Anda di halaman 1dari 17

RSU ST.

GABRIEL
KEWAPANTE

PASIEN DATANG DIRUJUK


No. Dok : 3.02

Revisi Ke : 1

Halaman : 1
Ditetapkan,
Direktur

PROSEDUR
Tgl terbit :
TETAP
20 Juni 2010
Instalasi Gawat
Darurat
Dr. Yustina Wela
Pengertian
Memberikan pelayanan kepada pasien yang gawat akan tetapi Rumah sakit
belum mampu menangani lebih lanjut.
Tujuan

Agar pasien dapat dilayani dengan cepat kurang dari 15 menit.

Kebijakan

Petugas IGD harus dapat melayani pasien dengan cepat.

Prosedur

1. Pasien mendaftarkan diri di bagian pendaftaran , kemudian langsung


menuju ke IGD.
2. Petugas Pendaftaran :
Mencatat identitas pasien pada rekam medis IGD.
Membuat nota pembayaran , lembar pertama diserahkan pada pasien,
lembar kedua ditempelkan pada rekam medis.
Mengantarkan rekam medik ke IGD.
3. Dokter.
Melakukan Triase (menentukan masuk bedah/ non bedah).
Melakukan anammese, pemeriksaan fisik dan menentukan diagnosa dan
terapi sementara pada rekam medik.
Memberikan tindakan medis pada pasien yang memerklukan tindakan.
Menentukan perlunya pasien dirujuk ke RS lain, sehubungan dengan
penyakitnya yang tidak mungkin atau belum bisa dilakukan di RSU St.
Gabriel kewapante ".
Membuat surat rujukan ke RS yang dituju, diserahkan pada pasien /
keluarganya.
4. Perawat.
Melakukan pemeriksaan tekanan darah, suhu, dan berat badan pasien.
Mempersiapkan alat-alat yang diperlukan untuk melakukan tindakan
medis.
Membantu Dokter dalam melakukan tindakan medis.
Mempersiapkan pasien untuk dirujuk.
Membuat nota pembebanan biaya tindakan medis, dan menyerahkan ke
bagian AP.
5. Pasien menyelesaikan administrasi di bagian AP dan menju ke RS tempat
rujukan.

Alur
Pasien
Unit terkait

PPGD

Pendaftaran.
Administrasi Pasien.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

Triase

IGD

Rujuk

PASIEN DATANG - PULANG

RSU ST.
GABRIEL
KEWAPANTE
No. Dok : 3.03

Revisi Ke : 1

Halaman : 1
Ditetapkan,
Direktur

PROSEDUR
Tgl terbit :
TETAP
20 Juni 2010
Instalasi Gawat
Darurat
Dr. Yustina Wela
Pengertian
Memberikan pelayanan kepada pasien yang tidak di kategorikan memerlukan
penanganan lebih lanjut di ruang rawat inap.
Tujuan

Agar pelayanan di IGD dapat diberikan dengan tepat ( sesuai dengan kebutuhan
pasien sehubungan dengan keadaan kesehatannya ) dan tidak lebih dari 15
menit.

Kebijakan

Petugas IGD harus dapat melayani pasien dengan cepat

Prosedur

1. Pasien mendaftarkan diri kebagian pendaftaran, kemudian menuju ke IGD.


2. Petugas Pendaftaran :
Mencatat identitas pasien pada rekam
medis dan rawat jalan.
Membuat nota pembayaran, lembar pertama diserahkan pada pasien,
lembar kedua ditempelkan pada rekam medis.
Mengantarkan Rekam Medik ke IGD.
3. Dokter.
Melakukan anamnese, pemeriksaan fisik, menentukan diagnosa dan
terapi.
Menuliskan hasil anamnese, pemeriksaan fisik, diagnosa dan terapi
pada RM.
Memberikan tindakan medis pada pasien yang memerlukan tindakan
( misalnya : jahit luka, insisi, ekstirpasi, dll ).
Menuliskan resep dan meyerahkan pada pasien.
4. Perawat.
Melakukan pemeriksaan tekanan darah, suhu, dan berat badan pasien.
Mempersiapkan alat yang diperlukan untuk melakukan tindakan medis.
Membantu Dokter dalam melakukan tindakan medis..
Membuat nota pembebanan biaya tindakan medis,& menyerahkan ke
AP.
Membuat registrasi di buku laporan.
5. Pasien membawa resep dan nota pembebanan biaya tindakan medis ke
apotik.
6. Petugas Apotik:
Menghitung jumlah harga obat dalam resep, kemudian
menyerahkannya ke bagian AP
Mempersiapkan obat yang diresepkan.
7. Petugas AP :
Menerima pembayaran resep dan tindakan medis dari pasien.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

