah yang feasible
pada harga itu.
c.
Kemudiaan hitung EOQ untuk harga terendah berikutnya, bila feasible hitung biaya
totalnya. Kuantitas optimal adalah salah satu kuantitas yang telah dihitung yang mempunyai
biaya total terendah. Bila belum layak, ulangi langkah 2 kembali.

3.

Quantity Discount dengan Holding Cost tertentu

Bila holding cost per unit bukan dinyatakan dalam prosentase harga pembelian, tapi bervariasi
sesuai ketentuan, pencarian kuantitas pesanan yang optimal memerlukan perhitungan seluruh
biaya-biaya minimum feasible, prosedur yang digunakan sebagai berikut :
a.

Hitung biaya total untuk setiap harga dan holding cost pada EOQ yang feasible

b.

Bila EOQ tidak feasible hitung biaya total pada kuantitas terendah yang feasible

c.

Kuantitas pesanan yang optimal adalah EOQ yang menghasilkan total biaya minimum.