Anda di halaman 1dari 1

RUMUSAN HASIL RAKORLUH

1. Tantangan penyelenggaraan penyuluhan perikanan:


Tingkat pendidikan dan keterampilan pelaku utama/usaha masih perlu
ditingkatkan.
Sistem pendataan bidang kelautan dan perikanan di pusat dan daerah masih
perlu dibenahi.
Akses permodalan bagi usaha bidang kelautan dan perikanan terbatas
Kondisi sarana prasarana pendidikan dan pelatihan kelautan dan perikanan
kurang optimal.
Pembiayaan Pemerintah (APBN dan APBD) terbatas.
Terdapat 2,17 juta Rumah Tangga Miskin (RTM) di wilayah pesisir dan
17,08% diantaranya bermata pencaharian perikanan.
2. Untuk mewujudkan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan,
dibutuhkan dukungan dari Pusat Penyuluhan. Program prioritas tersebut
antara lain :
PUMP Perikanan Tangkap
PUMP Perikanan Budidaya
PUMP P2HP
PUGAR
Minapolitan
Industrialisasi
Blue Economi
Anambas,

: 3.000 kelompok,
: 4.200 kelompok,
: 1.500 kelompok,
: 3.347 kelompok ( 9 Prov/ 42 Kab/ Kota),
: 33 Prov.(197 Kab./ Kota),
: 14 Provinsi (87 lokasi)
: 6 lokasi : a). Nusa Penida (Bali), b).

c). SAP Raja Ampat, d). SAP Waigeo, e). Lombok Timur

dan
f). Banggai Kepulauan.
Lumbung Ikan Nasional
: Maluku (7 Kab/ Kota)
Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4) :

2 Provinsi
Kementerian Kalautan dan Perikanan menyiapkan fasilitas baik berupa
sarana dan prasarana maupun kegiatan untuk peningkatan kualitas
penyelenggaraan penyuluhan perikanan. Fasilitas tersebut antara lain :

Handphone, Demplot Perikanan, Radio Perikanan dll.


3. Paradigma Penyuluh Perikanan ke depannya adalah PROFESIONAL yang

dijabarkan menjadi :
Ahli Penyuluhan
Spesialis perikanan
Dibutuhkan oleh pelaku utama
Dipercaya oleh pelaku utama
Konsultan, Penasehat dan Mitra sejati bagi pelaku utama