Membuat tanda lunas pembayaran untuk diserhkan ke pasien ( yang asli


) dan ke bagian apotik tindasannya.

8. Pasien mengambil obat di apotik, dengan menunjukkan tanda lunas dari AP.
Alur

Pasien

Unit terkait

Pendaftaran

Pendaftaran.
Farmasi
Administrasi Pasien.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

IGD

Pulang

PASIEN DATANG - MENINGGAL

RSU ST.
GABRIEL
KEWAPANTE

No. Dok : 3.04

Revisi Ke : 1

Halaman : 1
Ditetapkan,
Direktur

PROSEDUR
Tgl terbit :
TETAP
20 Juni 2010
Instalasi Gawat
Darurat
Dr. Yustina Wela
Pengertian
Pasien yang datang meninggal di IGD adalah pasien yang masuk IGD dan
sudah dilakukan pemeriksaan / tindakan secara maksimal namun jiwanya tidak
tertolong.
Tujuan

Agar pasien dapat dilayani dengan cepat kurang dari 15 menit.

Kebijakan

Petugas IGD harus dapat melayani pasien dengan cepat.

Prosedur

Alur

1. Pasien / keluarga pasien mendaftarkan diri di bagian pendaftaran,


kemudian masuk ke IGD.
2. Dokter :
Melakukan anamnese / allo-anamnese, sehubungan dengan keadaan
pasien sebelum kejadian / meninggal dunia.
Melakukan pemeriksaan fisik pada pasien dan menentukan apakah
pasien sudah benar-benar meninggal.
Kalau diperlukan, dilakukan resusitasi cardio pulmoner dan tindakantindakan medis lain yang kemungkinan dapat menyelamatkan jiwa
pasien.
Menjelaskan tentang keadaan pasien pada kelurganya sehubungan
engan kematian pasien tersebut.
Membuat Surat Kematian untuk pasien yang telah dinyatakan
meninggal dunia.
3. Perawat :
Menghubungai petugas kamar mayat, untuk mempersiapkan tempat.
Merrawat dan mempersiapkan jenasah pasien untuk dibawa ke kamar
mayat.
Membuat nota pembebanan tindakan medis / obat untuk diserahkan ke
AP.
4. Kelurga pasien menyelesaikan administrasi di bagian AP.
5. Petugas AP :
Menerima pembayaran dan tindakan medis.
Membuat tanda lunas untuk diserahkan kepada kelurga pasien.
6. Kelurga pasien Mengambil jenasah di kamar jenasah, dengan
menunjukkan tanda lunas dan menandatangani buku bukti pengambilan
jenasah.
.
Pasien
Pendaftaran
IGD
Meninggal

Unit terkait

Pendaftaran.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

Administrasi Pasien.
Kamar Jenasah.

PASIEN DATANG RAWAT INAP

RSU ST.
GABRIEL
KEWAPANTE

No. Dok : 3.05

Revisi Ke : 1

Halaman : 2
Ditetapkan,
Direktur

PROSEDUR
Tgl terbit :
TETAP
Instalasi Gawat
Darurat
Dr. Yustina Wela
Pengertian
Memberikan pelayanan kepada pasien IGD yang memerlukan penanganan lebih
lanjut di ruang inap.
Tujuan

Agar pasien dapat dilayani dengan cepat kurang dari 15 menit kemudian di
kirim kebangsal Rawat Inap.

