Anda di halaman 1dari 38

STATIKA

STRUKTUR

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Mekanika adalah cabang ilmu fisika yang membahas keadaan benda
yang diam atau bergerak di bawah pengaruh/aksi gaya.
Mekanika terdiri dari dua bagian: STATIKA, yang membahas
kesetimbangan benda di bawah pengaruh gaya-gaya yang
setimbang, dan DINAMIKA, yang membahas gerakan benda karena
pengaruh gaya-gaya yang tidak setimbang.

Konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar dalam mekanika yang


penting adalah:
Ruang, adalah daerah geometri yang ditempati oleh benda
yang
posisinya digambarkan oleh pengukuran linear dan
angular relatif
terhadap sistem koordinat.
Waktu, adalah ukuran peristiwa yang berurutan dan
merupakan
besaran dasar dalam dinamika. Waktu tidak
dapat dimasukkan
langsung dalam analisis persoalan
statika.
Massa, adalah ukuran kelembaman (inersia) benda, yang
merupakan
penghambat terhadap perubahan kecepatan.

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Gaya (force), adalah aksi suatu benda terhadap benda lain,
yang
cenderung mengerakkan suatu benda
menurut arah kerjanya.
Partikel, sebuah benda yang dimensinya dapat diabaikan
disebut
partikel.
Benda tegar, sebuah benda dianggap tegar jika gerakan
relatif antar
bagian-bagiannya dapat diabaikan langsung.
KONSEP GAYA (FORCE)
Gaya merupakan besaran vektor, yaitu besaran yang
mempunyai besar dan arah. Sebuah gaya dapat dikenakan pada
suatu benda baik secara langsung (melalui kontak fisik) maupun
secara tidak langsung (tanpa kontak fisik). Gaya gravitasi dan
elektromagnetik adalah contoh penerapan gaya secara tidak
langsung.

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Sebuah gaya dapat didefinisikan secara lengkap oleh:
1. Besarnya, dinyatakan dengan angka disertai satuan yang
sesuai
2. Arahnya, dinyatakan dengan sebuah garis dengan panah
pada salah
satu ujungnya
3. Titik kerjanya, titik pada sebuah benda dimana gaya
tersebut
dikenakan.
Ketiga hal di atas disebut karakteristik gaya.
titik kerja
100 N (besar gaya)

arah
gaya

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


MACAM-MACAM GAYA

Gaya Terdistribusi dan Gaya Terpusat, gaya terdistribusi


dapat dikenakan sepanjang garis, di atas luasan tertentu atau
pada keseluruhan volume.
Gaya terpusat merupakan
idealisasi dari gaya terdistribusi yang diasumsikan bekerja
hanya pada suatu titik.

Gaya Eksternal dan Internal, Suatu gaya disebut gaya


eksternal jika gaya tersebut dikenakan pada suatu benda oleh
benda lainnya.

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Jika sebuah struktur, seperti gambar di atas, dibentuk dari
beberapa buah komponen, maka gaya yang menjaga agar
komponen-komponen tersebut tetap bersatu adalah gaya internal.

MACAM-MACAM SISTEM GAYA


Gaya koplanar, adalah gaya-gaya yang garis kerjanya terletak
pada
satu bidang.
Gaya Spasial, adalah gaya-gaya yang garis kerjanya terletak
pada
ruang tiga dimensi.
Gaya konkuren, adalah sekumpulan gaya yang garis kerjanya
berpotongan pada satu titik.
Gaya kolinear, adalah sekumpulan gaya yang garis kerjanya
terletak
pada satu garis lurus.

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


HUKUM NEWTON
Hukum I. Sebuah partikel akan tetap diam atau bergerak lurus
beraturan jika resultan gaya yang bekerja pada partikel
tersebut sama dengan nol.

Hukum II. Percepatan sebuah partikel adalah sebanding


dengan gaya resultan yang bekerja padanya dan searah
dengan gaya tersebut
Hukum III. Gaya-gaya aksi dan reaksi antara benda-benda
yang berinteraksi memiliki besar yang sama, berlawanan
arah dan segaris.
Hukum Newton I berisi prinsip kesetimbangan gaya, yang
merupakan topik utama dalam pembahasan statika.
Hukum Newton II berisikan dasar bagi pembahasan dinamika, dan
dapat dinyatakan dengan persamaan:

F = ma
ket. F = gaya yang bekerja pada partikel
m = massa partikel

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Hukum Newton III berperan baik dalam pembahasan statika dan
dinamika, menyatakan bahwa gaya selalu terjadi dalam pasangan
gaya yang sama, berlawanan dan segaris.
Note: Gaya aksi-reaksi bekerja pada dua benda yang berbeda !!

