Anda di halaman 1dari 3

[UJIAN AKHIR SEMESTER-AKUNTANSI

KEPERILAKUAN]

Nama :Martdian Ratna Sari


Nim : 355499
Menelaah kerta kerja merupakan salah satu kontrol utama atas kualitas audit perusahaan.
Penelitian-penelitian

sebelumnya

menunjukkan

bahwa

antisipasi

atas

suatu

tinjauan

mempengaruhi penilaian dan ada juga penelitian mengenai pengaruh format review yang
berbeda dari praktek. Penelitian yang belum dilakukan adalah mengenai penambahan diskusi
setelah review atas catatan tertulis. Maka dari itu, dalam penelitian ini berusaha untuk
membandingkan pengaruh pada preparers dalam mengantisipasi interaktif review secara realtime (yang mana tinjauan catatan tidak dipersiapkan sebelumnya) dengan pengaruh dalam
mengantisipasi penerimaan review catatan tertulis yang lebih tradisional. Penelitian ini juga
meneliti mengenai bagaimana kedua jenis tinjauan tersebut mempengaruhi prosedur audit yang
sebenarnya dilakukan.
Soal 1. Rumusan, formulasi, atau identifikasi pertanyaan penelitian yang relevan untuk
penelitian ini yaitu:
1. Bagaimana antisipasi preparers/tinjauan (real time dan tradisional) atas suatu review
dapat mempengaruhi kinerja, prosedur audit, dan efektivitas pemeriksaan?
Soal 2. Relevansi dari penelitian ini yaitu:
Penelitian ini sangat penting di bidang audit, terutama dalam hal kualitas audit atas suatu
perusahaan. Risiko tuntutan hukum atas hasil audit merupakan salah satu faktor bagaimana
pentingnya kualitas audit tersebut. AICPA (2009) menyatakan bahwa selama audit semua
pekerjaan yang dilakukan harus ditinjau untuk menentukan kecukupan prosedur yang dilakukan
dan kelayakan atas kesimpulan yang diambil. Secara tradisional reviu atau tinjauan kembali akan
memberikan umpan balik tertulis bagi anggota staff tentang penyiapan kertas kerja dan kinerja
dari prosedur audit (Rich et al, 1997) dan saat ini jenis reviu yang dilakukan berbagai macam
salah satunya adalah dengan real time questioning, yakni mengajukan beberapa pertanyaan pada
saat prosedur audit dilakukan. Namun, pada praktiknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
menimbulkan kekhawatiran akan meningkatkan stress preparers dan terjadi resensi dalam
mengambil kesimpulan yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja auditor.

Akuntansi Keperilakuan

Page 1

[UJIAN AKHIR SEMESTER-AKUNTANSI


KEPERILAKUAN]
Jadi menurut saya penelitian ini masih sangat relevan untuk dilakukan untuk memberikan
bukti apakah jenis reviu yang digunakan dalam pemeriksaan akan mempengaruhi prosedur audit,
kinerja auditor, dan efektivitas pemeriksaannya.
Soal 3. Hipotesis yang dapat dikembangkan dalam penelitian ini yaitu:
H1: Auditor yang mengantisipasi dengan menggunakan interactive review (real time) akan
lebih teliti dalam mengambil kesimpulan daripada auditor yang mengantisipasi dengan
penerimaan review atas catatan tertulis.
H2: Kinerja auditor yang mengantisipasi dengan menggunakan interactive review (real time)
tidak akan berbeda dengan auditor yang mengantisipasi dengan penerimaan review atas
catatan tertulis.
H3: Tekanan auditor pada pengambilan kesimpulan akan mempengaruhi efektivitas audit.
Soal 4. Metoda pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
Metode penelitian dalam penelitian ini adalah eksperimen. Menurut saya, metoda yang
digunakan sudah tepat, karena dalam bidang audit, yang kita lihat secara lebih mendalam adalah
mengenai bagaimana perilaku auditor dalam penyelesaian pekerjaan pemeriksaannya. Dalam
penelitian ini yang ingin dibuktikan adalah mengenai penggunaan metoda interactive review
(real time) yang akan mempengaruhi kinerja auditor, prosedur audit, dan efektivitas
pemeriksaan. Penelitian ini menggunakan eksperimen karena ada 2 jenis metoda review yang
digunakan dalam penelitian ini, yakni secara tradisional dan real time selain itu ekperimen ini
juga dapat mengontrol apakah prosedur yang digunakan oleh auditor sudah tepat.
Soal 5. Teori keperilakuan yang menjadi dasar dalam penelitian ini
Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Penyesuaian Keyakinan dari
Hogarth dan Einhorn tahun 1992 yang menggunakan pendekatan penjangkaran dan penyesuaian
(general anchoring and adjustment approach). Model ini memprediksi bahwa cara orang
memperbaiki keyakinannya yang sekarang (jangkar) dipengaruhi oleh beberapa faktor bukti. Boritz

(1985), Richhiute (1984), Schultz dan Reckers (1981) menunjukkan bahwa media penyampaian
informasi dalam bentuk visual (hasil review dari dokumentasi kertas kerja audit), auditory
(percakapan face-to-face atau telepon antara auditor pelaksana dengan supervisor) atau
Akuntansi Keperilakuan

Page 2

[UJIAN AKHIR SEMESTER-AKUNTANSI


KEPERILAKUAN]
kombinasi visual dengan auditory mempengaruhi pengambilan keputusan auditor. Media
penyampaian informasi yang berbeda menyebabkan proses kognitif dalam mencerna informasi
juga berbeda (Ricchiute, 1984). Penelitian terdahulu juga menunjukkan bahwa review menjadi metoda
berbagi pengetahuan dari senior kepada yuniornya, namun di sisi yang lain review juga dapat
menimbulkan bias dalam pengambilan keputusan auditor yuniornya.
Berdasarkan pemahaman saya atas teori tersebut, saya memahami bahwa metoda review yang
digunakan oleh auditor dapat menimbulkan bias dalam pengambilan keputusan. Review interaktif yang
pada awalnya tidak mempersiapkan catatan sebelum pemeriksaan biasnya lebih rendah dibandingkan
dengan review yang dilakukan tatap muka dan sebelumnya mempersiapkan catatan atas pemeriksaan. Hal
ini dikarenakan review interaktif lebih cenderung berfokus pada proses bukan pada temuan umum dan
dokumentasi. Revisi keyakinan atas keputusan yang diambil auditor lebih besar terjadi ketika auditor
junior berdiskusi tatap muka dan menyiapkan catatan diawal sebelum pemeriksaan dengan auditor senior
dibandingkan ketika auditor junior tidak membuat catatan diawal.

Akuntansi Keperilakuan

Page 3