Kebijakan

Petugas IGD harus dapat melayani pasien dengan cepat.

Prosedur

1. Pasien mendaftarkan diri di bagian pendaftaran, kemudian ke IGD.


2. Petugas Pendaftaran :
Mencatat identitas pasien pada Rekam Medis dan kartu rawat jalan.
Membuat nota pembayaran pendaftaran, lembar pertama diserahkan
ditempelkan pada Rekam Medis.
Mengantar Rekam Medis ke IGD.
3. Dokter :
Melakukan anamnese, pemeriksaan fisik, memntukan pemeriksaan
penunjang yang diperlukan ( laboratorium, rontgen, EKG, USG, dll )
yang diperlukan pada pasien sehubungan penyakitnya, dan
menuliskannya pada Rekam Medis.
Memberikan tindakan medis pada pasien yang memerlukan tindakan
medis.
Menuliskan tindakan yang telah dilakukan dan terapi sementara di IGD
pada Rekam Medis rawat inap.
Menentukan Dokter yang akan merawat selanjutnya di ruang bangsal
perawatan.
4. Perawat :
Melakukan anamnese, pemeriksaan tekanan darah, suhu dan berat
badan pasien.
Mempersiapkan alat-alat yang diperlukan apabila ada tindakan medis
yang harus dilakukan.
Membantu Dokter dalam melakukan tindakan medis.
Memberikan terapi / tindakan sementara, sesuai dengan dengan yang
diprogramkan Dokter ( misal: infus, O2, menyuntik, dll ).
Menghubungi perawat jaga di bangsal yang akan ditempati pasien,
sesuai dengan klas yang di dikehendaki pasien, agar dipersiapkan dulu.
5. Pasien / kelurga pasien menandatangani surat pernyataan bersedia dirawat.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

6. Perawat :
Mengumpulkan jadi satu semua syarat dan Rekam Medis yang telah
diselesaikan Dokter.
Menuliskan identitas pasien pada buku laporan.
Mengantarkan pasien dan rekam medis menuju ruang perawatan.
7. Perawat di bangsal :
Menghubungi Dokter yang telah disebutkan pada rekam medis untuk
memperoleh terapi dan tindakan keperawatan.
8. Dokter yang ditunjuk memberikan pelayanan / pengelolaan pada pasien
sampai di nyatakan layak untuk dipulangkan / dinyatakan sembuh.
Alur

Pasien

Unit terkait

Pendaftaran

Pendaftaran
Laboratorium.
Radiologi.
Ruang Perawatan.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

IGD

Bangsal

ALIH KELOLA DOKTER

RSU ST. GABRIEL


KEWAPANTE

UNTUK PASIEN RAWAT INAP & RAWAT JALAN


No. Dok : 3.06

PROSEDUR TETAP
Instalasi Gawat
Darurat

Revisi Ke : 1

Halaman : 1
Ditetapkan,
Direktur

Tgl terbit :

Pengertian

Dr. Yustina Wela


Memberikan pelayanan kepada pasien yang optimal dimana Dokter yang menangani
berhalangan.

Tujuan

Agar pasien dapat tetap terlayani walaupun Dokter pengampunya berhalangan.

Kebijakan

Alih kelola Dokter tidak menghalangi pelayanan pasien.

Prosedur

1. Dokter Pengampu :
Menghubungi / mencari dokter pengganti.
Memberikan keterangan kepada pasien tentang Dokter pengganti sementara.
Menulis dan menandatangani formulir alih kelola.
Menginformasikan kepada perawat.
2. Perawat :
Menghubungi / mengingatkan dokter pengganti.
Menyebarluaskan formulir ke bagian terkait.
Membantu dokter pengganti dalam melakukan tindakan / pemeriksaan pasien.
3. Humas / Pendaftaran :
Menerima formulir pemberitahuan.
Menginforrmasikan pada pasien yang datang.
4. Dokter Pengganti :
Menggantikan mengelola pasien sesuai yang ditunjuk oleh dokter pengampu
pasien datang atau pasien dinyatakan sembuh / pulang.