F'
Ket. F' = Gaya yang dikenakan pada meja oleh kotak
F = Gaya yang dikenakan pada kotak oleh meja

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


PRINSIP TRANSMISIBILITAS

Prinsip ini menyatakan bahwa: titik kerja gaya yang bekerja pada
suatu benda tegar dapat dipindahkan disepanjang garis kerjanya
tanpa merusak/merubah kondisi kesetimbangan atau gerakan dari
benda tegar tersebut.

=
titik kerja

garis kerja

titik kerja

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


SISTEM SATUAN

Empat besaran dasar dalam mekanika adalah:

Besaran

Satuan SI

Satuan Yang Lazim di AS

Satuan

Simbol

Satuan

Simbol

Massa

kilogram

kg

slug

Panjang

meter

feet

ft

Waktu

sekon (detik)

sekon (detik)

Gaya

newton

pound

lb

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Dalam satuan SI, massa dalam kilogram (kg), panjang dalam
meter (m) dan waktu dalam sekon (s) dipilih sebagai satuan
pokok atau dasar. Disebut sebagai sistem mutlak.
Dalam satuan yang lazim di AS, panjang dalam feet (ft), waktu
dalam sekon (s) dan gaya dalam pound (lb) dipilih sebagai
satuan pokok atau dasar. Disebut sebagai sistem gravitasi.

SISTEM GAYA

Dua buah gaya/sistem gaya disebut ekuivalen jika


memberikan efek mekanis yang sama pada suatu benda
tegar. Gaya tunggal yang ekuivalen dengan suatu sistem gaya
disebut resultan dari sistem gaya tersebut.
Gaya adalah merupakan besaran vektor. Secara grafis dapat
dinyatakan dengan segment garis AB dengan panah pada
salah satu ujungnya, seperti dapat dilihat sbb:

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR

Titik A merupakan titik kerja gaya dan x adalah sumbu


koordinat referensi. Panjang segment garis AB menyatakan
besar dari gaya diukur dengan skala yang sesuai. Arah gaya
dinyatakan dengan besar sudut
diukur dari sumbu
referensi.

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Dua buah vektor dikatakan sama jika besar dan arahnya sama.
Dua buah vektor yang sama dapat terletak pada satu garis
kerja maupun tidak.

F
P

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Vektor negatif dari suatu vektor P didefinisikan sebagai vektor
yang mempunyai besar yang sama tetapi arahnya berlawanan
dengan vektor P. Vektor negatif dari P dinyatakan dengan -P.

-P
P

-P
P

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Resultan Gaya Konkuren
JHukum Jajaran Genjang

A
Q

P+Q

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


JHukum Segitiga

Q
P+Q
P

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR

Hukum Poligon

P+Q+S
S
S

P+Q

Q
P

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


CONTOH !!
Q = 550 N

500
P = 650 N

Tentukan resultan dari dua buah gaya P dan Q !


C
R
Q = 550 N
A

500

130
P = 650 N

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR

R P 2 Q 2 2 PQ cos B

R 650 2 550 2 2(650)(550) cos 130

R 1088 N

............................................... jawab

Untuk menentukan arah dari vektor resultan dapat dihitung


dengan cara sbb:

Q
R

SinA
Sin130 0
550
1088

Sin
Sin130 0
0
1 (550) Sin130
Sin
1088
22,8 0 ....................................... jawab

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Komponen Gaya Rektangular
Dua buah gaya yang resultannya sama dengan sebuah gaya
F disebut komponen-komponen dari gaya F tersebut.

F2

F1

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


F1 dan F2 adalah komponen-komponen gaya F di sepanjang garis
yang tidak saling tegak lurus.
F = F1 + F2
y

Fy

x
Fx

Fx dan Fy adalah komponen-komponen rektangular dari gaya


F sepanjang garis yang saling tegak lurus.
F = Fx + Fy

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Jika besar F dan arah dari gaya F diketahui maka dari gambar
di atas, maka, besar dari komponen rektanguler dari gaya F
adalah:

Fx F cos

dan

Fy F sin

Arah sudut diukur dari posisi satandard, yaitu diukur dari


sumbu-x positif ke vektor gaya F yang dimaksud. Arah yang
berlawanan arah jarum jam (ccw = counterclockwise)
dianggap sebagai positif; sedangkan yang searah jarum jam
(cw = clockwise) dianggap negatif. Komponen gaya yang
terletak pada sumbu x-y positif akan
berharga positif,
sebaliknya, bila komponen gaya terletak pada sumbu x-y
negatif akan berharga negatif.