Alur
Dokter Pengampu
Unit terkait

Dokter Pengganti

Pendaftaran.
Humas.
Bangsal Keperawatan.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

Perawat

Pendaftaran / Humas

PASIEN RAWAT JALAN


DI INSTALASI GAWAT DARURAT

RSU ST. GABRIEL


KEWAPANTE
No. Dok : 3.07
PROSEDUR TETAP
Instalasi Gawat
Darurat

Revisi Ke : 1

Tgl terbit :

Halaman : 1
Ditetapkan,
Direktur

Pengertian

Dr. Yustina Wela


Memberikan pelayanan pasien gawat darurat yang tidak memerlukan pelayanan rawat
inap ( tindak lanjut ).

Tujuan

Agar pasien yang datang di IGD dapat dilayani dalam waktu kurang lebih 15 menit.

Kebijakan

Petugas IGD harus dapat melayani pasien dengan cepat.

Prosedur

1. Pasien :
Mendaftar di bagian pendaftaran dan membayar biaya pemeriksaan.
Mengisi kartu berisi nama, alamat, dan umur dari pasien.
2. Perawat IGD melaksanakan anamnesis, mengukur tanda-tanda vital.
3. Dokter IGD :
Melakukan pemilihan pasien sesuai problem di ruang Triage.
Melakukan pemeriksaan fisik.
Menentukan diagnosa dan terapi.
4. Pasien :
Menerima resep.
Membawa resep ke bagian farmasi.
Membayar biaya obat di AP.

Alur

Pasien

Unit terkait

Pendaftaran

Pendaftaran.
Administrasi Pasien.
Farmasi.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

IGD

Dokter IGD

Farmasi

AP

PENANGANAN PASIEN FALSE EMERGENCY

RSU ST. GABRIEL


KEWAPANTE

No. Dok : 3.08


PROSEDUR TETAP
Instalasi Gawat
Darurat
Pengertian

Revisi Ke : 1

Tgl terbit :

Halaman : 1
Ditetapkan,
Direktur

Dr. Yustina Wela


Pasien yang datang di IGD dengan keadaan tidak memerlukan pelayanaan gawat
darurat / gawat semu.

Tujuan

Pasien False Emergency harus tetap dilayani karena pada dasarnya IGD / Rumah sakit
tidak boleh menolak penderita yang memerlukan pertolongan.

Kebijakan

1. Pasien False Emergency adalah pasien dengan kondisi tidak gawat yang datang di
IGD.
2. Pasien False Emergency yang datang bersamaan pasien Gawat Darurat, maka
penanganan penderita gawat darurat lebih diutamakan / didahulukan.
3. Memberitahukan pada pasien false Emergency kalau ada pasien gawat darurat.

Prosedur

1. Setelah diadakan triage pasien digolongkan sebagai pasien false Emergency.


2. Dokter menganjurkan pasien agar menuju ke poliklinik di rawat jalan.
3. Petugas IGD pasien mengantarkan pasien ke poliklinik 24 jam.

Alur

Pasien

Unit terkait

TPPGD

Administrasi Pasien.
Farmasi.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

Polikilnik Umum 24 jam

Farmasi

Pulang.

PENDAMPING PASIEN DITRANSPORTASIKAN


DILUAR RUMAH SAKIT

RSU ST. GABRIEL


KEWAPANTE

No. Dok : 3.09


PROSEDUR TETAP
Instalasi Gawat
Darurat

Revisi Ke : 1

Tgl terbit :

Halaman : 1
Ditetapkan,
Direktur

Pengertian

Dr. Yustina Wela


Suatu usaha untuk memindahkan pasien dari suatu tempat ke sarana kesehatan yang
lebih memadai.

Tujuan

Memindahkan pasien dengan aman tanpa memperberrat keadaan pasien.

Kebijakan

Sarana transportasi meliputi :


1. Kendaraan pengangkut baik darat, laut maupun udara.
2. Peralatan medis dan non medis.
3. Petugas kesehatan baik medis maupun medis.
4. Obat-obat life saving dan support.

Prosedur

I.

Pasien yang ditransport adalah pasien pasien yang sudah dalam keadaan
cukup stabil untuk ditransport, misalnya :
Pada gangguan nafas dan cardiovasculer yang sudah diatasi.
Pada pendarahan yang sudah dihentikan.
Luka-luka yang telah ditutup atau dibalut.
Tulang yang patah telah di imobilisasi.
Selama perjalanan pasien harus dimonitor dan diperhatikan :
Kesadaran.
Pernafasan.
Tekanan darah dan denyut nadi.
Keadaan luka.
Pendampingan pasien diluar Rumah sakit dalam hal ini adalah mendampingi
pasien yang diambil dari luar Rumah Sakit ataupun dari dalam Rumah sakit
diantarkan ke Rumah Sakit lain.
Untuk hal tersebut diatas perlu dipersiapkan :
Petugas baik medis, paramedis maupun non medis.
Persyaratan administrasi.
Sarana komunikasi.
Peralatan.
Pendampingan psien dari IGD ke ruang rawat inap adalah tenaga medis
maupun paramedis atau pramurukti tergantung dari keadaan pasien.
Pasien yang dipindahkan dari IGD adalah pasien yang sudah stabil
keadaannya.
Setelah mengantar pasien petugas melaporkan keaadaan pasien saat
perjalanan dan sampai di tempat tujuan.

II.

III.

IV.
V.
VI.
Alur
Pasien
Unit terkait

IGD

Bagian Transportasi
Administrasi Pasien.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

Ambulance

RS yg dituju

Laporan Keadaan Pasien

RSU ST. GABRIEL


KEWAPANTE

JADUAL JAGA HARIAN BAGI DOKTER KONSULEN, DOKTER JAGA,


PERAWAT SERTA PETUGAS NON MEDIS
No. Dok : 3.14

Revisi Ke : 1

Halaman : 1 S/D 2
Ditetapkan,Direktur

PROSEDUR TETAP
IGD
Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Tgl terbit :

Dr. Yustina Wela


Pembuatan pembagian tugas pelayanan IGD sehari/setiap bulan
Supaya dokter konsulen, dokter jaga, perawat serta petugas non medis dapat bertugas
sesuai dengan jadual yang ada.
1. Supaya dokter konsulen, dokter jaga, perawat serta petugas non medis harus
siap melayani IGD selama 24 jam.
2. Apabila berhalangan boleh digantikan oleh dokter konsulen lainnya.
3. Bagi petugas paramedis, perawat dan non perawatan apabila berhalangan
hadir dapat menghubungi kepala ruang.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

Prosedur

1.DOKTER KONSULEN
a. Dibuat oleh SMF sesuai dengan bidangnya dan bekerjasama dengan kepala
IGD.
b. Jadual jaga harap sipa tanggal 20.
c. Apabila berhalangan jaga harus ada pengganti dengan mengisi surat
pernyataan.
2. DOKTER JAGA
a. Dibuat oleh kepala IGD
b. Jadual dokter harap siap setiap tanggal 25.
c. Setiap dokter harap mengisi absensi untuk mengetahui kesesuaian kedatangan
jaga.
d. Apabila berhalangnan jaga diharapkan untuk mencari pengganti.
3.PERAWAT IGD
a. Dibuat oleh kepala ruang IGD
b. Jadual jaga harus siap setiap tanggal 24.
c. Setiap perawat harus mengisi absensi untuk mengetahui kesesuaian
kedatanganga.
d. Apabila berhalangan hadir dapat menghubungi kepala ruang.
4. RM IGD
a. Dibuat oleh kepala Rekam Merdis
b. Jadual jaga siap setiap tanggal 29.
c. Setiap petugas RM IGD diharapkan mengisi absensi untuk mengetahui
kesesuaian kedatangan jaga.
d. Apabila berhalangan dinas diharapkan menghubungi kepala RM.
5. LABORATORIM
a. Jadual dibuat oleh ruang laboratorium
b. Jadual jaga siap setiap tanggal 28.
c. Setiap petugas laboratorium diharapkan mengisi absensi untuk mengetahui
kesesuaian kedatanngan jaga.
d. Apabila berhalangan dinas diharapkan menghubungi kepala ruang
laboratorium.
6. RONGEN
a. Jadual dibuat oleh kepala bagian rontgen.
b. Jadual jaga siap setiap tanggal 20.
c. Setiap petugas rontgen diharapkan mengisi absensi untuk mengetahui
kesesuaian kedatangan jaga.
d. Apabila berhalangan dinas diharapkan menghubungi kepala bagian rontgen.
7. CLEANING SERVICE
a. Jadual dibuat oleh kepala sanitasi.
b. Jadual jaga siap setiap tanggal 23.
c. Setiap petugas CS diharapkan mengisi absensi untuk mengetahui kesesuaian
kedatangan jaga.
d. Apabila berhalangan dinas diharapkan menghubungi kepala Sanitasi.