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR

Jika komponen skalar Fx dan Fy dari gaya F diketahui, maka


besar dari gaya F dapat ditentukan dengan:

Fx Fy

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR

Sudut dapat dicari dengan cara:

tan

Fy
Fx

CONTOH !!

30o

F = 500 N
Uraikan gaya F di atas menjadi komponen-komponen vertikal
dan horizontal !!

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR

Y
Fx
30

Fy
F = 500 N

Fy F sin

Fx F cos
o

(500 N ) cos330
433 N ............................. jawab

(500 N ) sin 330 o


250 N ............................ jawab

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Resultan Komponen Gaya Rektangular
Y
F2
F1

F3

Resultan dari beberapa gaya konkuren dapat ditentukan


dengan menggunakan komponen-komponen rektangular-nya.
R = F1 + F2 + F3

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR

R x F1 cos 1 F2 cos 2 F3 cos 3


R y F1 sin 1 F2 sin 2 F3 sin 3

R Rx 2 R y 2
CONTOH !!

F2 = 100
N

F1 = 200
N
50
0

30
0

Tentukan resultan dari dua buah gaya di atas dengan


menguraikannya menjadi komponen-komponen rektangular !!

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR

Y
F1 = 200
N

F2 = 100
N

R x F1 cos1 F2 cos 2
(200 ) cos30 o (100 ) cos140 o
96,6 N

R y F1 sin 1 F2 sin 2

( 200 ) sin 30 o (100 ) sin 140 o


164,3 N

R Rx 2 R y 2
(96,6) 2 (164,3) 2
190,6 N ................................ jawab

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR

tan
tan

1 R y

Rx
1 164 ,3

96,6

59,5o ................................ jawab


MOMEN GAYA

Disamping cenderung untuk menggerakkan benda pada arah


kerjanya, sebuah gaya juga cenderung untuk memutar benda
terhada suatu sumbu. Sumbu ini dapat merupakan sembarang
garis yang tidak berpotongan dan tidak sejajar dengan garis
kerja gaya tersebut.

Kecenderungan untuk berputar tersebut dikenal sebagai


momen M dari gaya tersebut.

Momen juga dikenal sebagai puntiran atau torsi (torque).

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


F

Mo = Fd
O
d

Mo = Fd
Momen Mo akibat dari gaya F terhadap titik O (disebut pusat
momen) adalah sama dengan besar gaya F dikalikan jarak
tegak lurus d (disebut lengan momen) dari O ke garis kerja

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Arah Momen

P
Q

Dua buah gaya P dan Q di atas akan menyebabkan lengan


berputar/berotasi pada titik O dengan arah yang berlawanan.
Gaya P akan memutar lengan dengan arah berlawanan arah
jarum jam (ccw), sehingga momen yang diakibatkan gaya P
pada titik O mempunyai arah ccw. Sedangkan gaya Q akan
memutar lengan searah jarum jam (cw), sehingga momen
akibat gaya Q pada titik O mempunyai arah cw.

Arah momen gaya dianggap positif bila arahnya berlawanan


arah jarum jam (ccw), dan dianggap negatif bila searah jarum

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


CONTOH !!

F = 500 N

60o

Tentukan momen pada titik O ! (panjang OA = 200 mm)


60o
d

60o

A
o
120

F = 500 N

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR

d OAsin 60 o
d (0,2) sin 60 o

0,1732 m
M o Fd
(500 )(0,1732 )
86,6 N .m
86,6 N .m
Teorema Verignon
Teorema Verignon menyatakan bahwa: momen yang yang
dihasilkan oleh sebuah gaya F pada suatu titik akan sama
dengan momen yang dihasilkan oleh komponen-komponen gaya
F tersebut pada titik yang sama.

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR

FY

FX
YA

XA
X

M o FY X A FX Y A

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Prinsip Transmibilitas Untuk Menghitung Momen

FY
XB
FX
O

M o FY X B

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


CONTOH !!

F = 100 lb

60o
4 ft

X
8 ft

Tentukan momen pada titik B yang disebabkan gaya F =


100 lb !!

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


F = 100 lb

Cara 1
Y

60o

4 ft
60o

60

CD

AD
tan 60
4

tan 60 o
2,31 ft

BC BD CD
8 2,31
5,69 ft

d BC sin 60
5,69 sin 60
4,93 ft

M o Fd
(100).( 4,93)
493lb. ft .......... jawab

BAB 1 PRINSIP DAN KONSEP DASAR


Cara 2

FY = 86,6 lb
F = 100 lb

60o

FX = 50 lb
4 ft
X

B
8 ft

M B Fy BC FX AC
86,6(8) 50(4)
493lb. ft