Alur

-KA Perawatan IGD ----

Unit terkait

1.
2.
3.
4.
5.

KA IGD ---- Petugas IGD

Medis IGD
Dokter Konsulen
Paramedis IGD
Penunjang Ra - Laborat
Cleaning Service

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

DISASTER PLAN

RSU ST. GABRIEL


KEWAPANTE
No. Dok : 3.24
PROSEDUR TETAP
Instalasi Gawat
Darurat
Pengertian

Tgl terbit :

Revisi Ke : 1

Halaman : 4
Ditetapkan,
Direktur

Dr. Yustina Wela


Suatu pokok rencana terpadu bagi setiap orang suatu instansi pelayanan kesehatan
untuk melakukan tindakan dan cara-cara mengahdapi rencana baik sebelum, sedang,
atau sesudah bencana.

Tujuan

Untuk penyelamatan jiwa, pencegahan cacat dan menangulangi bencana.

Kebijakan

1.
2.

Prosedur

Untuk memudahkan penanganan korban musibah dapat dikaitkan dengan jumlah


tenaga operasional yang ada serta estimasi, jumlah korban dkelompokkan sebagai
berikut :
- Siaga I : Korban 20 50 orang.
Pelaksana Tim yang ada 24 jam di IGD.
- Siaga II : Korban 51 100 orang.
Siaga I di bantu oleh konsulen on duty.
- Siaga III : Korban 101 300 orang.
Pelaksana seluruh staf di RS baik on duty maupun off duty.
- Siaga IV : Korban > 300 orang.
Pelaksana perlu melibatkan Rumah Sakit luar / sarana medis yang
lain termasuk Puskesmas.

Semua tim Disaster plan mampu menangani kegawatan.


Tim yang terkait baik medis, paramedis, keamanan, humas siap bila sewaktu
ada kejadian nyata

FASE FASE PENANGGULANGAN KORBAN MASSAL.


A.
FASE INFORMASI
1.
Bencana korban massal yang terjadi di luar RS, informasi dapat datang
dari
Polisi / ABRI, PMI atau Dinas Kesehatan.
2.
Bencana korban massal terjadi di dalam RS, informasi dapat datang
dari
dokter,perawat, awam.
3.
Informasi bencana masuk ke sentral yelp. RSU St. Gabriel Kewapante .
" dibagian
informasi dengan, maka petugas yang menerima informasi harus meneruskan
kepada kepala IGD apabila musibah terjadi pada jam dians, apabila musibah
terjadi di luar jam dinas, maka petugas penerima informasi meneruskan kepada
kepala Petugas Jaga di IGD.
4.
Kepala Jaga petugas IGD meneruskan informasi kepada kepala IGD
dan
selanjutnya kepla IGD meneruskan kepada Direktur RSU St. Gabriel Kewapante
.
5.
Komunikasi yang dipergunakan :
-Di dalam RS ( intern ) : telepon / aiphone.
Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat
RSU St. Gabriel Kewapante .

- Di luar RS ( ekstern ) : telepon , pager.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

Prosedur

B.

FASE SIAGA.
Tim Pengumpul dijabat oleh :
1.1 Kepala Petugas Jaga:
Tugas :
a.
Melakukan uji kebenaran informasi adanya musibah massal.
b.
Melakukan kordinasi dengan matrik Satpam guna
mengamankan lokasi lokasi penanganan di IGD dan Rs dan IBS, mengatur
lalu lintas kendaraan masuk dan keluar.
c.
Mengarahkan anggota untuk mengambil brankas yang akan
dipergunakan menuju lokasi penanganan bencana.
1.2 Kasie Perawatan / Perawat supervisi.
Tugas :
a. Menyiapkan lokasi penampungan pertama.
b. Merekut perawat off duty untuk membantu :
Resusitasi
Evalusi / tansportasi.
c. Melakukan kordinasi dengan kepla ruang Bedah, untuk mempersiapkan
ruangan untuk menerima korban termasuk mempersiapkan lokasi
cadangan.
1.3 Kepala Perawatan
Tugas :
a. Menyiapkan ruangan masing masing.
b. Menyiapkan relokasi ruangan.
1.4 Kepala IGD.
Tugas :
a. Melakukan koordinasi dan merekrut dokter jaga off duty, dokter konsulen.
b. Menentukan tingkat bencana yang terjadi ( Brncana tingkat I, II, III, IV ).
c. Melaporkan kepada Direktur RSU St. Gabriel Kewapante " mengenai
tingkat bencana yang terjadi dan jenis bencana serta lokasi.

C.

FASE TRIASE DAN PELAYANAN.


1. Triase, Dilakukan oleh dokter jaga dan dokter bedah.
Tugas :
a. Bertanggung jawab atas pemeriksaan pertama.
b. Mengelompokkan korban sesuai dengan berat ringannya perlukaan.
c. Menentukan prioritas pertolongan dengan pemberian label.

Label Hijau Penderita tidak luka.


Ruang tunggu untuk di pulangkan.

Label Kuning Penderita hanya luka ringan


kamar bedah Minor.

Label Merah Penderita dengan cidera berat.


resusitasi dan kamar opeasri.

Label Putih penderita dalam keadaan berat / shock.


resusitasi observasi.

Label Hitam Penderita yang sudah meninggal


kamar Jenasah.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

2. Tim Medis.
Terdiri dari : Tim Medis Inti dan Tim Penunjang, antara lain : Laboratorium, Bank
Darah Radiologi.
Tugas :
a. Bertanggung jawab atas terselenggaranya pelayanan kesehatan dan
tindakan yang diberikan kepada korban.
b. Merawat korban yang memrlukan perawatn, dapat dimasukkan ke :
- Ruang perawatan biasa.
1. Logistik.
Dijabat oleh Kepala farmasi.
Tugas :
a. Menyiapkan kebutuhan obat obat Askes.
b. Mengadakan koordinsi dengan kepala Instalsi Gizi guna menyiapkan
makanan untukmpesonil dan korban.
2. Administrasi.
a. Rekam Medis
Tugasnya :
- Melaksanakan admisnitrasi psien, antara lain : Identifikasi,
Registrasi, Status korban.
- Mencatat jumlah pasien dan tempat perawatannya.
b. Keuangan.
Tugasnya :
- Melaksanakan administrasi keuangan korban ( Askes , Umum ).
3. Penerangan / Informasi.
Tugasnya :
Kordinasi dengan kepala jaga untuk :
a. Mengetahui / mencatat administrasi psien global dengan baik.
b. Mencatat kondisi pasien yang meninggal.

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

Alur
INFORMASI

SENTRAL
KOMUNIKASI

TIM
PENGUMPUL

PELAKSANAAN
PELAYANAN MEDIS
TIM MEDIS

RUANG
PERAWATAN BIASA

Unit terkait

Prosedur Tetap Instalasi Gawat Darurat


RSU St. Gabriel Kewapante .

ICU

FARMASI
SATPAM
TRANSPORTASI
LABORATORIUM
RAWAT INAP
ICU
KAMAR JENASAH.

IBS

KAMAR
JENASAH